PDF Lembar Aktivitas PAUD Mengasah Kecerdasan

PDF Lembar Aktvitas PAUD Mengasah Kecerdasan ini barus saja rilis hari ini, Selasa, 30 April 2024 di platform tiptip.co.

Lembar Aktivitas PAUD ini mengajak anak bermain bersama buah dan sayur. Bahan bermain (materi) yang ada dalam lembar akitvitas PAUD ini adalah

  • Mengidentifikasi Gambar
  • Banyak – Sedikit
  • Berhitung 1 – 5
  • Besar Kecil
  • Mewarnai Gambar

UNDUH LEMBAR AKTIVITAS PAUD

UNDUH Lembar Aktivitas PAUD Mengasah Kecerdasan (Buah dan Sayur)

Panduan Menggunakan Lembar Aktivitas

  • Terima kasih sudah mengunduh lembar aktivitas ini.
  • Lembar aktivitas ini diperuntuk untuk anak usia dini (PAUD) mengasah kecerdasan.
  • Ajak anak mengerjakan lembar aktivitas saat hatinya sedang senang. Hindari memaksa anak mengerjakan lembar aktivitas.
  • Saat sedang bermain, orangtua atau pendamping dapat menyisipkan aktivitas mengerjakan lembar aktivitas ini.
  • Anak dapat mengerjakan lembar aktivitas ini dari halaman mana saja. Orang tua atau pendamping dapat meminta anak memilih lembar aktivitas yang ingin dikerjakannya.
  • Selesai mengerjakan lembar aktivitas, berikan apresiasi berupa gambar bintang pada bagian bawah lembar aktivitas.

UNDUH LEMBAR AKTIVITAS PAUD LAINNYA 

 

FOLLOW   PASKALINA ASKALIN

Resensi Buku: Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1

#resensibuku #reviewbook #tokojajananajaib #zenitendo #nyonyabeniko #penerbitpop #imprintkpg #bukubaru #kumpulancerita #resensipaskalina

Kemalangan berubah jadi kebahagiaan. Kebahagiaan berubah jadi kemalangan.  Zenitendo memilih pembeli. Jika pembeli menjadi bahagia, Zenitendo-lah yang menang. Jika pembeli mengalami nasib malang, Zenitendo-lah yang kalah.

Nyonya Beniko, Pemilik Toko Jajanan Ajaib, Zenitendo

Minggu lalu, minggu pertama di bulan April saya melihat sekilas kover buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1. Entah mengapa saya langsung ingin membeli buku ini dan ingin membacanya. Mungkin, Nyonya Beniko, pemilik toko Zenitendo itu memiliki aura mistis yang mampu membuat siapa saja menatapnya langsung mampir ke tokonya atau beli bukunya. Ih kok jadi serem…

Aura Nyonya Beniko pada kover itu pun mengenai saya hingga membuat saya langsung membeli buku ini, mungkin hehehe.

Kemarin saya menyelesaikan membaca buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1. Jadi ingin membaca buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 2, semoga terbeli bulan depan. Semoga.

Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 adalah adalah buku pertama di tahun 2024 yang saya baca hingga selesai. Saya memang mentarget bawa buku ini harus selesai saya baca secepatnya kenapa karena saya ingin anak saya ikut membaca buku ini usia anak saya masih 9 tahun tapi menurut saya ketika sudah selesai membaca buku ini anak usia SD bisa membaca buku ini semua isinya aman untuk dibaca oleh anak usia SD.

Awalnya saya mengira buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo adalah sebuah novel. Saya keliru. Ternyata buku ini berisi beberapa cerita. Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo adalah kumpulan cerita.

Dalam buku ini ada 6 cerita yang masing-masing memiliki keunikan, makna, dan akhir cerita yang berbeda-beda. Keenam cerita itu meliputi Permen Jeli Putri Duyung, Biskuit Binatang Buas, Es Berhantu, Pancing Kue Ikan, Cokelat Karisma, dan Pohon Pemasak.

