Sekadar Cerita Rutinitas Pagi(ku)

Rutinitas Pagi

Kriiiiiiiiiiing jam weker berbunyi. Saatnya bangun pagi, anak lanang masih terlelap, suami masih terlelap, dan aku pun bangun. Hmmm rasanya minum kopi, buka laptop, menulis, begitu menyenangkan. Pagi-pagi otak masih fresh….
AH TERNYATA HANYA ILUSI

Ini faktanya:
Saat membuka mata, aku harus melakukan apa dulu ya? Pertanyaan itu yang muncul di kepalaku. Kalau anak lanangku masih terlelap, rasanya aku masih ingin mendengkur di sampingnya. Tapi, kalau anak lanangku justru sudah duduk manis menatapku, aku kebingungan.
Ingin rasanya menemanimu pagimu terus dan terus hingga waktunya mandi.

Continue reading “Sekadar Cerita Rutinitas Pagi(ku)”

Manfaat Bermain Tanah atau Lumpur

Faktanya tidak semua orangtua bisa membiarkan anaknya, terutama anak usia dini (di bawah 6 tahun) bermain lumpur, tanah, atau pasir. Fakta lainnya banyak orangtua membebaskan anakย  bermain lumpur, tanah, atau pasir. Anda termasuk dalam kelompok orangtua fakta yang mana?

Ada berbagai alasan mengapa orangtua tak mengizinkan anaknya bermain tanah atau lumpur. Ada orangtua yang beralasan melarang anaknya bermain tanah atau lumpur demi melindungi anak dari kuman penyakit. Ada juga yang beralasan karena takut kotor dan berantakan.
Orangtua bebas saja membuat pilihan apapun untuk kegiatan permainan anaknya. Namun, pilihan itu harusnya bijak dan mempunyai sejuta manfaat untuk anak.

Continue reading “Manfaat Bermain Tanah atau Lumpur”

Berbagi Semangat dan Motivasi Selama Tujuh Hari

Jam di dinding hampir membawa waktu berganti hari, 23.55 WIB. Menghadap laptop sejak pukul 21.30 wib, niat hati ingin menyelesaikan satu cerita yang tertunda terus. Tetapi akhirnya malah membuat kutipan-kutipan penyemangat yang menasihati diri.

Tanpa terasa cerita yang mau diselesaikan malah tidak tersentuh, saya membuat tujuh quote yang rencananya akan saya unggah setiap hari dalam minggu ini.
Quote ini sebenarnya adalah nasihat bagi diri saya sendiri. Quote ini semacam nasihat mini bagi siapa saja yang membacanya.

Saya ingin bagikan nasihat-nasihat mini itu untuk semua pembaca. Saya berharap nasihat-nasihat mini ini bisa menjadi semangat dan motivasi di masa yang serba sulit seperti saat ini.

Quote hari ke-1

Baca-baca saja dulu, baca-baca lagi, baca-baca lagi dan lagi. Setelah itu menulislah.

Quote di atas menasihati diri sendiri yang masih belum dapat ide menulis. Hufff… Ide menulis seakan lenyap ditelan bumi hehehe. Akhirnya saya menyadari, mungkin saya kurang banyak membaca. Jadi saya putuskan untuk membaca membaca dan membaca buku lebih banyak lagi. Setelah membaca banyak buku, ide pasti akan mengalir tiada henti. (Semoga, amin)

Continue reading “Berbagi Semangat dan Motivasi Selama Tujuh Hari”

Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak

Judul: Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak
Penulis: Kelompok Cinta Anak Cinta Buku
Terbit September 2020

Di zaman yang serba instan dan serba digital seperti sekarang ini nilai kebaikan hampir hilang. Anak-anak cenderung bersikap egois, tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Untuk menjadi peduli dan baik pada orang di sekitarnya, anak-anak harus diberi tahu atau ditugasi untuk berbuat baik atau peduli.

Tentunya, kita tidak berharap generasi muda di masa depan menjadi manusia yang angkuh dan tidak peduli. Karenanya, anak-anak harus diberi “suplemen bacaan” yang bernilai karakter baik, salah satunya nilai kebaikan.

Nilai kebaikan merupakan salah satu nilai karakter yang mampu menyatukan perbedaan, hingga menghilangkan perbedaan itu. Menurut saya, sangat tepat saat penulis dari Kelompok Cinta Anak Cinta Buku memilih “kebaikan” menjadi tema besar untuk keseluruhan cerita dalam buku kumpulan cerita anak ini. Oleh karena itu, buku ini layak dibacakan untuk anak. Bahkan, orang dewasapun sambil membacakan untuk anaknya juga dapat mengambil manfaatnya.

Continue reading “Kebaikan oleh Semua, Kumpulan Dongeng dan Cerita Anak”

Curhat Emak: Belajar di Rumahย  yang Sesungguhnya

Kapan pandemi akan berakhir? Siapa yang bisa menjawabnya. Entahlah, mungkin sebulan lagi, setahun lagi, tiga tahun lagi, semoga segera berakhir hanya itu harapan tertinggi semua orang di dunia ini, pastinya. 

Rasanya ingin menikmati lagi, melihat anak-anak berangkat sekolah pagi dijemput oleh mobil jemputan, lalu siang hari pulang dengan senyum kelelahan anak-anak. Ah pandemi, segeralah berakhir. Amin amin amin.

Hari ini si Kakak tidak lagi ada kegiatan belajar jarak jauh. Semester satu telah berakhir dan 15 Desember nanti mengambil rapor. Tapi saya lihat, si Kakak masih belum sepenuhnya siap masuk ke SD. Walaupun masih ada semester dua tahun depan, persiapan untuk duduk di SD masih jauh. Si Kakak harus belajar ekstra untuk mempersiapkan diri duduk di tingkat SD. Jika keadaan normal, saya bisa cari kursus atau les untuk mempertajam kemampuannya. Tetapi dengan keadaan pandemi seperti ini banyak risiko yang harus dihindari. TETAP BERADA DI RUMAH adalah keputusan paling bijak untuk menjauh dari Covid-19.

Continue reading “Curhat Emak: Belajar di Rumahย  yang Sesungguhnya”