Ibu Penulis: Antara Keinginan dan Realita

Bangun tidur inginnya buka laptop, menulis. Lalu beranjak dan pergi ke dapur, menyeduh kopi krimer untuk menemami pagi menulis.
Mimpi mimpi mimpi… Itu hanya mimpi…

Yang terjadi, realitanya adalah bangun tidur lalu seluncuran alias setrika baju hehehe. Ini faktanya.

Begitu banyak keinginan “ibu penulis”, tetapi faktanya keinginan itu tergerus oleh tugas mulia seorang ibu di rumah, cieee ☺️

Ibu di rumah harus memastikan semua hal yang berkaitan dengan rumah harus baik, lancar, dan aman. Bahkan ketika terjadi masalah harus bisa mengatasinya dengan cepat.

Ibu di rumah harus memastikan:
📌 Semua anggota keluarga makan dengan baik, terjamin, dan tepat waktu.
📌 Semua kebutuhan anggota keluarga terpenuhi, walau dengan segala keterbatasan yang ada.
📌 Baju-baju semua anggota keluarga dicuci dan disetrika dengan baik.
📌 Semua aktivitas di dapur, dapat diselesaikan dengan baik, dan masih banyak lagi.

Keinginan dan realita akan terus berselisih, tetapi tetap berusaha untuk didamaikan alias saya harus berdamai dengan keadaan. Ibu di rumah atau ibu penulis harus tetap berkarya sebagai pengobat resah dan lelah. Ibu penulis harus tetap semangat berkarya walaupun dipandang tak seberapa.

Sambil jungkir jumpalitan, karya ibu penulis bisa dilihat di sini👇

Ebook Anak, Rilis bulan Maret 2023

Buku Latihan Soal Persiapan Masuk SD

Buku Aktivitas 10 in 1 untuk PAUD

#ibupenulis #diaryibupenulis #ibumenulis

Lima Aktivitas yang Dapat Mengatasi Keterlambatan Bicara pada Anak

Satu hal yang saya patut syukuri sebagai catatan tahun 2022 adalah anak kedua saya akhirnya bisa berbicara. Di usianya yang kedua tahun di bulan Maret 2022, orang mengatakan si Adek tidak bisa bicara. Tapi kini, di penghujung tahun 2022, si Adek sudah bisa berbicara lumayan lancar. Setiap hari selalu ada perkembangan.

Semuanya terjadi tanpa perlu pergi ke dokter dan tanpa perlu ikut kelas terapi bicara. Apa yang saya lakukan untuk membantu si Adek?

Sebagai rasa syukur saya, saya bagikan apa yang saya lakukan melalui tulisan pertama tahun 2023.

Setelah menyadari ada sedikit ketidakberesan pada kemampuan berbicara si Adek, saya membaca banyak artikel tentang keterlambatan bicara dan cara mengatasinya. Dari beragam informasi yang saya baca, beragam aktivitas sudah saya lakukan pada si Adek dapat merangsangnya lancar berbicara.
Aktivitas itu di antaranya:

Dibacakan buku sebelum tidur.
  1. Dibacakan Buku Setiap Hari
    Setiap malam atau siang, sebelum tidur, saya membacakan buku untuk si Adek. Karena sering dibacakan buku, si Adek jadi ketagihan dibacakan buku. Saat menjelang tidur, si Adek yang sudah memilih buku yang ingin dibacakan. Semakin banyak buku yang dibaca semakin banyak kosakata yang didengarnya.
  2. Menyanyikan lagu-lagu anak, saat menjelang tidur.
    Lagu yang didengarkan terus-menerus menambah bank kosa kata anak. Walaupun si Adek belum bisa mengutarakan kata yang didengarnya, bukanlah masalah. Saya yakin jika saatnya tiba, si Adek bisa menyanyi sendiri. Saat itu pun akhirnya tiba, sekarang si Adek sudah bisa mengikuti lagu yang didengarnya. Beberapa hari ini lagu Tayo si Bus Kecil menjadi lagu kesukaan si Adek. Sekitar tiga bulan belakangan ini, si Adek sudah bisa mengikuti lagu anak “Cicak” dan “Balonku”.
  3. Mendampingi anak saat asyik nonton Gawai.
    Seketat apapun orangtua melarang anak memakai gawai, tetap saja akan kalah. Orangtua melarang, tapi lingkungan sekitar membiarkan. Pada akhirnya yang bisa dilakukan adalah mendampingi anak saat dia menonton video YouTube. Si Adek pun suka menonton video di YouTube. Yang akhirnya saya lakukan adalah memanfaatkan apa yang ditonton untuk menambah pengetahuan si Adek. Melalui video kartun anak, saya ajak si Adek menyebutkan warna-warna mobil, menyebutkan jenis mobil, dan apapun yang bisa dikomunikasikan pada si Adek. Melalui aktivitas itu si Adek kini sudah mengetahui jenis warna dan jenis mobil, serta pengetahuan lainnya. Si Adek sudah bisa menyebut nama warna dengan benar.
  4. Selalu Mengajak Anak Berbicara.
    Di mana pun dan kapan pun, selalu ajak anak berbicara seakan dia bisa berbicara. Misalnya, saat mandi, secara berulang-ulang tekankan kata MANDI. “Adek sekarang sedang apa ya? Man-di. Adek MANDI sama Mama. Saat MANDI jangan lupa gosok GIGI. Adek sudah gosok GIGI belum?” Itu selalu saya lakukan pada si Adek hingga dia bisa mengucapkan kata mandi. Saat saya di dapur, saya ajak bicara tentang nama sayuran, bumbu, dan buah.
  5. Bermain dengan Anak Seusianya.
    Saat anak bermain dengan anak-anak seusianya, anak mendengar banyak kata dari ucapan temannya. Saya mengamati langsung saat si Adek bermain dengan anak tetangga, dia mencoba untuk meniru kata-kata yang didengar. Tentunya hal itu membantu melancarkan bicaranya. Tapi, perlu diperhatikan kata-kata apa yang ditiru oleh anak. Karena tidak semua yang didengarnya “kata baik”.

