Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Seperti apakah Anda memaknai hari anak nasional?
Kalau bagi saya sendiri, Hari Anak Nasional adalah pengingat bagi orang dewasa yang menjadi orang tua, guru, kakak, nenek, atau kakek bagi anak untuk benar-benar memahami apa yang diinginkan anak, yang dibutuhkan anak, dan impian anak.
Kadang kita orang dewasa berpikir terlalu jauh. Keinginan anak itu bukan jalan-jalan ke mal, makan di restoran cepat saji, atau dibelikan mainan. Keinginan anak itu bisa sangat sederhana saja. ANAK INGIN DITEMANI, hanya itu saja.
Dua minggu lalu saya mengirim resensi ke Redaksi Perada Koran Jakarta. Kemudian berharap-harap cemas, dimuat atau tidak ya resensi saya.
Sebelum mengirim resensi, saya coba telusuri resensi yang dimuat di Perada Koran Jakarta tahun 2020. Hasilnya tidak satu pun saya temukan. Meski begitu, saya tetap mengirim resensi ke alamat email opinikoranjakarta@gmail.com.
Dua minggu berlalu, tak ada kabar konfirmasi. Maka hari ini saya kirim email lagi untuk meminta konfirmasi. Usai saya kirim email, saya buka www.koran-jakarta.com, lalu mengklik rubrik Perspektif. Nah, akhirnya terjawab. Resensi saya tidak akan dimuat, karena rubrik resensi buku sudah ditiadakan mulai 2 Januari 2020. Ini bunyi pengumumannya, yang saya dapatkan di laman Koran Jakarta.
Adakah di antara Sahabat yang mengalami seperti saya. Kakak Kenan, meminta dibelikan bus dan mobil travel yang sebenar-benarnya, bukan mainan. Waduhhh, saya harus jawab apa jika begini. Miniatur mobil saja tidak terbeli apalagi aslinya.☺️
Kenan pernah minta dibelikan tongkat sulap seperti milik Nirmala. Yang diminta benar-benar tongkat sulap yang bisa mengubah apa pun.
Keinginan anak-anak ada juga yang wajar dan bisa dijanjikan untuk membelinya saat memiliki uang. Namun tak sedikit yang menginginkan hal yang mustahil untuk diadakan.
Saking terus-menerus meminta, kadang emosi saya pun bertumbuh menjadi amarah. Saya sadar betul jika amarah bukan solusi mengatasi masalah dengan anak.
Saya mencoba mengatasi keinginan Kenan dengan terlibat langsung dalam khayalannya. Seperti ini ceritanya:
Sudah lama sekali saya membeli buku ini, 4 atau 5 tahun yang lalu. Saya benar-benar lupa. Buku ini buku terjemahan yang diterbitkan oleh Penerbit Bhuana Ilmu Populer (BIP) tahun 2013. Baru beberapa bulan belakangan ini (tahun 2020) saya membacakan buku-buku ini untuk Kenan. Saya sebut buku-buku, karena buku ini berseri terdiri atas 4 judul, sedangkan yang saya beli hanya tiga judul. Buku ini lama tersimpan di kardus dan masih ada plastiknya.
Saat pertama kali buku ini dibacakan untuk Kenan, dia langsung suka dan setiap malam saya diminta membacakan buku-buku ini. Buku-buku ini memiliki warna kover yang cerah, pink, biru, dan kuning. Buku lainnya yang tidak dibeli warnanya hijau. Buku ini juga memiliki ukuran yang mungil.
Kenapa Kenan suka buku ini? Mungkin ini alasannya. – karena kover buku ini menarik, penuh warna. – saat membaca buku ini Kenan harus memberi respons dengan memilih mana perilaku anak baik atau tidak baik, jadi Kenan merasa dilibatkan dalam cerita. – cerita dalam buku ini sederhana, tentang kehidupan sehari-hari anak saat di rumah, ikut berbelanja, dan saat liburan keluarga, sehingga seakan-akan Kenan mengalaminya juga.
Jadi buku-buku apa yang saya maksud ini?? Inilah bukunya.
Tiga buku seri Aku Anak Baik.
