Mengajak anak bermain dan belajar warna dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan barang bekas atau benda yang ada di rumah. Dengan sedikit ide, kita bisa menciptakan satu kegiatan yang menarik untuk anak, terutama anak usia di bawah tiga tahun (batita).
Kakak Kenan dan Adek Krisan bersama boneka boba yang viral itu.
Saya ingin berbagi ide saat mengajak anak saya, Krisan, 2,3 tahun, bermain sambil belajar warna dengan kertas origami. Ide muncul saat beberapa waktu lalu si Kakak (7,5 thn), membuat prakarya dengan menggunakan kertas origami. Si Adekย ikut-ikutan juga ingin melakukan kegiatan yang sama dengan kakaknya. Jadilah ide aktivitas belajar warna dengan kertas origami.
Sebuah catatan yang sayang untuk disimpan sendiri. Sekolah online mungkin tidak akan terjadi lagi kelak, karena semua sudah kembali seperti semula.
Tidak terasa si Kakak sudah menjalani kelas satu secara online (PJJ, pembelajaran jarak jauh) selama setahun penuh. Hari ini adalah hari terakhir Kakak masuk kelas Zoom. Hari terakhir di kelas satu ditutup dengan kegiatan misa akhir tahun dan perpisahan dengan wali kelas.
Kakak sedang mengikuti misa akhir tahun ajaran.
Usai misa, dilanjutkan dengan acara perpisahan dengan wali kelas. Diawali dengan makan bekal bersama via Zoom. Lalu, wali kelas Kakak, Miss Laras mengucapkan kalimat perpisahan sehingga membuat suasana jadi haru.
Ini bagian terakhir video puisi Kakak untuk Miss Laras, wali kelasnya.
Lalu, Kakak share video yang dibuatnya semalam. Walaupun secara teknis masalah, akhirnya bisa share di Kelas Zoom.
Ini videonya. Sangat sederhana, apa adanya, dibuat semalam jam 10 sebelum si Kakak tidur.
Wali kelas Kakak menangis haru usai melihat video Kakak.
Selama satu minggu ini, tidak ada pelajaran, tetapi diisi kegiatan rekoleksi, classmeeting. Saat kegiatan rekoleksi, Kakak diminta membuat POHON JANJI. Isi pohon janji adalah lima janji Kakak untuk melakukan lima hal mandiri. Ini foto Pohon Janji yang dibuat Kakak.
Saat kegiatan classmeeting, ada kegiatan art and carf, yaitu kegiatan membuat karya seni dari bahan barang bekas. Bahan utama yang digunakan adalah botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter yang dibentuk dan dihias menjadi pot bunga.
Ini fotoย bersama hasil karyanya, pot bunga.
Dalam acara classmeeting, Kakak juga mendapat tugas menulis SURAT KECIL UNTUK GURU. Si Kakak menulis surat untuk Miss Laras, wali kelasnya. Ini suratnya.
Setahun tak terasa, bulan depan si Kakak sudah duduk di kelas dua. Tidak lagi pembelajaran jarak jauh, tetapi masuk sekolah normal seperti biasa. Semoga semesta mendukung, Indonesia kembali sehat, sehingga anak-anak bisa sekolah secara “sehat jiwa dan raga”, amin.
Kata AKTIFITAS atau AKTIVITAS, yang merupakan kata baku bahasa Indonesia?
Kata PRAKTIK atau PRAKTEK, yang merupakan kata baku bahasa Indonesia?
Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai standar. Karena yang kita gunakan bahasa Indonesia, standar baku yang digunakan adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata tidak baku adalah kata yang tidak sesuai dengan kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata baku adalah kata yang sesuai dengan kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Kamus Besar Bahasa Indonesia itu tebal dan berat, tidak mungkin dibawa ke mana-mana karena ingin mengecek apakah kata ini baku atau tidak baku. Di masa digital ini kamus pun turut berubah. Ada Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi digital namanya KBBI Luring (di luar jaringan atau offline). KBBI Luring bisa di KBBI Luring ini bisa diunduh secara gratis di Playstore. Klik link berikut untuk install di smartphoneKBBI LURING.
Kamus Besar Bahasa Indonesia juga tersedia secara online dengan nama KBBI Daring (dalam jaringan atau online). Klik link berikut untuk melihat KBBI DARING.
Berikut ini 10 kata tidak baku yang sering dipakai.
Paket Seri Anak Hebat Tematik TK B adalah buku yang dibuat oleh Solusi Editing Buku. Paket ini terdiri atas 8 buku. Proses pembuatannya melibatkan beberapa orang sesuai dengan kemampuannya.
Dunia kini berbeda dengan dunia masa kecil saya dulu. Dulu, ketika saya masih kecil begitu banyak waktu yang dihabiskan dengan keluarga. Tidak ada batasan, tidak ada halangan, banyak hal dilakukan bersama keluarga.
Namun, kini berbeda, waktu begitu amat berharga. Sulit sekali menciptakan waktu untuk keluarga. Hal ini terjadi bukan karena orangtua yang sibuk bekerja, melainkan karena sebuah benda kecil yang disebut smartphone. Betul tidak?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.