Manfaat membaca buku

Membaca buku bukanlah kegiatan hiburan belaka. Membaca buku itu banyak manfaatnya. Di hari Hari Buku Nasional 17 Mei ini, saya ingin membagi empat manfaat membaca buku.

Sebelumnya saya ucapkan

SELAMAT HARI BUKU NASIONAL

Jadikan membaca menjadi salah satu budaya keluarga Anda

Empat manfaat membaca buku adalah

1. Mengurangi stres

The Journal of Psychosomatic pernah membuat penelitian bahwa membaca adalah cara terbaik untuk mengurangi stres. Dr David Lewis dari University of Sussex, Inggris, menuliskan bahwa membaca buku bahkan lebih baik dari mendengarkan musik, bermain game, atau berjalan-jalan dalam mengurangi stres. Manfaat membaca juga disejajarkan dengan olahraga dan Tai Chi yang efektif menghilangkan stres.

 

2. Mempertahankan daya ingat

Para ilmuwan melaporkan bahwa aktif membaca juga dapat menjaga otak dalam kerja kognitif pada usia tua. Dalam sebuah penelitian dilaporkan bahwa hampir 300 orang yang suka membaca juga memiliki tingkat kognitif 30 persen lebih baik dari yang jarang membaca. Selain itu, mereka yang aktif membaca berisiko lebih rendah mengalami pikun dibandingkan dengan yang tidak melakukan aktivitas yang melibatkan otak.

 

3. Mencegah Alzheimer

Sebuah studi yang dilaporkan oleh National Academy of Science, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan kemampuan kognitif secara optimal pada usia pertengahan berisiko lebih rendah menderita Alzheimer. Peneliti juga menjelaskan aktivitas kognitif, termasuk membaca dan bermain catur, merupakan latihan otak yang terbaik dalam mencegah degenerasi kognitif pada otak.

 

4. Membuat tidur lebih berkualitas

Jika membaca bisa membuat rileks, tidur Anda akan lebih berkualitas. Menurut data dari National Sleep Foundation, mengurangi stres saat hendak tidur dengan membaca buku yang menarik adalah teknik yang bagus.

Sumber:http://m.tempo.co

 

Sumber:

 

Anekdot: Saya Datang

Saya sedang menulis buku pelajaran bahasa Indonesia SMA Kurikulum 2013, ingin sedikit share tentang contoh teks ANEKDOT. Berikut ini saya  kutipkan contoh teks anekdot.

Saya Datang

Pada zaman Dinasti Song, ada seorang pencuri yang terkenal dengan panggilan ‘saya datang’ di Hangzhou. Setiap dia mencuri, dia tidak meninggalkan jejak apa pun kecuali nama julukannya di dinding rumah korbannya. Penduduk kota kesal karena rumah mereka sering kali dimasukinya. Pencarian dilaksanakan dan akhirnya orang tersebut berhasil tertangkap dan dibawa menghadap hakim kota praja.

“Apakah Anda mempunyai bukti bahwa dia bersalah?” tanya hakim kepada polisi.

“Tidak salah lagi yang mulia,” jawab petugas. Tetapi orang itu menyangkal tuduhan tersebut.

“Yang mulia, Anda menangkap orang yang salah”, protesnya, “polisi sudah putus asa dan menjadikan saya kambing hitamnya. Mereka tidak punya bukti.”

Polisi memperingatkan hakim. “Kami sudah bersusah payah menangkapnya, Yang Mulia. Jika Yang Mulia melepaskannya, sangatlah sukar bagi kami untuk menangkapnya kembali.”

Meskipun tidak ada bukti, hakim memerintahkan supaya dia ditempatkan di tahanan sambil menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Sesuai dengan adat yang berlaku, seorang tahanan harus memberi uang kepada penjaga penjara pada waktu masuk penjara.

“Saya tidak mempunyai apa-apa sekarang” kata orang tersebut pada penjaga penjara. “Mereka menangkap saya dan mengambil beberapa milikku. Tapi saya mempunyai beberapa perak di Gunung Than. Saya ingin memberikannya pada Anda. Saya menyembuyikannya di bawah bata yang pecah dalam kuil. Pergilah ke sana, berpura-puralah sembahyang dan ambil perak itu.”

Penjaga penjara semula tidak yakin. Tapi ternyata dia benar-benar menemukan 20 ons perak. Dia sangat senang dan mulai memperlakukan tahanan itu seperti temannya.

“Saya mempunyai bungkusan yang saya sembunyikan di bawah jembatan. Saya ingin memberikannya kepada Anda juga” kata tahanan itu beberapa hari kemudian.

“Tapi jembatan sangat ramai, bagaimana saya dapat membawa sesuatu tanpa ketahuan,” jawab penjaga.

“Bawalah beberapa pakaian, pura-puralah mencuci. Kemudian ambilah bungkusan tersebut dan sembunyikan di keranjang cucian Anda.”

