5 Rak Buku Minimalis Harga di Bawah 100ribu

Buat kamu yang hobi baca, ada rekomendasi rak buku minimalis untuk buku-buku yang bertumpuk di meja. Rak buku minimalis ini akan membuat mejamu atau kamarmu lebih rapi. Salah satu rak buku, bisa digunakan untuk rak buku anak atau ponakanmu.

Yuk pilih-pilih, mana rak buku minimalis yang cocok denganmu.

1. Rak buku melayang

Rak buku melayang
Penampakan rak buku melayang

Cek langsung harga rak buku melayang

2. Rak buku kotak kayu

Rak buku kotak kayu

Cek rak buku kotak kayu

3. Rak buku melayang unik

Cek harga rak buku melayang unik

4. Rak buku silang unik

Cek harga rak buku silang unik, di bawah 100 ribu lho

5. Rak buku anak minimalis

Cek harga buku anak minimalis, harga pas 100ribu

Cek harga rak buku anak minimalis

Foto Bercerita: Juara Lomba 17 Agustusan

Sayang untuk disimpan saja, apalagi dibuang😀 Masih layak untuk dibagikan dan diceritakan.

#lomba17agustusan #lombaagustusan #hut78ri 

Peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 ini terasa berbeda. Si Kakak dan si Adek ikut lomba 17 Agustus yang diadakan di kompleks perumahan. Ada banyak lomba yang diadakan. Si Kakak ikut 3 lomba 17 Agustusan dan si Adek juga ikut 3 lomba 17 Agustusan

Pengalaman pertama ikut lomba 17 Agustusan

Bagi si Adek, perlombaan ini adalah yang pertama yang diikutinya. Sebenarnya saat mengikuti lomba si adek sedang tidak sehat agak demam jadi agak kurang bersemangat. Walaupun begitu di lomba yang pertama, lomba memindahkan bendera, si Adek bersemangat sekali sehingga pada tahap pertama juara 1. Pada tahap kedua, si Adek kalah cepat. Jadinya pada lomba memindahkan bendera si Adek dapat juara 3. 

Lomba Makan Kerupuk

Kakak bersemangat ikut lomba makan kerupuk. Walaupun sebenarnya Kakak tidak suka makan kerupuk.😆

Lomba Sendok Kelereng

Kakak begitu menikmati lomba sendok kelereng, berjalan pelan-pelan sehingga kelereng tidak jatuh. Hebat, Kakak👍

Pembagian Hadiah Lomba 17 Agustusan

Malam minggu kemarin, Sabtu 19 Agustus 2023, dilakukan pembagian hadiah untuk yang menang lomba 17 Agustusan.

Kakak dapat dua hadiah.

Juara 3 Lomba makan kerupuk

Juara 3 Lomba sendok kelereng

Adek dapat satu hadiah. 

Juara 3 Lomba Memindahkan Bendera

Hari ini 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI

Ada banyak cerita tentang perayaan 17 Agustus. Apa yang saya bagikan dalam tulisan ini mungkin sama, mungkin juga berbeda. Yang utama dalam satu semangat yang memperingati Hari Ulang Tahun Kemerde ke-78 RI.  

HARI MERDEKA

Masih ada yang salah mengira judul lagu dengan lirik pertama “Tujuh belas agustus tahun empat lima”. Ketika lagu “Tujuh belas …..” diperdengarkan, tanpa pikir panjang orang menyebut 17 Agustus 1945 sebagai judulnya. Judul lagu yang benar adalah Hari Merdeka. Pencipta lagu Hari Merdeka adalah H. Mutahar.

Nah, jadi sekarang sudah tahu kan judul lagunya bukan 17 Agustus, tetapi Hari Merdeka. Yuk, kita nyanyikan bersama lagu Hari Merdeka.