Nyonya Beniko, pemilik toko jajanan ajaib Zenitendo, secara ajaib menuntun seseorang yang sedang “galau”, bermasalah, sedih, dan frustasi untuk datang berkunjung ke tokonya. Kemudian  memberikan jajanan ajaib dengan harga yang sesuai.

Cerita Permen Jeli Putri Duyung mengisahkan tentang anak perempuan 11 tahun bernama Mayumi. Mayumi sedang murung karena besok adalah pelajaran olahraga renang di sekolahnya. Mayumi tidak bisa berenang. Mayumi ingin besok tidak masuk sekolah saja. Dia berangan-angan bisa renang atau setidaknya tidak takut air.

Dengan berbagai pikiran itu Mayumi melangkah gontai dalam perjalanan pulang sekolah. Tiba-tiba, ia merasa dipanggil oleh seseorang. Mayumi pun mengangkat wajahnya. 

Mayumi berada di sebuah jalan pertokoan antara sekolah dan rumahnya. Selain karena itu jalan pintas ia juga suka suasana riang di sana. Karena itu, ia selalu melewati jalan tersebut. Ia sudah kenal setiap toko yang berderet di sepanjang jalan. Atau begitulah seharusnya.

Akan tetapi Mayumi menemukan sebuah toko yang belum pernah dilihatnya. Di ujung gang yang agak sempit di antara toko kroket dan toko makanan kering tampak sebuah toko jajanan. (hlm. 4)

Sampailah Mayumi di toko jajanan ajaib Zenitendo. Mayumi tertarik untuk memasuki toko itu. Jajanan-jajanan di toko itu seakan memancarkan aura “lain”, seolah menyembunyikan kekuatan istimewa baginya.

Setelah diamati baik-baik, nama-nama makanan yang dijual di situ bahkan juga agak aneh. Permen Mata Kucing, Cintailah Sampai Tulang: Permen Soda Kalsium Bentuk Tulang Permen Karamel Bekal Serdadu, Jus Koktail Kegelapan, Permen Karet Siluman, Cokelat Koin Perak, Kue Mochi Maneki-Neko, Gulali Warna Pelangi, Agar-agar Hantu Gemetar, Stik Tak Boleh, Permen Cangkang Kura-kura, Kaleng Tamasya, Bakpao Telur Walet, Keripik Kelelawar, dan masih ada lagi. (hlm. 6)

Bagi anak perempuan berusia 11 tahun di manapun, di seluruh ujung dunia manapun, masa usia yang penuh rasa ingin tahu, membaca nama-nama jajanan seperti di atas pastilah akan  tertarik untuk melihat dan membelinya. Begitu juga dengan Mayumi, dia semakin terdorong masuk ke toko  jajanan ajaib  Zenitendo.

Kegalauan Mayumi tentang pelajaran renang seakan “pecah”. Apalagi disambut oleh Nyonya Beniko, pemilik toko jajanan ajaib Zenitendo.

“Selamat datang di Zenitendo, toko yang hanya dapat ditemukan oleh orang beruntung yang sedang mencari keberuntungan. Permintaan pengunjung yang beruntung pasti akan Beniko ini kabulkan.”

Mendapat sambutan seperti itu membuat Mayumi heran sekaligus senang. Karena saat itu dia juga sedang mempunyai keinginan yang tidak mungkin dapat diwujudkan dengan cepat. Ketika ditanya tentang keinginannya Mayumi langsung menjawab dengan mantap, “Aku ingin bisa berenang.”

Mendengar jawaban Mayumi, Beniko mengambil kotak seukuran kotak pensil dari rak jajanan. Pada kotak itu tertera tulisan Permen Jeli Putri Duyung. Energi ajaib pada jajanan itu seakan sudah menghipnotis Mayumi. Dia sangat menginginkan kotak itu, apapun caranya.

