Persiapan Masuk TK: Perlukah Bisa Calistung?

Saya terkejut melihat fakta bahwa orang tua memasukkan anaknya ke bimbingan belajar calistung di usia 3 tahun. Bukannya persiapan calistung itu untuk anak masuk sekolah dasar? Kenapa banyak orang tua “memaksa” anak bisa calistung sebelum masuk TK?

Peraturan pemerintah mengharuskan calistung tidak diajarkan di TK atau PAUD. Calistung boleh dikenalkan pada anak TK atau PAUD, tetapi dengan cara menyenangkan.

Tapi, faktanya orang tua dan guru tetap saja mengajarkan anaknya calistung sebagai persiapan anak masuk SD. Bahkan, jika di sekolah anak belum bisa calistung, orang tua memberikan les calistung untuk anaknya.

Pada akhirnya tergantung orang tua, apakah akan mengajarkan calistung sejak usia dini atau tidak? Yang perlu menjadi catatan orang tua adalah kenalkan dan ajarkan calistung secara menyenangkan.

Sebelum masuk sekolah TK, ajak anak bermain dengan lembar aktivitas di bawah ini. (klik link untuk mengunduh/download)

PDF LEMBAR AKTIVITAS PAUD
Worksheet Mengenal Angka 1-10 Seri 1 Persiapan Masuk Sekolah TK/PAUD

WORKSHEET MEWARNAI BERBAGAI TEMA

UNDUH Tema hewan

UNDUH Tema buah sayur

UNDUH Tema rumahku

UNDUH Tema kendaraan

Paket Bundling Worksheet Mewarnai Seri 1234 (4 seri/tema)

Ibu Penulis, Ibu Hebat

Menjadi seorang ibu penulis itu sungguh luar biasa. Apalagi masih dihadapkan pada berbagai kemalangan hidup, misalnya harus menjadi single mom atau harus menghadapi penyakit. Tapi meskipun dihadapkan pada berbagai kemalangan, ibu penulis tetaplah seorang ibu. Dia tetap memprioritaskan anak dan keluarganya, setelah itu melakoni dunianya sebagai penulis.

Kebutuhan untuk menulis setelah menjadi rasa nyeri yang amat nyata seperti kebutuhan untuk disentuh oleh orang yang kita cintai.

Buku Chicken Soup for the Soul Ibu Hebat 101 Kisah tentang Para Ibu yang Bekerja dari Rumah adalah sebuah buku yang merangkum kisah para ibu hebat yang bekerja dari rumah dengan berbagai profesi dan latar belakang keadaan yang menuliskan kisahnya yang luar biasa. Salah satu profesi itu adalah ibu penulis.

Dari kebanyakan kisah ibu penulis, mereka memutuskan untuk bekerja dari rumah dan keluar dari zona nyaman pekerjaannya. Keputusan yang mereka ambil tentunya tidak tanpa risiko. Ada banyak tantangan yang dihadapi oleh para ibu ini.

Karena saya seorang ibu penulis juga, saya ingin membagikan kutipan beberapa kisah ibu penulis dari buku Chicken Soup for the Soul Ibu Hebat 101 Kisah tentang Para Ibu yang Bekerja dari Rumah ini. Semoga kutipan-kutipan ini membawa semangat untuk mereka yang memutuskan menjadi ibu di rumah dan ibu penulis.

(1)
Aku mencoba menulis setiap hari. Dimulai dari satu kata, satu saat tenang ketika anak-anakku yang kecil tidur siang atau istirahat, sementara anak-anak lainnya menjaga mereka atau ketika mereka semua sedang sibuk. Jika aku mencoba menulis saat seorang balita duduk di pangkuanku, dialah yang menulis bukan aku. (Hlm. 178)

(2)
Aku menatap komputer, seharusnya memikirkan plot dan penokohan novel baruku. Kudapati bahwa aku malah mempertimbangkan apakah besok akan menjadi hari Kyle mengucapkan kata pertamanya dengan lantang, atau waktunya Sammy bisa duduk sendiri. Aku mencoba menggiring kembali pikiranku ke hal yang sedang kutangani sekarang. Namun aku mendapati diriku kembali memikirkan anak-anakku, karakter yang telah menguasai kisah hidupku sendiri dan memberinya kejutan-kejutan yang jauh lebih asing dan lebih manis dari kisah fiksi manapun. (Hlm. 216)

