10 Quotes untuk Orang Tua

Quotes adalah kalimat yang mengandung pesan moral, inspirasi, motivasi, atau pengajaran. Quotes ini merupakan kalimat padat yang mengandung makna yang mendalam. Quotes dapat dikutip dari tokoh terkenal, penulis, hingga pemimpin spiritual. Quotes dapat juga dari pengalaman pribadi seseorang atau penulisnya.

Di bawah ini adalah quotes untuk orang tua. Semua quotes ditulis oleh Paskalina Askalin berdasarkan pengalamannya.

(1)

Taruh ponselmu sebentar. Lihat, binar matanya saat BERMAIN denganmu, Ayah. (Paskalina Askalin)

(2)

Saat aku membaca buku, dia ikut membaca buku. Saat aku menggambar, dia ikut menggambar. Anak-anak adalah peniru ulung. (Paskalina Askalin)

(3)

Kebahagiaan terbesar anak-anak adalah bermain bersama orang tuanya. (Paskalina Askalin)

(4)

Meminta mereka berhenti bermain, sama dengan menghentikan kreativitas mereka. (Paskalina Askalin)

(5)

Bermain adalah dunia mereka. Dunia mereka runtuh saat kau menghentikan mereka bermain. (Paskalina Askalin)

(6)

Anak-anak suka bermain huruf, daripada mengerjakan lembar aktivitas. (Paskalina Askalin)

(7)

Kadang-kadang anak kita lebih mendengarkan nasihat dari orang lain ketimbang nasihat dari kita, orang tuanya. (Paskalina Askalin)

(8)

Hari ini anakku belajar. Jika meminjam, berarti harus mengembalikan. (Paskalina Askalin)

(9)

Pekerjaan bisa menunggu, tapi anakmu hanya melewati masa kecil sekali saja. Ayo, temani dia bermain! (Paskalina Askalin)

(10)

Saat melihat perilaku anak yang kurang baik, jangan buru-buru memarahi anak! Ingat-ingat, mungkin anak meniru perilaku kita, orangtuanya. (Paskalina Askalin)

 

Sepuluh quotes di atas ditulis oleh Paskalina Askalin. Mohon untuk mencantumkan nama penulisnya saat mengutip.

Manfaat Menulis untuk Melepaskan Rasa

Dalam hal apa pun, dalam situasi apa pun, satu kata yang tidak boleh terucap adalah MENYERAH.

Hari ini, pagi ini tepatnya, aku tulis kalimat itu. Padahal kalau orang tahu, aku menuliskannya, sebenarnya sudah ada ribuan kata menyerah yang menghujam di dadaku. Sudah ada jutaan kata menyerah yang menghampiriku. Tetapi aku masih ingin berusaha untuk tidak mengucapkan kata MENYERAH. 

Sebagai manusia, kita tidak selalu berada pada kondisi yang baik. Seperti ungkapan yang sering kita dengar, Hidup ini seperti roda, kadang di bawah kadang di atas. Kalau dalam KBBI disebut roda penghidupan yang artiya perputaran nasib dalam kehidupan (untung malang silih berganti). 

Kata menyerah akan menghantui saat roda penghidupan kita berada di bawah. Saat itu terjadi, kita bisa memilih untuk berhenti lalu menyerah atau maju terus lalu melanjutkan hidup. Kadang kehidupan membuat kita tidak bisa memilih dan berakhir menjalani saja. Kehidupan dan orang-orang di sekitar kita memaksa kita untuk terus maju, melangkah, dan TIDAK MENYERAH.

Ingin tidak menyerah, apa yang harus aku lakukan? Nasihati diri sendiri dengan kalimat-kalimat positif, itu yang aku lakukan. Tidak ada yang menasihatiku, tidak apa-apa. Ada banyak kata-kata yang bisa menasihati kita untuk tidak menyerah.

Kalimat quote adalah caraku menasihati diri sendiri. Di zaman media sosial ini, zaman serba mudah, aku merasa  kesulitan mendapatkan nasihat dari orang yang benar-benar tahu masalahku. Aku juga cenderung takut menceritakan masalahku pada orang lain karena takut masalah itu malah diumbar di media sosial dan jadi bahan konten. 

Jadi, aku ciptakan nasihat untuk diriku sendiri. Aku tulis sebuah kalimat quote untuk menasihati diri sendiri. Quote itu aku sebar di media sosial.

Manfaat Menulis

Inilah salah satu manfaat menulis buatku, menulis membantuku melepaskan rasa sesak di dada. Melalui tulisan berupa  kalimat quote, kalimat mutiara, atau kalimat motivasi yang positif, aku membebaskan diri dari himpitan masalahku. Apakah masalah itu lalu bisa selesai? Tidak, belum. Tapi, paling tidak, dengan menasihati diri sendiri, aku bisa tetap positif memandang kehidupan. Hingga pada akhirnya memutuskan melanjutkan kehidupan dan tidak memilih berhenti hidup.

Refleksi: Motivasi Diri dan Kebaikan

Refleksi: Motivasi Diri dan Kebaikan

Pagi ini ketika membuka mata, saya sudah harus berpikir sebuah strategi untuk menghadapi masalah yang akan terjadi hari ini. 

