Melihatnya suka dan nyaman dibacakan buku, hati saya senang sekali. Kini buku jadi teman terbaik mereka, Kenan dan Krisan.
Menurut Jim Trelease dalam bukunya The Read-Aloud Handbook, sebaiknya di tahun pertama usia anak, bacakan buku yang menstimulasi penglihatan dan pendengarannya, gambar penuh warna dan bunyi-bunyi menyenangkan yang mudah menarik perhatian anak. Beberapa hari lalu, saya membacakan Krisan salah satu seri Hello Kiddo untuk PAUD berjudul Jarum si Penyihir Kecil. Buku ini berisi cerita berirama mengenal bentuk. Karena ini buku bergambar, gambarnya penuh warna, Krisan bisa melihat dengan jelas. Cerita berirama dalam buku ini juga menarik perhatian Krisan.
Sahabat Pembaca yang terkasih, libur akhir pekan yang panjang akan segera berakhir, besok akan kembali beraktivitas seperti biasa. Tapi jangan lupa, kita semua memasuki era NEW NORMAL, sebisa mungkin hindari kerumunan, selalu pakai masker, selalu jaga jarak, dan hindari kontak fisik dengan orang baru dikenal.
Sahabat Pembaca, bahasan tentang cara menumbuhkan minat baca anak, sebenarnya sudah banyak sekali dan saya pun sudah sering menyisipkan dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya. Tetapi saya tetap ingin membagikan momen saya bersama keluarga tentang cara menumbuhkan minat baca anak.
Momen-momen yang saya potret terjadi apa adanya, tanpa rekayasa. Setelah saya lihat, ternyata foto-foto itu menggambarkan cara menumbuhkan minat baca anak.
Sahabat Pembaca tentu tahu, menumbuhkan minat baca anak itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada proses panjang yang harus dilewati, namun proses itu berjalan alamiah saja, karena intinya tetap kesenangan menjadi nomor satu.
Berikut ini cara menumbuhkan minat baca anak yang saya lakukan untuk anak saya.
Di sini buku di sana buku Di tengah ada anakku Ayo bacakan buku bu ibu Anak-anak jadi cinta buku
Buku di lemari di kursi ada Korona kapan perginya Ayo bacakan buku ayah bunda Anak-anak menunggunya
Ah kok jadi berpantun segala ☺️ Apakah kabar Sabahat Pembaca yang terkasih, saya berharap Sahabat sekalian senantiasa sehat dan bahagia.
Hari ini adalah hari yang baik untuk memulai rencana baik yang mungkin ingin Sahabat kerjakan. Ya, awal bulan adalah awal yang baik untuk merencanakan sesuatu hal atau banyak hal.
Tepat hari pertama bulan Agustus saya pun ingin membuat sebuah rencana yang saya harapkan dapat berjalan bulan Agustus ini. Saya ingin menulis tentang buku, semua hal bersama buku. Saya ingin menulis resensi buku, ulasan buku, buku rekomendasi, minat baca, buku favorit, manfaat membacakan buku, jenis-jenis membaca buku, membaca nyaring, membaca cepat, merawat buku, dan sebagainya tentang buku.
Pernah dengar read aloud atau membaca nyaring? Sudah pernah membaca nyaring sebuah buku?
Apa sih membaca menyaring itu? Menurut pemahaman saya, read aloud atau membaca nyaring adalah aktivitas membaca buku dengan bersuara, dalam situasi yang menyenangkan bagi pembaca juga pendengarnya. Jika membaca nyaring dilakukan untuk anak-anak, aktivitas membaca nyaring juga tidak hanya membaca kata dan kalimat yang ada, ada kalanya harus membaca gambar untuk menjelaskan kepada anak situasi yang terjadi dalam sebuah cerita.
Hari ini seorang sahabat penulis mengunggah read aloud ebook Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua, di channel Youtube-nya yang bernama Adi Pengisah. Kak Adi Pengisah membaca nyaring ebook Doti dengan sangat baik sekali, keren deh pokoknya. Sahabat Pembaca bisa simak langsung videonya di sini —> Video read aloud Doti Kupu.
