5 Aktivitas Anak PAUD Menggunakan Kartu Alfabet Saat di Rumah

#anakpaud #aktivitasseru #aktivitasanak #flashcard #kartualfabet

Ada banyak sekali aktivitas bersama anak, baik itu untuk anak usia dini maupun untuk anak SD bahkan mungkin sampai dengan SMP, menggunakan kartu belajar atau flashcard sebagai alat untuk belajar. Terkhusus untuk anak-anak Paud, kartu belajar sangat membantu dalam proses belajar mengenal sesuatu, misalnya mengenal warna, mengenal huruf, mengenal angka, dan sebagainya.

Tanpa melupakan tentang kembali mencuatnya polemik “calistung tidak boleh diajarkan di PAUD”, proses belajar anak-anak tetap harus dilakukan. Masalah calistung boleh atau tidak diajarkan di PAUD, yang penting anak-anak PAUD saat di sekolah atau di rumah, dunia mereka adalah bermain. Orangtua atau guru di sekolahnya dapat memberikan aktivitas calistung secara menyenangkan untuk anak dalam dunia bermain.

Berikut ini 5 aktivitas anak PAUD menggunakan kartu alfabet saat di rumah.

1. Menyebutkan huruf yang ditunjuk.
Sediakan dua set kartu alfabet. Atau dapat pula sediakan satu set kartu alfabet dan satu poster alfabet ditempel di dinding. Minta anak menunjukkan huruf yang ditunjukkan atau disebutkan. Tidak perlu membuat target tinggi, mengenalkan anak hingga 26 huruf. Aktivitas ini bisa dilakukan berulang kali di antara aktivitas bermain anak di rumah. Jadi, kartu dan poster tidak perlu dibereskan alias tetap di area bermain anak.

Continue reading “5 Aktivitas Anak PAUD Menggunakan Kartu Alfabet Saat di Rumah”

Tidak Ada Pilihan, Semua Harus Dilakukan

Tidak ada pilihan karena memang hidup harus dijalani bukan untuk dipilih-pilih.

Tidak ada pilihan harus dilakukan
Walau tidak mau tetap harus dilakukan
Walaupun malas tetap harus dilakukan
Tidak bisa memilih walau ada pilihan (mungkin)

Rasanya sudah sangat lelah melakukan semua ini.
Apakah seumur hidup harus seperti ini?
Apa ini namanya menggantikan apa yang sudah dilakukannya? Entahlah.
Aku tidak tahu lagi yang benar mana.
Mana yang seharusnya harus dilakukan?

Aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan duluan atau aku tinggalkan.
Semuanya harus dilakukan.
Pada akhirnya tetap harus ada yang dikorbankan.

Aku bukan Dewi Durga yang bisa menggunakan tanganku untuk begitu banyak pekerjaan.
Aku bukan Dewi Durga yang bisa melayani semuanya seketika itu juga.
Pada akhirnya semuanya harus dilakukan walau banyak yang harus dikorbankan, ditinggalkan, dan dibiarkan.

Tidak ada pilihan karena memang hidup harus dijalani bukan untuk dipilih-pilih.

07.45 – 20.09.22

Ibu di Rumah Harus Bijak Bertindak dan Jadi Nasabah Bijak, Walau Diserbu Tawaran Pinjol yang Menggiurkan

Sumber: Laman Nasabah Bijak

Belum lama ini pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi. Imbasnya semua bahan kebutuhan pokok harganya naik. Sebelum BBM naik, harga telur sudah sangat mahal.

Tidak hanya kebutuhan pokok, rasanya semua barang yang dibeli harganya naik. Biskuit jajajan anak pun turut naik harganya.
Akhirnya, yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga BBM adalah ibu rumah tangga alias ibu di rumah. Uang belanja tidak bertambah, tetapi pengeluaran bertambah. Ibu di rumah harus memutar uang sekaligus memutar otak demi terpenuhinya kebutuhan seluruh anggota keluarga.

Saat semuanya serba digital, sekali klik semuanya bisa beres, tidak sedikit bahaya yang mengintai. Tanpa uang, bisa belanja ini dan itu semudah membalikkan telapak tangan.

Sebagai ibu di rumah, saya benar-benar di rumah, lho. Belanja sayur dan belanja apa pun saya lakukan melalui secara digital. Inilah kemudahan teknologi. Namun, tetap ibu di rumah harus bijak berbelanja online, mengingat penawaran menggiurkan dari berbagai bank digital atau pinjaman online. Ibu di rumah harus tetap cerdas menjadi nasabah bijak.

Paylater yang Menggiurkan
Saya membeli sayur dan kebutuhan rumah lainnya melalui sebuah market place. Saat ada cukup uang, tinggal klik-klik bayar, semuanya beres. Lalu, saat kondisi keuangan menipis, masih tetap bisa belanja lho! Tanpa uang kita bisa tetap bisa berbelanja menggunakan layanan paylater pada market place. Paylater sama saja dengan membayar secara kredit dengan jangka waktu bayar sesuai keinginan.

