Kenali Kecerdasan Anak

Anakku tidak bisa diam, selalu bergerak. Rumah menjadi arena sepak bola atau menjadi arena main petak umpet atau menjadi arena bergulat.

Mungkin banyak di antara tetangga yang bosan atau kesal dalam hati karena ulah anakku yang berisik. Main bola siang-siang atau hal-hal lainnya yang membuat tetangga tahu kalau itu pasti ulah anakku. Mohon maaf sebesar-besarnya buat para tetangga. Anakku dominan memiliki kecerdasan kinestetik, salah satu kecerdasan dalam teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner.

UNDUH PDF MENGASAH KECERDASAN

Setiap anak pastilah memiliki keunikan, tidak sama. Anak yang satu dominan kecerdasan linguistiknya, anak yang lain lebih dominan kecerdasan musikalnya.
Kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak itu menjadikan perbedaan cara belajar. Tetapi, walaupun begitu, anak yang dominan dengan kecerdasan tertentu, pastilah lebih mudah dalam menerima pelajaran. Mungkin saat guru sedang menjelaskan materi di kelas tampak tidak memperhatikan karena sibuk sendiri, tetapi saat ulangan ternyata dia bisa mengerjakan.

Sepertinya halnya anakku, materi pelajaran yang menurutku sulit, mampu dia kerjakan, meski di kelas seperti tidak memperhatikan gurunya.

Anak mendengarkan materi yang saya bacakan untuk persiapan ulangan sambil main bola. Karena kecerdasan kinestetiknya sangat dominan, itulah salah satu cara belajarnya.

Yuk, kenali kecerdasan anak kita supaya bisa menyesuaikan dan tahu gaya belajarnya!

Berikut ini teori kecerdasan majemuk menurut Howard Gardner.

1. Kecerdasan Linguistik adalah kecerdasan yang dominan dalam kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Contoh profesi: penulis, penyair, jurnalis.

2. Kecerdasan Logis-Matematis adalah kecerdasan yang lebih dominan dalam kemampuan berpikir logis, kritis, dan memecahkan masalah matematis. Contoh profesi: ilmuwan, matematikawan, insinyur.

3. Kecerdasan Spasial adalah kecerdasan dalam memahami dan memanipulasi ruang dan bentuk. Contoh profesi: arsitek, pelukis, desainer grafis.

4. Kecerdasan Kinestetik Tubuh adalah kecerdasan yang dominan dalam hal kemampuan menggunakan tubuh untuk menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah. Contoh profesi: atlet, penari, ahli bedah.

5. Kecerdasan Musikal adalah kecerdasan yang lebih dominan dalam hal kemampuan memahami, menciptakan, dan menghargai musik dan ritme. Contoh profesi: musisi, komposer, konduktor.

Bermain Kata Mengasah Kecerdasan Anak

6. Kecerdasan Interpersonal adalah kecerdasan yang dominan dalam kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Contoh profesi: guru, konselor, pemimpin.

7. Kecerdasan Intrapersonal adalah kecerdasan yang lebih mampu memahami diri sendiri dan menggunakan pemahaman ini untuk mengatur hidup sendiri. Contoh profesi: psikolog, filsuf, penulis.

8. Kecerdasan Naturalis adalah kecerdasan yang mampu mengenali, mengklasifikasikan, dan memahami lingkungan alami serta flora dan fauna. Contoh profesi: ahli biologi, konservasionis, petani.

9. Kecerdasan Eksistensial adalah kecerdasan yang dominan memiliki kemampuan merenungkan pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan eksistensi. Contoh profesi: filsuf, teolog, penulis.

Masing-masing kecerdasan ini menggambarkan cara unik seseorang dalam memahami dan berinteraksi dengan dunia. Ketika kita merasa anak kita berbeda, dipandang orang sebagai anak nakal, janganlah buru-buru marah. Bisa jadi orang itu tidak paham dan belum pernah membaca tentang kecerdasan majemuk. Anak yang dipandang nakal oleh lingkungannya bisa jadi lebih cerdas ketimbang anak-anak lainnya.

