Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 3)

Larilah Rara Rambat menuju rumahnya. Peristiwa tersebut diceritakan kepada orang tuanya yaitu Kyai Keramat dan Nyai Bogem. Kedua orang tuanya gembira sekali mendengar kejadian yang diceritakan anaknya.

Melihat Rara Rambat lari meninggalkannya, Raden Kuning mengikuti dari belakang. Sampailah Raden Kuning di rumah orang tua Rara Rambat.

Waktu bertemu dengan orang tua Rara Rambat, mereka saling memperkenalkan diri. Tak lama kemudian, Raden Kuning meyatakan maksudnya untuk meminang Rara Rambar. Orang tua Rara Rambat senang sekali mendengar maksud Raden Kuning untuk meminang anaknya. Mereka sangat gembira akan mempunyai menantu seorang pangeran dari Kerajaan Mataram.

Continue reading “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 3)”

Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 2)

Kemudian muncullah niat Penembahan Senopati untuk memperluas wilayah kerajaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Panembahan Senopati minta pendapat kepada Ki Gede Pemanahan. Nasihat yang diberikan Ki Gede Pemanahan yaitu memperkuat bala tentaranya sehingga dapat digerakkan untuk menaklukkan wilayah bagian lain.

Langkah pertama yang ditempuh yaitu membuka daerah membuka daerah hutan di Kedu. Konon Hutan Kedu tersebut masih merupakan semak belukar yang masih angker. Karena tempat tersebut tidak pernah dikunjungi manusia.

Menurut kepercayaan masyarakat setemppat, Hutan Kedu itu merupakan kerajaan Jin dengan rajanya bernama Jin Sepanjang. Continue reading “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 2)”

Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 1)

Dahulu kala Kerajaan Pajang dengan rajanya bernama Sultan Hadiwijaya. Sedang Kadipaten Jipang dipimpin olah Arya Penangsang. Kedua tokoh tersebut saling berselisih. Arya Penangsang dikenal sebagai orang yang sombong, karena keampuhannya.

Perselisihan kedua tokoh tersebut mengakibatkan perang sehingga banyak korban berjatuhan dari kedua daerah.

Saat pertempuran itu terjadi, Hadiwijaya memberi kepercayaan kepada Danang Sutawijaya sebagai panglima perang. Danang Sutawijaya adalah anak angkat Sultan Hadiwijaya. Danang sebagai senopati perang didampingi oleh Ki Gede Pemanahan.
Continue reading “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 1)”

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: La Dana dan Kerbaunya

La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.

Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.

Continue reading “Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: La Dana dan Kerbaunya”

Dongeng: Tongkol Jagung

“Lihat ini,” kata Semut nomor sebelas (semut kan banyak, kau tahu, dan masing-masing punya nomor). “Lihat apa yang kutemukan!”

“Cuma sebutir jagung,” tukas Semut nomor tiga belas.

“Apa gunanya?”

“Kau bisa memakannya kalau mau. Bagi dua, tambahkan gula atau garam, baru kau makan. Mau coba?”

“Ya, jelas!”

Kedua Semut mengambil pisau dan akan membagi jagung itu ketika terdengar suara berseru, “Tunggu sebentar! Apa yang akan kalian lakukan?”

Ternyata Landak, yang datang dengan tampang sangat serius.

“Kami akan makan jagung,” jawab Semut-semut.

Continue reading “Dongeng: Tongkol Jagung”