Sungguh tawaran yang menggiurkan bagi ibu di rumah, di saat kebutuhan meningkat, keuangan menipis, diberi pilhan terlambat bayar. Namun, ibu di rumah harus tetap bijak dalam mengambil keputusan dan jadilah nasabah bijak. Tawaran-tawaran mengguirkan dari bank online atau pinjaman online melalui paylater market place harus disikapi secara bijak dan waspada. Karena selain kemudahan yang diberikan, tidak sedikit bahaya kejahatan siber mengintai.

Sumber: www.freepik.com

Sebagai ibu di rumah, harus tetap waspada melindungi diri dari kejahatan siber. Salah satu contoh kejahatan siber yang harus diwaspadai adalah rekayasa sosial atau Social Engineering (Soceng), yaitu ketika pelaku memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan korban. Kadang kita bisa menjadi lalai dan kurang waspada, saat dihimpit kebutuhan ekonomi dan ingin cepat mendapatkan uang.

Ibu di Rumah Harus Jadi Nasabah Bijak Sekaligus Penyuluh Digital

Ibu di rumah alias ibu rumah tangga sangat mudah tergoda oleh tawaran menggiurkan yang berkaitan dengan uang sehingga menjadi sasaran empuk bagi pelaku Soceng. Sebagai seorang ibu di rumah, saya mengajak ibu-ibu semua untuk selalu bersikap bijak dan menjadi nasabah bijak.

Sumber: Instagram @nasabahbijak

Ibu di rumah bisa menghindarkan diri dari penipuan-penipuan kejahatan siber. Bagaimana caranya?

Dikutip dengan penyesuaian dari infografis yang diunggah Instagram @nasabahbijak ada tiga cara terhindar dari penipuan.
1. Lindungi data pribadi dengan selalu aware dengan apa yang di-share. Jadi, jangan memberikan data pribadi secara sembarangan. Data pribadi yang dimaksud adalah nomor NIK, nama ibu kandung, PIN, dan sebagainya.
2. Jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal. Saat ada yang menghubungi melalui telepon jangan langsung percaya. Lakukan double check apabila lembaga keuangan menghubungi dan mendesak untuk membuat keputusan cepat.
3. Pahami persyaratan dan mekanisme dengan teliti. Jangan mudah tergiur dengan kemudahan mekanisme dan syarat yang dijabarkan, terlebih lagi kalau diminta untuk memberikan OTP, PIN, atau bahkan uang muka, baik itu pinjaman investasi maupun produk atau layanan jasa keuangan apapun.

Tiga cara di atas adalah cara paling minimal yang bisa kita lakukan untuk menghindarkan diri dari penipuan pelaku kejahatan siber. Begitu banyak informasi di media sosial tentang kejahatan siber.

Saat ada tawaran pinjaman online, tawaran investasi dari bank, misalnya seseorang yang mengatasnamakan Bank BRI, lakukan konfirmasi langsung ke call center Bank BRI. Jadilah ibu cerdas dan nasabah bijak, jangan terbuai oleh iming-iming hadiah dan lainnya, langsung hubungi Call Center BRI 14017/1500 017 atau email: callbri@bri.co.id. Melalui call center atau email itu kita bisa menanyakan dan mengonfirmasi perihal kebenaran informasi yang kita terima.

Kejahatan siber mengintai siapa saja, kapan saja, dan dalam bentuk bermacam-macam. Saat kita (ibu di rumah) mendapatkan informasi menarik dan menggiurkan tentang kemudahan pinjaman online, atau mendapat undian online, jangan asal membagikan di media sosial. Biasanya ibu-ibu, serba gerak cepat, asal share sana share sini. Lakukan konfirmasi terlebih dahulu, asal-muasal informasinya. Meskipun berada di rumah, ibu di rumah bisa menjadi Penyuluh Digital, memberikan informasi digital yang benar, akurat, dan terpercaya. Mari kita saling berbagi informasi yang berdaya dan berguna saat bermedia sosial.
Ibu di rumah bisa menjadi Nasabah Bijak dan Penyuluh Digital.

Google Doodle: Hari ini Logo Ilustrasi Google Menampilkan Ilustrasi Siapa? Rasuna Said

Tahukah Sahabat siapa sosok yang ditampilkan pada logo ilustrasi (Google Doodle) Google hari ini? Saya merasa penasaran, dan saya pun langsung mencari tahu.

Sosok perempuan yang ditampilkan Google hari ini adalah Ibu Rasuna Said. Mungkin Sahabat mengenalnya sebagai nama salah satu jalan arteri di Jakarta. Saya pun begitu.

