Review Buku: Seeds of Inspiration

Judul: Seeds of Inspiration Motivasi untuk Setiap Hari

Penulis: Esther Idayanti

Penerbit: Kesaint Blanc

Terbit: Desember 2016, Jakarta

seeds-of-inspiration-resensi-paskalina

Buku bisa membantu kita untuk mendapatkan inspirasi. Buku juga bisa membawa semangat untuk terus bergerak menjadi lebih baik dari hari ke hari. Saya senang membaca buku motivasi harian karena membaca buku seperti ini seperti mendapatkan suplemen yang menyemangati hidup.

Buku SEEDS OF INSPIRATION MOTIVASI UNTUK SETIAP HARI, merupakan sebuah buku motivasi yang ditulis oleh Esther Idayanti. Kover buku dibuat dalam beberapa warna. Pembaca dapat memilih kover buku sesuai warna yang diinginkan. Saya memilih kover warna hitam.

Buku motivasi ini isinya mengikuti jumlah kalender masehi 2017.  Motivasi dapat dibaca setiap hari sesuai dengan bulan dan tanggal. Kita hanya perlu waktu 1-2 menit untuk membaca 1 motivasi. Tetapi, kita bisa mendapat manfaat positif sepanjang hari dan sepanjang hidup kita.

Hari ini 22 Februari 2017, ini motivasi yang bisa kita baca dan nikmati suplemennya.

Bahagia atau berarti?

Mana yang Anda pilih, hidup bahagia atau berarti? Walaupun mirip dan ada kaitannya, tetapi bahagia berbeda dengan berarti. Dapatkah kita membedakan keduanya? Seharusnya bisa, bamun ada saat-saat tertentu keduanya saling bertentangan.

BAHAGIA adalah perasaan yang menyenangkan. Anda bahagia ketika bisa berlibur, menemukan barang yang hilang atau klub sepak bola favorit Anda menang. Anda bahagia ketika mendapatkan apa yang Anda butuhkan atau inginkan, merasa bahwa hidup ini mudah.

BERARTI adalah hidup Anda memiliki tujuan dan nilai Anda merasa berarti ketika Anda melakukan sesuatu yang mengekspresikan diri Anda, terutama hal-hal positif yang dilakukan orang lain.

seeds-of-inspiration-2-resensi-paskalina

Kadang, saat mewujudkan kehidupan yang berarti, contohnya melawan korupsi, Anda mengalami banyak tekanan dan stres sehingga mengurangi kadar kebahagiaan Anda. Tetapi, Anda rela menjalani hal-hal ini untuk mendapatkan kehidupan yang berarti.

Hal-hal sepele dan membosankan seperti mencuci piring dan membersihkan rumah bisa menjadi hal yang membahagiakan kalau kita memberi “arti”, yaitu merawat orang-orang yang kita cintai. Penderitaan pun bisa dilalui bila seseorang dapat menemukan arti di dalamnya. Jadi sebaiknya kita mengukur hidup dari segi “arti”, bukan “bahagia”.

 

Ditulis oleh Paskalina Askalin

Aku Ingin Menulis, maka Menulislah

Aku ingin menulis, maka menulislah

Menulislah jika Anda ingin menulis. Menulis, hanya itu kunci memulai sebuah tulisan. Ide sedahsyat apa pun tidak akan berguna jika tidak segera ditulis.

“Aduh saya tidak punya waktu, karena harus ini itu bla bla bla…”

Ya sudahlah, jangan menulis.

Tetapi ketika keinginan menulis itu masih ada, tulislah di gadget yang Anda pegang. Playstore menyediakan banyak sekali aplikasi untuk menulis. Anda bisa menggunakan salah satu aplikasi, misalnya ColorNote.

unnamed

Menurut saya, makna menulis memiliki pergeseran makna. Dulu, makna menulis adalah membuat coretan pada kertas dengan menggunakan pena, pensil, bolpoin, atau alat tulis lainnya. Sekarang, menulis memiliki makna yang luas, yaitu: (1) menulis corat-coret di kertas, (2) menulis dengan laptop, (3) menulis dengan gadget, (4) menulis dengan komputer.

Jadi, Anda mau menulis di mana? Ada mempunyai banyak pilihan. Tidak ada laptop, ada gadget. Gadget lowbat, laptop tidak ada, Anda bisa menulis di kertas. Begitu banyak pilihan. Tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak bisa menulis, jika Anda mempunyai niat ingin menulis. Di mana pun Anda bisa menulis, karena gadget Anda ada di genggaman.
Sambil baik go-jek saya bisa menulis ide buku yang terlintas saat itu karena bantuan aplikasi ColorNote. Outline-pun bisa langsung saya buat ketika sedang menunggu.

MAU MENULIS?? MENULISLAH…

Paskalina Askalin

Berani Jujur Hebat!

Tikus gemuk tidak puas makan padi yang jatuh sisa panen petani. Tikus gemuk hendak pergi ke lumbung padi milik petani. Tikus lain sudah mengingatkan supaya tidak mendekati lumbung padi itu. Petani sudah menyembunyikan perangkap di antara tumpukan jerami. Akhirnya si tikus gemuk terperangkap jebakan yang dipasang petani.

Continue reading “Berani Jujur Hebat!”

30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

 

30 Hari Menulis: Misteri Tuhan Tanggapi dengan Iman

Hari ini ada sebuah berita duka, Pastor Paroki Santo Leo Agung dipanggil Tuhan. Sebuah kabar yang tiba-tiba, mengejutkan, menimbulkan duka mendalam pada Keluarga Besar Paroki Santo Leo Agung.

Rencana Tuhan tak ada yang tahu, rencana Tuhan sungguh-sungguh misteri. Sebagai pemilik alam ini Tuhan bisa mengambil apapun yang kita miliki tanpa terkecuali. Manusia boleh berencana ini dan itu, tapi tetap Tuhan  sajalah yang mampu meng-ACC atau men-Delete-nya rencana kita.

Kehilangan, air mata, dan duka mengiringi kepergian orang yang kita cintai, pasti sakit, sedih, bercampur “kekesalan” pada Tuhan. Kenapa Tuhan mengambil orang yang kita kasihi? Mengapa Tuhan tiba-tiba mengambil milik kita?

Sangat manusiawi sekali. Saya pun, dalam hati kecil saya berkata kenapa Tuhan mengambil ayah saya, kenapa Tuhan mengambil anak saya, kenapa? Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang tahu dan mengetahui yang terbaik untuk kita, bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kedukaan.

Kita harus selalu percaya, bahwa rencana Tuhan pasti baik, rencana Tuhan akan selalu indah pada waktunya. Kita tak perlu takut, keputusan Tuhan yang tiba-tiba, yang penuh misteri, tanggapi dengan kekuatan iman kita masing-masing.

“Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya”

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

Untuk #writingchallenge #day3 #30dayswriting #30harimenulis