Idulfitri atau Idul Fitri, Mana Penulisan yang Benar?

Selamat Idulfitri 1 Syawal 1444 H Mohon Maaf Lahir dan Batin🙏

Sejak Kamis malam ( 20 April 2023) sudah terdengar kumandang takbir di sekitar rumah dan juga di wilayah lain tentunya. Sementara itu, pemerintah telah menetapkan  1 Syawal 1444H/2023M jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama.

Perbedaan penentuan waktu Idulfitri tak perlu jadi persoalan. Lebaran hari ini,  besok, maupun lusa sama-sama merayakan kemenangan setelah sama-sama melewati puasa bulan Ramadan. Idulfitri telah datang, sambutlah dengan sukacita.

Idul Fitri atau Idulfitri?
Penulisan yang mana yang biasa kamu gunakan? Untuk penulisan kata “Idulfitri” mari kita samakan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Penulisan yang benar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia adalah Idulfitri, menggunakan huruf awal kapital dan penulisannya disambung.

Bagaimana dengan penulisan kata ramadan, Ramadan, Ramadhan, atau ramadhan?
Penulisan kata “ramadan” yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar adalah Ramadan. Itu artinya kata “ramadhan” adalah bentuk tidak baku dari kata “Ramadan”. Penulisan Ramadan diawali huruf kapital dan tanpa huruf “h”.

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa gunakan aplikasi KBBI Luring atau KBBI Daring.
Unduh aplikasi KBBI Luring.

Ahli bahasa, Ivan Lanin, menggunggah tentang penulisan Idulfitri yang benar. Berikut ini hasil tangkapan layar dari Instagram Ivan Lanin.

Sumber gambar: Instagram Ivan Lanin
Sumber gambar: Instagram Ivan Lanin

EYD V Pengunaan Tanda Titik Dua (:)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Dua (:)
  1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan.

Misalnya:

  • Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  • Saya akan membeli alat tulis kantor: kertas, tinta, spidol, dan pensil.
  1. Tanda titik dua tidakdigunakan jika perincian atau penjelasan itu merupakan bagian dari kalimat lengkap.

Misalnya:

  • Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
    persiapan,
    b. pengumpulan data,
    c. pengolahan data, dan
    d. pelaporan.
  1. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

a.   Ketua              :     Ahmad Wijaya

Wakil Ketua  :     Deni Simanjuntak

Sekretaris     :     Siti Aryani

Bendahara    :     Aulia Arimbi

b. Narasumber : Prof. Dr. Saputra Effendi

Pemandu       :     Abdul Gani, M.Hum.

Pencatat       :     Sri Astuti Amelia, S.Pd.

  1. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu       : “Bawa koper ini, Nak!”

Amir    : “Baik, Bu.”

Ibu       : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”

  1. Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, serta (c) judul dan anak judul suatu karangan.

Misalnya:

  • Ultimart 5 (2): 98–105
  • Surah Ibrahim: 2–5
  • Matius 2: 1–3
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Mastera
  1. Tanda titik dua dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

  • pukul 01:35:20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)
  • 01:35:20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
  • 00:20:30 jam (20 menit, 30 detik)
  • 00:00:30 jam (30 detik)

Catatan:

Lihat penggunaan tanda titik (kaidah A butir 7)!

  1. Tanda titik dua digunakan untuk menuliskan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan dalam bentuk angka.

Misalnya:

  • Skala peta ini 1:10.000.
  • Jumlah peserta didik laki-laki dan perempuan di kelas itu adalah 2:3.

 

Sumber: EYD V

EYD Penggunaan Tanda Titik Koma (;)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Koma (;)
  1. Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

  • Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.
  • Kerbau melenguh; kambing mengembik; kuda meringkik.
  • Ayah menyelesaikan pekerjaan; ibu menulis makalah; adik membaca cerita pendek.
  1. Tanda titik koma digunakan pada bagian perincian yang berupa frasa verbal.

