Tahun Ajaran Baru 2024/2025 Hampir Tiba, Sudah Siap Masuk SD?

PDF Persiapan Masuk SD

Tidak terasa hari ini memasuki hari ketiga bulan Juni 2024. Itu artinya tahun ajaran baru akan segera tiba karena tahun ajaran 2023 2024 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Pada pertengahan bulan Juni 2024 anak-anak sekolah dasar sudah mulai libur hingga pertengahan Juli 2024.

Untuk Adik, Kakak, yang akan masuk sekolah dasar tentunya sudah mulai bersiap-siap untuk membeli peralatan sekolah baru dan sudah mencoba seragam baru. Karena biasanya saat ini yang akan masuk di SD sudah mendaftar sejak beberapa bulan lalu dan sudah diterima di sekolah dasar tertentu.

Bunda dan ayah, apakah adik atau kakak yang mau masuk SD sudah benar-benar siap masuk SD? Peralatan sekolah seperti alat tulis dan seragam bisa dipersiapkan dalam waktu 1-2 hari. Tetapi ada lho yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari untuk mendukung si adik atau si Kakak benar-benar siap duduk di bangku SD. Bukan hanya sekadar bisa membaca dan menulis serta berhitung, melainkan siap menghadapi pelajaran di SD.

Bisa membaca bukan jaminan anak siap duduk di bangku SD. Bisa menulis bukan jaminan anak mampu hadapi pelajaran di SD. Bisa berhitung bukan jaminan anak bisa memecahkan variasi soal berhitung di SD.

Yuk, ajak anak mempersiapkan diri menghadapi pelajaran di SD dengan soal-soal pada PDF di bawah ini!


PDF Persiapan Masuk SD Siap Cetak


PDF Paket Lengkap Persiapan Masuk SD (351 Soal)



100 Soal Berhitung Mantapkan Anak Masuk SD (Bilangan 1-10)



Persiapan Masuk SD 101 Soal Baca Tulis


Persiapan Masuk SD 50 Soal Pengurangan (Printable)



100 Soal Berhitung Bilangan 11-20 Makin Siap Jadi Siswa SD

Pemesanan langsung PDF

Belajar Parenting dari Film Kartun Tian Tian

Belajar Parenting dari Film Kartun Tian Tian

Parenting itu apa? Secara singkat pengertian parenting adalah:

– perilaku dan sikap orang tua dalam membesarkan anak.
– pengasuhan anak.
keterampilan mengasuh anak yang wajib dimiliki orang tua.
– pekerjaan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak.

Parenting adalah keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak. Keterampilan ini bisa dipelajari dan diketahui oleh orang tua dalam berbagai cara, seperti membaca buku parenting, bergabung dalam komunitas parenting, melihat orang tua lain yang sedang mengasuh anak, mengikuti seminar, menonton film kartun, dan masih banyak lainnya.

Sejak 3 bulan terakhir ini saya mempunyai tontonan kartun favorit terbaru, Tian Tian, yang tayang di Mentari TV setiap pukul 19.00 WIB. Sesuai judulnya, tokoh kartun ini adalah Tian Tian, anak perempuan berusia 6 tahun yang pindah dari kota ke desa bersama kedua orang tuanya.

Saya suka film kartun Tian Tian karena kartun ini menyuguhkan latar pedesaan dengan menyajikan kehidupan yang sederhana ala pedesaan. Kartun Tian Tian memberikan contoh-contoh situasi pedesaan yang masih alami dan ramah lingkungan dan mata pencaharian utama adalah bertani.

Meskipun latar pedesaan kartun ini juga menyajikan hal-hal yang modern seperti adanya internet di balai desa.
Meskipun menjadi petani, ada warga desa yang menjadi dokter membuka praktik dokter dan toko obat. Lalu, ada juga warga desa yang berwirausaha dengan membuka toko serba ada.

Kartun ini menyajikan bagaimana anak-anak bermain di pedesaan dan tidak terikat oleh gadget. Tetapi bukan berarti mereka tidak mengenalnya teknologi. Tokoh Tian Tian, yang baru pindah dari kota tentu memahami internet dan teknologi lainnya. Tetapi hal itu tidak menjadikan Tian Tian berbeda, justru Tian Tian melebur dengan anak-anak di desa, tempat tinggal barunya.