(3)
Menurut anak-anakku, ibu-ibu penulis seringkali kaku, selalu merebutkan catatan membaca, dan tata bahasa, dan bagaimana bercerita dengan memakai bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian akhir. Ibu yang penulis seringkali memberi saran yang buruk, misalnya klub buku ibu /anak. Atau pelatihan menulis. (Hlm. 221)

(4)
Sepertinya buku-buku itu bisa tahu bahwa aku utamanya adalah seorang ibu dan tidak menjalani hidup seperti yang kubayangkan ketika aku menyelesaikan gelar doktorku. Kuletakkan kembali buku itu di atas rak, jemariku tetap berada di atas huruf-huruf timbul pada punggung buku itu. Aku pulang ke rumah untuk mengantarkan anakku tidur siang, mencoba menulis di antara jeda waktu tidurnya.

Kebutuhan untuk menulis setelah menjadi rasa nyeri yang amat nyata seperti kebutuhan untuk disentuh oleh orang yang kita cintai. Setelah Sarah lahir dan aku meninggalkan pekerjaanku yang sebenarnya sebagai seorang profesor, tadinya kupikir aku akan kehilangan arah, tidak tahu siapa diriku atau apa yang akan kulakukan. Bagaimana jika aku bukan Dr. Hudock? Daripada aku terus berpikir seperti itu, aku mengisi lembar demi lembar jurnalku, terkadang aku menulis diterangi cahaya redup lampu tidur kami, dengan putriku yang tidur di sampingku. Ketika bayi perempuanku tertidur di mobil sama aku berkendara ke Berkeley Marina atau Point Isabel dan memarkir kendaraanku di dekat perairan sehingga aku dapat memandang ke teluk sambil menulis habis-habisan hingga saatnya bayiku bangun. Aku menulis dengan semua hasrat akan kata-kata yang telah kurasakan sejak aku masih kanak-kanak dengan ketidaktahuan yang sama seperti yang orang yang baru mengenal bahasa titik aku yang kekanak-kanakan mulai berubah, dan tumbuh dewasa. (Hlm. 227-228)

(5)
Aku bekerja karena hal itu membantuku menjadi manusia seutuhnya sebisaku, dan sejujurnya, karena bekerja membuatku menjadi Ibu yang lebih baik. Karena aku menjadi ibu yang lebih baik bila aku memiliki waktu untuk diriku sendiri. Aku menjadi ibu yang lebih baik bila aku terangsang secara emosional, mental, dan spiritual. Aku menjadi ibu yang lebih baik bila aku memiliki waktu istirahat untuk mengingat siapakah diriku sebelum makhluk-makhluk kecil ini mengambil alih hidupku.

Aku selalu selesai di waktu makan siang, dan selain perjalanan aneh ke perpustakaan ini aku selalu ada di rumah ketika anak-anak turun dari bus dan menjadi “Mom” selama sisa hari yang ada. Inilah keseimbangan sempurna dan aku suka sekali bahwa aku diartikan lebih dari sekadar ibu. Menjadi ibu adalah sebuah anugerah dan kebahagiaan, tetapi diriku bukan hanya itu saja. Aku adalah istri, teman, penulis, penulis blog, seniman, koki, tukang kebun, dokter anak amatir dengan spesialisasi keluhan kulit, dan seorang penasihat. (Hlm. 256-257)

(6)
Aku tidak melepaskan satupun impianku. Dua minggu setelah putraku David lahir, bukuku terbit. Aku merasa seperti melahirkan dua anak pada tahun itu titik-titik sukacita dan kepuasan yang kurasa tak dapat terlukiskan oleh kata-kata.
Aku memilih memberi ASI pada semua anakku, yang berarti aku sering bangun malam hari dan tidak banyak tenaga untuk berpikir atau bekerja. Namun, aku harus kembali bekerja klienku menunggu dan bukuku perlu perhatian. (Hlm. 274)

Sebuah Puisi: Peringatan untuk Sahabatku

#MenulisPagi #SebuahPuisi #PaskalinaAskalin

Saat pagi menjelang, keinginan menulis datang tanpa bisa dibendung. Jika sudah begini, saya harus menulis. Saya harus tuliskan apa yang ingin ditulis.

