Lima Aktivitas Bermain Sambil Belajar yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak Usia Dini Selama Liburan di Rumah

Anak usia dini yaitu anak-anak batita, balita, anak kelompok bermain, dan anak-anak sekolah taman kanan-kanak. Anak-anak ini memiliki energi yang luar biasa besar, berlari ke sana ke mari tanpa punya rasa lelah. Penghargaan sangat besar patut diberikan untuk ibu/bapak guru/pendamping yang mau menjadi guru mendampingi anak-anak usia dini yang begitu penuh energi.

Wabah COVID-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda usai, membuat pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kebijakan anak-anak usia sekolah harus belajar di rumah selama beberapa waktu.
Kelompok bermain, taman kanak-kanak, sekolah dasar hingga sekolah menengah atas diliburkan dari semua aktivitas di sekolah. Semua anak-anak harus libur dan belajar di rumah.

Bagi anak-anak kelompok bermain dan taman kanak-kanak, tidak bersekolah menyenangkan pada awalnya, tetapi kemudian  membosankan. Apalagi mereka tidak boleh keluar rumah.
Berikut ini lima aktivitas bermain sambil belajar yang bisa dilakukan orangtua bersama anak usia selama liburan.

Continue reading “Lima Aktivitas Bermain Sambil Belajar yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak Usia Dini Selama Liburan di Rumah”

Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020 dalam Rangka Gerakan Literasi Nasional

Beberapa waktu lalu pernah membaca info (surat edaran) dari Kemdikbud yang menyatakan jika semua kegiatan lomba dan sayembara yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan diundur karena wabah COVID-19. Dalam hati saya berujar, itu artinya sayembara lomba menulis yang diadakan oleh Badan Bahasa, kantor bahasa, atau balai bahasa tentu akan diundur atau ditiadakan.

Ternyata tidak demikian yang terjadi karena Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tetap mengadakan lomba penulisan buku dengan tajuk “Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi 2020 dalam Rangka Gerakan Literasi Nasional”. Info lengkapnya silakan cek gambar di bawah ini.

Poster PDF sayembara penulisan 2020

Sumber: LAMAN BADAN BAHASA

Semua Karena COVID-19

Baru kali ini terjadi (sesuai yang dialami penulis) anak-anak harus libur sekolah secara mendadak. Kemudian anak-anak harus belajar secara online ‘daring’. Libur kali ini anak-anak juga harus tetap melakukan aktivitas di rumah saja. Semua karena COVID-19.

Tidak hanya anak sekolah yang libur kantor-kantor swasta dan pemerintah juga meliburkan karyawannya, seluruh maupun sebagian, guna memutus persebaran wabah COVID-19 ini. Karena jumlah orang yang terkena wabah ini terus meningkat, pemerintah juga meminta kepada semua pihak untuk melakukan social distancing. Salah satu caranya adalah dengan menghindari kerumunan dan tidak menciptakan kerumunan. Efeknya, banyak acara-acara yang menghadirkan pengunjung atau penonton dibatalkan. Sebagai contoh, acara Kick Andy Heroes 2019 di salah satu televisi swasta diselenggarakan tanpa penonton untuk menghindari kerumuman. Semua karena COVID-19.

Tetap di Rumah

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bertambahnya korban baru karena COVID-19? Hanya satu langkah kecil namun berdampak besar, yang bisa kita lakukan, yaitu tetap di rumah. Kita harus terus memastikan anggota keluarga kita untuk tetap berada di rumah dan tidak pergi ke luar rumah jika tidak benar-benar perlu. Penyebaran wabah ini tidak terlihat, siapapun, di mana pun, bisa terkena virus ini. Meskipun kita merasa sehat, masih muda, dan tidak perlu keluar rumah jika tidak perlu. Segala informasi terbaru tentang wabah COVID-19 dapat kita pantau melalui berita di televisi atau laman-laman resmi pemerintah. Tetaplah di rumah, tunggulah dengan sabar hingga wabah sirna.

Continue reading “Semua Karena COVID-19”

Tetap di Rumah, Temani Anak Belajar di Rumah

Wabah virus COVID-19 yang terus memakan korban membuat pemerintah membuat kebijakan terbaik untuk warganya. Salah satunya dengan meliburkan anak sekolah mulai PAUD hingga jenjang SMA. Libur berlangsung selama 14 hari mulai tanggal 16 s.d 28 Maret 2020. Bahkan, untuk wilayah DKI Jakarta, telah keluar surat edaran dari gubernur jika libur diperpanjang hingga 2 April 2020. Semua karena COVID-19.

Setiap daerah mempunyai kebijakan masing-masing sesuai dengan kondisi wabah yang terjadi. Saat ini DKI Jakarta pada posisi paling atas dari sisi jumlah orang yang positif terkena virus COVID-19. Tidak hanya anak sekolah yang diliburkan, kantor-kantor juga diimbau untuk meliburkan karyawannya selama 14 hari. Perniagaan pun diimbau untuk libur dari segala aktivitas. Khusus DKI Jakarta, transportasi publik seperti Transjakarta dan MRT pun membatasi jam beroperasi untuk mengurangi penularan virus COVID-19. Semua karena COVID-19.

