Bagaimana Kabut Terbentuk

bromokabut

Pernahkah kamu melihat kabut? Lalu, apa sih kabut itu? Kabut adalah kumpulan tetes-tetes air yang sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, perbedaannya, awan tidak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Biasanya kabut bisa dilihat di daerah yang dingin atau daerah yang tinggi. Kira-kira bagaimana ya kabut bisa terbentuk? Jika ingin tahu jawabannya silahkan lanjutkan membaca artikel ini selengkapnya.


kabutmutis

Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.

Continue reading “Bagaimana Kabut Terbentuk”

Resensi Buku Anak: Tari Daerah dari 33 Provinsi

tari-daerah-dr-33-pro-depanJudul: Tari Daerah dari 33 Provinsi, Penerbit: Tera for Junior, Genre: Buku anak, Penulis: Tim Tera, Tahun Terbit: 2008, Tebal: viii+204, ISBN: 978-775-041-8


Begitu banyak buku anak yang bertebaran dari toko buku. Ada buku bergenre calistung (membaca, menulis, dan berhitung), cerita adaptasi dari luar negeri (dongeng, fabel), dan ada pula genre sains untuk anak.

Di manakah buku yang mengenalkan anak pada budaya Indonesia? Padahal Indonesia memiliki kekayaan budaya yang mengagumkan, salah satunya tari daerah. Bagaimana kita mengenalkan keberadaan tari daerah kepada generasi di bawah kita? Daerah Jawa Barat memiliki tari Jaipong, Jawa Tengah memiliki tari Gambyong, dan Sulawesi Utara memiliki tari Mangengket. Continue reading “Resensi Buku Anak: Tari Daerah dari 33 Provinsi”

Resensi Buku Anak: Perjalanan Para Lobster

perjalanan-para-lobsterJudul Buku : Perjalanan Para Lobster, Penulis : Renny Yaniar, Penerbit : Pustaka Riang, Tahun terbit : 2008, Genre : Anak, Tebal : 36 halaman


Pantas sekali diucapkan profisiat pada Renny Yaniar atas penulisan buku cerita anak ini. Karena buku ini diberikan gratis untuk anak Indonesia. Tak banyak penulis yang bersedia memberikan bukunya secara gratis. Pemberian Renny Yaniar untuk membawa anak Indonesia pintar membaca patut menjadi contoh.

Buku ini bercerita tentang sekelompok lobster yang melakukan perjalanan ribuan kilometer dari Laut Utara ke Laut Selatan. Di antara kelompok lobster itu ada lobster kecil yang bernama Lobo dan Lala. Perjalanan kelompok lobster ini mengalami berbagai halangan. Kelompok lobster yang dipimpin oleh Pak Bobi menyaksikan kelompok lobster lain yang tertangkap oleh nelayan. Pak Bobi dan kelompoknya tak dapat menolong kelompok lobster itu.

Pak Bobi dan kelompoknya juga tidak berhasil menyelamatkan seekor lobster kecil yang tersesat dari kelompoknya diserang ikan besar. Setelah mengalami berbagai rintangan, akhirnya Lobo dan Lala serta para lobster pimpinan Pak Bobi lainnya berhasil sampai di Laut Selatan dengan bahagia.

Setelah buku Perjalanan Para Lobster, buku apa lagi yang akan diberikan secara gratis untuk anak Indonesia?

DONGENG: Sang Kancil dengan Buaya

Bunda, Kenapa Kulit Zebra Belang?

kancil

Pada zaman dahulu Sang Kancil merupakan binatang yang paling cerdik di dalam hutan. Banyak binatang di dalam hutan datang kepadanya untuk meminta pertolongan apabila mereka menghadapi masalah. Walaupun ia menjadi tempat tumpuan binatang-binatang di dalam hutan, tetapi ia tidak menunjukkan sikap yang sombong malah bersedia membantu kapan saja.

Suatu hari Sang Kancil berjalan-jalan di dalam hutan untuk mencari makanan. Karena makanan di sekitar kawasan kediamannya telah berkurang, Sang Kancil pergi untuk mencari di luar kawasan kediamannya. Cuaca pada hari itu, sangat panas dan terlalu lama berjalan, menyebabkan Sang Kancil kehausan. Lalu, ia berusaha mencari sungai terdekat. Setelah mengelilingi hutan akhirnya Kancil aliran sungai yang sangat jernih airnya. Tanpa membuang waktu, Sang Kancil minum sepuas-puasnya. Dinginnya air sungai itu menghilangkan rasa dahaga Sang Kancil.

crocodileKancil terus berjalan menyusuri tebing sungai. Apabila terasa capai, ia beristirahat sebentar di bawah pohon beringin yang sangat rindang. Kancil berkata di dalam hatinya “Aku mesti bersabar jika ingin mendapat makanan yang lezat-lezat.” Setelah rasa capainya hilang, Sang Kancil kembali menyusuri tebing sungai tersebut sambil memakan dedaunan kegemarannya yang terdapat di sekitarnya. Ketika tiba di satu kawasan yang agak lapang, Sang Kancil memandang kebun buah-buahan yang sedang masak ranum di seberang sungai. “Alangkah enaknya jika aku dapat menyeberangi sungai ini dan dapat menikmati buah-buahan tersebut,” pikir Sang Kancil.

20 Fabel Mancanegara Paling Dicari

Sang Kancil terus berpikir mencari akal bagaimana cara menyeberangi sungai yang sangat dalam dan deras arusnya itu. Tiba-tiba Sang Kacil memandang Sang Buaya yang sedang asyik berjemur di tebing sungai. Sudah menjadi kebiasaan buaya, apabila hari panas buaya suka berjemur untuk mendapat cahaya matahari.Tanpa berlengah-lengah lagi kancil menghampiri buaya yang sedang berjemur lalu berkata,” Hai sahabatku Sang Buaya, apa kabarmu hari ini?” Buaya yang sedang asyik menikmati cahaya matahari membuka mata dan didapati Sang Kancil yang menegurnya. Continue reading “DONGENG: Sang Kancil dengan Buaya”