Hari Merdeka

Ciptaan : H. Mutahar

Tujuh belas agustus tahun empat lima

Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa

Hari lahirnya bangsa Indonesia

Merdeka

Sekali merdeka tetap merdeka

Selama hayat masih di kandung badan

Kita tetap setia tetap setia

Mempertahankan Indonesia

Kita tetap setia tetap setia

Membela negara kita

Lomba Makan Kerupuk

Beberapa hari ini penjualan kerupuk blek pastilah meningkat. Mengapa? Karena perlombaan 17 Agustusan pasti kurang lengkap tanpa adanya lomba makan kerupuk. Oleh karenanya, kerupuk blek pasti banyak dicari.

Di kompleks perumahan saya pun, diadakan lomba-lomba 17 Agustusan, salah satunya lomba makan kerupuk. Demi ikut perlombaan 17 Agustus ini, si Kakak rela melepaskan penampilan angklung di sekolahnya. 

Acara perlombaan di kompleks berlangsung meriah. Anak-anak mulai dari usia batita hingga dewasa turut menjadi peserta lomba. Selain lomba makan kerupuk, ada lomba lainnya seperti lomba balap karung, lomba memindahkan bendera, lomba paku botol, lomba sendok kelereng, dan lomba lainnya.

Baju Adat 

Pada bulan Agustus baju adat dari berbagai provinsi menjadi tren dalam berbagai acara terutama acara peringatan Kemerdekaan RI. Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo setiap upacara peringatan 17 Agustus di Istana Negara, Pak Joko Widodo menggunakan baju adat Indonesia dan seluruh tamu undangan yang hadir di Istana Negara juga menggunakan baju adat Indonesia dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Sumber: IG @jokowi

Pada upacara peringatan hari ulang tahun ke-78 Republik Indonesia tahun ini, Presiden Joko Widodo menggunakan baju daerah Ageman Songkok Singkepan Ageng. Ageman ini dipakai oleh para raja Pakubuwono Surakarta Hadiningrat dalam acara Enggar Eggar soho Tedhak Loji. Enggar Eggar soho Tedhak Loji adalah sebuah acara di mana raja keluar dari keraton menaiki kereta kuda dan dikawal perangkat keraton untuk terjun langsung melihat kondisi masyarakat. (Dikutip dari kompas.com)

Tren menggunakan baju adat yang diciptakan oleh Presiden Joko Widodo telah diikuti oleh seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan, instansi pemerintah, dan lembaga swasta. 

Si Ayah yang berkerja di lembaga pendidikan swasta mendapat tugas menjadi Pembina Upacara saat pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia. Ayah memilih memakai baju adat dari suku Bugis.

Semangat Nasionalisme

Setiap tanggal 17 Agustus, saya selalu teringat pada sosok Bapak. Bapak memiliki jiwa nasionalisme yang luar biasa. Saat bulan Agustus  tiba, Bapak sudah mulai membuat gapura mini di pintu pagar rumah. Berbagai hiasan nuansa merah putih juga sudah dibuatnya. Setiap tanggal 17 Agustus, Bapak pasti turut serta dalam Upacara Hari Kemerdekaan  RI di Kelurahan. Karena masih di daerah pedesaan, Upacara Hari Kemerdekaan RI dilaksanakan terpusat di kelurahan, sehingga semua sekolah mengirim perwakilan untuk bergabung.

Tapi pada perayaan HUT Kemerdekaan  17 Agustus 2008, Bapak tidak turut serta meramaikan. Karena pada tanggal 17 Agustus 2008, Bapak mengantar saya ke altar perkawinan di gereja. Sekarang Bapak sudah tenang di Surga yang Indah, semoga diberikan damai abadi. Amin

Kini, setiap melewati tanggal 17 Agustus, ada rasa yang tidak biasa. Rasa yang mengharu biru, ah sulit dikatakan. Yang pasti, hari ini saya hanya bisa bersyukur bisa melewati 15 tahun pernikahan. Semoga akan terus kuat dan kokoh. Amin

Selamat HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia.

