Pengatakan Memiliki Kata Dasar Atak

​Pengatakan memiliki kata Dasar Atak

Kata pengatakan belum lama saya pahami. Kata inu begitu sering  diucapkan dalam suatu grup wa yang saya ikuti karena buku saya terpilih dalam   sayembara yang diadakan Badan Bahasa.

Saya sudah lama berkecimpung di dunia editorial buku. Namun, kata pengatakan masih asing di telinga saya. 

“Bapak dan Ibu bisa bekerja sama dengan pengatak untuk mengatak naskah Bapak dan Ibu,” kata panitia sayembara.

Kemudian salah seorang berkomentar, “Kata pengatakan itu apa artinya ya, jika kata dasarnya katak, saya tidak menemukan arti yang cocok di Kamus Besar Bahasa Indonesia.”

Tentu saja dia tidak akan menemukan arti kata katak yang berkaitan dengan naskah atau buku, kata saya dalam hati. Awalnya saya juga mengecek kata dasar katak. Namun ternyata salah, kata dasar pengatakan adalah atak.

Atak merupakan istilah bidang grafika. 

Atak artinya (1) komposisi; tata letak, (2) tata letak huruf yang akan dicetak.

Turunannya, mengatak; pengatakan.

Tetapi jujur, saya tetap nyaman dengan penggunaaan kata layout dan layouter atau setting dan setter. 

Saya membayangkan apa yang terjadi ketika saya berkata pada seorang setter, “Pengatakan buku saya tolong dipercepat.” Mungkin setter itu menganggap saya salah ucap atau salah ketik.

Saya sadari betul, penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar merupakan suatu wujud kecintaan kita pada Indonesia. Di masa mendatang, pasti istilah pengatakan tidak lagi menjadi istilah yang langka. Semua masyarakat bisa paham bahasa Indonesia secara lebih mendalam.

#salamliterasi #paskalinaaskalin

#day1 #juni #nulis #sukasuka

Tentang Harapan

(1) Setiap orang harus punya harapan. Karena memiliki harapan sama artinya dengan memiliki hidup.

(2) Harapan membuat kita kuat. Karena memiliki harapan itu sama dengan punya masa depan.

(3) Ketika seorang berkata, AKU INGIN HIDUP 1000 TAHUN LAGI, itu berarti orang itu punya harapan. Walau secara sadar orang itu tahu hidupnya divonis 3 bulan lagi. Tetapi orang itu punya harapan, masih ada Tuhan yang mampu memberi keajaiban.

(4) Harapan tanpa perjuangan hanya omong kosong belaka.

APA HARAPANMU SAAT INI?

Dari Mana Anda Dapat Ide Menulis Buku Bacaan Anak?

Dari Mana Anda Dapat Ide Menulis Buku Bacaan Anak?​

Ide menulis buku bacaan anak bisa diperoleh dari mana saja. Lima cara mendapatkan ide menulis buku bacaan anak.

1. MEMBACA BUKU

Saya punya banyak sekali buku bacaan anak dari berbagai penerbit dan penulis. Saya membacakan buku itu pada anak saya. Sambil membaca buku cerita, membuat pikiran saya terpancing memunculkan suatu ide buku lain yang berbeda.
Continue reading “Dari Mana Anda Dapat Ide Menulis Buku Bacaan Anak?”

​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas

Menjadi sebuah kebanggaan bagi saya bisa memberikan testimoni untuk buku ini. Anak usia 11 tahun, bisa dikatakan masa-masa rentan oleh pengaruh buruk lingkungan. Namun, tentu tidak demikian dengan Ian. Di usia ke-11, Ian telah menerbitkan buku keduanya.
FIXIANO 2 berisi kumpulan cerita yang ditulis Ian sendiri. Dalam setiap cerita yang ditulisnya, Ian menyuguhkan sebuah dunia lain. Membaca ceritanya seakan membawa kita, pembacanya, masuk dalam dunia khayal ciptaan Ian. Namun, ketika satu cerita selesai dibaca, pembaca akan menangkap pesan yang dalam.
Continue reading “​Imajinasi Luas, Liar, dan Tanpa Batas”

​Kegiatan Paskalina Askalin: Pra-Kongres Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (PENPRO)

Penpro, Penulis Profesional Indonesia, pra-kongres, birokrat menulis, diskusi buku, UU Sistem Perbukuan

Senin-Jumat saya selalu di rumah, sedangkan Sabtu atau Minggu cari kegiatan di luar rumah, itulah saya Paskalina Askalin.
Sabtu, 20 Mei 2017 kemarin, saya memiliki agenda untuk datang pada sebuah acara besar bagi profesi saya, sebagai penulis, Perkumpulan Penulis Profesional Indonesia (Penpro) mengadakan acara PRA-KONGRES yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional RI, Salemba. Acara tersebut diawali dengan Simposium Membaca untuk Menulis: Strategi Literasi Menyambut UU Sistem Perbukuan.

Kehadiran saya di acara tersebut juga dalam rangka pelantikan Pengurus Pusat dan Pengurus Daerah. Saya sebagai Wakil Ketua Penpro Jakarta harus hadir karena Sang Ketua, Akhmad Sekhu, berhalangan hadir saat pelantikan pengurus.

Setelah pelantikan pengurus, dilanjutkan dengan acara diskusi buku berjudul “Birokrat Menulis” yang ditulis oleh Bpk Adrinal Tanjung. Usai acara, saya berkesempatam berfoto dengan Pak Adrinal Tanjung.

Demikian kegiatan singkat saya di weekend ini. Saya, Paskalina Askalin mendukung penuh literasi membaca dan literasi menulis. 
#salamliterasi #membacadanmenulis