Terbit Hari ini: Buku 250 Soal Jadi Anak SD

Hari ini buku 250 Soal Jadi Anak SD terbit dan tentunya bisa langsung dibeli di  toko buku Gramedia dan toko buku lainnya serta toko buku online.
Kenapa buku ini harus dimiliki? Karena buku ini mempunyai keunggulan berikut: ๐Ÿ‘‡

โ˜‘๏ธ Dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD tidak hanya ada 250 soal, lho, melainkan ada 375 soal (250 soal + 125 soal).
โ˜‘๏ธ Bentuk soal dalam buku 250 Soal Jadi Anak SD bervariasi sehingga dapat melatih anak siap menghadapi variasi soal yang dihadapi di SD.
โ˜‘๏ธ Buku 250 Soal Jadi Anak SD dapat digunakan oleh anak kelas TK B hingga kelas 2 SD.
โ˜‘๏ธ Buku 250 Soal Jadi Anak SD disajikan berwarna sehingga menarik perhatian minat anak untuk belajar bersama buku ini

SUDAH TERBIT HARI INI

Penulis: Paskalina Askalin
Penerbit: Elex Media Komputindo, 2022
Kategori: Kids
ISBN: 9786230034367
SKU: BRD14378
Dimensi: 21×28 cm l Softcover
Tebal: 96 hlm l Fullcolour
Harga: 120.000
Berat: 0.2kg
Berat: 250g

Buku 250 Soal Jadi Anak SD, diskon 20%

Sinopsis
250 Soal Jadi Anak SD berisi soal yang akan menyiapkan dan memantapkan anak ketika di SD sekaligus meningkatkan kemampuan literasi. Soal latihan terbagi dalam 2 bagian; 250 soal baca, tulis, hitung dan 125 soal literasi numerasi dan bahasa. Sebanyak 125 soal literasi numerasi dan bahasa khusus dibuat untuk melatih dan meningkatkan daya nalar serta melibatkan kemampuan literasi anak. Buku ini bisa dijadikan acuan/panduan pembelajaran guru di sekolah dan orangtua di rumah. Dengan soal yang lengkap, variatif, gambar berwarna, buku ini cocok sekali untuk anak kelas TK B sampai kelas 2.

#250SoalJadiAnakSD #bukuaktivitas #latihasoal #paskalinaaskalin #bukubaru #bukuanaktk #siapmasuksd #anaksiapmasuksd #akuanaksd #siapbelajar #merdekabelajar #akusiapjadianaksd

Pembelian Buku ini

Koordinasi Antarkota Antarprovinsi Menjadi Lancar Karena Ada IndiHome

IndiHome sangat membantu profesi saya. Mau tahu, apa profesi saya? Hanya seorang ibu di rumah yang ……

Profesi apa sih yang saat ini tidak berkaitan dengan internet. Rasa-rasanya tidak ada, ya. Semua profesi membutuhkan adanya jaringan internet. Kita tidak berbicara tentang WFH atau WFO saat pandemi atau endemi. Sebelum terjadinya pandemi internet sudah sangat dibutuhkan oleh semua profesi yang ada salah satunya, profesi penulis.

Profesi saya adalah penulis. Tetapi penulis yang juga menjadi Ibu di rumah, penulis yang juga editor freelance, penulis yang juga layouter, penulis yang juga merancang buku, dan penulis yang menerima pesanan naskah buku. Itulah profesi saya, penulis yang tidak sekadar menulis.

Sebagai ibu di rumah, mengerjakan layout buku sambil menyuapi anak.
Continue reading “Koordinasi Antarkota Antarprovinsi Menjadi Lancar Karena Ada IndiHome”

Kalau Tidak Ada IndiHome Apa Jadinya?

Bun, IndiHome-nya sudah dibayar belum?” tanya si Kakak suatu pagi saat mendekati jam masuk sekolah.

“Belum, gimana dong? Kakak tidak usah sekolah saja ya?” jawab saya.

“Enggak mau, aku mau sekolah,” kata si Kakak merengut.

“Bercanda, Kak,” sahut saya sambil menggelitiknya. Si Kakak tertawa sambil diakhiri manyun.

Apa jadinya kalau tidak ada IndiHome dari Telkom Indonesia? Si Kakak tak bisa sekolah daring, saya tak bisa leluasa berseluncur di dunia digital, saya tak bisa berjualan daring, Pak Suami tidak bisa meeting online, saya harus menanggung tagihan pulsa setiap orang yang ada di rumah, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan internet. Apalagi saat ini segala sesuatu kepentingan akan berhubungan yang namanya internet. Jadi, tanpa adanya jaringan internet yang bagus, akan banyak gagal segala urusan.