“Saat aku ingin menulis, ya aku menulis saja. Kalau tidak ditulis, jadi ganjalan seharian. Rasanya seperti tersedak terus-menerus.” ~ Paskalina Askalin

Ketika keinginan menulis datang, saya tak bisa menolak, harus dituliskan supaya rasa hati menjadi nyaman. Walaupun karena menulis, ada yang ditunda. Tak apalah, yang penting semua pekerjaan lain tetap terkendali.

“Saat INGIN MENULIS, menulis saja, supaya rasamu terlepas, bebanmu terempas.” ~Paskalina Askalin

Pagi ini pun saya ingin menulis. Saya ingin menulis sebuah peringatan, ingatan, nasihat, ah atau apa pun namanya, dalam bentuk SEBUAH PUISI. Bagi saya namanya ini puisi, bagimu itu apa, terserah mau dibilang apa, tulisan apa.

Semoga puisi ini bisa menjadi SELF REMINDER buat siapa saja yang membacanya. Semoga😀

Peringatan untuk Sahabatku
(Ditulis oleh Paskalina Askalin)

Awal tahun yang ngeri
Bulan Januari penuh tragedi
Tragedi alam
Tragedi ulah manusia
Tragedi kelalaian
Tragedi dan tragedi

Sahabatku,
Waspadalah, waspadalah
Bumi ini tidak sedang baik-baik saja
Negeri ini tidak sedang baik-baik saja
Setiap hari selalu ada tragedi
Begitu kata berita yang kulihat di tv streaming
Waspadalah, Sahabatku
Waspadalah

Bumi berguncang
Tanah pun bergerak
Langit mencurahkan airnya
Patut kita syukuri
Tetapi juga harus diwaspadai
Tanah bisa menimbunmu seketika
Air bisa menghanyutkanmu tanpa ampun
Waspadalah, Sahabatku
Waspadalah

Kalender tanggal merah
Senin Selasa Rabu
Ada tiga hari
Hore libur panjang
Bersenang-senanglah menuju liburan
Tapi tetap ingat, Sahabatku
Tiga kata kunci untukmu:
WASPADA, SABAR, MENGALAH
Saat berkendara, selalu waspada
Saat berkemudi, selalu sabar
Saat di jalan raya, selalu mengalah
Manusia sekarang berbeda
Tidak hanya tinggi hati
Tetapi… Manusia sekarang
Tinggi emosi
Tinggi amarah
Hanya sabar dan mengalah
Lawan emosi dan amarah
Perjalanan lancar
Liburan bergembira
Selamat liburan, Sahabatku
Tetap waspadalah

Pantai yang indah
Pegunungan berbukit yang sejuk
Sungguh dambaan tempat liburan
Ingat, bumi tidak sedang baik-baik saja
Tanah bisa bergerak kapan saja
Waspadalah, Sahabatku
Jika bisa, Sahabatku
Jauhi berada di bawah bukit-bukit
Jauhi jalur pegunungan yang mendaki
Apalagi ditambah hujan mengguyur
Selalu waspada, Sahabatku
Tanah longsor, banjir bandang
Jadi berita tiap hari, Sahabatku

Pantai yang indah punya ombak jahat
Pastikan kau aman dari ombak jahat
Amankan dirimu dan keluargamu
Menikmati pantai tidak harus berenang
Nikmati pantai bersama ikan bakar
Mungkin lebih menyenangkan
Nikmati pantai sambil bermain pasir
Bercanda seru dengan anak
Bercerita bersama pasangan
Tetap waspada lingkungan sekitar
Ikuti arahan petugas terkait
Waspadalah, Sahabatku
Waspadalah

Sahabatku,
Begitu banyak peringatanku
Hanya peringatan untuk diingat
Jika mau kau baca
Aku pun tahu
Bencana apa pun bisa terjadi di mana saja
Saat sedang minum kopi di kedai
Saat karoke di kafe
Saat duduk-duduk di teras rumah
Berlibur di LA
Di mana pun, tragedi dan bencana bisa terjadi
Manusia hanya bisa berdoa dan berpasrah pada Sang Pencipta Pemilik Alam Semesta
Manusia hanya bisa bermohon perlindungan pada yang Maha Kuasa
Semoga, Sahabatku semuanya
Selalu dalam lindungan Tuhan
Di mana pun berada.
Amin.

