Perpustakaan Impian

#perpustakaanimpian #paskalinaaskalin

Saya punya impian untuk membuat sebuah perpustakaan. Impian itu ada sekitar 13 atau 14 tahun yang lalu. Sampai sekarang impian itu masih ada, impian bersama buku di mana-mana, impian membangun sebuah perpustakaan di rumah.

Impian membuat perpustakaan belum terwujud secara fisik namun terwujud dalam sebuah cerita fiksi.

Hari ini telah dirilis sebuah buku fiksi anak karya saya, berjudul PERPUSTAKAAN IMPIAN. Buku ini terbit secara digital di TipTip.

Ayo langsung dapatkan PERPUSTAKAAN IMPIAN hanya dengan 49k.

🛒 PERPUSTAKAAN IMPIAN

EYD V Pengunaan Tanda Titik Dua (:)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Dua (:)
  1. Tanda titik dua digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang langsung diikuti perincian atau penjelasan.

Misalnya:

  • Mereka memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  • Saya akan membeli alat tulis kantor: kertas, tinta, spidol, dan pensil.
  1. Tanda titik dua tidakdigunakan jika perincian atau penjelasan itu merupakan bagian dari kalimat lengkap.

Misalnya:

  • Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
  • Tahap penelitian yang harus dilakukan meliputi
    persiapan,
    b. pengumpulan data,
    c. pengolahan data, dan
    d. pelaporan.
  1. Tanda titik dua digunakan sesudah kata atau frasa yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

a.   Ketua              :     Ahmad Wijaya

Wakil Ketua  :     Deni Simanjuntak

Sekretaris     :     Siti Aryani

Bendahara    :     Aulia Arimbi

b. Narasumber : Prof. Dr. Saputra Effendi

Pemandu       :     Abdul Gani, M.Hum.

Pencatat       :     Sri Astuti Amelia, S.Pd.

  1. Tanda titik dua digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu       : “Bawa koper ini, Nak!”

Amir    : “Baik, Bu.”

Ibu       : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”

  1. Tanda titik dua digunakan di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, serta (c) judul dan anak judul suatu karangan.

Misalnya:

  • Ultimart 5 (2): 98–105
  • Surah Ibrahim: 2–5
  • Matius 2: 1–3
  • Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Mastera
  1. Tanda titik dua dapat digunakan untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu.

Misalnya:

  • pukul 01:35:20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)
  • 01:35:20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)
  • 00:20:30 jam (20 menit, 30 detik)
  • 00:00:30 jam (30 detik)

Catatan:

Lihat penggunaan tanda titik (kaidah A butir 7)!

  1. Tanda titik dua digunakan untuk menuliskan rasio dan hal lain yang menyatakan perbandingan dalam bentuk angka.

Misalnya:

  • Skala peta ini 1:10.000.
  • Jumlah peserta didik laki-laki dan perempuan di kelas itu adalah 2:3.

 

Sumber: EYD V

Buku Persiapan Masuk SD: Siap Hadapi Tematik SD

#BukuLatihanSoal #persiapanmasuksd #bukusoalmasuksd #paskalinaaskalin #250SoalJadiAnakSD #Elexmedia

Saat anak duduk di sekolah dasar dia tidak lagi belajar calistung. Anak harus bisa calistung. Demikian fakta yang terjadi di lapangan.

Fakta lainnya bawa anak yang lulus dari TK B juga sudah bisa calistung artinya dia sudah bisa membaca menulis dan berhitung.
Apakah mampu  calistung sudah cukup untuk mempersiapkan anak masuk SD? Belum, belum cukup. Bisa membaca, bisa menulis, bisa berhitung, belum cukup untuk mempersiapkan anak masuk SD. Karena tantangan pelajaran yang dihadapi di SD lebih kompleks.
Siap Hadapi Tematik

Dapatkan buku ini di Toko Gramedia Offline atau Online.

Di sekolah dasar buku pelajaran yang setiap hari dihadapi anak adalah pelajaran Tematik. Dalam buku pelajaran Tematik memuat lima mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, Seni Budaya, dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.

Continue reading “Buku Persiapan Masuk SD: Siap Hadapi Tematik SD”

EYD Penggunaan Tanda Titik Koma (;)

#PintarEyd #EydBahasaIndonesia

Penggunaan Tanda Titik Koma (;)
  1. Tanda titik koma dapat digunakan sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk.

Misalnya:

  • Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.
  • Kerbau melenguh; kambing mengembik; kuda meringkik.
  • Ayah menyelesaikan pekerjaan; ibu menulis makalah; adik membaca cerita pendek.
  1. Tanda titik koma digunakan pada bagian perincian yang berupa frasa verbal.

Misalnya:

Syarat mengikuti ujian penerimaan pegawai di lembaga ini adalah

(1) berkewarganegaraan Indonesia;

(2) berijazah sarjana S-1;

(3) berbadan sehat; dan

(4) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan bagian-bagian perincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma.

Misalnya:

  • Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; serta pisang, apel, dan jeruk.
  • Agenda rapat ini meliputi
    a. pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara;
    b. penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; serta
    c. pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.
  1. Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan sumber-sumber kutipan.

Misalnya:

  • Kasus perencanaan bahasa di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang paling berhasil (Fishman, 1974; Moeliono, 1985; Samuel, 2008; Wardhaugh dan Fuller, 2015).
  • Tentang plagiarisme, para penulis (Keraf, 1997; Putra, 2011; Wibowo, 2013) sama-sama mengingatkan pentingnya pengutipan dan perujukan secara cermat untuk menghindari cap plagiat.

Sumber: EYD V