Dongeng yang Paling Banyak Dicari

Dongeng Sang Kancil dengan Buaya menjadi cerita lama yang paling banyak digunakan orang sebagai referensi. Terbukti pengunjung blog ini banyak sekali berkunjung untuk membaca atau copypaste dongeng Sang Kancil dengan Buaya ini. Anda juga pasti pengen tahu dongeng tersebut bukan?

Yuk Mari kita sama-sama membaca dongengnya. ____________________________________________________________________

DONGENG SANG KANCIL DENGAN BUAYA

kancilPada zaman dahulu Sang Kancil merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang-binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah bersedia membantu kapan saja.

Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurang, Sang Kancil pergi untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari itu, sangat panas dan terlalu lama berjalan, menyebabkan Sang Kancil kehausan. Lalu, ia berusaha mencari sungai terdekat. Setelah mengelilingi hutan akhirnya Kancil aliran sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu, Sang Kancil minum sepuas-puasnya. Dinginnya air sungai itu menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.

crocodileKancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Apabila terasa capai, ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Kancil berkata di dalam hatinya “Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat.” Setelah rasa capainya hilang, Sang Kancil kembali menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat di sekitarnya. Ketika tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil memandang kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai. “Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.

Sang Kancil terus berpikir mencari akal bagaimana cara menyeberangi sungai yang sangat dalam dan deras arusnya itu. Tiba-tiba Sang Kacil memandang Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya, apabila hari panas buaya suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari.Tanpa berlengah-lengah lagi kancil menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata,” Hai sahabatku Sang Buaya, apa kabarmu hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari membuka mata dan didapati Sang Kancil yang menegurnya. “Kabar baik sahabatku, Sang Kancil.” Sambung buaya lagi, “Apakah yang menyebabkan kamu datang ke mari?”

“Aku membawa kabar gembira untukmu,” jawab Sang Kancil. Mendengar kata-kata Sang Kancil, Sang Buaya tidak sabar lagi ingin mendengar khabar yang dibawa oleh Sang Kancil, lalu berkata, “Ceritakan kepadaku apakah yang hendak engkau sampaikan?”

Kancil berkata, “Aku diperintahkan oleh Raja Sulaiman supaya menghitung jumlah buaya yang terdapat di dalam sungai ini karena Raja Sulaiman ingin memberi hadiah kepada kamu semua.” Mendengar nama Raja Sulaiman saja sudah menakuti semua binatang karena Nabi Sulaiman telah diberi kebesaran oleh Allah untuk memerintah semua makhluk di muka bumi ini. “Baiklah, kamu tunggu di sini, aku akan turun ke dasar sungai untuk memanggil semua kawanku,” kata Sang Buaya. Sementara itu, Sang Kancil sudah berangan-angan untuk menikmati buah-buahan. Tidak lama kemudian, semua buaya yang berada di dasar sungai berkumpul di tebing sungai. Sang Kancil berkata “Hai buaya sekalian, aku telah diperintahkan oleh Nabi Saulaiman supaya menghitung jumlah kamu semua karena Nabi Sulaiman akan memberi hadiah yang istimewa pada hari ini.” Kata kancil lagi, “Berbarislah kamu merentasi sungai mulai dari tebing sebelah sini sampai ke tebing sebelah sana.”

Karena perintah tersebut datangnya dari Nabi Sulaiman, semua buaya segera berbaris tanpa membantah. Kata Buaya, “Sekarang hitunglah, kami sudah bersedia.” Sang Kancil mengambil sepotong kayu yang berada di situ lalu melompat ke atas buaya yang pertama di tepi sungai dan ia mulai menghitung dengan menyebut “Satu dua tiga lekuk, jantan betina aku ketuk,” sambil mengetuk kepala buaya hingga Kancil berjaya menyeberangi sungai. Ketika sampai ditebing seberang, Kancil terus melompat ke atas tebing sungai sambil bersorak gembira dan berkata, “Hai buaya-buaya sekalian, tahukah kamu bahwa aku telah menipu kamu semua dan tidak ada hadiah yang akan diberikan oleh Nabi Sulaiman.”

Mendengar kata-kata Sang Kancil semua buaya merasa marah dan malu karena mereka telah ditipu oleh kancil. Mereka bersumpah dan tidak akan melepaskan Sang Kancil apabila bertemu pada masa akan datang. Dendam buaya tersebut terus membara hingga hari ini. Sementara itu Sang Kancil terus melompat kegembiraan dan terus meninggalkan buaya-buaya tersebut dan menghilangkan di dalam kebun buah-buahan untuk menikmati buah-buahan yang sedang masak ranum itu.

