Setelah kemarin saya mengunggah sebuah tulisan tentang sahabat saya Mbak Tety Aprilia (Sahabat Penulis: Sedikit Catatan dari Bristol dan Karya Literasinya), kurang lengkap jika saya tak memintanya menulis. Literasi di sekolah mejadi tema menarik menurut saya. Literasi di negara kita ini sudah sangat berkembang tetapi masih kurang membudaya dan mengakar kuat. Semoga catatan literasi dari Bristol ini menginspirasi siapa saja yang membacanya. Selamat membaca.
Memaksa Keluarga Senang Membaca
Musim gugur menyambut kedatangan kami di Kota Bristol, hawa dingin merasuki badan. Temperatur saat itu berkisar 11 derajat Celcius. Waktu yang ditempuh antara Jakarta–Bristol sekitar 21 jam memang sungguh melelahkan meskipun kami sempat tertidur di pesawat Jakarta–Bangkok dan Bangkok–London. Saat kami tiba di Bandara Heatrow London, suasana masih sangat sepi, tentu tanda waktu di gawai menunjukkan pukul 06.00 pagi. Continue reading “Catatan Literasi dari Bristol: Memaksa Keluarga Senang Membaca”


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.