Mayumi mendapatkan kotak Permen Jeli Putri Duyung dengan harga 10 yen. Mayumi mendekap dan membawanya pulang dengan bahagia.

Apakah Mayumi mendapatkan keinginannya? Apakah Mayumi akhirnya bisa berenang? Keajaiban apa saja yang ditemukan Mayumi pada kotak Permen Jeli Putri Duyung? Mayumi mungkin bisa wujudkan keinginannya jika membaca baik-baik kertas petunjuk pada kotak. 

Untuk bisa mengetahui akhir dari kisah Mayumi ini, Sahabat Pembaca harus baca buku ini. Akhir cerita Permen Jeli Putri Duyung ini dipenuhi ketegangan yang berakhir menarik. Sahabat pembaca, harus baca! 🤗

***

Buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 ini bukan sekadar cerita fantasi atau misteri. Menurut saya cerita dalam buku ini memiliki banyak pesan bermakna bagi pembacanya. Jadi buku ini saya rekomendasikan untuk dibaca oleh pembaca semua usia, baik  anak-anak, remaja, maupun dewasa.

Beberapa pesan bermakna itu, misalnya sebelum memakan atau menggunakan jajanan ajaib baca petunjuknya dengan saksama supaya apa yang diharapkan dapat tercapai. Saya rasa hal ini sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita sering tergesa-gesa mengonsumsi atau menggunakan suatu barang tanpa membaca petunjuknya terlebih dahulu. Ketika terjadi kesalahan barulah kita sadar kesalahan kita dan menyesal. Mengapa kita tidak membaca petunjuknya terlebih dahulu?

Toko jajanan ajaib hanya bisa dikunjungi satu kali oleh setiap orang sesuai keinginan Nyonya Beniko. Tidak bisa membeli jajanan ajaib untuk kedua kalinya. Keberhasilan dan kelanggengan hasilnya tergantung pada si pembeli jajanan ajaib.

Jajanan ajaib mampu mewujudkan keinginan seseorang. Tetapi ketika keinginan itu telah terwujud, tetaplah “membumi” artinya tetap rendah hati dan tidak sombong. Jika terjadi sebaliknya, harus siap kembali seperti semula, seperti saat sebelum mendapatkan jajanan ajaib dari toko jajanan ajaib Zenitendo.

Apakah dalam cerita buku Toko Jajanan Ajaib Zenitendo 1 ada cerita hantu? Ada. Saya tergesa membacanya, takut😆. 

Cerita ketiga berjudul Es Berhantu. Pasti ada hantu-hantunya, saya agak seram mengisahkannya. Yuk langsung baca buku ini, Sahabat Pembaca! Meski ada hantu, tetap masih aman dibaca oleh usia anak. 

Ditulis oleh Paskalina Askalin 

Data Buku

Judul: Toko Jajanan Ajaib, Zenitendo 1

Penulis: Reiko Hiroshima

Ilustrator: Jyajya

Penerbit: Penerbit POP, Imprint KPG

Cetakan: keempat, 2024

Harga: Rp 70.000

Tantangan Orang tua Saat Membacakan Buku untuk Anak

Tantangan Orang tua Saat Membacakan Buku untuk Anak

MEMBACAKAN BUKU bermanfaat untuk anak. Membacakan buku bisa cukup MELELAHKAN bagi orang tua. TAPI rasa lelah itu akan terbayar dengan KEAJAIBAN yang terjadi kemudian. – Paskalina Askalin –

Membacakan buku untuk anak adalah sebuah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Tetapi untuk melakukan aktivitas membacakan buku ada banyak sekali tantangan. Bukan hanya tantangan dari si anak itu sendiri melainkan dari orang tuanya atau yang membacakan buku.