Awalnya saya pikir, Rasuna Said itu nama seorang laki-laki. Ternyata Rasuna Said adalah Pahlawan Perempuan dari Sumatra Barat. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974, pada tanggal 13 November 1974, Rasuna Said diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan oleh Presiden Soeharto. Rasuna Said adalah perempuan kesembilan yang dianugerahi kehormatan ini.

Nama lengkapnya adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Rasuna Said dilahirkan pada 14 September 1910 di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Dia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayahnya bernama Muhamad Said, seorang saudagar Minangkabau dan bekas aktivis pergerakan.

Rasuna Said (Sumb: wikipedia.org)

Boleh dikatakan, Rasuna Said adalah Kartini-nya Sumatra Barat karena ia juga memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita. Pada tahun 1937, di Medan, Rasuna mendirikan perguruan putri.

Rasuna Said Seorang Pejuang Sekaligus Jurnalis

Untuk menyebarluaskan gagasan-gagasannya, Rasuna Said membuat koran mingguan bernama Menara Poeteri. Slogan koran ini mirip dengan slogan Bung Karno, “Ini dadaku, mana dadamu”. Koran ini banyak berbicara soal perempuan. Meski begitu, sasaran pokoknya adalah memasukkan kesadaran pergerakan, yaitu antikolonialisme, di tengah-tengah kaum perempuan. Rasuna Said mengasuh rubrik “Pojok”. Ia sering menggunakan nama samaran: Seliguri, yang konon kabarnya merupakan nama sebuah bunga. Tulisan-tulisan Rasuna dikenal tajam, kupasannya mengena sasaran, dan selalu mengambil sikap lantang antikolonial.

Rasuna Said dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Majalah ini dikenal radikal, bahkan tercatat menjadi tonggak perlawanan di Sumatra Barat. Namun polisi rahasia Belanda (PID) mempersempit ruang gerak Rasuna dan kawan-kawan. Sedangkan tokoh-tokoh PERMI yang diharapkan berdiri melawan tindakan kolonial ini, justru tidak bisa berbuat apapun. Rasuna sangat kecewa. Ia pun memilih pindah ke Medan, Sumatra Utara.

Tentang kehidupan pribadinya, Rasuna Said menikah pada tahun 1929 dengan Duski Samad, seorang rekan pengajar dan aktivis politik. Orang tuanya tidak merestui pernikahan tersebut. Mereka memiliki seorang putri, tetapi pernikahan itu berakhir dengan perceraian di awal tahun 1930-an.

Rasuna Said meninggal di Jakarta karena kanker darah pada 2 November 1965. Ia meninggalkan seorang putri (Auda Zaschkya Duski) dan 6 cucu (Kurnia Tiara Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan Natasha Quratul’Ain). Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Demikian sekilas informasi tentang sosok yang ditampilkan pada Google Doodle hari ini, Ibu Rasuna Said, seorang Pahlawan Perempuan dari Sumatra Barat. Semua informasi di atas dikutip dengan penyesuaian dari wikipedia.org.

#rasunasaid #pahlawanperempuan #googlehariini #GoogleDoodle

Di antara kesibukan, tetap saja saya tertantang untuk menulis sedikit info pagi hari ini untuk laman saya. Semoga bermanfaat. Salam menulis, Paskalina Askalin

Puisi “BALADA Eโ€ Karya Y. Budi Utomo

“BALADA Eโ€
Karya Y. Budi Utomo

Untuk mereka, yang juga tidak tahu Entah mengapa?

Ini malam,
seperti malam terakhir saja,
Berpuluh-puluh kata yang biasanya lepas tanpa jeda,
Kini meluruh,
terhenti di persembunyian makna.
Senyap.

Ini malam,
saat serpihan bulan bersenandung asmarandana
Butir-butir mesiu, pun kata-kata makian,
membuncah ke langit-langit kepalsuan.
Akal mereda, jiwa tak kuasa,
dan meronta tanpa kendali.
Tetiba, kaki menjadi tolol
Lunglai, seperti terserang cikungunya

Ini malam,
seperti mau mati rasanya.

Ini malam,
adalah malam terakhir menjadi biasa.
Sebab ia puIa,
yang adalah kawan,
harus mati,
sebagai persembahan kuasa rahwana.

Ini malam,
adalah malam jahanam,
yang bahkan malaikat pun,
Ikut tenggelam dalam melodramanya
(melebihi drama korea)

Ini malam, adalah malam durjana
Saat nurani-nurani petinggi tak mempan lagi ditanya:
โ€œApakah satu nyawa, tak lagi bermakna?โ€
atau
Pura-purakah lupa pada nasihat ibumu:
bahwa hal tertinggi dari segala hal di bumi ini adalah KEHIDUPAN.

Ini malam,
Seekor pelican di kamar pengakuan,
Bertangis dan mendaraskan litani
(terus berdoa tanpa jeda):
โ€œtugasku sudah selesai!โ€

Depok, 2022