Resensi Paskalina di Koran Jakarta, Rabu, 23 Januari 2013

Resensi Paskalina di Koran Jakarta

Kisah Inspiratif untuk Buah Hati

chicken soup for the kidsKamar Amanda sangat berantakan, baju berceceran di sana-sini. Setiap hari Ibu Amanda selalu mengingatkan untuk membereskan kamarnya. Setiap diingatkan, dia selalu memunyai alasan untuk menghindar. Ibunya tidak pernah berhasil membuat Amanda membereskan kamar. Suatu hari, Amanda akan pergi ke mal bersama teman-temannya. Dia mencari dompet di kamarnya, tapi tak menemukan.
Amanda memanggil ibunya dan menanyakan benda yang dicari. Ibunya menyarankan untuk mulai merapikan baju-baju yang berantakan, mungkin dompet itu berada di antara tumpukannya. Demi uang 100 dollar di dompet itu, Amanda menurut. Satu per satu baju dirapikan. Namun, setelah 20 menit dia tidak menemukan dompetnya.

Ibu Amanda menyarankan untuk merapikan lebih banyak lagi baju, namun Amanda tidak juga menemukan dompetnya, hingga akhirnya semua baju tersimpan dengan rapi di kamar Amanda. Amanda tidak menyadari jika ibunya telah berhasil membuatnya merapikan kamar. Amanda melihat bahwa kamarnya rapi. Selama beberapa waktu dia tersenyum bersama ibunya. Dia lalu bertanya lagi dompetnya.

“Di pintu depan, menunggumu,” sahut ibunya. Amanda bergegas menuruni tangga dan pergi dengan teman-teman, sementara ibunya masih berdiri di lantai atas sambil tersenyum (hal 141). Kisah tersebut ditulis Amanda Kelly (11). Sebuah kisah masa kanak-kanak yang sederhana, namun memiliki nilai pembelajaran hidup yang luar biasa.

Pembaca atau orang tua tentu juga pernah mengalami kisah tersebut. Misalnya, menyuruh anak atau penghuni rumah lainnya untuk melakukan sesuatu, namun tidak dihiraukan. Pembaca atau orang tua tersebut tentu menjadi kesal. Pernahkah mereka berpikir mencari cara lain yang bijak sehingga tidak terjadi ketegangan? Kisah lain ditorehkan oleh Brandon Deitrick (12).

Brandon mempunyai kisah tentang kejujuran. Dia sakit perut yang luar biasa sehari setelah mengambil tanpa membayar kartu koleksi Star Wars di swalayan. Dia melakukan itu karena ayahnya tidak mau membelikan. Hati nurani Brandon berteriak telah melakukan hal yang salah. Muncul ketakutan, dia tidak bisa lagi pergi ke swalayan tersebut dan terbayang akan dipenjara.

Akhirnya anak itu mengaku “dosa” pada ibunya yang lalu memberi uang dan mengantarnya agar berkata sejujurnya pada pemilik swalayan. “Setelah melakukan kebenaran, aku merasa lebih baik. Namun, aku masih merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang tak pernah terpikir dalam hidup. Setiap kali berpikir tentang mencuri, aku lalu merinding dan muncul perasaan seperti yang kualami saat mencuri satu pak kartu itu. Aku juga mendapat pelajaran penting dalam minggu tersebut: dengarkan kepala dan hatimu, bukan kerasukanmu (hal 108).

Kisah Brandon tersebut tentu ada yang pernah mengalami. Kiranya tepat bila kisah ini dibacakan kepada anakanak. Melalui kisah Brandon, bocah anak bisa belajar bahwa tidak jujur itu sungguh membuat hidup tidak nyaman. Cerita Brandon dan Amanda hanyalah dua dari 58 kisah dalam buku Chicken Soup for the Kid’s Soul 2.

Buku kumpulan kisah nyata yang inspiratif ini ditulis anak-anak dan juga orang dewasa. Banyak pesan yang bisa dipetik pembaca, di antaranya tentang perilaku baik, kejujuran, berani membuat keputusan, persahabatan, dan keluarga. Chicken Soup ini bisa dibacakan guru untuk siswa-siswanya, orang tua untuk anak-anaknya, atau dibaca anakanak sendiri. Kisah-kisahnya memang banyak memberi pelajaran nilai bagi bocah, tetapi tidak ada kesan menceramahi atau menggurui. Jadikan buku ini hadiah bernilai untuk anak-anak.

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, tinggal di Jakarta

Judul : Chicken Soup for the Kid’s Soul 2
Penulis : Jack Canfield dkk
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Jakarta, 2012
Tebal : xxii 206 halaman
ISBN : 978-979-22-7886-6

Ide Menulis (1)

IDE MENULIS

by Paskalina Oktavianawatii-love-writing-menulis

Ide menulis bisa datang kapan pun, di mana pun, dalam kondisi apa pun. Kita semua menulis setiap hari. Tak ada satu hari pun lewat tanpa menulis. Menulis apa? Menulis update status di BB, FB, TWIT, etc. Ya itu juga menulis kan. Dan kadang kala untuk menulis update status di FB saja kita harus berpikir untuk mencari ide.