12 Ide Lomba 17 Agustusan Menggunakan Balon

#lomba17an #lombaagustusan #17agustus #lombajogetbalon #lombamakankerupuk

Balon salah satu pernak-pernik yang selalu ada dalam kegiatan lomba 17 Agustusan, karena balon banyak digunakan untuk perlombaan 17 Agustusan. Tidak hanya anak-anak yang jadi pesertanya, perlombaan dengan menggunakan balon bisa diikuti peserta remaja, dewasa, hingga lansia.

Berikut ini 12 Ide Lomba 17 Agustusan yang Menggunakan Balon

1. Lomba joget balon
2. Lomba lari balon banyak (4 balon)
3. Lomba lari balon (1 balon)
4. Lomba kipas balon
5. Lomba kereta balon

Penjelasan tentang 5 ide lomba di atas dapat dilihat pada gambar dan buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia.

6. Meletuskan balon kursi
Peserta mengambil balon, lalu menaruhnya di kursi dan mendudukinya hingga meletus. Peserta yang paling banyak meletuskan balon adalah pemenangnya.

7. Meletuskan balon sambil menutup mata
Ada banyak balon dalam arena lomba. Peserta lomba ditutup matanya dan diberi sepotong lidi untuk meletuskan balon. Peserta yang paling banyak meletuskan balon adalah pemenangnya.

8. Joget balon berkelompok
Satu balon digunakan untuk berjoget 3-4 orang. Balon tidak boleh jatuh saat berjoget. Kelompok peserta yang dapat bertahan lama, balon tidak jatuh, adalah pemenangnya.

9. Meniup balon terbanyak
Sediakan balon siap ditiup. Peserta lomba diberi waktu 1-2 menit untuk meniup balon sebanyak-banyaknya. Peserta yang berhasil meniup balon terbanyak adalah pemenangnya.

 

10. Menahan balon di baskom air
Sediakan baskom berisi air dan satu balon seukuran bola sepak. Dengan menggunakan wajah, peserta lomba menenggelamkan balon di baskom. Peserta yang berhasil menahan balon tenggelam di air terlama adalah pemenangnya.

11. Meletuskan balon berisi air sambil menutup mata
Balon berisi air digantung di tali. Peserta lomba berdiri dengan jarak 3 meter dari balon yang digantung dan mata ditutup. Peserta tercepat yang meletuskan balon adalah pemenangnya.

12. Membawa balon terbanyak
Disediakan 20 atau lebih balon yang sudah ditiup. Dalam waktu 1 menit peserta lomba yang bisa mengambil dan membawa balon terbanyak adalah pemenangnya.

Ide lomba di atas masih bisa dikembangkan lagi sesuai dengan usia peserta, jumlah peserta, kostum yang digunakan, dan sebagainya. Menang ataupun kalah bukan menjadi target dalam lomba 17 agustusan. Targetnya adalah kemeriahan peringatan hari kemerdekaan. Merdeka!!

Jika ingin ide lomba 17 Agustusan lainnya, bisa baca-baca di buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia.

 

BELI BUKU 100 PERMAINAN DAN PERLOMBAAN RAKYAT

Wisuda TK, SD, SMP, dan SMA itu Penting atau Tidak?

#wisudatk #wisudasdsmp

Sejak akhir Mei hingga Juni di media sosial berseliweran foto anak-anak artis yang baru saja di wisuda. Bukan, bukan wisuda S1 atau S2, tetapi wisuda TK, SD, SMP, dan SMA.

Tak kalah dengan para artis, warga +62 pun banyak yang mengunggah foto-foto wisuda  anak yang baru lulus TK, SD, SMP, atau SMA.
Jadi sebenarnya penting atau enggak sih acara wisuda itu?

Penting Mana, Acara Wisuda atau Foto Wisuda?
Jika melihat kondisi saat ini, acara wisudanya biasa saja, yang jadi luar biasa adalah bisa menggunggah foto wisuda di media sosial. Warga +62 kan suka latah☺, jika anak orang lain bisa unggah foto wisudaan SMA misalnya, dia juga harus bisa, meskipun wisuda TK.

