Tikus gemuk tidak puas makan padi yang jatuh sisa panen petani. Tikus gemuk hendak pergi ke lumbung padi milik petani. Tikus lain sudah mengingatkan supaya tidak mendekati lumbung padi itu. Petani sudah menyembunyikan perangkap di antara tumpukan jerami. Akhirnya si tikus gemuk terperangkap jebakan yang dipasang petani.
30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita
Mengakui Kesalahan dengan Sukacita
Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.
Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.
Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.
Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.
Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.
Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis
30 Hari Menulis: Misteri Tuhan Tanggapi dengan Iman
Hari ini ada sebuah berita duka, Pastor Paroki Santo Leo Agung dipanggil Tuhan. Sebuah kabar yang tiba-tiba, mengejutkan, menimbulkan duka mendalam pada Keluarga Besar Paroki Santo Leo Agung.
Rencana Tuhan tak ada yang tahu, rencana Tuhan sungguh-sungguh misteri. Sebagai pemilik alam ini Tuhan bisa mengambil apapun yang kita miliki tanpa terkecuali. Manusia boleh berencana ini dan itu, tapi tetap Tuhan sajalah yang mampu meng-ACC atau men-Delete-nya rencana kita.
Kehilangan, air mata, dan duka mengiringi kepergian orang yang kita cintai, pasti sakit, sedih, bercampur “kekesalan” pada Tuhan. Kenapa Tuhan mengambil orang yang kita kasihi? Mengapa Tuhan tiba-tiba mengambil milik kita?
Sangat manusiawi sekali. Saya pun, dalam hati kecil saya berkata kenapa Tuhan mengambil ayah saya, kenapa Tuhan mengambil anak saya, kenapa? Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang tahu dan mengetahui yang terbaik untuk kita, bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kedukaan.
Kita harus selalu percaya, bahwa rencana Tuhan pasti baik, rencana Tuhan akan selalu indah pada waktunya. Kita tak perlu takut, keputusan Tuhan yang tiba-tiba, yang penuh misteri, tanggapi dengan kekuatan iman kita masing-masing.
“Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya”
Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis
Untuk #writingchallenge #day3 #30dayswriting #30harimenulis
30 Hari Menulis: Tujuan dan Manfaat Membaca Buku
#day1writingchallenge #writingchallenge #askalin #Indonesia #creativewriting #kreatifmenulis #ayomenulisbersama #paskalina
Tujuan dan Manfaat Membaca Buku
Membaca buku adalah salah satu suplemen kehidupan. Membaca buku apa? Tentu itulah pertanyaan selanjutnya. Apaka semua buku yang dibaca bisa menjadi suplemen. Membaca buku bisa menambah wawasan kita tentang banyak hal. Membaca buku memasak, menambah pengetahuan kita tentang memasak. Membaca buku ensiklopedia bisa menambah pengetahuan.
Setiap orang punya tujuan berbeda-beda ketika “menikmati” sebuah buku. Tujuan orang membaca buku, beberapa di antaranya:
– Untuk hiburan
Tujuan seperti ini biasanya untuk buku-buku seperti novel dan komik. Seseorang membaca buku dengan tujuan sebagai hiburan atau bisa juga disebut untuk mengisi waktu luang. Membaca buku dengan santai tanpa tekanan apapun.
– Untuk memahami isinya
Tujuan seperti i ni biasanya untuk buku-buku tentang keilmuan. Ketika seseorang sedang menimba ilmu di bangku SMA, mengharuskan mereka untuk membaca buku pelajaran berbagai mata pelajaran. Ketika seseorang ingin belajar menjadi seorang public speacker, maka dia akan mencari buku tentang public speaker dan berusaha memahami isi bukunya. Manfaat yang bisa diperolehnya adalah orang yang membaca buku tersebut akan terbantu untuk bisa menjadi seorang public speaker yang baik.
– Untuk bahan mengajar
Bagi guru atau dosen, buku adalah salah satu senjata untuk memberikan beragam ilmu dan informasi untuk siswa siswi atau mahasiswanya. Melalui buku yang dibaca, guru atau dosen bisa mentransfer hasil yang dibaca pada siswa atau mahasiswa. Manfaat membaca buku menjadi sangat luar biasa, karena dari 1 orang guru/dosen bisa menyebarkan informasi nilai, informasi pengetahuan, ke banyak siswa/siswi, mahasiswa, dan lainnya.
