Sayembara Menulis Cerita Anak 2019 Balai Bahasa Sumatera Utara

Nama kegiatan: Sayembara Menulis Cerita Anak 2019

Penyelenggara: Balai Bahasa Sumatera Utara

Peserta: khusus warga Sumatera Utara

Info selengkapnya cek di IG @balaibahasa.sumut dan klik LAMAN BALAI BAHASA SUMATERA UTARA

Tata Krama Dimulai dari Keluarga

Kesal tidak jika melihat seorang anak, masuk ke rumah kita tanpa permisi, nyelonong begitu saja? Kalau saya kesal sekali, walaupun anak itu saya kenal. Dalam hati saya berucap, “Ini anak pasti tidak diajari tata krama sama orangtuanya.”

Fakta lain, sebuah keluarga (ayah, ibu, dan anaknya) bertamu ke rumah. Belum dipersilakan oleh yang punya rumah, si anak langsung aja mengambil makanan suguhan di meja, semua jenis makanan dicoba, padahal yang punya rumah belum mempersilakan. Saya yang melihat hal ini, sangat turut kesal juga. “Ini anak pasti tidak diajarkan tata krama oleh orangtuanya.”

Budaya tata krama lainnya yang sering diabaikan anak, misalnya meminta maaf saat berbuat salah, mengucapkan terima kasih saat diberi barang, mengembalikan barang yang dipinjam, meminta izin saat menggunakan barang milik orang lain, dan masih banyak lagi. Perkembangan karakter anak tergantung orangtuanya, jadi ketika seorang anak berbuat tidak sopan, bukan salah anak.

Kenan meniru saat saya membuat puding, mengupas telur, dan bekerja di depan laptop

Pendidikan karakter anak, tata krama salah satunya, dimulai dari orang-orang terdekat anak yaitu ayah, ibu, kakak, nenek, kakek, dan lainnya, dalam keluarga. Ketika pendidikan karakter itu tidak diterima anak dalam keluarganya, anak akan  berperilaku jauh dari tata krama atau sopan santun.

Continue reading “Tata Krama Dimulai dari Keluarga”

Ebook Gratis: Beras Tabanan Perjalanan dari Lumpur hingga Dapur – Penulis I Gusti Made Dwi Guna

Judul: Beras Tabanan – Perjalanan dari Lumpur hingga Dapur
Penulis: I Gusti Made Dwi Guna
Penerbit: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2018

Sinopsis Kover
Proses mengolah tanah untuk menanam padi di Bali sangat unik. Keunikan yang dimaksud mulai dari cara mengolah tanah, peralatan yang digunakan, hingga pemaknaan yang sangat memperhatikan keselarasan dengan lingkungan. Proses yang dijalani para petani di Bali dalam menanam, memelihara, hingga memanen padi menarik untuk kita ikuti. Perjalanan beras hingga siap disantap dapat kita simak dalam buku ini.

Ebook gratis bisa diunduh di sini

GLN2018 – Beras Tabanan Perjalanan dari Lumpur hingga Dapur-I Gusti – paskalinacom

 

Ebook Gratis: Kakek Bali Memasak – Penulis Ni Kadek Heny Sayuti

Judul: Kakek Bali Memasak
Penulis: Ni Kadek Heny Sayuti
Penerbit: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, 2018

Sinopsis Kover
Ning dan Tu Jenni adalah dua sahabat yang tumbuh bersama di sebuah desa di Pulau Bali. Ning senang memasak sementara Tu Jenni kurang terampil dalam memasak. Suatu hari, mereka tidak sengaja melihat Kakek Kerupuk yang terkena musibah. Bahan kerupuk yang akan diolah Kakek handur dicakar ayam. Ning dan Tu Jenni ingin membantu kakek, dan mereka mengalami peristiwa unik dalam membuat kerupuk klejat.

Ebook gratis bisa diunduh di sini

GLN2018 – Kakek Bali Memasak-Ni Kadek-paskalinacom

Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat

Sungai tampak temaram disinari cahaya lampu dari beberapa rumah warga. Sampah di pinggir sungai, di bawah jembatan, ada sesuatu yang bergerak-gerak. Adin berhenti. Dia pikir cuma sampah hanyut, tapi tampak mengeliat dan semakin membesar. Sepi. Tidak ada orang lewat lagi! Bapak-bapak belum nongkrong di pos ronda.
Benda itu makin merekah. Adin mau berteriak. Tidak bisa. Itu bukan ikan bermuka dua atau harimau putih seperti di cerita-cerita penunggu sungai. Benda itu seperti hantu Casper, tapi sekujur badannya mencuatkan aneka sampah. Pampers, kulit telur, kresek hitam, plastik putih, tali rafia, botol fresti, gelas akua, bungkus es krim, batok kelapa, ranting pohon, sedotan, …
Adin ingin berlari, tapi kekagetan memakunya. Kasihan, hantu itu diganggu sampah!

Kutipan di atas adalah ending cerita “Hantu Sampah” (hal 20-21). Akhir ceritanya cukup seram, bagi saya. Saya jadi berandai-andai, “Seandainya semua hantu sampah di Jakarta bangun dari tidurnya, apa jadinya Jakarta? Mungkin Kota Jakarta akan menjadi kota sampah.

Continue reading “Ulasan Buku: Konferensi Musim Sejagat”