Dongeng Manusia Kue Jahe

Krisan suka sekali dibacakan buku Dongeng Manusia Kue Jahe. Entah sudah berapa kali saya membacakannya.

Cerita pagi ini, cerita ibu di rumah. Sekitar jam 10.00 pagi saya sudah selesai mandi, sudah masak walaupun belum lengkap, dan anak saya belum mandi. Urusan mandi pagi menjadi PR besar buat saya. Karena setiap kali diminta mandi, si adek pasti menolak.

Tapi itu bukan masalah sebenarnya. Urusan mandi saya abaikan daripada merusak hari-hari saya dengannya. Si Adek tidak mau mandi, tidak apa-apa, nanti juga mau mandi.

Pagi ini urusan mandi terabaikan karena membaca buku. “Mama, ayo membaca buku,” kata Adek.
“Mandi dulu, yuk,” jawab saya.
Baca buku dulu,” kata Adek keukeuh.

Buat saya sebagai orang tua, dia mengajak membaca buku itu lebih baik daripada harus bersitegang menyuruh dia mandi. Akhirnya saya pun membacakan buku. Buku yang dibaca adalah buku dongeng Manusia Kue Jahe.

Berikut ini kutipan cerita buku dongeng Manusia Kue Jahe.

Suatu ketika, hiduplah seorang wanita tua dan seorang pria tua yang tinggal di peternakan.
Mereka hidup bahagia.
Tapi, ada hal yang membuat mereka sedih.
Mereka tidak mempunyai anak.
Jadi wanita tua itu mencoba membuat manusia dari kue jahe titiknya. Dia pun mencampur adonan lalu membentuknya. Wanita itu menambahkan mata, mulut, dan kancing, lalu memanggangnya di dalam oven.
Tak lama, tercium aroma kue jahe yang matang.
Dia membuka pintu oven dan memeriksanya.
Manusia kue jahe melompat keluar dan berlari.
“Berhenti!” teriak wanita tua.
“Berhenti, berhenti!” teriak pria tua. Tapi, manusia kue jahe berlari keluar rumah sambil bernyanyi.
“Lari, lari, secepat mungkin. Kalian tidak akan bisa menangkapku. Akulah manusia kue jahe!”
………

Saya membacakan buku dongeng Manusia Kue Jahe hingga selesai. Membacakan buku saja pasti bermanfaat untuknya. Apalagi ditambahkan atau disisipkan aktivitas lain pastilah berlipat-lipat manfaatnya.
Saya menyisipkan aktivitas mengenalkan huruf dan kosakata saat membaca buku dongeng Manusia Kue Jahe. Hanya tiga huruf dan tiga kata yang saya fokuskan.

Huruf m, k, dan j

untuk kata
m a n u s i a
k u e
j a h e

Hanya sekilas saja saya sebutkan kembali judulnya. Saya perlihatkan judul bukunya lalu dibacakan berulang kali huruf awalnya dan katanya.

Saat anak merasa tidak nyaman karena terganggu aktivitas membacanya, hentikan aktivitas sisipan itu, dan lanjutkan membacakan bukunya.

Aktivitas membacakan buku bisa dilakukan hanya membaca buku saja atau ditambahkan/disisipkan aneka pengetahuan dan pemahaman untuk anak. Semua tergantung orang tua atau pendamping anak yang membacakan. Aktivitas sisipan saat membacakan buku bisa dikreasi sesuai kebutuhan anak atau sesuai isi cerita.