– Untuk meresensi buku
Tujuan orang membaca buku bisa dengan maksud untuk memberikan penilaian atau penghargaan pada sebuah buku dalam bentuk resensi buku. Dari tujuan itu, peresensi mendapat manfaat bisa mengambil nilai moral, nilai pengetahuan, atau keterampilan dari buku yang dibacanya.
Tujuan-tujuan di atas, hanya sebagian kecil saja. Setiap orang dari kita bisa saja memiliki alasan berbeda ketika membaca sebuah buku. Namun demikian, apapun tujuannya pastilah merupakan sesuatu yang positif.
Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis
Berangkat Lebih Pagi Itu Menyenangkan
Berangkat Lebih Pagi Itu Menyenangkan
Berangkat lebih pagi ke kantor itu ternyata menjadi bagian dari citra diri kita lho. Berangkat lebih pagi menjadikan kita lebih siap menjalani hari dengan baik. Berangkat lebih pagi juga menghindarkan diri dari emosi pagi hari karena kemacetan yang mendera, terutama bagi kita yang ada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Jika kita ingin berangkat lebih pagi, tentunya kita perlu merencanakan hal ini sejak malam hari. Kita akan mempersiapkan sedemikian rupa apa saja yang dibutuhkan dan harus dibereskan supaya tidak terjadi masalah jika kita berangkat lebih pagi.
Bagi Anda yang memiliki buah hati yang harus berangkat sekolah pagi-pagi, bisa ikutan berangkat pagi juga, apalagi arah kantor dan arah sekolah sang buah hati sama.

Apa keuntungan berangkat kerja lebih pagi?
(1) Tidak terburu-buru dalam melaksanakan pekerjaan. Hidup dan hari-hari kita jadi terasa lebih santai.
(2) Bisa mempersiapkan segala sesuatu secara matang, misalnya tiba-tiba mendapat tugas dari bos, tidak kelabakan karena ketika alarm masuk kantor berbunyi sudah siap di kantor.
(3) Jika mempunyai kebiasaan minum kopi pagi-pagi ketika sampai kantor, atau kebiasaan sarapan pagi di kantor, dengan berangkat lebih pagi kebiasaan itu bisa dilakukan sebelum alarm kantor berbunyi, sehingga ketika alarm atau bel berbunyi, kita siap mengerjakan tugas di kantor.
(4) Menciptakan kebiasaan baik di kantor, apalagi jika kita mempunyai bawahan/anak buah. Dengan berangkat lebih pagi, bawahan kita juga akan melakukan hal yang sama. Malu dong, bosnya saja tidak terlambat, masa bawahannya terlambat.
(5) Karakter baik yang menempel pada seseorang tidak bisa berpindah, walaupun bisa ditiru atau diikuti oranglain, karakter baik kita tidak akan berkurang. Jadi jangan takut melakukan karakter yang baik, dan ajak orang di dekat serta di sekeliling kita untuk melakukan karakter baik juga.
(6) Tidak terlambat masuk kerja. Tentu saja dengan berangkat lebih pagi, kita terbebas dari keterlambatan. Dan, tidak ada potongan karena keterlambatan dan tidak mendapat catatan negatif dari bagian personalia. Karena ada perusahan yang memberlakukan kebijakan potongan gaji jika karyawannya terlambat datang ke kantor, atau ada juga yang tidak mendapat peluang naik gaji atau naik jabatan karena sering terlambat ke kantor.
Berangkat kerja lebih pagi bagi yang sudah sering melakukan adalah sebuah kebiasaan saja, yang tidak disadari membentuk sebuah karakter baik bagi dirinya. Karena sebuah kebiasan baginya berangkat lebih pagi pagi mereka yang bekerja, bukanlah demi mendapat rekor karyawan teladan, mendapatkan bonus lebih diakhir tahun. Kebiasaan itu berjalan begitu saja. Nah, bagi kita yang belum bisa berangkat lebih pagi, coba lakukanlah… minimal tidak terlambat sampai di kantor, tidak terlambat mengantar anak ke sekolah, tidak terlambat datang ketika janjian ketemuan.
Ayo berangkat lebih pagi, untuk mengurangi stres pekerjaan, stres lalu lintas padat, stres pekerjaan bertumpuk. Dengan berangkat lebih pagi, segala sesuatu bisa disiapkan dengan lebih baik. (Askalin)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.