Bagi saya, kartun Tian Tian bukan sekadar kartun anak-anak melainkan kartun yang mengajarkan parenting atau pengasuhan anak untuk orang tua atau orang dewasa. Dalam kartun Tian Tian ada banyak pesan dan cara, bagaimana orang tua menghadapi tingkah polah anak-anak. Di tambah latar pedesaan, sekaligus kita sebagai orang tua bisa membandingkan gaya pengasuhan modern dan orang tua dengan gaya pengasuhan “zaman dulu” yang dilakukan tokoh Nenek pada kartun Tian Tian.

Belajar parenting dari film kartun, tidak  hanya dari film kartun Tian Tian. Film kartun anak lainnya juga bisa menjadi arena belajar menjadi “orang tua”.
Film kartun anak-anak, bukanlah tontonan anak-anak semata, melainkan tontonan keluarga (anak dan orang tua).

Pada tulisan selanjutnya, akan saya bahas lebih dalam, pengetahuan parenting dari kartun Tian Tian.

1 Juni, Hari Lahir Pancasila

Apa yang kamu ingat jika menyebut kata Pancasila?

INGAT Sila-sila Pancasila
Hari ini 1 Juni, Hari Lahir Pancasila. Hari ini pasti banyak challenge yang meminta orang untuk menyebutkan LIMA SILA PANCASILA. Biasanya, banyak orang yang tidak hafal Sila Pancasila atau ada juga yang kebalik-balik antara sila dua dan sila lima. Bagaimana dengan kamu?

Kalau saya sendiri, sering diingatkan oleh pelajaran PPKN anak saya. Setiap kali membantu anak saya persiapan penilaian PPKN, pastilah menyebut tentang salah satu sila Pancasila. Mau tidak mau, saya harus pastikan benar tidaknya sila Pancasila yang disebut anak saya.

Ada yang belum hafal? Yuk, hafalkan lagi sila Pancasila!

PANCASILA
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

INGAT Butir-butir Pancasila
Anak-anak yang duduk di SD pada tahun 80an- 90an pastilah tahu, butir-butir Pancasila. Semua anak sekolah pada zaman itu harus hafal butir-butir Pancasila. Kalau dipikir-pikir, buat apa harus dihafalkan, kan yang penting itu diamalkan dan dilakukan. Ah itu masa dulu.

Masa sekarang, saya lihat dari pelajaran PPKN anak saya, dari kelas 1 hingga kelas 3 SD begitu dekat dengan pengalaman nilai-nilai Pancasila. Baru kemarin saya menemaninya belajar untuk penilaian PPKN yang membahas tentang menghargai keberagaman yang menjadi salah satu pengamalan sila ke-3, Persatuan Indonesia. Ditambah lagi dengan P5 dalam Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di sekolah. Semoga nilai-nilai Pancasila lekat di hati anak-anak zaman now.

Apa itu P5 dalam Kurikulum Merdeka? P5 adalah kependekan untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. P5 ini bertujuan untuk membentuk pelajar Indonesia yang dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Sebagai orang tua, saya berharap nilai-nilai Pancasila ini bisa sungguh-sungguh diteladani anak, sehingga nilai-nilai Pancasila bukanlah hafalan pelajaran sekolah. Semoga para pendidik terus bersemangat mengingatkan anak-anak untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

MengINGAT-INGAT tentang Pancasila, akan sangat banyak dan panjang untuk ditulis. Saya cukupkan DUA INGATAN saja. Ingatan yang lain, pasti sudah banyak dituliskan.😊

PANCASILA jangan dihafalkan saja, harus diamalkan dan diteladani.

Cerita Ibu di Rumah: Ayo, Bacain Buku, Mah

#ceritaibu #ibudirumah #membacakanbukh #membacanyaring #ceritahariini

Kata Adek:
Ayo tidur Mah
Aku ngantuk
Ayo baca buku
Aku belum bisa baca
Ayo bacain buku, Mah

Dia pun mengambil dua buku di rak, buku bergambar dan buku kumpulan dongeng. Di bawanya buku itu ke kamar. Saya mengikutinya ke kamar.

Jadilah, pergi ke kamar, saya bacakan buku bergambar dan satu dongeng dari buku kumpulan dongeng. Lalu, dia pun tidur, tidur siang.

Buku yang diambil Adek di rak

Saya punya banyak sekali pekerjaan di rumah. Tapi saya tidak bisa menolak permintaannya. Tidak mungkin permintaan “baik” seperti itu ditolak.
Saya sudah membiasakan padanya membaca buku sebelum tidur. Kebiasaan itu sudah tertanam, saya harus konsisten. Permintaannya membacakan buku harus dipenuhi.

