“Terjun Bebas” ke Bisnis

Bulan puasa tahun ini akan terasa berbeda. Mengapa! Karena aku “Terjun Bebas” dalam bisnis. Bisnis makanan or minuman untuk buka puasa. Selain itu, aku juga siapkan beberapa makanan tradisional yang sederhana tetapi luar biasa.

Aku memang tidak ikut berpuasa, tetapi aku ingin merasakan berkatnya di bulan puasa ini. Aku akan benar-benar belajar bisnis. Bisnis makanan dan minuman untuk menu buka puasa pastilah banyak pesaingnya, tetapi pasti banyak juga pembelinya. Aku hanyalah berusaha, Sang Pemilik-lah yang menentukan segalanya.

Pagi ini aku ke pasar membeli beberapa bahan untuk bisnisku nanti. Wow, harga-harganya luar biasa melambung. Bulu kudukku agak bergidik, ketika menghitung modal yang harus dikeluarkan untuk bisnis perdana ini. Kembali aku menghela napas, aku sedang belajar bisnis, aku harus benar-benar memanfaatkan waktu belajarku dengan sebaik-baiknya.

Buku yang kubaca tentang bisnis sudah banyak, mendengar kisah orang sukses berbisnis juga sudah tak terhitung, bahkan aku sendiri sudah membuat buku tentang ide bisnis. SEKARANG aku harus benar-benar mempraktikkan semua teori dan semangat bisnis yang telah kuterima dan kumiliki. Aku harus berani, meski harus sedikit nekad, aku harus melakukan. Inilah saatnya untukku melakukan perubahan yang signifikan dalam hidup.

Bisnis tidak bisa kulakukan sendiri. Itu sangat kusadari betul. Dukungan orang-orang di sekitarku sangatlah kubutuhkan. Dan, dukungan itu sudah kudapatkan. Aku harus bisa memanfaatkan dukungan itu sebaik-baiknya, SEKARANG!

Menjalani bisnis bagiku seperti “Terjun Bebas”. Dapat kukatakan aku ini belum pernah berhasil menjalankan bisnis. “Terjun Bebas” bagiku adalah siap menghadapi luasnya ladang bisnis dan persaingan bisnis, sehingga bisa mendapatkan sasaran bisnis yang tepat dan mengarahkanku ke Mandiri Finansial.

Lakukan SEKARANG! Atau tidak sama sekali.

(Paskalina, penulis dan penyuka buku anak, calon entrepreneur)

Calon Novelku: Taman Bacaan di Atas Bukit

Taman Bacaan di Atas Bukit

Karya Paskalina Oktavianawati

Bagian I Wisata Alam

“Selamat pagi, Puske,” sapa Neya pada kucing putih yang mengeong di pojok kamar Neya.

“Hari ini aku akan pergi berwisata alam bersama teman-teman. Yah, sayangnya aku tidak bisa mengajakmu, Puske. Kamu tunggu aku di rumah ya.” Puske hanya mengeong mendengar ucapan Neya sambil sesekali menjilat kakinya.

Neya sudah mempersiapkan perlengkapan yang dibawa sejak semalam. Mama membantu Neya merapikan ransel yang barang-barang apa saja yang perlu dibawa. Neya membawa pakaian ganti, sarung tangan, jaket, selimut, makanan ringan, sebotol minuman, senter, sandal jepit, syal, perlengkapan mandi, dan yang pasti  tak akan ketinggalan dua buah novel. Continue reading “Calon Novelku: Taman Bacaan di Atas Bukit”

Resensi Buku di Koran Jakarta: Inspirasi Membangun Bisnis dari Rumah

versi cetak klik di sini

PERADA, Koran Jakarta

Inspirasi Membangun Bisnis dari RumahGambar

Bisnis perhiasan yang digeluti Cookie Lee menjadikan dia sebagai ibu yang paling bahagia karena setiap hari bisa mengantar jemput anak ke sekolah.

Mendengar nama Jack Canfield akan mengingatkan pembaca pada sebuah buku seri Chicken Soup. Sudah banyak seri Chicken Soup yang terbit dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia yang tak pernah absen untuk menerbitkannya.

