Buku Mewarnai Berbagai Tema

​Anak-anak usia dini paling suka kegiatan mewarnai. Buku mewarnai ini dibuat berbagai tema dengan tujuan supaya anak selain asyik mewarnai juga bisa memahami nama berbagai hewan, buah dan sayur, macam-macam olahraga, dan berbagai tempat umum yang pernah dikunjungi anak.

Pada halaman belakang buku disertai gambar warna yang bisa digunakan oleh anak sebagai panduan mewarnai setiap halaman.

Berikut ini 4 judul buku mewarnai yang bisa Anda pilih untuk anak Anda.

(1) Ayo Mewarnai Hewan

(2) Ayo Mewarnai Buah dan Sayur

(3) Ayo Mewarnai Tempat Umum

(4) Ayo Mewarnai Olahraga


Spesifikasi buku

Penulis: Paskalina

Ukuran :  21 x 29.7 cm

Kertas : HVS

Isi : BW

Tebal : 16 halaman

Harga : Rp 10.000/judul

Minimum beli 2 judul.

Bisa dibeli di

https://www.tokopedia.com/kenkenbookstore/buku-mewarnai-untuk-anak/

10 Kebaikan yang Bisa Kita Lakukan pada Orang Lain Setiap Hari

Berbuat kebaikan bisa kita lakukan dengan mudah, tanpa harus bersusah payah. Yang menjadikan kita sulit berbuat kebaikan adalah gengsi kita. Gengsi bisa membuat kita takut direndahkan. Padalah dengan kita merendahkan diri, tidak akan menurunkan derajat kita di hadapan Tuhan.
10 kebaikan yang bisa kita lakukan pada orang lain setiap hari.

1. Tersenyum

Untuk memberikan senyum, kita tak perlu mengeluarkan tenaga, apalagi uang. Jadi, berikan senyummu sebanyak-banyaknya pada orang-orang di sekitarmu.

2. Memaafkan

Memaafkan itu akan melegakan hati kita, sekaligus membuat orang yang kita maafkan senang. Harga diri kita tidak akan jadi rendah, hanya karena memberi maaf pada orang lain.

3. Membantu

Orang lain akan menjadi senang ketika menerima bantuan. Oleh karenanya kita telah melakukan kebaikan untuk orang lain. Walaupun kadang kita menemukan orang yang gengsi atau malu menerima bantuan dari kita, tak perlu kita risaukan. Yang penting, kita secara tulus mau membantu orang lain.

4. Menolong

Banyak peristiwa yang membuat seseorang tertolong. Walau kadang pertolongan yang kita berikan dianggap sepele, dan tidak kita anggap sebagai perlakuan baik untuk orang lain. Pertolongan yang kita lakukan bisa menyelamatkan seseorang dari masalah. Misalnya, menolong seorang Nenek yang kesulitan menyeberang, menolong seorang anak mengambil kucing di pohon, dan sebagainya.

5. Menyapa

Ketika berada di tempat baru, tidak kenal satu pun orang yang ada di situ, saat ada orang baru menyapa kita rasanya senang sekali. Seperti merasa ada teman di tempat asing. Kita bisa lakukan kebaikan dengan menyapa orang lain.

6. Memberi

Memberi waktu kita sebentar untuk mendengarkan curhatan teman atau sahabat adalah sebuah kebaikan. Memberi keleluasaan teman bercerita, menjadi pendengar yang baik, itu menyenangkan bagi orang lain. Jadi, jangan segan-segan memberikan waktumu untuk orang-orang di sekitarmu.

7. Merelakan

Merelakan sesuatu untuk orang lain (saudara atau teman), itu merupakan kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain. Misalnya merelakan mainan dipakai oleh adik, merelakan bagian terbesar makanan untuk adik, dan sebagainya.

8. Mengalah

Mengalah bukan berarti kalah. Ketika kamu mengalah pada adikmu, itu sebuah kebaikan. Ketika kamu mengalah di jalan raya dan membiarkan orang lain lewat lebih dahulu, itu sebuah kebaikan.

9. Berdonasi

Berdonasi untuk mereka yang membutuhkan adalah bentuk kebaikan kita untuk orang lain. Berdonasi atau memberikan sumbangan bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. 

10. Meminjamkan

Meminjamkan barang bisa menjadi kebaikan yang bisa kita lakukan. Di suatu tempat, di mall, kita bisa meminjamkan bolpoin pada orang lain yang membutuhkan.

Kebaikan yang mana yang sudah kamu lakukan hari ini?

Berapa kebaikan yang kamu lakukan hari ini?
29 Juni 2017

#day14 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #paskalinaaskalin #kebaikan

Puisi Ibu

Ibu

Ibu

Siapa ibuku

Ibu yang menyayangiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengasihiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengajariku

saat aku tidak bisa

Ibu yang membelaku

saat aku disakiti

Ibu yang memarahiku

saat aku salah langkah

Ibu yang mengingatkanku

saat aku tersesat
Tak penting dia siapa

Dia ibuku

Tak penting dia bagaimana

Dia ibuku

Tak penting dia ibu angkat/kandung

Dia ibuku

Tak penting dia seperti apa

Dia ibuku
Kemarahannya adalah kesalahanku

Kesuksesanku adalah peluhnya

Keberhasilanku adalah doanya
Ibu

Ibu

Ibu
Bojonegoro, 27 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#day12 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #puisi #ibu
Sumber gbr: amiracarluccio.com

Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam

​#day8 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #rasatradisional #traditionaltaste #kampunghalaman

Pulang ke kampung halaman, yang paling ingin dilakukan adalah mengulang masa lalu dengan mencicipi rasa tradisional minuman dan makanannya.

Pulang ke Bojonegoro yang paling saya rindukan adalah makan sego pecel, minum kopi asli buatan sendiri, dan sarapan serabi.

Sego pecel mengingatkan saya pada 22 tahun yang lalu, ketika simbah saya berjualan sego pecel setiap pagi. Rasa sambal pecelnya tiada duanya. Kini Simbah telah berpulang kembali pada Sang Pencipta, resep sego pecel sudah diadopsi oleh Bulik dan Budhe. Sego pecel buatan Bulik dan Budhe juga enak, cukup untuk mengobati rindu.

Kopi hitam buatan sendiri, selalu ada hingga kini. Simbah selalu membuat kopi sendiri. Kopi disangrai dengan kuali tanah, kemudian ditumbuk sendiri hingga halus. Rasa tradisional sungguh terasa jika minum kopi ini.
Continue reading “Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam”

30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis