Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak

Judul: Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak
Penulis: Kelompok Cinta Anak Cinta Buku
Terbit September 2020

Di zaman yang serba instan dan serba digital seperti sekarang ini nilai kebaikan hampir hilang. Anak-anak cenderung bersikap egois, tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Untuk menjadi peduli dan baik pada orang di sekitarnya, anak-anak harus diberi tahu atau ditugasi untuk berbuat baik atau peduli.

Tentunya, kita tidak berharap generasi muda di masa depan menjadi manusia yang angkuh dan tidak peduli. Karenanya, anak-anak harus diberi “suplemen bacaan” yang bernilai karakter baik, salah satunya nilai kebaikan.

Nilai kebaikan merupakan salah satu nilai karakter yang mampu menyatukan perbedaan, hingga menghilangkan perbedaan itu. Menurut saya, sangat tepat saat penulis dari Kelompok Cinta Anak Cinta Buku memilih “kebaikan” menjadi tema besar untuk keseluruhan cerita dalam buku kumpulan cerita anak ini. Oleh karena itu, buku ini layak dibacakan untuk anak. Bahkan, orang dewasapun sambil membacakan untuk anaknya juga dapat mengambil manfaatnya.

Continue reading “Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak”

K A N O P I PI PI PI….

Ara melihat kakaknya Dio dengan saksama. Ara dan Dio sama-sama sedang belajar di rumah. Zoom, video call, dan Youtube menjadi keseharian mereka sejak pandemi terjadi.  Ara kelas TK A, sedangkan Dio kelas 5 SD.

Kalau ibu tak bisa menemani Ara, Dio yang menemani Ara belajar dan mengerjakan tugas dari gurunya.

“Ini namanya apa, Dik?” tanya Dio sambil menunjuk gambar pada buku aktivitas milik Ara.

“Pintu.”

“Atap.”

“Lantai.”

“Kalau ini apa?”

Ara terdiam dengan mulut manyun karena tidak tahu.

“Ini namanya langit-langit,” kata Dio.

“Langit kan ada di luar, tuh,” jawab Ara sambil menunjuk ke arah langit di luar.

“Hampir sama, Dik. Kalau yang di luar langit, kalau yang di dalam langitnya rumah, namanya langit-langit.”

“Oh, langit, langit-langit.” Ara mengulang-ngulang ucapannya.

“Kalau ini apa?” Dio menunjuk lagi sebuah gambar. Ara menggeleng tak
tahu.

“Mungkin atap, kan mirip atap, melindungi kita dari hujan dan panas?” Ara menjawab asal.

“Coba baca ini ka – no – pi,” ajak Dio.

“pi – pi – pi,” jawab Ara sambil tertawa.

“Ara bukan pi – pi – pi, ka – no – pi,” sahut Dio dengan suara keras.

Ibu yang mendengar suara keras Dio langsung menghampiri.

“Ada apa ini Kak Dio,” tanya Ibu.

“Adik, Bu. Dio ajarin baca, Ara malah bercanda.”

Ibu menjelaskan pada Dio jika Ara bukan bercanda. Ara memang belum bisa membaca. Ibu juga mengatakan jika Dio harus sabar kalau mengajari adik.

“Dik Ara, ayo belajar,” ajak Ibu.

“Bu, pipipi itu apa sih, Ara ga tahu apa itu pipipi,” kata Ara diikuti manyun. Ara memang anak yang serba ingin tahu, kalau ada benda yang tidak tahu namanya pasti akan bertanya terus.

“Kita ga punya kanopi, Dik,” timpal Dio, “tapi kalau pipi yang ini.”
Dio menoel pipi Ara yang gembil.

“Ibuu, Kak Dio nyubit Ara,” adu Ara pada Ibu.

“Daripada ribut begini, ayo ke dapur, Ibu punya yang enak dan segar untuk diminum, jus mangga kesukaan Kak Dio dan jus apel kesukaan Ara.”