Selalu waspada, Sahabatku
Waspadalah

Depok, 27 Januari 2025, 06.00 am

 

Cara Berjualan di LYNK

Saat ini banyak konten kreator yang mempromosikan berjualan di Lynk berbagai kelas ditawarkan mulai dari kelas bercuan untuk ibu rumah tangga hingga mahasiswa. Kelas-kelas bercuan itu memberikan berbagai informasi mulai dari pengenalan produk jualan hingga cara menjualnya dan bisa mendapat penghasilan jutaan hingga ratusan juta.
Apakah benar jualan di lynk bisa berpenghasilan hingga ratusan juta? Jawabannya adalah Bisa. Jika ada kemauan, jualan di manapun bisa menghasilkan jutaan rupiah.

Mengenal Lynk. id
Di Instragram dan Thread, banyak orang “memamerkan” hasil cuan dari Lynk. Melihat cuan jutaan yang diperoleh, pastilah membuat kita ingin juga memperoleh hasil seperti itu. Saya pun ingin mendapatkan cuan dari Lynk.
Peluang cuan di Lynk ini kan sebenarnya salah satu dari sekian banyak bisnis digital yang ditawarkan. Bisa jadi berbisnis bersama dengan Lynk adalah flatform jualan yang kita cari selama ini. Tetapi ada kemungkinan juga, tidak cocok untukmu. Oleh karena itu, sebelum mengikuti kelas-kelas berbayar untuk mempelajari bisnis bersama Lynk.id, pelajari terlebih dahulu secara mandiri.
Mengenali terlebih dahulu Lynk akan mempermudah kita untuk belajar ketika mengikut kelas.

Apa yang bisa dijual di Lynk. id?
Di Lynk kita bisa berjualan berbagai produk. Di Lynk kita bisa jualan produk digital, produk fisik, produk jasa, seminar, webinar, kelas bisnis, kelas menulis, dan masih banyak lagi. Langsung saja buat akun atau kunjungi contoh akun jualan ini
👇🏻👇🏻
Usaha Nang Omah

Produk ditigital yang bisa dijual, salah satunya worksheet, lembar aktivitas anak, dan soal latihan dalam bentuk PDF siap print.
Contoh produknya👇🏻👇🏻

Worksheet Mewarnai Berbagai Tema

Worksheet Mewarnai untuk Semua Usia

Soal Latihan Persiapan Masuk SD (MATEMATIKA)

Soal Latihan Persiapan Masuk SD (BAHASA INDONESIA)

Pendampingan Bisnis Online dari Rumah dengan Optimasi LYNK

Di Lynk.id kita bisa menjual produk fisik, misalnya buku.
Contoh jual produk fisik di Lynk.

Buku 250 Soal Jadi Anak SD

Buku 100 Permainan dan Perlombaan Rakyat

Setelah kamu tahu, apa itu Lynk, tentukan passion jualanmu! Jika masih bingung, kamu bisa ikut kelas pendampingan bercuan bersama Lynk atau beli ebook tentang bisnis digital.

Jika kamu punya passion membuat kue-kue kering, produk kue kering juga bisa dijual di Lynk.
Jika kamu seorang guru les, sebarkan informasi tentang jasamu di Lynk.
Jika kamu seorang pelukis foto, kabarkan dan sebarkan flyer di Lynk tentang jasa pelukis foto yang kamu kuasai.

JADI APA PASSION JUALANMU?
TENTUKAN SEKARANG DAN CARI TAHU!

Resensi: Pola Pengasuhan Berkesadaran ala Yehudis Smith

Buku ini menjadi panduan pengasuhan (parenting) yang aplikatif bagi para orang tua milenial. Yehudis Smith tidak hanya menawarkan paradigma baru, yakni membaharui pengasuhan konvensional menjadi pengasuhan berkesadaran, melainkan juga memberikan langkah dan contoh konkret dalam pengasuhan anak.