Saya juga pernah membaca nyaring Doti Kupu Suka Berteman dengan Semua saat mengikuti challenge membaca nyaring di Instagram. Hasil video apa adanya tanpa editing tanpa pengarah gaya apalagi kamerawan ☺️.
Tidak banyak buku parenting yang pernah saya baca. Tapi, akhir-akhir ini saya menyempatkan membaca buku parenting. Bahkan, saat melihat ada buku parenting yang temanya menarik, saya langsung ingin membelinya. (Menarik dalam arti saya perlu lebih mendalami ilmunya.) Saat ada keinginan beli buku baru, pasti yang terlintas di pikiran saya membeli buku bertema parenting. Seperti saat ini, saya melihat sebuah buku tema parenting yang sedang saya sukai, buku tentang Montessori yang berjudul Dr. Montessori’s Own Handbook. Bulan ini mungkin belum ada pengeluaran untuk buku, bulan depan buku ini harus bisa saya miliki.
Buku yang ingin dibeli ☺️
Saat menjelang kelahiran si kakak, 6 tahun lalu, saya tidak tertarik membeli buku bertema parenting. Yang saya beli malah buku-buku anak sehingga Kenan saat dalam kandungan hingga sekarang usia 5 tahun suka sekali dibacakan buku anak.
Saat menjelang kelahiran si adik, saya mulai merasa kurang percaya diri, apakah saya sudah benar mengasuh si kakak? Apakah aktivitas yang saya berikan pada si kakak berguna untuk perkembangan otaknya? Ada banyak pertanyaan lain yang muncul di benak saya. Ada banyak cara untuk mencari jawaban dari pertanyaan saya itu, salah satunya melalui membaca buku, itu yang saya pilih.
Membaca buku parenting sambil mengasuh Krisan.
Mulailah saya meyempatkan waktu membaca buku parenting yang saya miliki. Kenapa buku yang saya pilih, padahal ada begitu banyak artikel parenting di internet? Saya pilih buku karena lebih bisa dipertanggungjawabkan isinya. Buku yang saya pilih pun, buku-buku yang ditulis oleh mereka yang terjun langsung dalam mengasuh anak, baik itu guru (praktisi) maupun orangtua yang berpengalaman mengasuh anak hingga menjadi pakar pendidikan dan parenting.
Setelah saya membaca buku-buku parenting, saya rasakan sekali bahwa MEMBACA BUKU PARENTING ITU PENTING. Penting buat siapa? Buku parenting baik dibaca oleh orangtua, calon orangtua, orangtua muda, pasangan baru menikah, guru, penulis buku bacaan anak, praktisi pendidikan, dan siapa pun yang ingin mengetahui tentang pola asuh anak. Ada banyak sekali jenis buku parenting. Kita bisa membaca buku parenting sesuai yang kita butuhkan.
Bagi saya saat ini membaca buku-buku parenting yang terkait dengan Montessori itu penting. Kenapa? Sekolah Kenan tidak menerapkan Montessori, jadi saya bisa menerapkan kelas Montessori di rumah. Selain itu, informasi tentang seluk-beluk Montessori bisa saya terapkan untuk si adik, Krisan. Membaca buku parenting itu sungguh penting bagi siapa saja yang ingin mengetahui informasi baik itu teori pola asuh anak maupun cerita pengalaman orangtua yang menghadapi langsung tumbuh kembang anak.
Bagi saya pribadi, membaca buku parenting menyakinkan saya bahwa pola asuh yang selama ini saya lakukan sudah benar. Misalnya, saya menemukan di buku parenting yang saya baca, aktivitas yang saya lakukan bersama Kenan itu bisa dikatakan mirip Montessori dan layak dilanjutkan serta bisa dipraktikkan pada adiknya, Krisan. Dari membaca buku parenting juga saya menemukan teori-teori yang mendukung pola asuh yang saya lakukan, sehingga saya rasa percaya diri saya pun mulai bertumbuh lagi. Karena rasa percaya diri itu saya jadi ingin membagikan aktivitas saya bersama Kenan dalam sebuah buku. Semoga bisa terwujud, amin.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.