Anekdot: Saya Datang

Saya sedang menulis buku pelajaran bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013, ingin sedikit share tentang contoh teks ANEKDOT. Berikut ini sayaย  kutipkan contoh teks anekdot.

Saya Datang

Pada zaman Dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan โ€˜saya datangโ€™ di Hangzhou. Setiap dia mencuri, dia tidak meninggalkan jejak apa pun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal karena rumah mereka sering kali dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan akhirnya orang tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim kota praja.

โ€œApakah Anda mempunyai bukti bahwa dia bersalah?โ€ tanya hakim kepada polisi.

โ€œTidak salah lagi yang mulia,โ€ jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkal tuduhan tersebut.

โ€œYang mulia, Anda menangkap orang yang salahโ€, protesnya, โ€œpolisi sudah putus asa dan menjadikan saya kambing hitamnya. Mereka tidak punya bukti.โ€

Polisi memperingatkan hakim. โ€œKami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya kembali.โ€

Meskipun tidak ada bukti, hakim memerintahkan supaya dia ditempatkan di tahanan sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku, seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk penjara.

โ€œSaya tidak mempunyai apa-apa sekarangโ€ kata orang tersebut pada penjaga penjara. โ€œMereka menangkap saya dan mengambil beberapa milikku. Tapi saya mempunyai beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya menyembuyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah ke sana, berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.โ€

Penjaga penjara semula tidak yakin. Tapi ternyata dia benar-benar menemukan 20 ons perak. Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.

โ€œSaya mempunyai bungkusan yang saya sembunyikan di bawah jembatan. Saya ingin memberikannya kepada Anda jugaโ€ kata tahanan itu beberapa hari kemudian.

โ€œTapi jembatan sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa sesuatu tanpa ketahuan,โ€ jawab penjaga.

โ€œBawalah beberapa pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan sembunyikan di keranjang cucian Anda.โ€

Penjaga penjara melakukan apa yang diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.

Beberapa hari kemudian, tahanan meminta pertolongan pada penjaga penjara, โ€œSaya ingin meminta pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan kembali sebelum Shubuh.โ€

Melihat keraguan penjaga itu, dia berkata lagi, โ€œJangan khawatir, teman. Kenapa saya harus kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan kembali dalam waktu 4 jam.โ€ Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam, โ€œSaya kembaliโ€

โ€œBagus, kamu menepati janjimu.โ€

โ€œSaya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya meninggalkan sesuatu di rumahmu sebagai tanda penghargaan. Saya berharap saya dapat segera dibebaskan.โ€ Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia bergegas pulang ke rumahnya.

โ€œKamu kembali di saat yang tepat,โ€ kata istrinya dengan gembira.

โ€œSaya ingin memberitahumu bahwa waktu shubuh tadi saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang menurunkan rakhmatnya di atas kita!โ€

Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan terima kasih. Pada hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian pada malam sebelumnya. Di dinding tiap rumah ada tulisan โ€œSaya Datangโ€.

Ketika hakim mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang itu segera dibebaskan.

Sumber: Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang (DIKUTIP dari: lydiaokvaanjelia.wordpress.com)

Visited 178 times, 1 visit(s) today

One thought on “Anekdot: Saya Datang”

Comments are closed.