Seringkali kita merasa kalau pola pengasuhan orang tua kita zaman dulu lebih “keras” daripada sekarang. Sebagian lain merasa bahwa “produk” pengasuhan konvensional jauh lebih berdampak, menjadi pribadi yang kuat dan tahan banting. Namun, dari pengalaman Smith sebagai Conscious Parenting Coach, pengasuhan model lama (konvensional) perlu melakukan pembaharuan cara dan makna, yang disebut Smith Pengasuhan Berkesadaran.

Smith bilang kalau dalam pengasuhan berkesadaran, orang tua berperan sebagai fasilitator. Dalam pengasuhan konvensional, orang tua berperan sangat dominan bahkan otoriter yang mengendalikan anak, kenakalan dipahami sebagai hal jelek dan harus dicegah, tujuan mendisiplinkan anak berarti memaksa untuk menurut, serta konflik itu adalah sesuatu yang negatif dan harus dicegah. Sementara dalam pengasuhan berkesadaran, Smith mendefinisikan ulang dengan pengertian baru. Orang tua seharusnya berperan sebagai fasilitator,  kenakalan dipahami sebentuk pesan dari anak, tujuan mendisiplinkan berarti mengajarkan keterampilan hidup, serta konflik adalah peluang untuk mengajar dan belajar.

 

Pengasuhan berkesadaran berarti memberikan ruang untuk diri sendiri (orang tua) berefleksi. Jika ingin anak disiplin, orang tua harus nyontohin dulu bertindak disiplin. Pahami bahwa amarah yang berlebihan bisa membuat dampak negatif, bahkan trauma pada anak. Mulai dari pembelajaran hal terjadi sehari-hari. Smith kasih saran, kalau dalam situasi tertentu orang tua memarahi anak hingga suara meninggi, maka coba diamlah sejenak, tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan hitung sampai 10. Saat oksigen masuk ke otak, maka dopamin dan serotonin yang diproduksi akan bantu memberi dampak rasa tenang.

Studi menunjukkan anak-anak yang memiliki hubungan sehat dan kuat dengan orang tua mereka lebih besar kemungkinannya untuk berhasil di hampir semua ranah kehidupan mereka. Menurut Smith, kenakalan anak merupakan upaya mereka mengomunikasikan kebutuhan tertentu.

Ada lima langkah dalam pola Pengasuhan Berkesadaran:

  1. Cari ketenangan di tengah suasana panas

Smith mengajak para orang tua menyadari terlebih dahulu apa sebab sebuah masalah terjadi. Perilaku anak yang penuh dinamika, seperti menangis dan merengek, ngambek tanpa sebab, agresif, tidak sopan, tidak menggubris perkataan atau nasihat orang tua terkadang menyulut rasa stres. Maka, langkah pertama dalam pola pengasuhan ini adalah menengok ke dalam diri sendiri, merenungi akar dari penyulut (masalah) dan apa yang bisa dilakukan untuk melangkah maju.

Menarik napas dalam-dalam dapat menstimulus otak untuk lebih tenang. Di lain waktu, orang tua perlu rehat dulu agar nantinya bisa menjalin konunikasi yang sehat dengan anak. Selanjutnya, lihatlah apa yang dilakukan anak secara positif, karena setiap perilaku adalah sebentuk upaya merkea untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Begitu suasana sudah cukup tenang, dekati anak dan katakan: “Ibu tahu kita tadi kesulitan berkomunikasi.” Mulailah berdiskusi dengan tenang, lalu berilah pengakuan: “Ibu kesal dan kau juga, jadi kita mungkin sempat bicara sembarangan padahal tidak berniat begitu.” Pengakuan ini penting tanpa mempermalukan pihak manapun. Ajak anak untuk bertanggung jawab terhadap perkataannya. Lalu perbaiki: “Ayo kita coba lagi.”