Mau Tidak Mau, Tetap Ikut
Jika pihak sekolah (tingkat TK hingga SMA) apakah mungkin, anak yang  lulus tidak ikut wisuda? Mungkin saja, tapi tergantung dari kebijakan sekolahnya masing-masing, apakah membebaskan keikutsertaan anak dalam wisuda atau tidak. Namun, pada akhirnya kembali pada anaknya. Anak usia TK, SD, dan SMP, apakah mau berbeda dari teman-teman seangkatannya dengan tidak ikut wisuda? Anak TK mungkin akan nangis jika tidak ikut wisuda,  karena teman-temannya ikut wisuda. Anak SD merasa malu karena tidak ikut wisuda seperti teman-temannya. Orangtua pun merasa gengsi juga kalau tidak ikut serta acara wisuda, sementara yang lain ikut. Pada akhirnya mau tidak mau, tetap ikut wisuda.

Soal Biaya Wisuda
Tentang biaya wisuda, karena sudah terjadwal akan diadakan di akhir tahun ajaran, biaya wisuda sudah termasuk dalam pembayaran di awal tahun ajaran saat masuk di TK B. Hal ini sesuai pengalaman saat anak saya wisuda TK tahun 2020/2021. Karena saat itu sedang pandemi, acara wisuda ditiadakan, diganti dengan foto dengan baju wisuda di sekolah secara bergantian. Kemudian hasil foto diedit, dijadikan satu, seakan-akan foto bersama.
Hal berbeda terjadi ketika si Kakak, sekolah di kelompok bermain dan akan naik ke TK A. Tetapi karena pindah rumah, akhirnya tidak melanjutkan sekolah ke TK A. Di akhir tahun ajaran, ada acara pelepasan dan kenaikan plus pentas seni. Si Kakak bahkan sudah dipesankan baju daerah untuk acara tersebut. Saat itu dikenakan biaya sewa baju dan biaya konsumsi acara.

Saat itu (tahun 2019) si Kakak antusias ikut karena sudah latihan untuk pentas. Jika begini keadaannya, sebagai orang tua apakah tega membiarkan anaknya tiduk ikut acara itu? Pada akhirnya, mau tidak mau harus ikut acara itu dengan membayar sejumlah uang, padahal sebenarnya tidak ikut pun tak apa-apa, karena setelah itu si Kakak tidak sekolah lagi di situ.
Biaya yang dibebankan untuk acara  wisuda, pelepasan, atau pentas seni, bisa memberatkan, bisa tidak, sesuai kondisi keuangan masing-masing orangtua.

Acara Perpisahan yang Bermakna dan Berguna
Jika bisa urun rembug tentang acara perpisahan atau pengganti wisuda, saya mengusulkan acara yang bermakna dan berguna. Usulan ini terkhusus untuk lulusan SMA dan sederajat. Wujud acaranya bisa bermacam-macam, misalnya tanam seribu pohon, bakti sosial (memberikan baju sekolah layak  pakai, buku pelajaran, dan sebagainya),  pergi ke tempat wisata yang memerlukan bantuan (membersihkan sampah), dan sebagainya. Acara perpisahan bisa juga berupa pentas seni berbayar, uangnya untuk melakukan kegiatan kemanusiaan.
Acara perpisahan yang bermakna dan berguna akan menjadi kenangan yang luar biasa. Lulusan kesekian misalnya, akan tercatat dan tersimpan dalam bingkai foto di sekolah dan di tempat acara berlangsung.
Ini hanya sekadar usulan dan bacaan. Pada akhirnya, pihak yang terkaitlah yang punya keputusan dan kebijakan.

Sampai tulisan ini dibuat, Pak Menteri belum memberikan pernyataan terkait wisuda TK, SD, SMP, dan SMP. Mari kita tunggu, apa kata Pak Menteri.