Bagi saya sendiri membacakan buku untuk anak, paling sering saya lakukan sebelum tidur. Membacakan buku sebelum tidur itu tantangannya berat buat orang tua yang sudah penuh dengan aktivitas seharian dan butuh segera merebahkan diri dan terpejam. Apalagi jika si anak sudah ketagihan dibacakan buku. Itu tantangannya lebih besar lagi. Tidak baik jika orang tua membiarkan anak merengut sebelum tidur karena tidak dibacakan buku sesuai keinginannya. Jadi walaupun dalam kelelahan kantuk yang berat membacakan buku untuk anak tetap harus dilakukan oleh orang tua, apalagi jika anaknya meminta.

Tip supaya anak tidak kebablasan minta dibacakan buku terus-menerus, lakukan kesepakatan sebelum membacakan buku. Misalnya, sepakat akan membaca 3 buku bergambar atau 3 cerita dari sebuah kumpulan cerita. Dengan adanya kesepakatan ini diharapkan orang tua tidak sampai merasa lelah membacakan buku.

Anak yang sudah merasa ketagihan dibacakan buku pasti akan meminta dibacakan buku sebelum tidur baik itu sebelum tidur malam maupun sebelum tidur siang. Hal ini sesuai dengan pengalaman yang saya alami sendiri. Si kakak yang saat ini sudah berusia 9 tahun, sejak dalam kandungan sampai usia 6 tahun masih suka dibacakan buku. Tidak hanya buku cetak tetapi juga buku digital. Tidak tanggung-tanggung si Kakak bisa meminta dibacakan 10 buku. Jika sudah demikian, maka saya berharap saat buku ketiga atau keempat yang saya bacakan, Si Kakak sudah tertidur pulas. 😂

Baca: Ketagihan Dibacakan Dongeng Sebelum Tidur

Selain kelelahan, tantangan terbesar orang tua saat membacakan buku untuk anak adalah bosan. Kenapa bosan? Karena buku yang dibacakan sama dan itu bisa terjadi selama 1 bulan bisa lebih. Karena tertariknya pada sebuah buku anak bisa meminta mengulang-ulang terus dibacakan buku tersebut.

Si Kakak, ketika itu meminta dibacakan buku yang sama setiap hari, dengan membaca nyaring, dan tidak boleh ada yang terlewat. Saking seringnya dibacakan, hilang satu kata saja, si Kakak bisa tahu.😆

Berulang kali dibacakan buku yang sama, membuat si Kakak mengingat semua kata hingga kalimat dalam buku yang dibacakan. Hal itu membuatnya bisa menceritakan isi buku dengan seakan-akan dia bisa membaca buku.
Lihat videonya di sini 👇

Membaca buku sendiri (menceritakan isi buku)

Rasa lelah dan rasa bosan merupakan tantangan yang akan terus dihadapi. Keajaiban akan terjadi, saat tanpa kita sadari, keseringan dibacakan buku menjadikan anak kita bisa membaca begitu saja. Anak bisa membaca buku tanpa mengeja, tanpa kursus, itu keajaiban yang saya alami pada si Kakak. Tepat ketika dia masuk SD, si Kakak bisa membaca dengan lancar.
Yuk, orang tua, sediakan waktu walau hanya 5 menit, membacakan buku untuk anak!

Rekomendasi Buku Dongeng yang Super Singkat👇

BUKU TERIMA KASIH, OTTA!

Resensi Buku: Yang Unik dan Menarik dari Buku Terima Kasih, Otta!

Review Buku: Yang Unik dan Menarik dari Buku Terima Kasih, Otta!

Buku Terima Kasih, Otta! berisi 10 dongeng anak tentang kebaikan. Nilai kebaikan selalu menarik untuk diangkat menjadi tema sebuah cerita. Kebaikan itu sifatnya universal, siapa pun, apa pun, bisa memberikan kebaikan untuk lingkungan sekitarnya.

