Waktu Bersama Keluarga: Bermain dan Makan Bersama

Dunia kini berbeda dengan dunia masa kecil saya dulu. Dulu, ketika saya masih kecil begitu banyak waktu yang dihabiskan dengan keluarga. Tidak ada batasan, tidak ada halangan, banyak hal dilakukan bersama keluarga.

Namun, kini berbeda, waktu begitu amat berharga. Sulit sekali menciptakan waktu untuk keluarga. Hal ini terjadi bukan karena orangtua yang sibuk bekerja, melainkan karena sebuah benda kecil yang disebut smartphone. Betul tidak?

Continue reading “Waktu Bersama Keluarga: Bermain dan Makan Bersama”

Sejenak Bermain di The Park Sawangan

#catatanibudirumah #tempatbermainanak #theparksawangan #maltheparksawangan

Pergi ke mal atau jalan-jalan ke mal bukan menjadi kebiasaan keluarga kami. Kalau pun harus pergi ke mal, pasti punya tujuan pasti, misalnya makan di restoran cepat saji, beli sepatu/baju, pergi ke playground atau arena bermain anak, seperti Timezone, Fun World, Kidzania, Kidzilla, dan sebagainya.

Hari ini, Sabtu, 28 Mei 2022, setelah sekian lama tidak pergi ke mal karena pandemi, kami pergi ke mal. Itu pun karena saya yang memberi ide pada si Kakak. Si Kakak selalu meminta pergi liburan jika hari libur tiba.

Saat ide sudah diberikan, si Kakak tidak berhenti bertanya kapan pergi, kapan pergi.  Jadilah, pukul 13.00 waktu Depok, di Sabtu yang adem, karena usai hujan mengguyur deras di pagi hari, kami pergi ke mal The Park Sawangan, yang kata orang adalah mal mewah.

Continue reading “Sejenak Bermain di The Park Sawangan”

Kata buku Montessori Play and Learn:  Bermain itu Sangat Penting

Anak-anak saya, Kenan dan Krisan, bermain dengan ayah, di akhir pekan.

Untuk anak, bermain adalah aktivitas terpilih yang menyenangkan, sukarela, berguna, dan spontan. Sering juga bersifat kreatif, melibatkan diri dalam memecahkan masalah, mempelajari keterampilan sosial, bahasa dan fisik yang baru. Bermain sangat penting untuk anak-anak karena akan membantunya untuk belajar gagasan baru menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa digunakan dalam beradaptasi secara sosial, mengatasi masalah emosional, terutama dalam permainan imajinatif seperti bermain dengan boneka-boneka yang berpura-pura menjadi ayah dan ibu. (hal 27-28, buku Montessori Play and Learn)

=========================

Sebagai orang tua dari dua anak usia dini saya setuju dan sepakat bahwa bermain itu sangat penting. Karena melalui bermain perkembangan kecerdasan dan motorik anak. Oleh karena itu, saya membebaskan anak-anak saya untuk bermain apapun, asalkan aktivitas permainan mereka tidak membahayakan dan tetap dalam pengawasan.

Continue reading “Kata buku Montessori Play and Learn:  Bermain itu Sangat Penting”

Bebaskan Mereka untuk Bermain

Suatu sore, si Kakak (7 tahun), usai mandi sore mempunyai ide membuat zebra cross.  Entah dari mana ide itu didapatkannya.
Zebra cross dibuatnya di lantai dengan menggunakan lakban cokelat. “Ya, ampun, Gusti Allah,” sambatku dalam hati. Lakban cokelat ditempelkan di lantai. Pasti nanti kalau dilepas akan meninggalkan bekas yang tidak keruan.

Ah, saya menarik napas panjang. Mencoba tenang tidak beramarah (walau sebenarnya pengen marah).
Hanya sekadar lakban menempel di lantai apalah artinya, masih bisa dibersihkan. Tetapi kreativitas yang dibuat si Kakak adalah aset berharga.
Setelah zebra cross terbuat, si Kakak memakai baju polisi yang sebenarnya sudah kekecilan. Saya biarkan, saya bebaskan si Kakak beraksi sesuai idenya. Ide si Kakak masih berlanjut dengan membuat lampu merah.
Diambilnya kertas origami warna merah, hijau, dan kuning, lalu dibuatnya lampu lalu lintas. Jadilah si Kakak bermain peran menjadi polisi yang membantu menyeberang di zebra cross.

Continue reading “Bebaskan Mereka untuk Bermain”

Hari Pertama Masuk Sekolah Daring 2021, SD Notre Dame

Pandemi mengubah segala aspek kehidupan kita. Anak-anak yang dulu (2 tahun lalu) dianjurkan jauh-jauh dari gawai,  pada masa pandemi ini malah harus didekatkan dengan gawai. Anak-anak yang tidak mahir mengoperasikan laptop dan smartphone diajari oleh orang tua mereka supaya lebih lihai menggunakannya.
Ah pandemi… Segeralah berlalu, pergilah!!

Hari ini bersejarah buat saya, sebagai seorang ibu, anak kedua saya Anselmus Kenanutama Sinduaji telah duduk di bangku SD.

Semalam saya mencoba untuk menarik hati si Kakak, dengan bertanya besok mau pakai baju yang mana? Sarapannya mau apa? Pasalnya, si Kakak agak kurang bersemangat untuk memulai sekolah pertamanya. Bisa jadi, si Kakak merasa takut atau deg-degan ketemu orang baru, meski hanya di Zoom. Saya mencoba yakinkan si Kakak, jika pembelajaran di SD pasti lebih menarik daripada di TK. Dan benar, ketika zoom perdana hari ini usai, saya tanya padanya, apakah menyenangkan cara Miss (bu guru) mengajar dan memandu acara hari ini. Si Kakak menjawab, iya. Puji Tuhan jika si Kakak mendapat pengalaman baik di hari pertamanya sekolah.

Continue reading “Hari Pertama Masuk Sekolah Daring 2021, SD Notre Dame”