Pada Chicken Soup kali ini, Jack Canfield fokus pada kisah entrepreneur atau wirausaha. Chicken Soup for the Entrepreneur’s Soul dihadirkan untuk membangunkan potensi bisnis yang tersimpan di dalam diri para pembaca. Jack Canfield dan kawan-kawan meramu banyak sekali kisah dalam Chicken Soup ini guna memberi spirit yang kuat untuk para pembaca.

Dalam Chicken Soup ini, terdapat 56 kisah entrepreneur yang telah sukses membangun bisnis. Dalam kisah-kisah inspiratif mereka, pembaca bisa menemukan berbagai alasan seseorang akhirnya memilih untuk berbisnis daripada orang bergajian. Tak jarang mereka harus memilih antara memulai bisnis atau tetap dengan menikmati kemapanan pekerjaan yang telah diperolehnya.

Tidak hanya kisah sukses yang dapat pembaca dapatkan dalam Chicken Soup ini. Ada juga tip atau saran sukses meraih bisnis. Misalnya, yang disampaikan Doris Christopher dalam kisahnya Resep untuk Sukses. Doris adalah pendiri dan Direktur The Pampered Chef, Ltd., penjual langsung alat-alat dapur yang pertama di dunia.

Bisnis yang digeluti Doris berawal dari rumah yang berkembang menjadi perusahaan jutaan dollar yang mengadakan lebih dari satu juta home show per tahun di seluruh dunia (hlm 55).

Doris menyebutkan ada lima saran untuk pembaca yang ingin memulai bisnis. Mereka adalah ikuti kegemaranmu, jadilah yang terbaik sebisamu, jaga biaya operasionalmu, ikuti instingmu, dan yang kelima ungkapan “itu hanya bisnis”. Doris adalah seorang ibu rumah tangga. Pembaca yang kebetulan ibu rumah tangga cocok membaca kisah Doris Christopher ini agar memperoleh pencerahan.

Kisah lain ditorehkan Cookie Lee, pendiri Cookie Lee, Inc, perusahaan penjual perhiasan langsung yang terbesar di Amerika. Produknya adalah perhiasan berkualitas tinggi.

Saat awal mendirikan perusahaan, Cookie Lee mendapat tantangan dari keluarga dan juga suaminya. Wanita ini dianggap gila karena mau meninggalkan karier cemerlangnya di perusahaan sekelas Mattel hanya untuk menjadi penjual perhiasan.
Alasan Cookie Lee sangat sederhana. Dia ingin membesarkan anaknya secara baik dan berkarier tanpa mengorbankan keluarga. Alasan Cookie Lee ini menjadi masuk akal ketika membaca kisah masa kecilnya yang tidak mendapat perhatian kedua orang tuanya.

Dari kisah Cookie Lee, pembaca dapat memetik pelajaran bahwa membuka lahan bisnis tidak semata-mata didasarkan pada keinginan mendapat uang sebanyak-banyaknya, terutama bagi wanita. Alasan bisa tetap di rumah kapan saja dan mengurus keluarga menjadi fokus memilih bisnis tertentu. Bisnis perhiasan yang digeluti Cookie Lee menjadikan dia sebagai ibu yang paling bahagia karena setiap hari bisa mengantar jemput anak ke sekolah.

Masih banyak kisah lain yang bisa mengobarkan semangat bisnis pembaca sekalian. Doris, Cookie, dan lainnya berhasil menjadi ibu rumah tangga yang sukses membangun perusahaannya walaupun hanya berawal dari rumah. Pembaca juga bisa seperti mereka mengejar impian dengan berbisnis sendiri. Jangan hanya bermimpi, ayo mulai.

Diresensi Paskalina Oktavianawati, tinggal di Jakarta

Judul : Chicken Soup for the Entrepreneur’s Soul
Kisah-kisah Inspiratif tentang Mengejar Impian dengan Berbisnis Sendiri
Penulis : Jack Canfield, Mark Victor Hansen, dkk
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : xviii 332 halaman
ISBN : 978-979-22-8122-4