“Horeeee, jus stroberi,” seru Ara.
Ara dan Dio mengikuti Ibu ke dapur. Ara masih bersenandung.

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi.”

“Ka no pi, Dik.”

“Pi pi pi pi, Kak.”

“Ara, ka no pi, bukan pi pi pi pi.”

“Ka no pi pi, ka no pi pi.”

Dio menyerah akhirnya. Dio membiarkan adiknya bersenandung pi pi pi ka no pi. Dalam hati Dio masih berpikir untuk menemukan cara supaya adiknya mau belajar membaca dengan menyenangkan.

“Kak Dio, ayo lihat kanopi?” kata Ara usai meminum habis jus stroberi.

“Pi pi pi pi….,” goda Dio sambil menggelitik Ara. Ara langsung berlari mendekati Ibu.

Adu Layangan (Ditulis oleh Yudadi BM Tri Nugraheny)

Adu Layangan

Ditulis oleh Yudadi BM Tri Nugraheny

“Pakai ini dulu.” Agus menyodorkan plester pada Joko. Joko segera memasangnya di jari telunjuk kanan. Di lapangan sudah banyak orang bermain layangan. Tidak hanya anak seusia mereka, tetapi ada juga orang dewasa. Di langit bertebaran berbagai macam layang-layang. Baik jenis, ukuran, warna, dan bentuknya. Ada layangan aduan dan hiasan. Sendaren yang dipasang di layangan berlomba berdengung. Menambah keasyikan bermain.

“Pegang layangannya, ayo cepat. Mumpung ada angin,” kata Joko. Agus memegang layangan. Joko mundur beberapa langkah. Ia segera menarik benang. Angin yang tadi berembus dengan keras, mendadak sepoi. Layang-layang mereka gagal lepas landas. Berkali Joko dan Agus berusaha menaikkan layangan, tapi gagal.

Continue reading “Adu Layangan (Ditulis oleh Yudadi BM Tri Nugraheny)”

Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta 2019

Sejak awal tahun 2019 lomba atau sayembara menulis buku anak dan cerita anak begitu banyak. Penyelenggaranya dari lembaga pemerintah juga swasta. Rupanya Dewan Kesenian Jakarta pun awal tahun 2019 ini mengadakan sayembara menulis cerita anak. Info selengkapnya tentang Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta 2019 dapat dibaca berikut ini.

Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta 2019

BACAAN anak yang bagus bukan hanya asyik dibaca oleh anak-anak, melainkan juga orang dewasa. Ceritanya tentu seru, imajinatif, tidak menggurui, memperhatikan gaya bahasa dan cara penceritaan dari penulis, dan konflik yang relevan dengan usia anak-anak. Di tangan penulis kreatif, peka, dan berpihak kepada anak-anak itulah cerita anak yang bermutu akan tercipta.

Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta 2019 merupakan sayembara perdana yang diselenggarakan oleh Komite Sastra DKJ. Kami berharap melalui sayembara ini bisa muncul bacaan anak yang bermutu seperti buku Si Doel Anak Jakarta(Aman Datuk Madjoindo), Jago-jago Kecil (Ahmad Bakri), The Adventures Huckleberry Finn dan Tom Sawyer (Mark Twain), Oliver Twist (Charles Dickens).

Adapun Sayembara Cerita Anak DKJ 2019 mempunyai syarat dan ketentuan sebagai berikut.

Continue reading “Sayembara Cerita Anak Dewan Kesenian Jakarta 2019”

Sayembara Menulis Cerita Anak 2019 Balai Bahasa Sumatera Utara

Nama kegiatan: Sayembara Menulis Cerita Anak 2019

Penyelenggara: Balai Bahasa Sumatera Utara

Peserta: khusus warga Sumatera Utara

Info selengkapnya cek di IG @balaibahasa.sumut dan klik LAMAN BALAI BAHASA SUMATERA UTARA