Setiap manusia, siapapun itu pasti punya masalah, entah itu masalah pribadi, masalah keluarga, pekerjaan, atau yang lainnya. Tapi hidup harus tetap berjalan kan, kita tidak bisa larut dalam masalah kita. 

Seperti biasa, saya selalu berusaha untuk mengubah keresahan dan kebimbangan dengan menasihati diri sendiri dalam sebuah quote ini quote-nya. 

Motivasi Diri 
Berstrategi
Berusaha
Berjuang
Selanjutnya, biarkan Tuhan yang tentukan hasilnya.

Saya nasihati diri saya sendiri. Lalu saya sebar quote itu. Semoga bisa memotivasi diri orang lain juga. 

 

Di saat hati dan pikiran sedang menata situasi dan memotivasi diri sendiri, terdengar panggilan dan ketukan di pintu rumah.

Tok, tok, tok… 
Ya
Mbak, punya daun salam?
Ya, ada
Saya pun ke dapur mengambilnya.
Ini daun salamnya.
Terima kasih

Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya bawang putih?
Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya daun bawang?
Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya jahe?

Saya selalu punya yang dibutuhkan oleh tetangga saya. Saya tidak bisa menolak untuk memberikan. Ah, hanya sekadar secuil bumbu dapur, apa salahnya untuk diberikan?

Saya hanya bisa memberi hal-hal kecil yang saya miliki. Saya juga berkekurangan sebenarnya. Saya pikir, kebaikan kecil itu lebih baik saya lakukan, daripada tidak sama sekali melakukan kebaikan. 

Akhirnya, dalam kesesakan dan juga dalam keadaan butuh pertolongan Tuhan, saya menuliskan doa pagi.

Doa Pagiku
Terima kasih, Tuhan
Pagi ini dalam kekuranganku, aku masih bisa memberi untuk orang lain.
Aku bersyukur, dalam kesesakanku, aku masih bisa menyediakan keperluan orang lain.
Biarlah aku serahkan semua ketidakberdayaanku, PadaMu.
Biarlah aku serahkan semua kebutuhanku, PadaMu
Amin

 

Sungguh-sungguh, saya butuh pertolongan saat ini. Puji Tuhan, pertolongan itu datang untuk membereskan masalah saya hari ini.

Jadi, ketika masalah datang, cobalah untuk tetap positif, kuatkan diri dengan pernyataan yang menguatkan. 

Kemudian, meskipun kita dalam keadaan “ingin ditolong”, tetap lakukan kebaikan jika masih bisa melakukan kebaikan. Kesulitan kita pastilah akan tertolong. 

Sebuah tulisan yang ditulis untuk melegakan rasa.

Self Reminder: Mana yang Nilainya Lebih Tinggi?

 

Self Reminder: Mana Yang Nilainya Lebih Tinggi?

Ada sebuah keluarga yang ingin memberikan sebuah bingkisan untuk keluarga sahabatnya yang sedang berbahagia.

Hampir setiap hari keluarga ini sebenarnya berkekurangan, tapi dia ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya.

Lalu apa yang harus dia lakukan. Dia mulai memikirkan apa yang mungkin bisa ditunda untuk dibeli. Beras tidak mungkin ditunda. Lauk pauk dan sayur untuk anak-anak dan keluarganya tidak mungkin ditunda. Setelah banyak yang dia pikirkan, akhirnya dibelilah suatu barang senilai Rp 96.000.

Walaupun berat baginya untuk membelikan bingkisan itu, harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa keluarganya turut berbahagia. Ya sudah akhirnya bingkisan itu dibeli dan diberikan dengan bungkusan ala kadarnya bahkan tidak menggunakan bungkusan yang seharusnya. Saat dia memberikan bingkisan itu pada sahabatnya, sebenarnya ada satu dua tiga tetes air mata tersembunyi. Tapi berusaha ditahannya demi melihat kebahagiaan sahabatnya.

Di tempat lain, ada keluarga lain juga yang ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya (orang yang sama dengan sahabat yang sedang berbahagia) Bagi keluarga ini tidak masalah, hanya soal waktu saja untuk pergi memberikan bingkisan. Mereka belum sempat untuk memberikan bingkisan. Baginya membeli bingkisan itu, ya tinggal membeli saja tidak perlu berpikir apakah beras masih ada? Apakah hari ini bisa belanja sayur? Apakah hari ini bisa memberi makan anaknya? Keluarga ini tidak perlu berpikir itu ketika ingin memberi bingkisan untuk sahabatnya. Akhirnya dia membeli bingkisan dengan seharga Rp 1.000.000.

Nah sekarang pertanyaannya, nilai barang mana yang memiliki nilai “lebih tinggi”? Apakah bingkisan seharga Rp 96.000 atau bingkisan seharga Rp 1.000.000?

Jawabannya ada pada hati kita masing-masing. Nilai sebuah barang itu bernilai atau tidak, hanya hati penerima yang bisa menilainya. Semoga tulisan ini bisa menjadi nasihat dan peringatan untuk diri sendiri yang mau membuka hati.


#SELF REMINDER #Damai #nasihatdiri #motivasi #inspirasipagi #nilai