Dari KESULITAN, tantangan, RINTANGAN, hingga tangis yang saya lalui, ada BUAH-BUAH MANIS YANG SAYA TUAI. Apa yang saya kerjakan ada hasilnya.
Paskalina Askalin
Sebenarnya sudah banyak yang menulis tentang topik bahasan ini. Tapi saya tetap ingin menulisnya sebagai sebuah ungkapan atau curahan hati atau apapun lah itu namanya rasanya lebih nyaman ketika kita mengungkapkan isi hati kita melalui tulisan, bagi saya.
Lebih aman mengungkapkan isi hati melalui tulisan Mengapa? Karena tulisan tidak bertelinga dan tidak berbibir sehingga dia tidak akan membagikannya lagi orang lain. Sejujurnya saya tidak punya waktu untuk bercerita pada seseorang saat ini, hanya tulisannya sahabat sejati saya saat ini.
Kembali pada topik bahasan tentang tantangan jadi ibu penulis. Mungkin orang lain memandang, enak sekali bisa bekerja di rumah sekaligus mengasuh anak. Semua pekerjaan di mana pun dilakukan pastilah ada tantangannya.
Saya sudah memutuskan, sejak tahun 2016 untuk bekerja di rumah demi anak saya. Dari rumah saya bisa menjadi penulis, editor, dan apapun yang berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Keputusan itu saya pilih dengan menerima segala risiko yang ada.
Akhirnya saya sampai pada hari ini, detik ini, saya masih menjalani peran yang sama, IBU PENULIS. Agak sedikit berbeda memang, karena saat ini saya punya dua bocah lanang, dan satu lansia yang harus saya urus. Tentu kondisi yang berbeda, membuat tantangan berbeda pula.
Tantangan Pertama: MEMBAGI WAKTU
Mungkin lebih tepatnya saya kehabisan waktu. Waktu 24 jam sehari rasnya tidak cukup. Saya sudah berusaha membuat rencana kerja atau kegiatan dalam sehari, akhirnya tak terlaksana. Aktivitas menemani anak bermain dan aktivitas domestik menguras waktu lebih banyak, sehingga waktu menulis terkikis habis. Sampai saat ini saya tetap belajar untuk memanfaatkan waktu dengan baik dan efektif.
Tantangan Kedua: KEKACAUAN JAM TIDUR
Waktu yang tepat untuk seorang ibu penulis mempunyai waktu menulis adalah ketika anak-anak mereka tertidur lelap. Dan itu adalah tengah malam atau waktu Cinderella.
Itu pula yang saya lakukan ketika ada deadline menulis, editing, atau layout. Jam tidur saya menjadi kacau atau bisa dibilang terbalik. Di saat orang lain tertidur lelap, saya bekerja. Ketika orang lain bekerja, saat itulah saya tidur (kadang-kadang). Waktu menulis menyesuaikan kesempatan yang ada, demikian pula waktu tidur, menyesuaikan kebutuhan. Saat waktu tidur tiba, walaupun saya tahan, mata dan badan tak bisa dipaksa, tidur saja.
Tantangan Ketiga: SEPERTI DEWI DURGA
Saya jadi berandai-andai, andaikan saya seperti Dewi Durga punya banyak tangan. Saya bisa melakukan banyak hal sekaligus. Walau sejatinya, saat ini saya sudah merasa seperti Dewi Durga. Ada banyak pekerjaan di rumah yang secara bersamaan atau beruntun dilakukan tiada henti, terutama pekerjaan domestik di dapur. Misalnya, menyiapkan sayur untuk dimasak, mencuci piring, merendam cucian, memasak bekal si Ayah, menyiapkan sarapan si Kakak dan si Adik, memasak untuk si Uti (usai terkena stroke), dan menyiapkan air panas untuk mandi si Kakak, si Adik, dan si Uti, dan kriwilan pekerjaan lainnya.
Di antara kesibukan pekerjaan domestik yang tiada henti dari pagi hingga malam, saya mencoba meluangkan waktu untuk membuka laptop atau menulis sesuatu di gawai. Kadang ada waktu 10 menit, 15 menit…. Kadang bisa menghasilkan beberapa kalimat hingga beberapa paragraf, kadang sama sekali tidak ada tulisan yang dihasilkan.
Tiga tantangan di atas, akan terus saya hadapi, bersamaan dengan bertumbuhnya bocah-bocah lanang. Saya manusia biasa, kadang bisa senang, bisa juga merasa kesal hingga tangis meledak karena lelah. Semua yang saya hadapi mungkin pernah juga dihadapi ibu lain. Saya menganggapnya sebagai variasi kehidupan.
Dari KESULITAN, tantangan, RINTANGAN, hingga tangis yang saya lalui, ada BUAH-BUAH MANIS YANG SAYA TUAI. Apa yang saya kerjakan ada hasilnya.
Selama 6 bulan ke belakang, saya merancang naskah buku, menulis buku, hingga buku-buku itu terbit. Inilah buahnya, ada SEMBILAN BUKU BARU YANG TERBIT tahun 2022 dan sudah beredar di toko buku.
Buku Paket TK B Seri Anak Hebat Tematik

Buku 250 Soal Jadi Anak SD, terbit 20 Juli 2022

250 Soal Jadi Anak SD, Penerbit Elex Media Komputindo, terbit 20 Juli 2022.
Baca juga: Mempersiapkan Anak Masuk SD Dimulai Sejak TK
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.