Anak-anak selalu suka dibacakan buku. Terutama dibacakan buku saat hendak tidur siang atau tidur malam. Sekarang, tergantung orang tuanya, mau membacakan buku atau tidak?🙂

Kisah Menjelang Malam: Anak Terkunci di Mobil

Kisah Menjelang Malam: Anak Terkunci di Mobil

Saya percaya jika kebaikan Tuhan itu bisa datang dari tangan-tangan manusia “baik”. Kebaikan dan kepedulian manusia pada orang di sekitarnya pun tidak perlu menunggu instruksi. Saat mau berbuat baik, berbuat baik saja tanpa berpikir hal lainnya.

Sore ini setelah azan magrib berkumandang, saya mengambil jemuran kering di teras. Cukup lama saya mengambil jemuran karena saya langsung membalik pakaiannya. Kemudian saya melihat mobil tetangga depan  lewat. Mobil itu lalu masuk garasi rumahnya. 

Lima menit kemudian saya mendengar kehebohan suami istri tetangga saya itu. Tanpa berniat menguping, karena benar-benar terdengar jelas, terjadi insiden, anak mereka yang umurnya kira-kira 2 tahun, terkunci di dalam mobil. Kunci mobil dan remote dipegang oleh anaknya di dalam mobil. Suami istri itu berusaha meminta anaknya supaya menekan remote mobil yang dipegang. Tetapi usaha mereka tidak membuahkan hasil.

Saya yang sedang mengambil jemuran, turut khawatir dan gemetaran. Apalagi saya pernah lihat berita tentang anak yang terkunci dalam mobil ditemukan meninggal.

Kira-kira 15 menit kemudian, saya masih berdiri di teras rumah saya. Pakaian kering saya taruh di kursi. Saya masih menguping. Anak itu masih terkunci di mobil. 

Ya, Tuhanku, sungguh jantung ini berdegup kencang, saya ikut panik mendengar usaha suami istri itu. Tidak ada tetangga lain yang datang. Akhirnya, saya ajak adik saya yang kebetulan datang dari Sidoarjo. Adik saya tahu tentang perbengkelan motor mobil, mungkin bisa beri solusi untuk membuka pintu mobil yang terkunci.

Tanpa menunggu lagi, saya ajak adik saya menuju rumah tetangga itu. Mereka masih berusaha meminta anaknya menekan remote mobil, tapi tak berhasil. Anak umur 2 tahun pastilah sulit diajak komunikasi dalam kondisi darurat seperti itu.

Saya langsung katakan, “Ini adik saya, mungkin bisa membantu membuka pintu mobil. Dia tahu perbengkelan.”

Adik saya pun mulai memberikan solusi. Dengan menggunakan penggaris besi panjang mencoba membuka pintu mobil. Duh, rasanya setengah jam sudah berlalu, usaha adik saya belum juga berhasil. 

Dalam hati saya berdoa, “Tuhan, tolong anak ini, permudah usaha kami sehingga bisa segera berhasil membuka pintu mobil.”

Sang Ibu mencoba menelepon damkar, dan katanya akan segera datang. Lalu, saya melihat tetangga samping rumah keluar (Mas Lala, bukan nama sebenarnya). Saya pun meminta tolong pada Mas Lala untuk memberikan solusi. Dia pun menelepon temannya yang katanya bisa membantu.

Teman Mas Lala pun datang dan mulai beraksi dibarengi adik saya. Ya, Yesus, usaha mereka pun belum membuahkan hasil.

Lalu, datang beberapa orang petugas damkar. Mereka melanjutkan usaha yang dilakukan teman Mas Lala dan adik saya. 

Teman Mas Lala lalu pergi untuk mengambil alat untuk memecahkan kaca mobil. Duh, Tuhan, itu petugas damkar kok ga sat set sat set gitu, itu anak udah kelelahan nangis dan terdiam atau tidur atau pingsan di dalam mobil, teriak saya dalam hati. 

Yang dilakukan petugas damkar adalah memberi udara ke dalam mobil melalui celah kaca mobil yang tadi hampir dibuka oleh adik saya dan teman Mas Lala. Lama, tapi lama sekali rasanya, saya benar-benar dibuat gemas. Kenapa ga segera, segera membuat keputusan eksekusi tercepat????

Teman Mas Lala datang lagi dengan membawa alat pemecah kaca. Ternyata alatnya itu semacam paku kecil yang dilemparkan ke kaca.

Sementara itu petugas damkar masih belum membongkar kaca. Suami istri, orang tua si anak pun tidak meminta petugas untuk segera memecahkan kaca atau gimana. Saya yang semakin gemes melihat keadaan itu. 

Saya pun langsung bilang pada teman Mas Lala untuk usulkan pecahkan kaca. Lalu saya pun bilang pada petugas damkar untuk pecahkan kaca. Dia bilang tidak ada alatnya. “Ini ada alatnya,” kata saya sambil menunjuk ke tangan teman Mas Lala. 

Dalam hitungan detik, alat kecil mirip paku itu dilempar ke kaca belakang. Dan, pecahlah kaca mobil. Anak itu terselamatkan. Pecah juga rasanya hati saya tapi bersyukur pada Tuhan. Terima kasih Tuhan atas pertolonganMu. Puji Tuhan.

Anak itu terselamatkan oleh siapa? Adik saya, teman Mas Lala, atau petugas damkar? Buat saya, tidak penting siapa yang menolong. Yang paling penting adalah anak itu bisa keluar dari mobil dan selamat.

Setelah kaca mobil pecah, si anak yang di dalam mobil dikeluarkan. Tubuh kecilnya sudah lunglai, lemas, karena menangis lama dan lelah menunggu ayah bundanya membuka pintu mobil. Sang Bunda lalu menggendong anaknya dengan penuh sukacita dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sementara itu kami, “Tim Penolong” agak sedikit bengong. Ya, sudahlah…

Lalu saya dan adik saya pun pulang. Satu jam yang menegangkan….

Kisah menjelang malam pun selesai dan diakhiri happy ending. Catatan penting dari kisah ini adalah:

(1) Menjadi orang tua itu tidak ada sekolahnya, selalu waspada dengan perilaku anak-anak. Saat kamu mempunyai anak, saat itulah kamu belajar belajar menjadi orang tua. 

(2) Jangan segan untuk meminta bantuan tetangga, karena tetangga adalah saudara terdekatmu.

(3) Pedulilah pada yang terjadi di lingkungan sekitar. Saat ada tetanggamu kesulitan, bantulah.

(4) Peringatan atau nasihat untuk diri sendiri.

(5) …… (Pembaca bisa merefleksikan sendiri, setelah membaca Kisah Menjelang Malam: Anak Terkunci di Mobil.

Membaca Novel itu Relaksasi

Membaca Novel itu Relaksasi

Aku takut membaca novel karena aku takut tidak bisa berhenti untuk membacanya hingga tamat. – Paskalina Askalin

Dan, itupun benar terjadi. Hari ini tepatnya dini hari tadi, aku membaca sebuah novel yang kutemukan di salah satu aplikasi digital perpustakaan.
Aku tak bisa berhenti, dan aku kubaca hingga tamat novel itu. Novel itu memang menarik untuk dibaca. Bahasanya membuat pembaca tidak bisa berhenti, sehingga ingin terus membaca hingga selesai.

Beruntunglah aku membaca di saat semua orang di rumahku tertidur. Tidak ada yang kutinggalkan dan kuabaikan. Aku membaca novel hingga tamat dalam waktu 2 jam.

Banyak artikel yang menyebutkan bahwa salah satu manfaat membaca buku untuk orang dewasa adalah cara yang efektif untuk relaksasi dan mengurangi tingkat stres. Aku merasakan relaksasi itu. Saat aku membaca novel, semua masalah seakan hilang. Walau hanya dalam waktu yang singkat, cukup untuk mengembalikan “kewarasan” pikiran.
Jadi, baik jika orang dewasa mencari waktu yang tepat untuk membaca sebuah novel, paling tidak 1 novel 1 minggu. Aku pun akan membaca novel lagi dalam beberapa hari ke depan.