Oke, sekarang kita bicara tentang ide menulis sesuatu yang panjang, 1 halaman, 5 halaman, atau satu buku.

Ide memang bisa muncul di mana dan kapan saja, tetapi ide juga bisa didapatkan alias bisa kita cari. Dari mana kita bisa mendapatkan ide menulis?

Ide menulis bisa kita dapatkan dari:

(1) MEMBACA

59963_buku_300_225Sudah sering disebutkan dalam pelatihan menulis, sharing menulis, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan penulisan, bahwa jika kita ingin menulis maka harus membaca. Dari MEMBACA dengan MEMBACA maka kita pasti bisa menulis. Bohong besar jika seorang penulis bilang dia tidak pernah membaca walau suka menulis.

Membaca apa? Membaca apa saja yang membuat kita tertarik. Membaca komik, membaca koran, membaca iklan baris, membaca iklan lowongan, membaca novel, membaca majalah, dengan MEMBACA APAPUN pasti akan memunculkan ide menulis.

Dari membaca iklan baris, seseorang penulis bisa mempunyai ide membuat buku berjudul BUKU PINTAR IKLAN BARIS, isinya berupa penjelasan tentang  singkatan-singkatan yang digunakan dalam pembuatan iklan baris. Ingin tahu seperti apa buku tersebut, contact me 🙂 buku tersebut sudah terbit. Yang pasti bukan saya penulisnya haha

Dari membaca sebuah novel true story, dapat pula memunculkan ide menulis. Orang lain bisa menuliskan kisahnya dalam sebuah novel, kita pun bisa menuliskan kisah kita sendiri dalam novel. Tidak ada salahnya kan menjadikan hidup kita sebagai objek novel yang kita tulis sendiri. Sudah banyak sekali beredar novel yang menurut penulisnya adalah kisah nyata kehidupannya.

Apa pun yang kita baca, pasti akan meninggalkan suatu ide menulis, jika memang niat kita sedang mencari ide menulis. Kalau pun kita belum juga mendapatkan ide menulis dari membaca buku, masih banyak cara lain untuk memancing ide. 🙂

(2) MENULIS

Ide menulis dapat diperoleh dari MENULIS. Maksudnya?

pengetikan

_bersambung_

Topi Santa

Santa

Natal bersama anak-anak terasa kurang lengkap tanpa topi santa atau topi sinterklas. Warna merah menyala dengan paduan bulu putih menjadikan topi santa  atau topi sinterklas menjadi hidup dan mewarnai suasana Natal yang syahdu.

Topi santa atau topi sinterklas menjadi aksesori Natal yang banyak dicari, setelah pohon Natal tentunya. Di banyak tempat Anda bisa membeli topi santa atau topi sinterklas. Di swalayan, mall, toko-toko aksesori, shop-online, dan sebagainya Anda bisa mendapatkan topi santa.

Topi santa ukuran atau size S untuk anak dapat Anda dapatkan di www.onlinereseller.com dengan harga yang terjangkau dan bahan memukau.

Jadikan Natal Anak-anak menjadi kenangan masa kecil yang tidak terlupakan.

 

topi-santa

Kado Natal (1)

Natal Tlah Tiba

Hore hore…

Saat Natal tiba, yang paling ditunggu oleh anak-anak adalah Kado Natal. Mom n Dad, Ayah dan Bunda, Bapak dan Ibu, apakah sudah menyiapkan kado Natal untuk putra putri Anda?

Saya punya satu rekomendasi buku yang cocok sebagai hadiah Natal, sebuah buku. Buku rekomendasi ini menarik dibaca oleh anak-anak, orangtua, guru, dan siapapun yang ingin menjelajahi kisah-kisah inspiratif dan mengambil nilainya untuk pengobar semangat.

CHICKEN SOUP FOR THE KID’S SOUL 2, sebuah buku yang sungguh inspiratif. Dalam setiap kisah buku ini tercermin sebuah semangat tentang berbagai nilai positif dalam kehidupan. Saat membaca buku ini anak-anak dapat memilih kisah-kisah yang menarik bagi mereka. Bagi orangtua, buku ini bisa menjadi dongeng sebelum tidur untuk si kakak yang berusia SD atau SMP.

chicken soup for the kids

 

Resensiku di Koran Jakarta (29 Okt 2012)

Resensiku di Koran Jakarta

Panduan Siswa Sukses di Sekolah

Mereka harus mendapat nilai standar tertentu. Jika tidak sesuai, mereka secara otomatis harus siap-siap terdepak. Oleh karena itu, saat ini pelajar tidak bisa hanya menjadi murid biasa. Untuk saat ini, dengan banyaknya tuntutan dari berbagai pihak, anak sekolah harus sukses

Para siswa memunyai tugas utama belajar. Tugas pelajar ini ternyata tidak mudah dilakukan dan tidak semua pelajar memahami arti belajar yang sesungguhnya. Pelajar sesungguhnya memiliki status terhormat sebab tidak setiap anak mendapat kesempatan menjadi pelajar dan bisa menimba banyak ilmu. Sebagai pelajar, siswa harus bersyukur karena masih banyak anak muda yang usia sekolah malah berkeliaran di jalan, tanpa kejelasan nasib. Continue reading “Resensiku di Koran Jakarta (29 Okt 2012)”