Penjaga penjara melakukan apa yang diusulkan tahanan dan menemukan 300 ons perak dalam bungkusan itu.

Beberapa hari kemudian, tahanan meminta pertolongan pada penjaga penjara, “Saya ingin meminta pertolongan Anda. Saya ingin pulang ke rumah saya besok malam. Saya akan kembali sebelum Shubuh.”

Melihat keraguan penjaga itu, dia berkata lagi, “Jangan khawatir, teman. Kenapa saya harus kabur? Polisi sudah menangkap orang yang salah dan hakim tidak dapat menuntut saya. Tidak ada bukti. Saya yakin akan dilepaskan dengan segera. Saya akan kembali dalam waktu 4 jam.” Janji tahanan itu pada penjaga. Kemudian penjaga itu mengizinkan tahanan tersebut untuk pulang. Setelah beberapa jam, “Saya kembali”

“Bagus, kamu menepati janjimu.”

“Saya tidak mau kamu terlibat masalah karena saya. Saya meninggalkan sesuatu di rumahmu sebagai tanda penghargaan. Saya berharap saya dapat segera dibebaskan.” Penjaga kurang mengerti ucapan orang itu, dan dia bergegas pulang ke rumahnya.

“Kamu kembali di saat yang tepat,” kata istrinya dengan gembira.

“Saya ingin memberitahumu bahwa waktu shubuh tadi saya mendengar suara dari atap. Seseorang menjatuhkan bungkusan ke dalam rumah. Ketika saya buka, isinya emas dan perak. Surga sedang menurunkan rakhmatnya di atas kita!”

Dia kembali ke penjara untuk mengucapkan terima kasih. Pada hari itu juga beberapa keluarga melaporkan pencurian pada malam sebelumnya. Di dinding tiap rumah ada tulisan “Saya Datang”.

Ketika hakim mendengar hal ini, dia memerintahkan agar orang itu segera dibebaskan.

Sumber: Kisah-kisah Kebijaksanaan China Klasik, Refleksi bagi Para Pemimpin karya Michael C Tang (DIKUTIP dari: lydiaokvaanjelia.wordpress.com)

Mengingat Kembali Berbagai Permainan Tradisional

Kover (100 Permainan)

RESENSI BUKUKU di Koran Jakarta, Rabu, 18 Des 2013

Judul Buku : 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat
Nama Penulis : Askalin
Ilustrator : SatuDuniaIde
Penerbit : Nyo-Nyo (Imprint Penerbit Andi)
Tahun : 2013
ISBN : 978-979-29-4003-9
Tebal  : vi + 90 halaman
Harga :  Rp45.000

“Jamuran yo gegethok. Jamur opo, yo gegethok. Jamur gajih bejijih sak oro-oro. Siro badhe jamur opo” (hal 31).

Kaum tua asal di Yogyakarta dan sekitarnya mungkin masih ingat atau pernah mendengar lagu dengan syair tersebut sebagai pengiring permainan jamuran. Anak-anak sekarang mungkin tidak lagi pernah mengdengar lagu tersebut.

Pada halaman 30-31 buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat ini dijelaskan mengenai permainan tradisional yang populer di Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut. Meski singkat, informasi yang disampaikan relatif jelas, mencakup waktu permainan, jumlah pemain, dan caranya.

Sebagaimana judulnya, buku ini mengenalkan atau tepatnya mengingatkan pembaca akan 100 jenis permainan dan perlombaan rakyat yang terdapat di Indonesia.

Angka 100 terbagi atas 50 jenis permainan tradisional dan 50 perlombaan agustusan. Kata “agustusan” merujuk pada pesta rakyat yang biasa digelar untuk memperingati HUT RI setiap 17 Agustus. Uraian permainan/perlombaan dilengkapi ilustrasi pendukung yang menggambarkan kepada pembaca bentuk permainan/perlombaan.

Ada juga permainan egrang bambu, benthik, engklek, senapan pelepah pisang. Di sini juga dijelaskan cara membuatnya. Misalnya, untuk membuat senapan dibutuhkan dua pelepah pisang dengan diameter 1,5 sentimeter dan panjang 90 sentimeter. Kemudian satu buah pelepah pisang dengan diameter 2,5 sentimeter dan panjang 50 sentimeter. Sediakan juga lidi bambu sepanjang 10 sentimeter untuk pasak dan pisau atau cutter (hal 27).

Selain jamuran, berbagai permainan lain dengan lagu adalah cingciripit, cublak-cublak suweng, dan sebagainya. Selain dalam bahasa Jawa, terdapat pula beberapa syair berbahasa Sunda dan Betawi. Contoh Cingciripit berbahasa Sunda (hal 31). Uraian lengkap 50 jenis permainan dapat ditemukan pada hal 3-48. Selain beberapa yang telah disebut, permainan yang diulas adalah congklak, yoyo, dan lain-lain.