Judul buku: (1) Aku Anak Baik Saat Liburan (2) Aku Anak Baik Saat Berbelanja (3) Aku Anak Baik di Rumah (4) Aku Anak Baik di Sekolah (belum punya) Ide cerita: Nathalie Belineau Teks: Emilie Beaumont Ilustrasi: Sylvie Michelet
Tampilan dalam buku Aku Anak Baik Saat Berbelanja
Tampilan bagian dalam buku ini disajikan berpasangan, bagian kiri dan kanan. Bagian kiri menunjukkan perilaku anak baik, bagian kanan menunjukkan perilaku anak tidak baik atau sebaliknya. Membacakan buku ini sekaligus dapat berkomunikasi dan menanyakan kepada anak perilaku mana yang baik atau perilaku mana yang patut diikuti menjadi contoh. Jika anak memilih perilaku yang tidak baik sebagai perilaku baik, kita bisa menjelaskan kepada perilaku mana yang seharusnya dicontoh.
Sahabat Paskalina yang terkasih, coba deh bacakan buku-buku ini untuk anak, adik, keponakan, atau siswa di sekolah. Pasti mereka akan suka dengan buku ini.😀
Note: Malam ini Kenan minta dibacakan buku-buku ini. Dia sudah mengambilnya di rak. Tapi saat mau tidur, Kenan memilih dibacakan buku-buku dari Let’s Read sebanyak 10 judul. Saya bacakan hingga buku ke-6. Di buku ke-7, Kenan sudah tertidur.
Kebosanan Kenan semakin memuncak karena berada di rumah terus. Setiap hari Kenan bertanya pada saya sekarang ngapain, sekarang ngapain. Bahkan, dalam angan-angan Kenan saat ini adalah pergi ke mal yang ada playground. Saya hanya bisa bilang, masih ada korona, malnya masih tutup.
Padahal mungkin saat ini mal sudah buka. Tapi saya tentu tidak mungkin memberi harapan pada Kenan bisa pergi ke playground dalam waktu dekat ini. Kebosanan masih bisa dicari solusinya di rumah.
Kenan semangat memakai celemek tukang cukur.
Semalam saya sudah menyiapkan sebuah aktivitas untuk Kenan. Aktivitas seputar belajar membaca, tapi belum lengkap medianya sehingga tidak jadi praktikkan dengan Kenan.
Pagi ini muncul ide di benak saya, membuat baju atau celemek tukang cukur. Ide itu tidak muncul begitu saja. Beberapa hari ini Kenan suka sekali main dengan gunting mainan dan bermain peran menjadi tukang cukur. Jadilah ide itu muncul.
Kenan dengan perlengkapan cukur.
Dengan modal koran satu edisi, saya buat celemek tukang cukur. Walau pun hanya kertas koran, Kenan senang dan seharian ini Kenan memainkan peran sebagai tukang cukur. Rambut saya dan rambut Uti (nenek) yang jadi sasaran Kenan untuk dicukur-cukur.
Manfaat Bermain Peran Profesi
Bermain peran profesi tukang cukur atau profesi lainnya, mempunyai manfaat untuk mengasah kecerdasan anak. Anak tidak sebatas hanya tahu profesi yang dimainkan tetapi juga hal lain yang menunjang bisnis tukang cukur. Misalnya, membuat brosur dan katalog model rambut.
Kenan meng-creambath rambut saya.
Tadi saat saya sedang pura-pura mau cukur rambut. Kenan memberikan semacam brosur meminta saya untuk memilih model rambut mana yang akan saya pakai.
Saya belum pernah memberi tahu Kenan tentang brosur ini. Pengetahuan Kenan berkembang sedemikian rupa mungkin karena pernah lihat di acara TV atau di Youtube. Itu pengetahuan yang positif buat Kenan.
Kenan menulis nota.
Usai pura-pura mencukur rambut saya, Kenan membuat corat-coret di kertas, maksudnya membuat nota. Isi coretannya 1500000 ditulis hingga 5 kali.
Melalui aktivitas bermain peran tukang cukur anak dapat mengasah berbagai pengetahuan dan kemampuan.
Menambah pengetahuan tentang profesi tukang cukur
Melatih motorik anak melalui gerakan menggunting, meremas-remas rambut, dan sebagainya,
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.