  1. Pahami perilaku anak

Masing-masing anak di usianya memiliki kenakalan yang unik. Bisa jadi para orang tua akan merasa kesal jika tidak memahaminya secara baik. Kenakalan anak usia 1-3 tahun seperti merebut, mengamuk dan kabur.  Atau tiba-tiba kita dihubungi guru karena anak kita di pre-school menggigit lengan temannya. Sementara kemungkinan kenakalan anak usia 3-5 tahun seperti mengamuk dan bertindak kasar secara fisik seperti mendorong, memukul. Kenakalan anak usia 6-12 tahun seperti bersikap tidak sportif, melawan, dan merundung. Sedangkan kenakalan remaja (usia 13-19 tahun) berupa berbohong, mendebat atau membantah, murung dan lancang.

Smith menawarkan solusi untuk menghadapi kenakalan itu dengan memberikan lingkungan yang kondusif bagi anak-anak, yang disebutnya kelekatan aman (secure attachment). Kelekatan aman membantu anak-anak membangun keterampilan fungsi eksekutif. Kelekatan aman merupakan umpan balik positif. Mulailah sejak dini, misalnya jika bayi menangis di tempat tidurnya, orang tua memasuki kamar, menggendong, menghibur, dan membarikannya kembali. Manfaat kelekatan aman di antaranya; orang tua menjadi suaka aman yang memberi penegasan, penghiburan, dan perlindungan; serta orang tua menjadi lebih mampu mengatur emosinya sendiri, dengan tetap bersikap tenang.

  1. Bangun rasa aman

Saat tiba-tiba sepulang sekolah anak marah-marah, masuk pintu, dan membanting pintu, mungkin kita akan terpancing secara emosional untuk segera berlari dan menegurnya. Smith memberikan ilustrasi jika ada anak bersikap demikian. Langkah pertama, lakukan mirroring, katakan seperti yang anak katakan: “Menurutmu Ibu menyuruhmu begitu. Menurutmu tidak adil, Ibu menyuruhmu begitu?” Pastikan agar perkataan itu tersampaikan dengan jelas.

Beri pengakuan: tanyakan kepada anak: “Benarkah itu maksudmu?” Jika anak mengiyakan, lanjut dengan berkata: “Kau tadi membanting pintu keras-keras. Kau mengepalkan tangan. Benarkah demikian?” Setelah ia merasa diakui dan dipahami, kemungkinan besar anak akan menceritakan apa yang dialaminya hari itu.

Beri keleluasaan. Misalnya seorang ayah kepada anaknya Sophie, “Kau marah sekali. Kalau begitu, Ayah duduk di sini saja dulu. Akan Ayah tunggu sampai kau siap bicara kepada Ayah.”

  1. Bangun hubungan emosional

Sediakan waktu untuk menjalin hubungan dengan anak. Di tengah kesibukan sehari-hari, anak senantiasa berupaya menjalin hubungan positif dengan orang tua. “Ibu sekarang harus mencuci baju, tapi kelihatannya kau ingin ditemani, ya? Bagaimana kalau kau membantu Ibu memasukkan handuk ke mesin pengering?”

  1. Memecahkan persoalan bersama-sama

Duduklah bersama anak pada saat tenang dan silakan bertukar ide menyusun daftar pernyataan positif untuk anak. Afirmasi positif merupakan cara efektif untuk meningkatkan kepercayaan anak pada dirinya sendiri.

 

Cara lain untuk membantu anak tetap positif dan mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset) adalah dengan mengajarinya bersyukur atas semua karunia dan hal positif lainnya. Ajukan pertanyaan dan tulis dalam jurnal: “Apa kejadian yang paling kau sukai seminggu ini? Apa yang ingin kau capai hari ini? Sebutkan sesuatu yang sangat mahir kau kerjakan.”

Pola pikir bertumbuh merupakan batu fondasi dari tujuan kita sebagai orang tua berkesadaran, sebab kita sendiri sedang dalam perjalanan untuk senantiasa bertumbuh dan bisa mengajarkan kepada anak-anak untuk senantiasa bertumbuh juga. Semangat berjuang!

Data Buku
Judul: Rethinking Discipline, Mudah Mendisiplinkan Anak dengan Pengasuhan Berkesadaran
Penulis: Yehudis Smith
Penerbit: Bentang Pustaka
Cetakan: April 2022

Peresensi adalah Yohanes Budi, Mentor Penulisan Fiksi, Penulis Kumpulan Cerpen: “Menua Bersama Senja” (Pohon Cahaya, 2024)