Dongeng Sebelum Tidur (1)

​#day7 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #dongeng #mendongeng

Sebelum tidur, saya suka mendongengkan sebuah cerita dipadu dengan nyanyian. Sebuah cerita sederhana tanpa melihat buku. Ide cerita diambil dari pengalaman sehari-hari, yang dialami oleh Kenan.

Ini contoh dongengnya.

Pada suatu malam Gajah termenung sendiri. Gajah itu tampak sedih. Apa yang terjadi dengan gajah itu ya. Kemudian datanglah Kancil, bertanya pada Gajah.

“Kenapa kamu bersedih, Gajah?” tanya Kancil.

“Aku kesepian malam ini. Sahabatku Zebra sedang pergi mengunjungi saudaranya. Sepi sekali,” jawab Gajah sedih.

“Aku ada di sini, dan lihabt… ada bintang dan bulan yang setia menemani kita.” Kancil memandang langit yang penuh bintang dan terang oleh bulan.

“Ayo kita bernyanyi,” ajak Kancil.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Benar, kenapa aku harus sedih. Ada bintangnya menemani kita. Aku mau bernyanyi lagi.” Gajah kini tak sedih lagi. Gajah dan kancil menyanyi lagi.
Bintang kecil

Di langit yang biru

Amat banyak

Menghias angkasa

Aku ingin

Terbang dan menari

Jauh tinggi

Ke tempat kau berada
“Aku jadi ingat lagu yang dinyanyikan ibuku,” kata Gajah dengan gembira. Gajah dan Kancil menyanyikan lagu BULAN.
Ambilkan bulan Bu

Ambilkan bulan Bu

Yang slalu bersinar di langit

Di langit bulan benderang

Cahyanya sampai ke bintang
Ambilkan bulan Bu

Untuk menemani

Tidurku yang lelap di malam gelap
Setelah menyanyikan lagu BULAN berulang kali, Gajah dan Kancil tertidur pulas.
Sebuah dongeng sederhana untuk mengantar anak tidur nyenyak. Pesan yang ingin saya sampaikan dalam dongeng itu adalah jangan merasa sendirian karena Tuhan menciptakan bintang dan bulan untuk menemani kita di malam hari. Kita juga patut bersyukur atas alam yang indah pemberian Tuhan.
22 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayaseorangibu

#sayapenulis

Penting Bagiku, Pendidikan Karakter itu

​#day3 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro 

Penting bagiku untuk mengajari anakku SOPAN SANTUN.

Penting bagiku untuk menyuruh anakku katakan TERIMA KASIH.

Penting juga bagiku untuk menyuruh anakku mengalah, ketika berebut mainan.

Penting bagiku untuk mengajari anakku menyapu halaman.

Penting bagiku untuk mengajari anakku peduli pada lingkungannya.
===============

Sopan santun dan ucapan terima kasih adalah bagian dari pendidikan karakter. Jangan salahkan anak ketika dia tidak sopan padamu, jangan marahi anak ketika dia tidak pernah ucapkan terima kasih. Tetapi… tanya pada diri sendiri, pernahkah mengajari anak sopan santun? Pernahkah mengajari anak cara mengucapkan terima kasih.

Pendidikan karakter tidak muncul sebagai gen bawaan keturunan. Ketika Anda sudah merasa menjadi seseorang yang berperilaku baik, belum tentu menurun pada anak Anda hingga bisa berperilaku baik. Karakter harus ditanamkan dan dicontohkan pada anak Anda. Pendidikan karakter bukan perintah. Karakter harus tertanam dari hati hingga bisa menyerap hingga seluruh sanubari. Sehingga ketika Anak dewasa karakter itu akan menjadi bagian dari hidupnya. 
18 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayapenulis

30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

 

30 Hari Menulis: Tujuan dan Manfaat Membaca Buku

#day1writingchallenge #writingchallenge #askalin #Indonesia #creativewriting #kreatifmenulis #ayomenulisbersama #paskalina
Tujuan dan Manfaat Membaca Buku

Membaca buku adalah salah satu suplemen kehidupan. Membaca buku apa? Tentu itulah pertanyaan selanjutnya. Apaka semua buku yang dibaca bisa menjadi suplemen. Membaca buku bisa menambah wawasan kita tentang banyak hal. Membaca buku memasak, menambah pengetahuan kita tentang memasak. Membaca buku ensiklopedia bisa menambah pengetahuan.

Setiap orang punya tujuan berbeda-beda ketika “menikmati” sebuah buku. Tujuan orang membaca buku, beberapa di antaranya:

– Untuk hiburan

Tujuan seperti ini biasanya untuk buku-buku seperti novel dan komik. Seseorang membaca buku dengan tujuan sebagai hiburan atau bisa juga disebut untuk mengisi waktu luang. Membaca buku dengan santai tanpa tekanan apapun.

– Untuk memahami isinya

Tujuan seperti i ni biasanya untuk buku-buku tentang keilmuan. Ketika seseorang sedang menimba ilmu di bangku SMA, mengharuskan mereka untuk membaca buku pelajaran berbagai mata pelajaran. Ketika seseorang ingin belajar menjadi seorang public speacker, maka dia akan mencari buku tentang public speaker dan berusaha memahami isi bukunya. Manfaat yang bisa diperolehnya adalah orang yang membaca buku tersebut akan terbantu untuk bisa menjadi seorang public speaker yang baik.

– Untuk bahan mengajar

Bagi guru atau dosen, buku adalah salah satu senjata untuk memberikan beragam ilmu dan informasi untuk siswa siswi atau mahasiswanya. Melalui buku yang dibaca, guru atau dosen bisa mentransfer hasil yang dibaca pada siswa atau mahasiswa. Manfaat membaca buku menjadi sangat luar biasa, karena dari 1 orang guru/dosen bisa menyebarkan informasi nilai, informasi pengetahuan, ke banyak siswa/siswi, mahasiswa, dan lainnya.

– Untuk meresensi buku

Tujuan orang membaca buku bisa dengan maksud untuk memberikan penilaian atau penghargaan pada sebuah buku dalam bentuk resensi buku. Dari tujuan itu, peresensi mendapat  manfaat bisa mengambil nilai moral, nilai pengetahuan, atau keterampilan dari buku yang dibacanya.

Tujuan-tujuan di atas, hanya sebagian kecil saja. Setiap orang dari kita bisa saja memiliki alasan berbeda ketika membaca sebuah buku. Namun demikian, apapun tujuannya pastilah merupakan sesuatu yang positif.
Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis