Puisi Ibu

Ibu

Ibu

Siapa ibuku

Ibu yang menyayangiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengasihiku

sepanjang waktu

Ibu yang mengajariku

saat aku tidak bisa

Ibu yang membelaku

saat aku disakiti

Ibu yang memarahiku

saat aku salah langkah

Ibu yang mengingatkanku

saat aku tersesat
Tak penting dia siapa

Dia ibuku

Tak penting dia bagaimana

Dia ibuku

Tak penting dia ibu angkat/kandung

Dia ibuku

Tak penting dia seperti apa

Dia ibuku
Kemarahannya adalah kesalahanku

Kesuksesanku adalah peluhnya

Keberhasilanku adalah doanya
Ibu

Ibu

Ibu
Bojonegoro, 27 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#day12 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #puisi #ibu
Sumber gbr: amiracarluccio.com

Manfaat Mendongeng Bagi Anak

Dongeng disukai oleh anak-anak. Apalagi jika orangtua yang mendongengkannya untuk anak.

Dongeng tidak harus dibacakan sebelum tidur. Kapan pun kesempatan yang ada, orangtua bisa membacakan dongeng untuk anak. Memang, waktu yang paling tepat adalah menjelang tidur karena saat itu keadaan otak sedang santai sehingga bisa dengan mudah menerima pesan-pesan kebaikan.
Berikut ini 3 manfaat mendongeng yang bisa saya sampaikan.
Continue reading “Manfaat Mendongeng Bagi Anak”

Selalu Ada Ketika Lebaran

​#day10 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro

Ketika Lebaran tiba, beberapa hal unik yang saya temukan adalah:

1. Mudik

Lebaran identik dengan mudik. Ketika Lebaran tiba bagi mereka yang merantau di kota lain akan segera merencanakan mudik ke kampung halaman. Mudik menjadi kesempatan untuk pulang bagi siapa saja yang jauh dari rumah orangtua.


2. Angpau

Angpau adalah amplop kecil yang diisi uang untuk hadiah. Pemberian angpau ini adat kebiasaan pada Tahun Baru Cina yang sudah diadopsi oleh siapa saja yang mau memberikan hadiah. Pada hari raya Lebaran mereka yang telah bekerja akan memberikan angpau pada keponakanya. Nenek  dan Kakek akan memberikan angpau pada cucu-cucunya.

Bagi anak-anak tentu yang paling bersemangat  adalah berburu angpau dari Om, Tante, Nenek, Kakek, dan saudara yang telah memiliki penghasilan.

3. Baju Lebaran

Bagi anak-anak baju Lebaran seperti sebuah kewajiban. Apalagi jika ia sudah berhasil menyelesaikan puasa sebulan penuh. Baju Lebaran menjadi hadiah yang membahagiakan buat anak-anak. Namun, biasanya orang dewasa pun tak mau ketinggalan untuk beli baju Lebaran.

4. Kue Lebaran

Lebaran tanpa kue rasanya tidak mungkin ya…  Ketika Lebaran tiba, ibu-ibu sibuk membuat kue-kue Lebaran. Ada macam-macam kue Lebaran, kue kering, kue putri salju, kue nastar, kue kacang, stick keju, dan masih banyak lagi. Tiap daerah memiliki makanan khas kue Lebaran masing-masing. 

5. Ketupat dan Opor Ayam

Ketupat dan opor ayam juga menjadi menu wajib di Hari Lebaran. Namun, tidak semua daerah menjadikan ketupat dan opor ayam sebagai menu wajib. Menu Lebaran biasanya menyajikan makanan daerahnya masing-masing. Di Jawa Timur, ada yang menyajikan nasi pecel, bakso, dan rawon sebagai menu wajib di hari Lebaran.

6. Silaturahmi Lebaran

Pasti akan ada silaturahmi dalam perayaan Lebaran. Lebaran menjadi saat yang tepat untuk bertemu dengan keluarga yang lama tak bertemu. Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk perdamaian bagi mereka yang berselisih.

Mudik, baju Lebaran, kue Lebaran, menyantap ketupat dan opor ayam tidak akan sempurna tanpa adanya silaturahmi Lebaran.  Jadi, jangan menjadi tak bersilaturahmi jika tidak ada kue Lebaran dan baju Lebaran. Silaturahmi-lah yang paling utama di hari Lebaran.

Selamat Idulfitri untuk saudaraku, sahabatku, dan teman-temanku yang merayakannya. Selamat merayakan Hari Lebaran, semoga ibadah puasa yang dijalankan diterima sehingga menjadikan hati dan jiwa kembali menjadi baru.
25 Juni 2017

#paskalinaaskalin

#sayamenulis

#penulis

Hati-hati Menulis di Media Sosial

​#day9 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #mediasosial

Saat ini kita bisa mendapat informasi apa pun melalui media sosial. Tetapi kita sulit menyembunyikan diri kita dari media sosial. 

Media sosial sudah seperti buku harian yang dipublikasikan di ruang publik. Tanpa mengatakan pada siapa pun, kita mau pergi ke mana pun, tanpa disadari, kita sudah mengumumkan keberadaan kita di suatu tempat. 

Misalnya dengan hastag #stasiunpasarsenen, #rumahsakit dan ditambah map lokasi, kita sudah memberitahukan kepada semua orang di dunia tentang keberadaan kita. 

Saya pun sama, semua aktivitas saya sering diberi hastag lokasi tempat atau kegiatan saya. Teman atau sahabat yang saya kenal menjadi tahu apa saya lakukan tanpa harus bertanya pada saya.

Mudik Lebaran 2017 ini tanpa saya beri tahu kepada siapa pun, dengan saya posting #belitiketmudik tiga bulan yang lalu, kemudian menjelang berangkat saya posting dengan hastag #siapsiapmudik, semua orang menjadi tahu kegiatan saya.

Media sosial sungguh luar biasa manfaatnya, menyebarkan informasi secepat kilat. Informasi apa pun bisa dengan mudah tersebar. Oleh karenanya, kita patut waspada dalam membuat postingan di media sosial. Jangan sampai apa yang kita posting menyakiti hati pihak lain. Karena jika ada pihak yang merasa dirugikan atau tersakiti, kita bisa dipidanakan.

Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram menjadi wadah komunikasi jarak jauh yang efektif. Namun, menjadi aneh ketika media sosial justru menjadikan sebuah keluarga tak pernah bertatap muka walau satu rumah. Komunikasi hanya terjalin dan tampak akrab di media sosial. Saya sendiri ragu, keberadaan media sosial ini sebenarnya menambah ikatan keluarga atau justru semakin menjauhkan keluarga satu sama lain.

Media sosial adalah laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial (KBBI V). Jadi, tidak ada informasi yang bisa disembunyikan dari media sosial. 

Kata dan kalimat yang kita tulisan dalam media sosial, tanpa kita sadari mencerminkan diri kita, sifat kita, dan seberapa bijak diri kita dalam menanggapi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat.

Ayo gunakan media sosial secara bijak!

Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam

​#day8 #menulisbebas #freewriting #paskalinamenulis #bojonegoro #rasatradisional #traditionaltaste #kampunghalaman

Pulang ke kampung halaman, yang paling ingin dilakukan adalah mengulang masa lalu dengan mencicipi rasa tradisional minuman dan makanannya.

Pulang ke Bojonegoro yang paling saya rindukan adalah makan sego pecel, minum kopi asli buatan sendiri, dan sarapan serabi.

Sego pecel mengingatkan saya pada 22 tahun yang lalu, ketika simbah saya berjualan sego pecel setiap pagi. Rasa sambal pecelnya tiada duanya. Kini Simbah telah berpulang kembali pada Sang Pencipta, resep sego pecel sudah diadopsi oleh Bulik dan Budhe. Sego pecel buatan Bulik dan Budhe juga enak, cukup untuk mengobati rindu.

Kopi hitam buatan sendiri, selalu ada hingga kini. Simbah selalu membuat kopi sendiri. Kopi disangrai dengan kuali tanah, kemudian ditumbuk sendiri hingga halus. Rasa tradisional sungguh terasa jika minum kopi ini.
Continue reading “Rasa Tradisional, Sego Pecel hingga Kopi Hitam”