Apapun atau Apa pun?

Penulisan yang benar, apapun atau apa pun? Penulisan yang benar, ataupun atau atau pun?

Pagi ini saya menyelesaikan editing beberapa bab novel seorang sahabat. Setiap kali melakukan editing, saya selalu melihat lagi tentang penggunaan partikel pun. Mana partikel pun yang dipisah penulisannya dan mana partikel pun yang disambung. Daripada salah saya cek lagi EYD 5.

Penulisan ataupun dan apapun itu penulisannya disambung atau dipisah? Masih ada yang bingung? Saya pun suka masih bingung.

Pasti masih banyak yang bingung, penulisan ataupun dipisah atau disambung? Penulisan apapun disambung atau dipisah?

Daripada bingung, yuk kita belajar sama-sama tentang ketentuan penulisan partikel dalam bahasa Indonesia.

1. Partikel -lah, -kah, dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.

Contoh dalam kalimat:

    • Bacalah buku itu baik-baik!
    • Bertepuk tanganlah mengikuti irama!
    • Apakah yang tersirat dalam surat itu?
    • Siapakah gerangan dia?
    • Apatah gunanya bersedih hati?

2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.

Contoh dalam kalimat:

    • Apa pun permasalahan yang muncul, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
    • Jika kita hendak pulang tengah malam pun, kendaraan masih tersedia.
    • Jangankan dua kali, sekali kali pun engkau belum pernah berkunjung ke rumahku.

3. Bentuk pun yang merupakan bagian kata penghubung seperti berikut ditulis serangkai.

adapun
andaipun
ataupun
bagaimanapun
biarpun
jikapun
kalaupun
kendatipun
maupun
meskipun
sekalipun
sementangpun
sungguhpun
walaupun

Contoh dalam kalimat:

    • Meskipun sibuk, dia dapat menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
    • Dia tetap bersemangat walaupun lelah.
    • Adapun penyebab kemacetan itu belum diketahui.
    • Bagaimanapun pekerjaan itu harus selesai minggu depan.
    • Sekalipun teman dekat, dia belum pernah sekali pun datang ke rumahku.
    • Sementangpun aku ini bukan sanak-saudaramu, tidak sampai hati juga aku melihat penderitaanmu itu.

4. Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, ‘mulai’, atau ‘melalui’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.

Contoh dalam kalimat:

    • Mereka masuk ke dalam ruang rapat satu per satu.
    • Harga kain itu Rp50.000,00 per meter.
    • Karyawan itu mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.
    • Dia menghubungiku per telepon.

Jadi, penulisan ataupun yang benar adalah disambung, sedangkan penulisan apa pun yang benar adalah dipisah. Semoga pembaca tidak lagi menjadi bingung. Kalau masih bingung, SOLUSI EDITING BUKU siap bantu editing naskah novelmu, naskah buku nonfiksimu, dan siap kerja sama dalam penulisan buku. IG @solusieditingbuku

Sumber: EYD 5

EYD V Pengunaan Tanda Titik Dua (:)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Dua (:)
  1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan.

Misalnya:

  • Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  • Saya akan membeli alat tulis kantor: kertas, tinta, spidol, dan pensil.
  1. Tanda titik dua tidakdigunakan jika perincian atau penjelasan itu merupakan bagian dari kalimat lengkap.

Misalnya:

  • Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
    persiapan,
    b. pengumpulan data,
    c. pengolahan data, dan
    d. pelaporan.
  1. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

a.   Ketua              :     Ahmad Wijaya

Wakil Ketua  :     Deni Simanjuntak

Sekretaris     :     Siti Aryani

Bendahara    :     Aulia Arimbi

b. Narasumber : Prof. Dr. Saputra Effendi

Pemandu       :     Abdul Gani, M.Hum.

Pencatat       :     Sri Astuti Amelia, S.Pd.

  1. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu       : “Bawa koper ini, Nak!”

Amir    : “Baik, Bu.”

Ibu       : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”

  1. Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, serta (c) judul dan anak judul suatu karangan.

