SETIAP HARI MEMBUAT TARGET PEKERJAAN, TAPI ANAK LANANG TETAP NOMOR SATU
Setiap malam, sebelum tidur atau pagi hari sebelum berjibaku pagi, saya menulis target pekerjaan yang akan dikerjakan hari ini. Jika saya tak buat target, semua pekerjaan pasti terbengkalai, kehilangan arah, dan jadilah kekacauan yang tak kasat mata. JADI TERPENUHI ATAU TIDAK RENCANA/TARGET TETAP HARUS DITULIS.
Kalau tidak, akan tergerus oleh pekerjaan domestik yang tidak ada hentinya DAN ANAK LANANG YANG MENARIK TANGAN SAYA MINTA DITEMANI BERMAIN.
Saya patut bersyukur, sejak Oktober tahun 2021, hingga April 2022, pekerjaan saya bersama SOLUSI EDITING BUKU sedang mendapatkan rezeki pekerjaan yang lumayan banyak. ADA PEKERJAAN BERARTI ADA CUAN😄
Hari ini target saya adalah menyelesaikan menulis dan melayout tambahan 50 soal untuk naskah buku “200 SOAL”. Naskah buku ini harus segera selesai. Awalnya ditargetkan Maret selesai, tetapi ternyata rencana tak sesuai harapan.
Tapi sebuah kabar dari Mbak Editor, membuat saya harus bergerak lebih cepat. Buku “200 SOAL” HARUS TERBIT DALAM WAKTU DEKAT.
Sampai hari ini, saya belum mengabarkan progress naskah buku ini pada Mbak Editor. Memang jadi terlambat, meleset dari rencana seharusnya. Tapi saya usahakan sekali, akan selesai tanggal 20 April ini. Semoga, amin.
Bukan beralasan basa-basi ketika saya bilang, pekerjaan tidak bisa selesai cepat karena harus menemani anak lanang. Sesungguhnya, bagi saya sangat menyakitkan dan berderai dalam hati ketika harus membiarkan anak lanang main sendiri atau fokus pada gawai. Masa kecilnya hanya sekali, rasanya tidak adil, tidak benar, jika membiarkannya beraktivitas sendiri di usia emasnya.
Saat harus menyelesaikan naskah buku “200 SOAL”, begitu banyak pekerjaan yang juga dituntut harus diselesaikan. Mau tidak mau saya harus “jungkir balik plus jumpalitan” menyisip waktu untuk menulis.

Saat harus menemani si Adek bermain, kertas dan pena menjadi senjata saya untuk menulis.
Saat si Adek asyik bermain, si Kakak masih sibuk sekolah daring. Sambil ke sana ke mari, saya berusaha menuangkan ide menulis.
Rasanya ingin cepat-cepat buka laptop, tapi sulit dilakukan ketika harus melakukan tiga hingga empat pekerjaan sekaligus. Kertas dan pena bisa saya bawa ke mana mana.
Saat menemani si Adek main di teras, saat menemani si Adek tertidur pulas, saat menemani si Kakak mengerjakan online, kertas dan pena saya bawa ke sana ke mari. Apakah ada hasilnya? Apakah ada kata atau kalimat yang tertulis? Kadang ada hasil berlembar-lembar tulisan, kadang tak bisa menulis satu kata pun.

Inilah sekelumit cerita ibu di rumah yang keukeh mau menulis😀 Jika semuanya mudah, pasti tidak akan jadi cerita tentunya. Jika semuanya gampang dilalui, betapa hambar hidup ini.☺️
Naskah tetap harus jadi. Target tetap harus dibuat. Menulis ya menulis saja.
TAPI ANAK LANANG TETAP NOMOR SATU. PEKERJAAN BISA MENUNGGU, BISA DIKERJAKAN NANTI. MASA KECIL ANAK LANANG HANYA SEKALI, BERIKAN PENGALAMAN LUAR BIASA UNTUKNYA YANG TIDAK AKAN TERLUPA SEUMUR HIDUPNYA.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.