Dongeng pertama berjudul “Sayur! Sayur! Siapa Beli?” mengisahkan tentang Bengi dan Danil yang membantu Kakek Beki menjual sayuran. Bengi dan Danil tergerak hati membantu karena melihat tidak ada satupun yang membeli sayuran Kakek Beki. Akhirnya dengan bantuan Bengi dan Danil sayuran yang Kakek Beki habis terjual.

Ada keunikan dari dongeng “Sayur! Sayur! Siapa Beli?” yaitu mengangkat kearifan lokal pasar terapung. Mungkin akan lebih baik jika diberi penjelasan tentang pasar terapung sehingga ketika orang tua membacakan dongeng dapat sekaligus memberikan pengetahuan pada anak.

Dalam salah satu dongeng ada yang memasukkan unsur permainan tradisional atau mainan tradisional. Dongeng ini menjadi menarik selain memberikan pesan kebaikan juga memberikan pengetahuan atau mengenalkan pada anak tentang permainan atau mainan tradisional.

Baca juga: Resensi Buku Toko Jajajan Ajaib Zenitendo 1

Dongengnya berjudul “Mainan Rusak Ombi”. Dongeng ini mengisahkan tentang mainan milik Ombi yang terbuat dari kulit semangka rusak. Hal itu membuat Ombi sangat sedih. Kemudian Ruru dan Zea, teman Ombi, mengajak Ombi membuat mainan dari pelepah daun pisang. Mereka membuat mainan kuda-kudaan dari pelepah daun pisang.

Jika memiliki pohon pisang di sekitar rumah, usai membacakan buku ini orang tua dapat mengajak anaknya membuat kuda-kudaan seperti dalam dongeng. Hal ini dapat menambah ketertarikan anak pada buku dan bonding orang tua-anak.

Yuk, Mengobrol! bagian untuk bahan diskusi/tanya jawab usai membaca dongeng

Satu lagi yang menarik dari buku dongeng Terima Kasih, Otta!. Setiap dongeng diakhiri dengan dua pertanyaan yang bisa digunakan oleh orang tua untuk berdiskusi dengan anak. Bagian diskusi atau tanya jawab tentang dongeng ini sebenarnya yang paling penting dalam proses membacakan buku untuk anak. Melalui tanya jawab ini dapat menciptakan bonding antara orang tua dan anak. Selain itu juga dapat menanamkan nilai-nilai karakter.

Baca juga: Ketagihan Baca Cerita dari Let’s Read

Buku Terima Kasih, Otta! saya rekomendasikan untuk orang tua yang mempunyai sedikit waktu untuk membacakan buku untuk anak-anak. Orang tua yang terlalu lelah dengan rutinitas aktivitas keseharian, juga saya rekomendasikan membacakan buku Terima Kasih, Otta!. Kenapa? Saya rekomendasikan buku Terima Kasih, Otta! karena 10 dongeng dalam buku Terima Kasih, Otta! ceritanya singkat dan padat. Setiap dongeng terdiri atas 5 halaman, sehingga tidak butuh waktu untuk membacakan setiap  dongengnya.  Orang tua dapat lebih banyak melakukan tanya jawab setelah membacakan dongeng menggunakan pertanyaan yang ada atau pertanyaan yang menyesuaikan kondisi atau pengalaman yang dialami anak.

Membacakan buku bermanfaat buat anak. Membacakan buku bisa cukup melelahkan bagi orang tua. Tapi rasa lelah itu akan terbayar dengan keajaiban yang terjadi kemudian. – Paskalina Askalin –

Membacakan buku bermanfaat buat anak. Membacakan buku bisa cukup melelahkan bagi orang tua. Tapi rasa lelah itu akan terbayar dengan keajaiban yang terjadi kemudian.

Paskalina Askalin

Data Buku
Judul: Terima Kasih, Otta!
Penulis: Wylvera W., dkk
Ilustrator: Rifqah Mufidah
Penerbit: PT Bentang Pustaka
Cetakan Pertama, Februari 2024
Harga: Rp 54.000
Beli Buku Terima Kasih, Otta!