Selanjutnya, pada halaman 48-89, pembaca dapat menemukan 50 perlombaan agustusan untuk individu dan kelompok. Adakalanya perlombaan individu bisa juga dimainkan secara kelompok seperti balap karung.

Dalam perlombaan biasanya banyak hadiah dari panitia/sponsor yang diperebutkan. Namun, dikatakan bahwa prinsipnya semua perlombaan bersifat hiburan karena cenderung seru, lucu, dan menegangkan sehingga menimbulkan tawa dan sorak-sorai penonton. Salah satu perlombaan yang relatif seru, lucu, dan menegangkan adalah “pukul bantal di air”.

Lomba pukul bantal dilakukan oleh dua peserta yang duduk berhadapan di bambu panjang sambil memegang bantal. Melalui aba-aba juri, peserta saling pukul bantal. Peserta yang jatuh ke air kalah. Tidak jarang kedua-duanya jatuh ke dalam air (hal 56).

Ada juga penjelasan mengenai peralatan, persiapan, dan tata cara perlombaan. Pada hal 50, misalnya, dijelaskan tentang lomba “pecahkan balon”. Peralatan yang dibutuhkan balon diisi air dan pemukul. Balon digantung dan dibentangkan pada dua tiang. Peserta ditutup matanya memegang pemukul berdiri di garis batas. Jarak garis batas dengan tempat balon kurang lebih 3 meter.

Kiranya buku ini berguna untuk menyosialisasikan kembali berbagai permainan tradisional yang hampir punah dan sebagai sarana menemukan inspirasi lomba bilamana pembaca berkesempatan menjadi panitia agustusan atau gathering.

Meski satu-dua permainan/perlombaan sebenarnya bukanlah asli tradisi/budaya Indonesia, sebagian besar memang biasa dimainkan rakyat. Beberapa perlombaan, seperti panjat pinang, bahkan menjadi kekhasan dalam pesta rakyat. Jadi tidak terlalu berlebihan jika pada subjudul buku ditambahkan kalimat “hanya ada di Indonesia”.

Diresensi Dwi Klarasari, lulusan Unika Soegijapranata, Semarang

INGIN MEMBELI BUKUNYA klik link berikut untuk mendapatkan diskon 20% dan diskon 15 %

www.andipublisher.com

www.bukabuku.com

 

 

Permainan Tradisional (Permainan Rakyat)

Permainan Tradisional (Permainan Rakyat)

Adakah di antara Anda sekalian yang tidak tahu apa saja permainan yang termasuk dalam permainan tradisional? Ingin tahu ada apa saja permainan tradisional itu, Anda bisa mengetahuinya dalam buku ini

Judul: 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di IndonesiaKover (100 Permainan)
Penulis: Askalin
Penerbit: Nyo-nyo (imprint penerbit Andi)
Cetakan: November, 2013

Sedikit info berikut ini 10 permainan tradisional atau permainan rakyat

1. Congklak
2. Egrang Bambu
3. Egrang Bathok Kelapa
4. Yoyo
5. Bekel
6. Lompat Tali
7. Benthik
8. Gobak Sodor
9. Gasing
10. Kasti

Masih ada 40 jenis permainan tradisional atau permainan rakyat

Tidak hanya 50 Permainan tradisional atau permainan rakyat, dalam buku ini ada 50 Perlombaan yang biasa dimainkan dalam peringatan 17 Agustusan.

Ingin membeli buku ini? Dapat di Toko Buku Gramedia, dan Toko Buku Online berikut ini

www.bukabuku.com

www.andipublisher.com

Panduan Menulis untuk Anak SD

Buku ini khusus dipersembahkan untuk adik-adik usia SD. Dalam buku ini adik-adik dipandu untuk praktik langsung menulis. Menulis apa saja ya?

IMG-20130930-04427Ada menulis buku harian (diary)

Ada menulis resensi buku

Ada menulis cerita

Ada menulis puisi

Melalui buku ini adik-adik juga diajak untuk mengetahui unsur-unsur lain dalam menulis. Apakah itu?

Mengapa calon penulis atau penulis harus membaca buku?

Mengapa calon penulis atau penulis harus memahami tanda baca dan cara menyunting naskah?

Bagaimana cara mengirim tulisan ke media cetak, koran anak atau majalah anak?

Dalam buku ini tidak dijelas tentang cara menulis novel, karena setelah mempelajari semua panduan menulis dalam buku ini adik-adik bisa mengembang sendiri tulisan adik-adik menjadi sebuah novel atau buku.

Inilah bukunya

Aku Mau Jadi Penulis, karya Askalin

Diterbitkan oleh Grasindo, September 2013

aku mau jadi penulis

Adik-adik bisa membeli buku Aku Mau Jadi Penulis  di Toko buku gramedia dan link berikut ini

www.bukabuku.com

www.gramedia.com

Beli buku Aku Mau Jadi Penulis FORMAT DIGITAL

Buku terbaru ASKALIN

100 Permainan dan Perlombaan Rakyat

100permainandanperlombaan