Belajar di Rumah
Orangtua dan guru mempunyai peran paling besar untuk membuat anak mau “belajar di rumah”, selama libur karena wabah COVID-19.  Beruntunglah saat ini komunikasi guru dan orangtua dapat berjalan dengan mudah karena adanya kemajuan teknologi. Melalui grup Whatsapp guru dapat mengingatkan orangtua untuk memantau aktivitas anak-anaknya ketika di rumah hingga memastikan anak mengerjakan tugasnya. Guru secara daring dapat memantau siswanya saat mengerjakan tugas dan meminta siswa mengirimkan hasil tugas melalui email. Sungguh luar biasa zaman ini, serba mudah, serba cepat dan gampang, komunikasi dapat terjalin dengan tanpa kendala. Selama ada jaringan internet, komunikasi lancar.

Di lini masa tak kalah seru penuh dengan foto-foto anak-anak yang sedang belajar di rumah didampingi oleh orangtua mereka. Bagi anak sekolah, liburan kali ini liburan langka karena mereka harus tetap di rumah dan
Bagi anak-anak usia SD, SMP, dan SMA, orangtua hanya perlu memastikan anak-anak mereka mengerjakan tugas dan mengirimkan hasil tepat waktu.

Namun akan cukup sulit bagi orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah dasar atau anak usia dini. Anak-anak ini lebih cenderung suka bermain belajar ketimbang belajar. Dalam kondisi dan situasi seperti saat ini orangtua yang mempunyai anak usia dini harus ekstra pendampingan pada anak. Anak usia dini cenderung cepat bosan, apalagi harus di rumah terus-menerus.

Kenan sedang mengerjakan lembar aktivitas dari sekolah

Sama seperti anak usia SD hingga SMA, anak-anak yang duduk di sekolah PAUD atau taman kanak-kanak, libur sekolah kali ini juga diberi tugas lembar aktivitas. Sang Guru juga secara terus-menerus memantau apa yang dikerjakan oleh anak-anak. Sementara orangtua, mengirimkan foto aktivitas mengerjakan tugas anak-anak melalui grup Whatsapp.

Anak saya Kenan (5 tahun), kelas TK A, sudah menyelesaikan lembar aktivitas yang diberikan gurunya untuk dikerjakan saat libur sekolah. Setelah semua lembar aktivitas selesai dikerjakan, aktivitas apa lagi yang bisa dilakukan Kenan di rumah?
Orangtua harus punya segudang ide untuk beraktivitas seru bersama anak usia dini di rumah. Selama wabah COVID-19 masih terus berkembang penyebarannya, orangtua sebisa mungkin harus mengajak anak tetap beraktivitas di dalam rumah.

Baca selanjutnya: Lima Aktivitas Bermain Sambil Belajar yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak Usia Dini Selama Liburan di Rumah

Saya Marah Karena Lelah Membacakan Buku Sebelum Tidur

Suatu malam saya menggerutu (sedikit marah) pada si Kakak karena minta dibacakan buku lagi dan lagi dan lagi. Kondisi mata saya sudah lima watt dan si Adik yang di perut bergerak terus sehingga membuat saya tak nyaman.

“Kan udah dua buku, Kak. Sekarang tidur ya, sambil dengerin Paman Gery (Dongeng Nusantara Bertutur).” Hmmmm…. si Kakak tidak mau dan ngedumel minta dibacakan lagi. Akhirnya saya menyerah, “Ya udah ambil lagi 1 buku, yang bahasa Indonesia ya.” (Emak ga pinter bahasa Inggris, harus kerja keras membaca ulang cerita bahasa Inggris jadi bahasa Indonesia, hehehehe)

Bunda membacakan buku untuk Kenan

Si Kakak mengambil 1 buku untuk dibacakan. Satu buku isi lima cerita. Saya sebenarnya yakin, baru satu cerita si Kakak pasti sudah tertidur dan itu benar terjadi. Melihat si Kakak sudah tertidur, hati saya marah pada diri sendiri, kenapa saya harus menggerutu, marah, karena si Kakak tidak meminta nonton video atau main game di gawai. Harusnya saya merasa senang karena si Kakak sudah punya kebiasaan  baik, mau dibacakan buku sebelum tidur.  Apa jadinya kalau si Kakak malah meminta nge-game di gawai sebelum tidur. Ini justru akan jadi malapetaka. Kini saya ingin lebih banyak sabar dan kuat menahan kantuk karena permintaan membacakan buku sebelum tidur.

Kebiasaan membacakan buku sebelum tidur adalah kebiasaan baik yang harus terus dijaga. Ketika anak sudah terbiasa dibacakan buku sebelum tidur, kadangkala orangtua yang pada akhirnya tidak bisa memenuhi dengan alasan lelah sudah kerja seharian atau mengantuk. Seperti yang sering saya alami, menolak membacakan buku karena kelelahan sangat. Walaupun tidak bekerja di kantor, pekerjaan rumah tangga dan keinginan menyelesaikan banyak buku yang tulisan, membuat waktu begitu cepat berlalu, hingga sampai malam hari dalam kelelahan. 

Uti membacakan buku untuk Kenan

Ketika saya benar-benar merasa lelah, kadangkala si Kakak mau dibacakan buku oleh Uti-nya, tetapi lebih banyak menolak karena ingin selalu dibacakan oleh saya, bundanya. Kadangkala terbantu oleh Paman Gery dan kawan-kawan yang mendongeng di Nusantara Bertutur bisa menggantikan saya membaca buku.

Membacakan buku sebelum tidur atau kapan saja sangat bermanfaat bagi anak usia dini. Saya pernah menuliskan beberapa tulisan tentang manfaat membaca buku untuk anak usia dini. Baca Membacakan Buku itu Penting Bagi Anak Usia Dini

Baca juga: Ibu di Rumah: Membacakan Buku untuk Anak (Batita, Balita)