Indonesian Dreams Story, 18 Karakter Anak Indonesia (2018)

Indonesian Dreams Story, 18 Karakter Anak Indonesia

Jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan cinta tanah air adalah bagian nilai dari 18 nilai karakter anak Indonesia yang ada dalam buku Indonesian Dreams Story . Delapan belas nilai karakter itu bersumber dari 18 nilai dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dibuat oleh Diknas. Nilai-nilai karakter tersebut sejak tahun 2011 disisipkan dalam proses pendidikan di sekolah dan disisipkan pula dalam buku pelajaran sekolah.
Nilai karakter bangsa ini sangatlah tepat disebut sebagai nilai karakter anak Indonesia karena 18 nilai karakter ini merujuk dalam berbagai aspek kehidupan anak Indonesia. Oleh karenanya, 18 nilai karakter ini layak dan wajib ditumbuhkan dalam hati dan pikiran anak-anak calon generasi masa depan Indonesia. Kelak kemajuan bangsa Indonesia ada di tangan anak-anak yang kini masih duduk di bangku sekolah.

Jika 18 nilai karakter diberikan dalam bentuk teori dalam buku pelajaran, tentulah anak-anak langsung menjauh. Oleh karenanya, hadirlah buku  Indonesian Dreams Story yang menyajikan 18 nilai karakter Indonesia melalui bentuk cerita.  Indonesian Dreams Story adalah karya terbaik dari 18 penulis dan didukung 10 ilustrator.

Pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Tahap 1, 18-20 Juli 2018

Pengumuman lomba penulisan bahan bacaan baca tulis 2018 sudah keluar walaupun tidak sesuai jadwal. Pengumuman seharusnya tanggal 11 Mei 2018, namun akhirnya ditunda menjadi tanggal 21 Mei 2018. Hasilnya, buku saya tidak terpilih. Namun proses pertemuan penulis akan tetap saya ikuti karena saya punya satu buku yang lolos lewat penunjukan langsung.

Setelah menanti dan menanti, akhirnya undangan pertemuan penulis tahap 1 pun datang. Pertemuan penulis akan dilaksanakan tanggal 18-20 Juli 2018, di Hotel Kartika Chandra Jakarta. Seperti tahun 2017, pertemuan penulis dilaksanakan dua kali.

img-20180719-wa0057
Saya dan sahabat penulis, Ira Diana dan Heny

Pada pertemuan penulis tahap 1 ini penulis pemenang lomba dan penulis penunjukan langsung dipertemukan. Pada pertemuan ini penulis diminta merevisi sesuai catatan dari editor Badan Bahasa. Untuk buku saya, tidak ada koreksi berarti, malahan akhirnya saya koreksi sendiri.
Continue reading “Pertemuan Penulis Bahan Bacaan Literasi Tahap 1, 18-20 Juli 2018”

Diskusi Terpumpun Sidang Pembakuan I dan Uji Keterbacaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)

Diskusi Terpumpun Sidang Pembakuan I dan Uji Keterbacaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)

Masih pada bulan April 2018, setelah “terbang” dari Solo, 22 April 2018, selang dua hari Selasa dan Rabu, tanggal 24 dan 25 April 2018 di Hotel Novotel, Jalan Golf Estate Bogor Raya, Bogor, saya mengikuti acara memenuhi undangan untuk acara Diskusi Terpumpun Sidang Pembakuan I dan Uji Keterbacaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). Acara ini diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Continue reading “Diskusi Terpumpun Sidang Pembakuan I dan Uji Keterbacaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI)”

Gara-gara Gender Saya Terbang untuk Pertama Kalinya

Kenapa gara-gara gender bisa membuat saya terbang untuk pertama kalinya? Ini ceritanya.

Tanggal 11 April 2018 sebuah undangan datang melalui pos-el. Isinya undangan pelatihan untuk pelatih dari Asdep Kesetaraan Gender Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Pembangunan Keluarga Kementerian Pemberdayaan, Perlindungan, Perempuan, dan Anak. Nama kegiatannya adalah Pelatihan bagi Pelatih (ToT) Tingkat Nasional Penulisan Bahan Ajar Inklusif Gender Tingkat Sekolah Dasar dan Menengah. Pelatihan dilaksanakan selama lima hari di Solo, 18-22 April 2018 bertempat di The Royal Surakarta Heritage Hotel.

Beruntunglah bagi saya, acara pelatihan itu berlangsung setelah saya menyelesaikan deadline menulis untuk Badan Bahasa. Puji Tuhan.
Continue reading “Gara-gara Gender Saya Terbang untuk Pertama Kalinya”

Surat Penunjukan Langsung untuk Menulis

Penunjukan Langsung dari Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menulis satu bahan bacaan literasi tahun 2018

Tahun 2018 sudah tiba, saya mulai menyusun rencana menulis untuk tahun ini. Salah satu sasaran tujuan menulis adalah sayembara menulis dari Badan Bahasa. Namun, sebuah kabar mengejutkan datang, pada tanggal 12 Januari 2018 saya mendapat kiriman pos-el dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yang berisi surat penunjukan langsung untuk menulis satu buku satu bahan bacaan literasi tahun 2018.

Sebuah kabar yang luar biasa di awal tahun. Perjuangan tahun 2017 masih berimbas di tahun 2018. Tahun 2017 buku saya lolos sayembara Badan Bahasa, sehingga tahun ini surat penunjukan langsung untuk menulis itu saya terima.

Tahun 2018 saya menambah 1 target, selain menulis untuk memenuhi penunjukan langsung, saya juga akan menulis untuk ikut sayembara menulis tahun 2018.

Deadline penulisan buku 12 April 2018, jadi saya punya waktu 3 bulan untuk menulis. Semoga dalam waktu 3 bulan itu saya bisa menyelesaikan buku saya.