Mempersiapkan Anak Masuk SD Dimulai dari TK

Mempersiapkan Anak Masuk SD dimulai sejak duduk di bangku taman kanak-kanak. ~ Paskalina Askalin ~

Dua sahabat bertanya, apakah buku ini bisa untuk anak TK? TENTU, SANGAT BISA. Buku ini dibuat untuk anak usia TK yang sedang mempersiapkan diri masuk jenjang sekolah dasar.

Buku ini memang diperuntukkan untuk anak usia TK. Mengapa? Karena buku ini mempersiapkan anak untuk masuk ke jenjang di berikutnya yaitu sekolah dasar atau yang sederajat.
Buku 250 Soal Jadi Anak SD dibuat sedemikian rupa, salah satunya merangkum materi-materi yang ada dan pernah dipelajari oleh anak-anak saat duduk di TK.  Dalam buku ini terdapat 250 soal calistung dan 125 soal tambahan yang merupakan soal cerita matematika bahasa Indonesia.

Buku 250 Soal Jadi Anak SD, diskon 20% selama bulan Agustus 2022

Dalam soal-soal calistung anak-anak diajak untuk mengulang kembali dan mengingat kembali materi belajar ketika di taman kanak-kanak. Karena sebenarnya ketika di kelas 1, satu hingga dua bulan pertama, anak-anak mempelajari materi yang serupa dengan materi di TK. Bulan-bulan berikutnya, materi yang dipelajari berkembang sesuai kurikulum yang berlaku.

Buku 250 Soal Jadi Anak SD akan sangat baik, jika dijadikan aktivitas mandiri untuk anak-anak TK, baik itu TK A maupun TK B saat rumah.
Buku 250 Soal Jadi Anak SD mempersiapkan anak supaya tidak kaget menghadapi pelajaran di sekolah dasar. Dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD anak-anak diperkenalkan soal-soal latihan yang ada di buku pelajaran Tematik, khususnya Matematika dan Bahasa Indonesia. Diharapkan, ketika di sekolah dasar, anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, tanpa tertinggal.

Bunda dan Ayah yang tahun depan anaknya mau masuk SD, ayo, langsung aja, hadiahkan buku 250 Soal Jadi Anak SD untuk Ananda tercinta❤️

Buku 250 Soal Jadi Anak SD, diskon 20%

Bisa Membaca Saja Tidak Cukup untuk Mempersiapkan Anak Masuk SD

Kemampuan Membaca Saja Tidak Cukup untuk Mempersiapkan Anak Masuk SD. Anak juga Harus Dibekali Kemampuan Memahami Bacaan. ~ Paskalina Askalin ~

“Anakku sudah bisa membaca dengan lancar, jadi tidak perlu khawatir tidak masuk SD,” kata seorang Ibu.
Ibu lainnya berkata, “Anakku belum lancar membaca, tetapi senang kalau disuruh cerita isi buku yang aku bacakan.”
“Anak saya, sejak usia 4 tahun sudah bisa baca, karena ikut les baca,” kata Ibu lainnya.

Continue reading “Bisa Membaca Saja Tidak Cukup untuk Mempersiapkan Anak Masuk SD”

Terbit Hari ini: Buku 250 Soal Jadi Anak SD

Hari ini buku 250 Soal Jadi Anak SD terbit dan tentunya bisa langsung dibeli di  toko buku Gramedia dan toko buku lainnya serta toko buku online.
Kenapa buku ini harus dimiliki? Karena buku ini mempunyai keunggulan berikut: 👇

☑️ Dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD tidak hanya ada 250 soal, lho, melainkan ada 375 soal (250 soal + 125 soal).
☑️ Bentuk soal dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD bervariasi sehingga dapat melatih anak siap menghadapi variasi soal yang dihadapi di SD.
☑️ Buku 250 Soal Jadi Anak SD dapat digunakan oleh anak kelas TK B hingga kelas 2 SD.
☑️ Buku 250 Soal Jadi Anak SD disajikan berwarna sehingga menarik perhatian minat anak untuk belajar bersama buku ini

SUDAH TERBIT HARI INI

Penulis: Paskalina Askalin
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2022
Kategori: Kids
ISBN: 9786230034367
SKU: BRD14378
Dimensi: 21×28 cm l Softcover
Tebal: 96 hlm l Fullcolour
Harga: 120.000
Berat: 0.2kg
Berat: 250g

Buku 250 Soal Jadi Anak SD, diskon 20%

Sinopsis
250 Soal Jadi Anak SD berisi soal yang akan menyiapkan dan memantapkan anak ketika di SD sekaligus meningkatkan kemampuan literasi. Soal latihan terbagi dalam 2 bagian; 250 soal baca, tulis, hitung dan 125 soal literasi numerasi dan bahasa. Sebanyak 125 soal literasi numerasi dan bahasa khusus dibuat untuk melatih dan meningkatkan daya nalar serta melibatkan kemampuan literasi anak. Buku ini bisa dijadikan acuan/panduan pembelajaran guru di sekolah dan orangtua di rumah. Dengan soal yang lengkap, variatif, gambar berwarna, buku ini cocok sekali untuk anak kelas TK B sampai kelas 2.

#250SoalJadiAnakSD #bukuaktivitas #latihasoal #paskalinaaskalin #bukubaru #bukuanaktk #siapmasuksd #anaksiapmasuksd #akuanaksd #siapbelajar #merdekabelajar #akusiapjadianaksd

Pembelian Buku ini

Koordinasi Antarkota Antarprovinsi Menjadi Lancar Karena Ada IndiHome

IndiHome sangat membantu profesi saya. Mau tahu, apa profesi saya? Hanya seorang ibu di rumah yang ……

Profesi apa sih yang saat ini tidak berkaitan dengan internet. Rasa-rasanya tidak ada, ya. Semua profesi membutuhkan adanya jaringan internet. Kita tidak berbicara tentang WFH atau WFO saat pandemi atau endemi. Sebelum terjadinya pandemi internet sudah sangat dibutuhkan oleh semua profesi yang ada salah satunya, profesi penulis.

Profesi saya adalah penulis. Tetapi penulis yang juga menjadi Ibu di rumah, penulis yang juga editor freelance, penulis yang juga layouter, penulis yang juga merancang buku, dan penulis yang menerima pesanan naskah buku. Itulah profesi saya, penulis yang tidak sekadar menulis.

Sebagai ibu di rumah, mengerjakan layout buku sambil menyuapi anak.
Continue reading “Koordinasi Antarkota Antarprovinsi Menjadi Lancar Karena Ada IndiHome”

Kalau Tidak Ada IndiHome Apa Jadinya?

Bun, IndiHome-nya sudah dibayar belum?” tanya si Kakak suatu pagi saat mendekati jam masuk sekolah.

“Belum, gimana dong? Kakak tidak usah sekolah saja ya?” jawab saya.

“Enggak mau, aku mau sekolah,” kata si Kakak merengut.

“Bercanda, Kak,” sahut saya sambil menggelitiknya. Si Kakak tertawa sambil diakhiri manyun.

Apa jadinya kalau tidak ada IndiHome dari Telkom Indonesia? Si Kakak tak bisa sekolah daring, saya tak bisa leluasa berseluncur di dunia digital, saya tak bisa berjualan daring, Pak Suami tidak bisa meeting online, saya harus menanggung tagihan pulsa setiap orang yang ada di rumah, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan internet. Apalagi saat ini segala sesuatu kepentingan akan berhubungan yang namanya internet. Jadi, tanpa adanya jaringan internet yang bagus, akan banyak gagal segala urusan.

Sejak pindah ke rumah kami di Depok, tiga tahun lalu, kebutuhan akan internet menjadi salah satu kebutuhan utama. Di tambah lagi, pandemi melanda dunia. Terkhusus di bidang pendidikan, manfaat internet menjadi sungguh-sungguh nyata. 

Anak pertama saya harus lulus dari TK secara daring, kemudian daftar sekolah SD hingga tes kemampuan masuk SD dilakukan secara daring via Zoom. Lalu, selama satu tahun penuh duduk di kelas satu secara daring. Kini, dia akan duduk di kelas dua SD.

Lulus TK Secara Daring

Saat si Kakak masih duduk di TK B, kelas via Zoom tidak dilakukan setiap hari, hanya 1-2 kali dalam seminggu. Tugas harian sekolah dikomunikasikan dan dikumpulkan via Grup WhatsApp.

Saat si Kakak mengerjakan tugas dari guru TK-nya. Photo Collage-nya dikirim melalui Grup WhatsApp.

Saya sebagai orangtua sebenarnya cukup gemes dengan keadaan itu, dengan adanya internet tidak terbatas dari IndiHome sayang sekali jika tidak diadakan kelas via Zoom. Harapannya bisa Zoom setiap hari supaya bisa menggantikan waktu yang hilang karena harus sekolah dari rumah. Si Kakak pun senang sekali saat bisa masuk kelas Zoom. Tapi pihak sekolah (mungkin) tidak memiliki biaya yang cukup untuk Zoom berbayar atau tidak langganan IndiHome yang merupakan Internetnya Indonesia.

Saat si Kakak duduk di TK B, sedang pertemuan pertama dengan teman-teman di kelas Zoom.
Continue reading “Kalau Tidak Ada IndiHome Apa Jadinya?”