Catatan Akhir Tahun

Saat ini, kembang api sedang menghiasi langit dunia. Anak-anak remaja, dewasa, dan lansia tak ketinggalan untuk memeriahkan malam ini, malam tahun baru.

Aroma jagung bakar, sosis bakar, ayam bakar, tentunya membuat banyak hidung tak ingin berhenti menghirup aromanya. Kepulan asap bakaran menambah semarak malam penuh kilatan cahaya warna-warna kembang api.

HORE, MALAM TAHUN BARU
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 DUEEEER DUUUAAAR
SELAMAT TAHUN BARU 2025

Saya memilih berdiam, menikmati suara letusan kembang api di depan laptop untuk menulis catatan akhir tahun. Catatan akhir tahun saya hanya berupa catatan, bukan prestasi, apa lagi ke-VIRAL-an, hanya catatan akhir tahun.

CATATAN AKHIR TAHUN

Belajar calistung
Agustus 2024 saya memasukkan anak saya ke kelas belajar calistung. Sebenarnya saya tidak begitu menginginkan anak saya bisa membaca menulis dengan cepat. Saya ingin keluar dari rutinitas yang membosankan, saya perlu “udara segar”.
Bisa pergi keluar rumah selama 2 sampai 3 jam rasanya bisa mendapatkan energi lain, walaupun pada akhirnya mungkin sama saja tapi paling tidak si adek juga bisa mendapatkan teman lain, selain di rumah, sebelum dia benar-benar masuk TK.

Membuat janji dengan dokter
Buat saya ini adalah pencapaian karena setelah menunggu 364 hari, akhirnya di hari ke-365 bisa pergi bertemu dengan dokter. Bukan direncanakan, tetapi karena jadwal dokter yang ada tetap di akhir tahun.
Setiap orang punya kepentingan, keinginan, dan harapan masing-masing. Buat saya bertemu dengan dokter itu memerlukan usaha yang luar biasa. Yang saya maksud adalah dokter di rumah sakit, setelah mendapat rujukan dari faskes 1.

Membeli tempat tidur atau dipan
Lagi-lagi saya katakan mungkin itu biasa saja bagi orang lain tapi bagi saya itu pun membutuhkan usaha yang luar biasa. Tapi, akhirnya itu terjadi dan saya bersyukur meskipun dengan cara yang mungkin sebenarnya tidak harus dilakukan. Tetapi itu harus dilakukan dan tempat tidur itu harus dibeli karena akan bersangkut paut dengan catatan poin 2.

Akan ada cerita catatan tentang kisah dari tempat tidur yang merupakan hasil dari tulisanku, bukuku.

Catatan Ibu di Rumah: Anakku Sudah Bisa Bicara Lancar

#catatanakhirtahun2022 #ibudirumah #paskalinaaskalin

Bulan Maret 2022, si Adek berusia dua tahun. Di usianya yang kedua giginya sudah tumbuh dengan sempurna. Berat badan sesuai dengan usianya. Tapi, bicaranya belum lancar. Si adek bisa memanggil “ayah”, tapi semua orang dipanggil ayah. Apa yang terjadi?

Sebagai Ibu tidak rela rasanya ketika anak disebut tidak bisa bicara. Saya selalu meralat omongan siapa pun yang bilang kalau si Adek tidak bisa bicara lancar. Dengan tegas pasti saya bilang, “Adek bukan TIDAK BISA bicara, tapi BELUM bisa.

Jujur, sebenarnya hati saya bergetar, bertanya-tanya, ada apa dengan si Adek. Saya baca-baca artikel tentang speech delay dan bagaimana mengatasinya. Saya sempat mengutarakan pada si Ayah, apakah perlu konsultasi ke dokter di klinik tumbuh kembang anak?

Waktu terus berjalan, wacana untuk pergi ke dokter saya lupakan. Karena kesulitan mencari waktu untuk pergi ke dokter, saya yakin, perlahan tapi pasti, si Adek akan bisa bicara lancar.
Puji Tuhan, saya sungguh  bersyukur, keyakinan saya benar, si Adek kini sudah bisa berbicara. Memang belum lancar berbicara, tetapi sudah bisa mengungkapkan apa yang dilakukannya. Misalnya kemarin, si Adek menghabiskan kopi milik saya. Si Adek berkata, “Mamah, kopi mamah habis.”

Si Adek sudah bisa  bilang, terima kasih Mamah, terima kasih Ayah, tolong isi botolnya, dan sebagainya. Saya bersyukur untuk setiap perkembangan kemampuan bicara yang terjadi pada si Adek.

Setiap saat, setiap detik menit jam, saya bersama si Adek terus-menerus. Dalam hati dan pikiran saya mencatat banyak kata yang akhirnya terucap dari bibir si Adek. Saya sering menangis menatap si Adek saat tidur. Saya sering menangis haru dalam hati, karena akhirnya bisa merangkai kalimat. Puji Tuhan, saya sangat bersyukur karena tak perlu ada dokter atau terapis untuk membantu si Adek berbicara lancar.

Si Adek menyukai buku dan suka mewarnai.

Tahun 2023 akan segera datang, saya harus terus memberikan rangsangan beragam aktivitas buat si Adek. Sehingga bicaranya menjadi lebih lancar lagi. Terima kasih Tuhan atas semua perkembangan baik pada tumbuh kembang si Adek.

Baca juga: Lima Aktivitas yang Mengatasi Keterlambatan Bicara

CATATAN HUJAN

Catatan Hujan

Hujan mengguyur
Awal pelan pelan pelan sekali
Lalu keras keras dan berisik
Tapi entah mengapa
Aku merasa tenang dengan suaranya
Suara berisiknya tak menggangguku
Aku suka, bahkan sangat suka
Aku merasa tenang berada di antara suara hujan
Sayang…
Aku tak bisa menyatukan diriku dengan hujan
Ada tubuh lain di tubuhku
Dia butuh kenyamanan dan damai
Cukuplah aku menyatu dengan suara hujan
Aku tenang damai dan syahdu
Sebuah rasa yang aneh
Inikah rasa akhir tahun itu
Inikah rasa haru bercampur biru
Hujan menjelang tahun yang baru
Hujan oh hujan
Aku ingin lesap bersamamu
Menyatu dalam satu raga
Hujan oh hujan
Inikah rasa rindu terdalamku
Inikah rasa rindu tercekat
Hujan tegaskan suaramu
Aku merasa damai dan tenang
Hujan hujan oh hujan

Bekasi, 2.17 pm, 31 Des 2014
Paskalina Askalin