Puisi: Bebaskan Hati, Segarkan Jiwa

Bebaskan Hati, Segarkan Jiwa

Rasanya lega
Rasanya ahhh menyenangkan
Itulah rasanya
Bisa menyegarkan jiwa
Bisa menenangkan hati
Bisa bernapas sungguh bernapas

Biarlah dinding berbicara
Biarlah pohon bergunjing
Biarlah air berisik
Segalanya hanya sebatas tahu
Semuanya hanya sebatas kepo

Rasanya menyenangkan
Rasanya melegakan
Mungkin ini cara Tuhan
Supaya tetap hidup
Supaya terap berdiri
Tidak membiarkan terhenti

Hidup akan selalu berjuang
Tanpa perjuangan berarti berakhir
Tanpa terlihat tanpa diketahui
DIA menopang
DIA membantu

Nikmati hidup
Nikmati kesempatan
Nikmati yang ada
Selagi masih ada

 

Paskalina Askalin

Depok, 3 September 2024, 11.22 am

 

Saat menulis puisi ini, di waktu yang sama Bapa Paus tiba di Indonesia dalam perjalanan Apostoliknya.

Selamat datang Bapa Paus, semoga kedatanganmu membawa berkat melimpah untuk umat Katolik di Indonesia, terkhusus untuk keluargaku, semoga segala yang jahat menjauhi keluargaku. Amin

 

CATATAN HUJAN

Catatan Hujan

Hujan mengguyur
Awal pelan pelan pelan sekali
Lalu keras keras dan berisik
Tapi entah mengapa
Aku merasa tenang dengan suaranya
Suara berisiknya tak menggangguku
Aku suka, bahkan sangat suka
Aku merasa tenang berada di antara suara hujan
Sayang…
Aku tak bisa menyatukan diriku dengan hujan
Ada tubuh lain di tubuhku
Dia butuh kenyamanan dan damai
Cukuplah aku menyatu dengan suara hujan
Aku tenang damai dan syahdu
Sebuah rasa yang aneh
Inikah rasa akhir tahun itu
Inikah rasa haru bercampur biru
Hujan menjelang tahun yang baru
Hujan oh hujan
Aku ingin lesap bersamamu
Menyatu dalam satu raga
Hujan oh hujan
Inikah rasa rindu terdalamku
Inikah rasa rindu tercekat
Hujan tegaskan suaramu
Aku merasa damai dan tenang
Hujan hujan oh hujan

Bekasi, 2.17 pm, 31 Des 2014
Paskalina Askalin