Sejak pindah ke rumah kami di Depok, tiga tahun lalu, kebutuhan akan internet menjadi salah satu kebutuhan utama. Di tambah lagi, pandemi melanda dunia. Terkhusus di bidang pendidikan, manfaat internet menjadi sungguh-sungguh nyata. 

Anak pertama saya harus lulus dari TK secara daring, kemudian daftar sekolah SD hingga tes kemampuan masuk SD dilakukan secara daring via Zoom. Lalu, selama satu tahun penuh duduk di kelas satu secara daring. Kini, dia akan duduk di kelas dua SD.

Lulus TK Secara Daring

Saat si Kakak masih duduk di TK B, kelas via Zoom tidak dilakukan setiap hari, hanya 1-2 kali dalam seminggu. Tugas harian sekolah dikomunikasikan dan dikumpulkan via Grup WhatsApp.

Saat si Kakak mengerjakan tugas dari guru TK-nya. Photo Collage-nya dikirim melalui Grup WhatsApp.

Saya sebagai orangtua sebenarnya cukup gemes dengan keadaan itu, dengan adanya internet tidak terbatas dari IndiHome sayang sekali jika tidak diadakan kelas via Zoom. Harapannya bisa Zoom setiap hari supaya bisa menggantikan waktu yang hilang karena harus sekolah dari rumah. Si Kakak pun senang sekali saat bisa masuk kelas Zoom. Tapi pihak sekolah (mungkin) tidak memiliki biaya yang cukup untuk Zoom berbayar atau tidak langganan IndiHome yang merupakan Internetnya Indonesia.

Saat si Kakak duduk di TK B, sedang pertemuan pertama dengan teman-teman di kelas Zoom.
Continue reading “Kalau Tidak Ada IndiHome Apa Jadinya?”

Ono-ono Wae: Dokter Menyulam Kaki Saya Hingga 6 Jahitan

Inilah namanya kecelakaan, sebuah kejadian  yang tiba-tiba terjadi. Tetapi bagi saya tetap harus bersyukur karena anak saya baik-baik saja.

Jadi begini ceritanya. Siang hari yang terik, saya menyuapi anak kedua saya, Adek Krisan. Karena hari ini, si Adek agak demam sehingga jadi manja-manja, jadinya sambil makan, si Adek naik sepeda keliling teras.
Si Adek baru beberapa hari  bisa gowes sendiri sepeda roda empatnya. Saat naik sepeda pun, terutama saat belok masih belum seimbang sehingga kadang bisa oleng, lalu jatuh.

Adek Krisan bersemangat gowes sendiri sepedanya, si Kakak semangat mengarahkan.

Siang ini terjadi, saya sambil duduk fokus lihat si Adek naik sepeda menghampiri saya untuk disuapin. Nah, pas di depan saya sepeda berbelok dan olenglah sepedanya, lalu terguling. Si Adek jatuh terduduk, Puji Tuhan tidak tertindih sepeda. Tetapi, ternyata ban depan sepeda dekat kaki saya, terdapat besi baja dan kawat tali rem, pas sekali menidih dan menusuk di kaki.

Continue reading “Ono-ono Wae: Dokter Menyulam Kaki Saya Hingga 6 Jahitan”

Aktivitas Seru Belajar Warna dengan Kertas Origami

Anak-anak tak butuh mainan mahal, rekreasi ke mal, atau jalan-jalan ke tempat wisata viral. Yang dibutuhkan anak adalah DITEMANI

Paskalina Askalin

#duniaanak #ibudirumah #aktivitasseru #aktivitasanak #aktivitasanakdirumah #belajardirumah

Mengajak anak bermain dan belajar warna dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan barang bekas atau benda yang ada di rumah. Dengan sedikit ide, kita bisa menciptakan satu kegiatan yang menarik untuk anak, terutama anak usia di bawah tiga tahun (batita).

Kakak Kenan dan Adek Krisan bersama boneka boba yang viral itu.

Saya ingin berbagi ide saat mengajak anak saya, Krisan, 2,3 tahun, bermain sambil belajar warna dengan kertas origami. Ide muncul saat beberapa waktu lalu si Kakak (7,5 thn), membuat prakarya dengan menggunakan kertas origami. Si Adekย  ikut-ikutan juga ingin melakukan kegiatan yang sama dengan kakaknya. Jadilah ide aktivitas belajar warna dengan kertas origami.

Continue reading “Aktivitas Seru Belajar Warna dengan Kertas Origami”