20 Ide Aktivitas Bersama Anak di Rumah

Pagi-pagi ketika sedang menjemur pakaian saya mendengar anak tetangga sedang bermain air mungkin sekalian mandi ditemani ayahnya. Anak perempuan itu berusia 3 tahun. Dari suaranya saja saya bisa merasakan betapa bahagianya anak perempuan itu bisa bermain air ditemani oleh ayahnya. Hanya bermain air saja, bahagianya sungguh luar biasa.

Hanya bermain, hanya bermain pun anak-anak sudah sangat berbahagia, yang penting ditemani oleh orang tuanya.

 

“Orang tua sibuk berpikir memilih tempat wisata untuk berlibur dengan anak mereka. Sementara itu, bagi anak-anak, bisa bermain bersama orang tuanya adalah kebahagiaan. Tak perlu pergi ke tempat wisata, taruh ponselmu, orang tua, bermainlah dengan anak-anakmu.”

(Paskalina Askalin)

Hari ini masih suasana liburan, masih ada waktu untuk bisa bermain dengan anak-anak. Bermain di rumah, bermain apa saja yang bisa dimainkan, tanpa harus menggunakan ponsel.

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan bersama anak di rumah. Aktivitas itu bisa dilakukan di halaman rumah, teras rumah, dapur, dan lainnya.

Berikut ini dua puluh ide aktivitas bersama anak di rumah.

20 Ide Aktivitas Bersama Anak di Rumah

1. Bermain petak umpet

2. Bermain bola

3. Bermain engklek

4. Bermain congklak

5. Bermain ular tangga biasa atau ukuran jumbo

6. Bermain pasir kinetik

7. Bermain playdough atau lilin mainan

8. Bermain kartu domino atau kartu lainnya

9. Menggambar dan mewarnai (coloring worksheet, kanvas, dll)

10. Melukis pot tanah liat

11. Membuat gerabah

12. Bermain peran/drama

13. Membuat konten edukasi bersama

14. Berkemah di halaman

15. Berkebun (jika punya taman, bisa menggunakan pot)

16. Memasak bersama (nasi goreng, puding, cookies, dll)

17. Menonton film keluarga

18. Bermain dengan hewan peliharaan

19. Membaca buku bersama dan berdiskusi

20. Bermain musik atau bernyanyi

 

Dua puluh aktivitas tersebut dapat dilakukan sesuai kebiasaan atau hobi keluarga. Selain itu, dalam memilih aktivitas harus disesuaikan usia anak.

Ayo, Bermain Engklek!

Pernahkah Anda sebagai orang tua mengajak anak bermain permainan tradisional engklek atau permainan tradisional lainnya?

Pernahkah Anda sebagai guru mengajak siswa bermain permainan tradisional engklek atau permainan tradisional lainnya?

Jika bukan orang tua yang mengenalkan, semoga guru mengenalkan permainan tradisional pada siswa-siswanya. Jika ternyata gurunya juga tidak mengenal, semoga anak tetangga yang mengenalkan. Lho, kenapa anak tetangga yang mengenalkan? 

Sebagai tetangga, saya pernah mengajak anak tetangga ikut bermain engklek dengan anak saya. 

Engklek adalah permainan tradisional yang pemainnya melompat-lompat di atas gambar pola tertentu. Istilah engklek berasal dari bahasa Jawa yang artinya berjalan dengan satu kaki. Di Jawa Barat engklek dikenal dengan sebutan sondah. Di daerah lain engklek mempunyai sebutan berbeda seperti teklek, sundamanda, lempeng, jlong-jling, dampu, pecle dan masih banyak lagi.

Pola gambar bermain engklek

Permainan tradisional engklek disukai oleh anak-anak. Coba saja orang tua atau guru mengajak anak memainkan permainan engklek, pastilah anak tidak akan menolak. Aktivitas motorik seperti melompat dan berjingkat, memberikan kesenangan luar biasa buat anak.

Di banyak sekolah SD atau PAUD, pada halaman atau lapangannya tampak gambar pola untuk bermain engklek. Itu artinya sekolah peduli untuk melestarikan permainan tradisional. Harapannya, keberadaan gambar pola engklek itu tidak hanya sekadar gambar hiasan. Pihak sekolah dan semua orang yang ada di sekolah bisa memanfaatkannya dengan mengajak anak-anak untuk bermain engklek.

Anak-anak bermain engklek (Sumber gambar: https://regional.kompas.com/)

 

Di lingkungan tempat tinggal, permainan tradisional engklek juga bisa dilakukan. Saat anak-anak berkumpul bermain, bisa usulkan bermain engklek bersama. Gambar pola engklek bisa dibuat permanen menggunakan cat atau gambar sementara menggunakan kapur. Jika berupa tanah lapang, bisa digambar langsung di tanah.

Yuk, ajak anak-anak di sekitar kita bermain engklek atau permainan tradisional lainnya.

DI Buku ini ada 50 PERMAINAN TRADISIONAL

100 Permainan dan Perlombaan Rakyat Hanya Ada di Indonesia

Tata Krama Bermain: Meminjam dan Mengembalikan

Tata Krama Bermain: Meminjam dan Mengembalikan

Pagi-pagi anak saya nangis karena ingin mainan punya temannya yang kemarin dia mainkan. Dengan polosnya dia bilang bahwa itu adalah mainan miliknya, bukan milik temannya.

