





Menulis Membuat Kita Ada dan Hidup






“BALADA E”
Karya Y. Budi Utomo
Untuk mereka, yang juga tidak tahu Entah mengapa?
Ini malam,
seperti malam terakhir saja,
Berpuluh-puluh kata yang biasanya lepas tanpa jeda,
Kini meluruh,
terhenti di persembunyian makna.
Senyap.
Ini malam,
saat serpihan bulan bersenandung asmarandana
Butir-butir mesiu, pun kata-kata makian,
membuncah ke langit-langit kepalsuan.
Akal mereda, jiwa tak kuasa,
dan meronta tanpa kendali.
Tetiba, kaki menjadi tolol
Lunglai, seperti terserang cikungunya
Ini malam,
seperti mau mati rasanya.
Ini malam,
adalah malam terakhir menjadi biasa.
Sebab ia puIa,
yang adalah kawan,
harus mati,
sebagai persembahan kuasa rahwana.
Ini malam,
adalah malam jahanam,
yang bahkan malaikat pun,
Ikut tenggelam dalam melodramanya
(melebihi drama korea)
Ini malam, adalah malam durjana
Saat nurani-nurani petinggi tak mempan lagi ditanya:
“Apakah satu nyawa, tak lagi bermakna?”
atau
Pura-purakah lupa pada nasihat ibumu:
bahwa hal tertinggi dari segala hal di bumi ini adalah KEHIDUPAN.
Ini malam,
Seekor pelican di kamar pengakuan,
Bertangis dan mendaraskan litani
(terus berdoa tanpa jeda):
“tugasku sudah selesai!”
Depok, 2022
Desemberku
Ada apa di Desember
Inginku ada salju jatuh di kepala
Tapi itu khayal
Ada apa di Desember
Banyak tulisan menggantung
Kejar tayang menulis deh
Ada apa di Desember
Ada peringatan hari Ibu
Terima kasih untuk semua Ibu
Ada apa di Desember
Sambut kelahiranNya di Desember
Yesus Sang Juru Slamat
Ada apa di Desember
Aku menantikan kelahiran anakku
Semoga Tuhan melancarkan semuanya
Ada apa di Desember
Ada rasa hilang kehilangan dalam
Tuhan menjemputnya terlalu cepat
Catatan Askalin di siang bolong, 4 Desember 2014
Lukalukaku
Banyak luka di tubuhku
Luka bernanah tak tersembuhkan
Belum sembuh lukaku
Kini kuterluka lagi
Belum sembuh lukaku
Lagi dan lagi kuterluka
Lagi
Lukaku meratap
Lukaku pedih
Lukaku perih
Lukaku berdarah lagi
Lukaku akan terus menjadi luka
Lukaku akan terbawa mati
18062014
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.