Judul Buku : Perjalanan Para Lobster, Penulis : Renny Yaniar, Penerbit : Pustaka Riang, Tahun terbit : 2008, Genre : Anak, Tebal : 36 halaman
Pantas sekali diucapkan profisiat pada Renny Yaniar atas penulisan buku cerita anak ini. Karena buku ini diberikan gratis untuk anak Indonesia. Tak banyak penulis yang bersedia memberikan bukunya secara gratis. Pemberian Renny Yaniar untuk membawa anak Indonesia pintar membaca patut menjadi contoh.
Buku ini bercerita tentang sekelompok lobster yang melakukan perjalanan ribuan kilometer dari Laut Utara ke Laut Selatan. Di antara kelompok lobster itu ada lobster kecil yang bernama Lobo dan Lala. Perjalanan kelompok lobster ini mengalami berbagai halangan. Kelompok lobster yang dipimpin oleh Pak Bobi menyaksikan kelompok lobster lain yang tertangkap oleh nelayan. Pak Bobi dan kelompoknya tak dapat menolong kelompok lobster itu.
Pak Bobi dan kelompoknya juga tidak berhasil menyelamatkan seekor lobster kecil yang tersesat dari kelompoknya diserang ikan besar. Setelah mengalami berbagai rintangan, akhirnya Lobo dan Lala serta para lobster pimpinan Pak Bobi lainnya berhasil sampai di Laut Selatan dengan bahagia.
Setelah buku Perjalanan Para Lobster, buku apa lagi yang akan diberikan secara gratis untuk anak Indonesia?


Kancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Apabila terasa capai, ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Kancil berkata di dalam hatinya “Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat.” Setelah rasa capainya hilang, Sang Kancil kembali menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat di sekitarnya. Ketika tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil memandang kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai. “Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.
Banyak jenis pensil sekarang ini, sesuai dengan kebutuhan. Ada pensil keras, sedang, dan lembut. Untuk menandai tingkat kekerasannya digunakan kode tertentu, seperti H untuk pensil keras dan B untuk pensil lembut dan tebal.
Kata pencil berasal dari bahasa Latin, penicillus, yang artinya ekor kecil karena bentuknya memang seperti kuas kecil. Pensil yang kita kenal sekarang adalah sebuah alat tulis berbentuk batang, berwarna hitam, dan dilapisi kayu di bagian luar. Bahan hitam itu adalah grafit.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.