____________________________________________________________________

Anda bisa membacanya dengan meng-KLIK DI SINI

Cerita Rakyat, Cerita Klasik, dan Dongeng Tak Habis Dimakan Waktu

Bicara tentang cerita rakyat, cerita klasik, dongeng, fabel, legenda, dan mitos selalu sama pembahasannya dan ceritanya juga itu lagi, itu lagi. Mereka tak habis dimakan waktu. Mereka selalu ada sepanjang masa. Mereka selalu ada saat kita baru lahir, anak-anak, remaja, dewasa, lanjut usia, hingga tutup usia.

Negeri yang kita cintai, Indonesia, mempunyai banyak sekali cerita rakyat. Hal ini didukung dengan banyaknya suku dan budaya yang ada di Indonesia. Setiap cerita rakyat itu kadang kala dihubungkan dengan terjadi sebuah tempat atau asal usul nama tempat. Apakah itu benar? Tidak ada yang bisa memastikan kebenarannya. Cerita rakyat awalnya hanyalah cerita lisan yang diceritakan oleh ibu kepada anaknya, nenek kepada cucunya, begitu seterusnya hingga akhirnya kini cerita rakyat dapat kita baca dengan mudah, tanpa harus menunggu ibu atau nenek kita bercerita.

Bersambung 🙂

Gambar

Book Review: B.O.M. Business Owner Mentality

Judul: B.O.M. Business Owner Mentality
Penulis: Hendrik Lim, MBA
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Terbit: Cetakan I, Juni 2012
Tebal: xii + 508 halaman
ISBN: 978-602-00-2879-8
Harga: Rp 88.800,00

Buku yang ditulis oleh Hendrik Lim ini sungguh luar biasa. Mengapa? Karena melalui buku ini ia memperkenalkan sebuah kekuatan besar yang mampu menciptakan perubahan besar bagi perusahaan Anda. Ia memperkenalkan sebuah formula penggabungan spirit entrepreneurship dengan manajerial leadership yang mampu memberikan perubahan pada perusahaan Anda. Penggabungan dua hal inilah yang akan menciptakan Business Owner Mentality. Continue reading “Book Review: B.O.M. Business Owner Mentality”

Lomba Penulisan Novel Amore – Gramedia Pustaka Utama (Deadline 1 Desember 2012)

Amore: Let’s Fall in Love!

Ingin menjadi penulis Gramedia Pustaka Utama? Ini kesempatan karyamu diterbitkan dengan mengikuti Lomba Penulisan Novel AMORE. Amore adalah novel dewasa yang menampilkan kisah roman dalam negeri. Ditulis oleh pengarang Indonesia, menampilkan kisah cinta yang menggugah hati.

Ketentuan Lomba:
1. Lomba terbuka untuk semua warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas.
2. Tema cerita bebas, harus berkaitan dengan kisah cinta, tidak mengandung SARA dan pornografi.
3. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran.
4. Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
5. Panjang Naskah 150-250 halaman A4, 1,5 spasi, 12 pt, font Times New Roman. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik.
6. Kirimkan naskah (print out), sinopsis cerita, biodata berikut nomor kontak yang bisa dihubungi & foto berwarna, serta fotokopi tanda pengenal peserta (KTP/identitas lain)

ke:

Panitia AMORE!
Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Jln. Palmerah Barat 29-37 Lt. 5, Jakarta 10270
Telp. (021) 53650110 ext. 3511, 3512

— Cantumkan “Lomba Novel Amore” di pojok kiri atas amplop —

Catatan: seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba

7. Seluruh naskah yang masuk menjadi milik panitia lomba
8. Naskah kami tunggu selambat-lambatnya 1 Desember 2012

MENANGKAN HADIAH SEBAGAI BERIKUT:
Juara I Rp 7.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara II Rp 5.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Juara III Rp 3.000.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor
Pemenang Berbakat (3 orang) Rp1.500.000,00 + Trofi + sertifikat + paket hadiah dari sponsor

Bagi Juara dan Pemenang Berbakat, novelmu juga akan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

*) Hadiah belum termasuk royalti jika diterbitkan.
Sumber: event FB Gramedia Pustaka Utama