Misalnya:

  • Ultimart 5 (2): 98–105
  • Surah Ibrahim: 2–5
  • Matius 2: 1–3
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Mastera
  1. Tanda titik dua dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

  • pukul 01:35:20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)
  • 01:35:20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
  • 00:20:30 jam (20 menit, 30 detik)
  • 00:00:30 jam (30 detik)

Catatan:

Lihat penggunaan tanda titik (kaidah A butir 7)!

  1. Tanda titik dua digunakan untuk menuliskan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan dalam bentuk angka.

Misalnya:

  • Skala peta ini 1:10.000.
  • Jumlah peserta didik laki-laki dan perempuan di kelas itu adalah 2:3.

 

Sumber: EYD V

EYD Penggunaan Tanda Titik Koma (;)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Koma (;)
  1. Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

  • Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.
  • Kerbau melenguh; kambing mengembik; kuda meringkik.
  • Ayah menyelesaikan pekerjaan; ibu menulis makalah; adik membaca cerita pendek.
  1. Tanda titik koma digunakan pada bagian perincian yang berupa frasa verbal.

Misalnya:

Syarat mengikuti ujian penerimaan pegawai di lembaga ini adalah

(1) berkewarganegaraan Indonesia;

(2) berijazah sarjana S-1;

(3) berbadan sehat; dan

(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Misalnya:

  • Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; serta pisang, apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat ini meliputi
    a. pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;
    b. penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; serta
    c. pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.
  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan sumber-sumber kutipan.

Misalnya:

  • Kasus perencanaan bahasa di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang paling berhasil (Fishman, 1974; Moeliono, 1985; Samuel, 2008; Wardhaugh dan Fuller, 2015).
  • Tentang plagiarisme, para penulis (Keraf, 1997; Putra, 2011; Wibowo, 2013) sama-sama mengingatkan pentingnya pengutipan dan perujukan secara cermat untuk menghindari cap plagiat.

Sumber: EYD V

Tarif Editing Solusi Editing Buku

Ketika ada yang  bertanya melalui DM Instagram tentang berapa biaya editing dan layout buku, tim solusi editing dengan senang hati langsung menjawab. Tapi kemudian si penanya tak bertanya lagi ketika saya sampaikan nominal biaya editing per halaman. Saya jadi bertanya-tanya, apa tarif yang saya tawarkan terlalu tinggi atau terlalu rendah, entahlah.

Jadi berapa tarif editing Solusi Editing Buku?

Berikut ini kisaran tarif editing yang ditawarkan oleh SOLUSI EDITING BUKU.
👉 Buku nonfiksi, mulai Rp 7.000,- per halaman
👉 Buku fiksi, mulai Rp 5.000, per halaman
👉 Buku bergambar (buku anak), minim kata, mulai Rp 250.000 per buku.

Tarif editing disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ketebalan naskah. Tarif editing juga disesuaikan dengan kebutuhan klien. Apakah naskah klien hanya memerlukan editing mekanik atau juga editing substantif? Oleh karena itu, kisaran tarif bisa  berubah sesuai kebutuhan klien, sehingga sifatnya negotiable.

Jadi berapa tarif layout buku dan desain kover Solusi Editing Buku?

👉 Layout buku, mulai Rp 5.000 per halaman
👉 Desain Kover, mulai Rp 300.000 per buku

Tarif layout juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ketebalan naskah. Jadi, tarif bisa berubah setiap waktu sesuai kebutuhan klien, sehingga sifatnya negotiable. Demikian pula dengan pembuatan desain kover, kisaran tarif bisa berubah sesuai kesepakatan dengan klien, negotiable.

Info lebih lanjut dapat menghubungi via WhatsApp 👇

Buku-buku Projek Solusi Editing Buku

Solusi Editing Buku mengerjakan projek bidang perbukuan, mulai dari editing, layout, desain kover, proofreading, hingga cetak. Klien dapat menentukan pelayanan apa yang diperlukan.

Buku Mulok (Muatan Lokal)

Buku mulok berikut ini proses layout dan pembuatan kover dikerjakan oleh Solusi Editing Buku.

Buku Paket Tematik TK

Buku Gerakan Literasi Nasional Badan Bahasa (GLN)

Jurnal Pendidikan

Kontak Solusi Editing Buku