Lima hal yang

Baca juga: Catatan Ibu di Rumah: Anakku Sudah Bisa Bicara Lancar

Mengenal Sembilan Motif Batik Jonegoroan

Hari ini semua orang di Indonesia berbangga menggunakan baju batik. Pasalnya, hari ini, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Peringatan Hari Batik Nasional ini dilakukan sejak ditetapkannya batik dari Indonesia sebagai intangible cultural heritage of humanity (warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi) oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization). Pengukuhan dilakukan UNESCO tersebut di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada 2 Oktober 2009.

Pengakuan batik Indonesia oleh UNESCO ini memberi ide dan inspirasi pada Bupati Bojonegoro saat itu, Drs. H. Suyoto, M. Si., mengadakan lomba desain batik. Kemudian, atas dukungan istri Bupati Bojonegoro, Maffudoh Suyoto, pada bulan Desember 2009, Tim Penggerak PKK Bojonegoro mengadakan festival lomba desain batik khas Bojonegoro dengan tema Kekayaan Alam Bojonegoro. Dari ratusan karya yang masuk, akhirnya sembilan desain ditetapkan sebagai motif batik Bojonegoro, alias Jonegoroan.

Berikut ini sembilan motif batik yang ditetapkan sebagai motif batik Jonegoroan.

1. Rancak Thengul

2. Parang Lembu Sekar Rinambat


Continue reading “Mengenal Sembilan Motif Batik Jonegoroan”

Bulan Oktober 2022, Bulan Kelahiran

#1oktober22 #hari1 #menulissetiaphari #paskalinawriter #paskalinaaskalin #bersyukur

Setiap kali memasuki bulan baru selalu saya melakukan beres-beres, merencanakan ulang, atau mengagendakan ulang rencana penulisan. Selain itu juga mencoba untuk merapikan kembali rencana yang tertunda.

Setelah di-rengreng ternyata banyak sekali yang harus dikerjakan dan diselesaikan. Ada naskah yang harus revisi, ada naskah yang sedang digambar ilustrator (hingga ada ilustrator yang tak bisa dihubungi), ada outline yang harus ditulis, dan masih banyak lagi. Perlahan tapi pasti semua harus diselesaikan.

Oktober adalah bulan spesial bagi saya. Oktober adalah bulan kelahiran saya😀 dan bulan Oktober tahun ini paling spesial.

Karena bulan ini bulan spesial untuk saya, akan saya tandai dengan hari-hari yang positif, salah satunya menulis satu artikel setiap hari untuk www.paskalina.com.

Bagi saya, menulis adalah tempat bercerita, berbagi, sekaligus melepas lelah di kepala. Begitu banyak hal yang ingin dikatakan dan diceritakan. Bahaya jika tidak direalisasikan melalui kata. Maka dari itu, Oktober menjadi bulan baik untuk bercerita dan membagikan hal yang baik melalui tulisan.

Besok, 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional, saya akan menulis tentang batik dari kota kelahiran, yaitu Batik Bojonegoro. Ada yang sudah mengenal batik asal Kota Bojonegoro? Yuk, simak tulisannya besok, ya.

Hari yang Berbeda, Menjaga Pikiran Tetap Positif

#selfreminder #nasihatdiri #inspirasi #motivasi

Senin, 29 Agustus 2022, sekitar pukul 6 pagi, saya menyalakan televisi dan acara berita sedang menayangkan berita kriminal. Beritanya tentang seorang balita ditemukannya bersimbah darah kepalanya. Di sebelahnya ada sebuah palu berlumuran darah, diduga digunakan untuk memukul balita itu. Balita itu akhirnya tewas. Ibunya menghilang secara tiba dan diduga menjadi penyebab tewasnya balita tersebut.
Saya menarik napas panjang melihat berita itu dan memilih mengganti channel.

Berita ini bukan berita baru. Berita kriminal semacam ini sering terjadi, seorang ibu menganiaya anaknya. Yang menjadi pertanyaan saya, sebegitu teganya ibu menghancurkan masa depan anaknya, seberat apa masalahnya sehingga menyebabkan hilang akal dan anak menjasi sasaran.
Semua orang punya masalah, saya pun punya masalah. Masalah saya mungkin lebih berat dari masalah orang lain, mungkin juga lebih ringan. Saya berdoa, Tuhan menjauhkan saya dari emosi sesaat yang bisa membuat saya hilang akal hingga melakukan perbuatan negatif.

Rasa bosan yang bertumpuk dengan berbagai masalah yang ada juga bisa membuat kita hilang akal. Sebisa mungkin kita harus mencari cara untuk MELEGAKAN HATI sehingga tetap bisa BERPIKIR POSITIF.

Continue reading “Hari yang Berbeda, Menjaga Pikiran Tetap Positif”