Komen di kolom komentar jika kamu ingin baca gratis novel yang kubaca. Akan aku kirimkan linknya 😀

Novel yang kubaca berjudul MORNING BREEZE karya Viera Fitani.

Judul: Morning Breeze
Penulis: Viera Fitani
No. ISBN: 9786020259833
Penerbit: Elex Media Komputindo
Tanggal terbit: Maret – 2015
Jumlah Halaman: 265

Sinopsis Novel

Fabian Aganta, dokter tampan yang kelebihan hormon ramah dan baik hati sukses membuat suster Dinasty yang baru saja menjadi asistennya sebal setengah mati. Tapi sungguh tak disangka, di balik kelakuannya yang menyebalkan, dokter ganteng itu ternyata menyukai Dinasty yang selalu cemberut dan mengeluhkan setiap pekerjaan yang disuruhnya.
Dirga, seseorang dari masa lalu Dinasty datang tepat ketika Fabian menyatakan perasaannya pada wanita itu. Seseorang yang sangat Dinasty cintai dan dinanti-nantikan karena kepergiannya yang tiba-tiba. Mungkinkah Dinasty akan menyukai Fabian dan meninggalkan orang dari masa lalunya? Atau Fabian-lah yang dipilih Dinasty untuk menemaninya seumur hidup?
***

Mungkin Dirga itu keren. Tapi, Fabian adalah tipe idaman wanita. Semua pasti setuju. – Catz Link Tristan, Emak rusuh yang menulis novel Labirin dan Gerimis Bumi.

Dikisahkan dengan sangat manis hingga saya tak ingin berhenti membaca. Buku ini membuat saya jatuh cinta pada tokoh-tokohnya yang begitu hidup dan memesona. Good Job! –Nima Mumtaz, Penulis Cinta Masa Lalu dan Akulah Arjuna.

Jangan pernah berpikir bahwa novel ini hanya menyajikan manisnya kisah cinta. Karena pada nyatanya, segala macam rasa ada di dalam novel ini. Morning Breeze benar-benar bisa membuat aku tersenyum, cemberut, bahkan hampir menangis karena turut merasakan kesedihan dan kebahagiaan tokoh-tokohnya. – Jenny Thalia Faurine, Penulis Playboys Tale dan Unplanned Love.

Masuk SD Harus Bisa Baca

Masuk SD harus bisa baca. Jika tidak bisa baca, akan tertinggal memahami berbagai pelajaran di SD.

Zaman dulu anak masuk SD tidak harus bisa baca karena memang ada pelajaran membaca atau belajar membaca. Tapi di zaman sekarang ini kalau anak masuk SD tidak bisa baca, maka dia akan tertinggal dari teman-temannya yang sudah bisa membaca.

Ini bukan soal dia sekolah di mana, sekolah swasta atau sekolah negeri ini. Sebenarnya, kalau menurut saya, anak bisa membaca atau tidak adalah soal kepedulian orang tua kepada anak mereka masing-masing.

Unduh PDF Persiapan Masuk SD Materi Bahasa Indonesia

Unduh Paket Persiapan Masuk SD, lengkap 351 SOAL

Ketika anak masuk SD, misalnya pihak sekolah berujar, “Kami akan menerima anak Ibu/Bapak sekolah di sini tanpa tes membaca. Tidak apa-apa, jika anak tidak bisa membaca, kami tetap akan menerima anak Bapak atau Ibu untuk masuk sekolah ini.” Jika ada sekolah yang mengatakan ini, itu bagus, tapi orang tua harus pastikan lagi bagaimana anak yang tidak bisa baca? Apakah akan dibimbing khusus atau bagaimana?

Continue reading “Masuk SD Harus Bisa Baca”