Usianya bulan depan genap 4 tahun, masih dalam usia emasnya. Pada usia emasnya ini dia belajar banyak hal terutama dalam kaitan  bersosialisasi dengan teman sebayanya. Pikir saya, inilah saatnya saya mengajarkan salah satu tata krama dalam bermain, yaitu MEMINJAM dan MENGEMBALIKAN.

Saat anak saya menangis ingin mainan temannya, saya biarkan saja dulu sampai tangisnya mereda dengan sendirinya. Setelah tangis dan emosinya mereda, saya ajak berbicara perihal meminjam mainan dan harus mengembalikannya.

Apakah anak saya paham? Paham. Dia paham dengan caranya sendiri.

“Kalau Adek meminjam mainan teman, berarti Adek harus mengembalikannya selesai bermain.”

Berulang kali saya ucapkan kalimat itu hingga dia ikut mengucapkannya. Beberapa hari ke depan persoalan meminjam mainan ini pasti akan terus ada. Karena baru di bulan Februari ini di saat usianya akan genap 4 tahun saya mulai membebaskannya untuk bermain sendiri ke rumah teman sebayanya alias rumah tetangga.

Setiap kali dia pulang bermain, saya pasti akan bertanya atau meminta dia bercerita bermain apa dan bagaimana dia diperlakukan.

Hari ini dia belajar tata krama tentang meminjam dan mengembalikan, besok dan besoknya lagi akan banyak tata krama yang dipelajarinya.

#tatakrama #ceritaibu #ibudirumah

10 Ide Mainan Anak yang Bisa Dimainkan Bersama Keluarga

#aktivitasanak #aktivitaaliburan #ayobermain #idebermain #mainananak

Dunia anak adalah bermain. Bermain adalah dunia yang menyenangkan untuk anak.
Di belahan bumi mana pun di dunia ini, anak-anak pasti suka bermain. Anak-anak akan selalu bahagia, gembira, dan bersemangat kalau diajak bermain.

Bermain bersama anak, bisa dilakukan tanpa mainan dan dilakukan dengan mainan. Jika dilakukan tanpa mainan, ide permainan harus dicari atau diciptakan oleh orangtua. Ide permainan yang diberikan, ada yang diminati oleh anak dan ada yang malah membuat anak tidak semangat.

Untuk liburan kali ini, orangtua, Bunda dan Ayah bisa mengisi liburan atau  waktu luang selama liburan dengan memainkan mainan anak bersama-sama. Anak biasanya mempunyai banyak mainan. Cobalah untuk memainkan mainan-mainan anak bersama-sama. Jika tidak ada mainan yang bisa dimainkan, bisa juga Bunda dan Ayah membelikan mainan baru yang disukai anak. Pasti anak akan senang sekali mendapatkan mainan baru.

10 Ide Mainan Anak yang Bisa Dimainkan Bersama Keluarga

1. Track Mobil Hotwheels
Untuk anak yang suka memainkan dan mengoleksi mobil hotwheels, wah pasti asyik jika bisa main bersama kakak dan orangtuanya. Gunakan track mobil hotwheels yang dimiliki untuk bertanding.

2. Track Kereta Mainan Thomas
Anak pasti senang saat melakukan aktivitas merangkai track kereta mainan bersama ayah, ibu, atau kakaknya. Apalagi jika track kereta seperti gambar di bawah ini, seluruh anggota keluarga bisa ikut bergabung memainkannya.

Continue reading “10 Ide Mainan Anak yang Bisa Dimainkan Bersama Keluarga”

Cerita Ibu di Rumah: Perosotan Meja Setrika

Semua ibu pasti ingin membuat anaknya bahagia apapun caranya. Saya pun sama, sebagai seorang ibu ingin membahagiakan anaknya.

Hari ini permainan perosotan menjadi keinginan yang besar untuk si Adek. Permainan perosotan biasanya ada di taman, halaman sekolah TK, restoran cepat saji, dan mal. Saya tidak bisa mengajak si Adek ke mana-mana. Saya tidak bisa juga langsung membelikan mainan perosotan.

Akhirnya saya mencari cara untuk membuat perosotan dengan apa yang ada. Setelah mencoba ini dan itu akhirnya jadilah PEROSOTAN MEJA SETRIKA.

Kisah perosotan ini tidak begitu saja ada. Semuanya berawal ketika untuk pertama kalinya si Adek bermain perosotan dan ingin main lagi alias ketagihan.

Awal kisahnya seperti ini.

Beberapa waktu lalu si Adek minta bermain perosotan hingga menangis. Selama dua hari saya harus merayunya. “Ya nanti kita main perosotan kalau Ayah sama Kakak libur.”

Hingga akhirnya sampai hari ini saya belum mengajaknya untuk bermain perosotan di taman atau di restoran cepat saji yang biasanya ada permainan perosotan untuk anak-anak.

Dan beberapa hari ini kaki ayahnya jadi arena perosotan. Hari ini kaki saya yang dijadikan arena perosotan. Tapi kaki saya tak cukup kuat untuk menopang tubuhnya yang sudah mulai berat.

Akhirnya pagi ini mencoba membuat perosotan dengan berbagai cara. Dengan menggunakan tumpukan batal, gagal. Tumpukan bantal ditambah kardus bekas masih gagal juga. Akhirnya, saya berpikir keras apa yang bisa dilakukan? Apa yang bisa dipakai untuk membuat perosotan? Dan, akhirnya jadilah PEROSOTAN MEJA SETRIKA.

Si Adek pun bahagia, bisa bermain perosotan. Setelah puas bermain perosotan, mobil-mobil pun turut bermain perosotan.

Ada yang punya kisah sama seperti saya? Silakan tinggalkan komentar😀