Ketagihan Baca Cerita dari Let’s Read

Bunda ayo tidur, bacain 10 Let’s Read ya.” Itu yang selalu diminta Kakak Kenan sebelum tidur dua mingguan ini. Kenan telah jatuh hati pada cerita-cerita dari Let’s Read.

Bersyukurlah anak zaman masa kini, ada banyak sekali jenis bacaan yang bisa dipilih. Bahkan tanpa biaya pun bisa mendapatkan bacaan dari berbagai negara dan dalam berbagai bahasa. Salah satu tempat membaca asyik yang menyuguhkan beragam bacaan dari berbagai negara dan berbagai bahasa adalah Let’s Read. Let’s Read ini bisa dibaca melalui desktop PC atau laptop. Selain itu, kita juga bisa mengunduh cerita dalam bentuk PDF. Let’s Read juga bisa diunduh dalam Playstore sehingga bisa dibacakan pada anak kapan saja di mana saja.

Kenan dibacakan buku cerita dari Let’s Read oleh Ayah.

Continue reading “Ketagihan Baca Cerita dari Let’s Read”

New Normal (Kenormalan Baru), Apa itu?

Sore ini ibu saya bertanya pada saya, โ€œNormal baru iku opo?โ€ Dengan bahasa sederhana saya mencoba memberikan jawaban. Normal baru atau new normal itu misalnya dulu sebelum pademi, memakai masker ke mana-mana itu berarti tidak normal atau orang yang sakit. Sekarang setelah pandemi terjadi dan masih ada, memakai masker itu adalah normal, normal yang dimaksud adalah normal baru.

Kata normal baru atau new normal ini menjadi perbincangan hangat saat ini di Indonesia juga di dunia. Ada begitu banyak info grafis yang menjelaskan teknis pelaksanaan ketika normal baru di berlakukan di semua aspek kehidupan kita.

Continue reading “New Normal (Kenormalan Baru), Apa itu?”

Aktivitas Seru Mengasah Kecerdasan Anak Usia Dini (Bagian 1)

Dua kata yang senantiasa harus ada ketika mengajak anak usia dini belajar dan bermain adalah AKTIVITAS SERU. Aktivitas seru maksudnya aktivitas bermain yang mengasyikkan buat anak, disukai anak, dan menggembirakan hati anak.

Mengenal angka dan huruf dapat dikenalkan pada anak sejak usia masih sangat dini, sejak anak itu dilahirkan. Bahkan sejak masih dalam kandungan perkataan yang disebutkan ibunya menjadi memori yang melekat di otaknya.

Setiap anak itu unik, mempunyai ketertarikan pada mainan yang berbeda, hingga menyukai tontonan yang berbeda pula. Oleh karena itu, orangtua atau pendamping anak tidak bisa memaksakan satu metode belajar yang dianggap berhasil pada banyak sekali anak untuk bisa diterapkan pada anaknya. Hal ini perlu benar-benar disadari oleh orangtua sehingga tidak semena-mena memaksakan anak belajar dengan cara yang sama dengan cara anak lain.
Continue reading “Aktivitas Seru Mengasah Kecerdasan Anak Usia Dini (Bagian 1)”

Membudayakan Membaca Buku Sejak Anak Usia Dini

Membudayakan kebiasaan membaca buku harus dilakukan sejak anak usia dini. Keluarga sebagai lingkungan terdekat anak, harus memberikan dukungan penuh pada anak supaya anak tertarik dengan buku hingga menjadi keasyikan membaca buku.

Di zaman serba digital ini tentu tidak mudah bagi orangtua membudayakan membaca buku pada anak. Keberadaan gawai-gawai canggih yang mengelilingi lingkungan sekitar anak tidak bisa dihindari. Orangtua tidak bisa mencegah keberadaan, namun yang bisa dilakukan orangtua adalah membiasakan kegiatan lain yang menarik bagi anak sehingga bisa mengimbangi keberadaan gawai. Salah satunya, dengan memupuk kebiasaan membaca buku sejak anak usia dini.

Kenan membaca buku (Foto 22 September 2019)

Anak saya, Kenan, kini berusia 4,8 tahun. Buku menjadi salah satu benda kesukaannya bercampur dengan mainannya. Dibacakan buku menjadi keinginannya setiap saat. Continue reading “Membudayakan Membaca Buku Sejak Anak Usia Dini”

Catatan Literasi dari Bristol: Memaksa Keluarga Senang Membaca

Setelah kemarin saya mengunggah sebuah tulisan tentang sahabat saya Mbak Tety Aprilia (Sahabat Penulis: Sedikit Catatan dari Bristol dan Karya Literasinya), kurang lengkap jika saya tak memintanya menulis. Literasi di sekolah mejadi tema menarik menurut saya. Literasi di negara kita ini sudah sangat berkembang tetapi masih kurang membudaya dan mengakar kuat. Semoga catatan literasi dari Bristol ini menginspirasi siapa saja yang membacanya. Selamat membaca.

 

Memaksa Keluarga Senang Membaca

Musim gugur menyambut kedatangan kami di Kota Bristol, hawa dingin merasuki badan. Temperatur saat itu berkisar ย 11 derajat Celcius.ย  Waktu yang ditempuh antara Jakartaโ€“Bristol sekitar 21 jam memang sungguh melelahkan meskipun kami sempat tertidur di pesawat Jakartaโ€“Bangkok dan Bangkokโ€“London. Saat kami tiba di Bandara Heatrow London, suasana masih sangat sepi, tentu tanda waktuย  di gawai menunjukkan pukul 06.00 pagi. Continue reading “Catatan Literasi dari Bristol: Memaksa Keluarga Senang Membaca”