Misalnya:

Syarat mengikuti ujian penerimaan pegawai di lembaga ini adalah

(1) berkewarganegaraan Indonesia;

(2) berijazah sarjana S-1;

(3) berbadan sehat; dan

(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Misalnya:

  • Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; serta pisang, apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat ini meliputi
    a. pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;
    b. penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; serta
    c. pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.
  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan sumber-sumber kutipan.

Misalnya:

  • Kasus perencanaan bahasa di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang paling berhasil (Fishman, 1974; Moeliono, 1985; Samuel, 2008; Wardhaugh dan Fuller, 2015).
  • Tentang plagiarisme, para penulis (Keraf, 1997; Putra, 2011; Wibowo, 2013) sama-sama mengingatkan pentingnya pengutipan dan perujukan secara cermat untuk menghindari cap plagiat.

Sumber: EYD V

Solusi Editing: Penggunaan Partikel dalam Bahasa Indonesia

Saat melakukan swasunting naskah yang baru selesai ditulis, kadang kita menjumpai penggunaan kata pun dalam kalimat. Tetapi bingung sendiri, apakah pun ditulis terpisah atau serangkai dengan kata di depannya?

Tidak perlu bingung lagi, bacalah dan cermatilah penggunaan partikel berikut ini!

Penggunaan partikel dalam bahasa Indonesia.

  1. Partikel -lah-kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

  • Bacalah buku itu baik-baik!
  • Bertepuk tanganlah mengikuti irama!
  • Apakah yang tersirat dalam surat itu?
  • Siapakah gerangan dia?
  • Apatah gunanya bersedih hati?
  1. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Misalnya:

  • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
  • Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
  • Jangankan dua kali, sekali kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.
  1. Bentuk pun yang merupakan bagian kata penghubung seperti berikut ditulis serangkai.
  • adapun
  • andaipun
  • ataupun
  • bagaimanapun
  • biarpun
  • jikapun
  • kalaupun
  • kendatipun
  • maupun
  • meskipun
  • sekalipun
  • sementangpun
  • sungguhpun
  • walaupun

Misalnya:

  • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
  • Dia tetap bersemangat walaupun
  • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
  • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
  • Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.
  • Sementangpun aku ini bukan sanak-saudaramu, tidak sampai hati juga aku melihat penderitaanmu itu.
  1. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, ‘mulai’, atau ‘melalui’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Misalnya:

  • Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per.
  • Harga kain itu Rp50.000,00 per.
  • Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.
  • Dia menghubungiku per telepon.

Sumber: EYD TERBARU 2022

 

Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD Edisi V (Edisi Terbaru)

Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD Edisi V (Edisi Terbaru 2022)

  1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama awal kalimat.

Misalnya:

  • Apa maksudnya?
  • Tolong ambilkan buku itu!
  • Kita harus bekerja keras.
  • Pekerjaan itu akan selesai dalam 1 jam.
  1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.

Misalnya:

  • Amir Hamzah
  • Dewi Sartika
  • André-Marie Ampère
  • James Watt
  • Mujair
  • Rudolf Diesel
  • Bapak Koperasi
  • Jenderal Kancil
  1. Huruf kapital tidakdigunakan sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya:

  • ampere
  • 15 watt
  • ikan mujair
  • mesin diesel
  1. Huruf kapital digunakan pada nama orang seperti pada nama teori, hukum, dan rumus.

Misalnya:

  • teori Darwin
  • hukum Archimedes
  • rumus Phytagoras
  1. Huruf kapital tidakdigunakan untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna ‘anak dari’, seperti binbintiboru, dan van, kecuali dituliskan sebagai awal nama atau huruf pertama kata tugas dari.

Misalnya:

  • Abdul Rahman bin Zaini
  • Fatimah binti Salim
  • Indani boru Sitanggang
  • Ayam Jantan dari Timur
  • Charles Adriaan van Ophuijsen
  • Salah satu pencetak gol terbanyak adalah Van Basten.

Continue reading “Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD Edisi V (Edisi Terbaru)”