PR saya selanjutnya, dia ingin membaca sendiri. Saat ini dia sedang berproses mengenal huruf dan bunyi huruf. Setiap anak punya cara masing-masing dalam memahami dan mengenal huruf hingga akhirnya bisa membaca. Saya tidak bisa memaksa begitu saja mengajarinya hingga mendiktenya untuk belajar membaca. Biarlah dia berproses secara alami, saat ini.

Arisan Huruf dan Taman Alfabet (Pramembaca & Pramenulis)

Lembar Aktivitas Mobil Truk Kontruksi
Pagi hari tadi, proses pramembaca dan pramenulis saya latihkan padanya dengan mengerjakan lembar aktivitas bertema mobil truk kontruksi. Anak laki-laki bersemangat diberi gambar-gambar yang disukainya, seperti mobil-mobil kontruksi. Anak saya, Krisan pun demikian. 

Hari ini dia mencorat-coret beberapa lembar aktivitas, seperti melingkari gambar yang sama, menarik garis gambar yang sama, menarik garis gambar yang jumlahnya sama, dan menghitung jumlah gambar, dan menebalkan angka.
Aktivitas corat-coret itu dilakukan tidak lebih dari 10 menit saja. Bagi saya itu sudah sangat luar biasa. Dengan banyaknya gangguan digital seperti main game atau nonton video Youtube, mengajak anak mau mengerjakan lembar aktivitas, itu suatu perjuangan luar biasa.

TIP Anak PAUD Mau Mengerjakan Lembar Aktivitas
– Selalu sediakan worksheet (lembar aktivitas sesuai kesukaan anak, misalnya worksheet tema mobil, binatang, superhero, lego, dan sebagainya.
– Letakkan worksheet dan alat tulis di dekat mainan anak. Jadi, kapan pun bisa digunakan bersama anak.

Cari worksheet bertema mobil kontruksi?


UNDUH DI SINI

Self Reminder: Mana yang Nilainya Lebih Tinggi?

 

Self Reminder: Mana Yang Nilainya Lebih Tinggi?

Ada sebuah keluarga yang ingin memberikan sebuah bingkisan untuk keluarga sahabatnya yang sedang berbahagia.

Hampir setiap hari keluarga ini sebenarnya berkekurangan, tapi dia ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya.

Lalu apa yang harus dia lakukan. Dia mulai memikirkan apa yang mungkin bisa ditunda untuk dibeli. Beras tidak mungkin ditunda. Lauk pauk dan sayur untuk anak-anak dan keluarganya tidak mungkin ditunda. Setelah banyak yang dia pikirkan, akhirnya dibelilah suatu barang senilai Rp 96.000.

Walaupun berat baginya untuk membelikan bingkisan itu, harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa keluarganya turut berbahagia. Ya sudah akhirnya bingkisan itu dibeli dan diberikan dengan bungkusan ala kadarnya bahkan tidak menggunakan bungkusan yang seharusnya. Saat dia memberikan bingkisan itu pada sahabatnya, sebenarnya ada satu dua tiga tetes air mata tersembunyi. Tapi berusaha ditahannya demi melihat kebahagiaan sahabatnya.

Di tempat lain, ada keluarga lain juga yang ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya (orang yang sama dengan sahabat yang sedang berbahagia) Bagi keluarga ini tidak masalah, hanya soal waktu saja untuk pergi memberikan bingkisan. Mereka belum sempat untuk memberikan bingkisan. Baginya membeli bingkisan itu, ya tinggal membeli saja tidak perlu berpikir apakah beras masih ada? Apakah hari ini bisa belanja sayur? Apakah hari ini bisa memberi makan anaknya? Keluarga ini tidak perlu berpikir itu ketika ingin memberi bingkisan untuk sahabatnya. Akhirnya dia membeli bingkisan dengan seharga Rp 1.000.000.

Nah sekarang pertanyaannya, nilai barang mana yang memiliki nilai “lebih tinggi”? Apakah bingkisan seharga Rp 96.000 atau bingkisan seharga Rp 1.000.000?

Jawabannya ada pada hati kita masing-masing. Nilai sebuah barang itu bernilai atau tidak, hanya hati penerima yang bisa menilainya. Semoga tulisan ini bisa menjadi nasihat dan peringatan untuk diri sendiri yang mau membuka hati.


#SELF REMINDER #Damai #nasihatdiri #motivasi #inspirasipagi #nilai