Aku Ingin Menulis, maka Menulislah

Aku ingin menulis, maka menulislah

Menulislah jika Anda ingin menulis. Menulis, hanya itu kunci memulai sebuah tulisan. Ide sedahsyat apa pun tidak akan berguna jika tidak segera ditulis.

“Aduh saya tidak punya waktu, karena harus ini itu bla bla bla…”

Ya sudahlah, jangan menulis.

Tetapi ketika keinginan menulis itu masih ada, tulislah di gadget yang Anda pegang. Playstore menyediakan banyak sekali aplikasi untuk menulis. Anda bisa menggunakan salah satu aplikasi, misalnya ColorNote.

unnamed

Menurut saya, makna menulis memiliki pergeseran makna. Dulu, makna menulis adalah membuat coretan pada kertas dengan menggunakan pena, pensil, bolpoin, atau alat tulis lainnya. Sekarang, menulis memiliki makna yang luas, yaitu: (1) menulis corat-coret di kertas, (2) menulis dengan laptop, (3) menulis dengan gadget, (4) menulis dengan komputer.

Jadi, Anda mau menulis di mana? Ada mempunyai banyak pilihan. Tidak ada laptop, ada gadget. Gadget lowbat, laptop tidak ada, Anda bisa menulis di kertas. Begitu banyak pilihan. Tidak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak bisa menulis, jika Anda mempunyai niat ingin menulis. Di mana pun Anda bisa menulis, karena gadget Anda ada di genggaman.
Sambil baik go-jek saya bisa menulis ide buku yang terlintas saat itu karena bantuan aplikasi ColorNote. Outline-pun bisa langsung saya buat ketika sedang menunggu.

MAU MENULIS?? MENULISLAH…

Paskalina Askalin

Berani Jujur Hebat!

Tikus gemuk tidak puas makan padi yang jatuh sisa panen petani. Tikus gemuk hendak pergi ke lumbung padi milik petani. Tikus lain sudah mengingatkan supaya tidak mendekati lumbung padi itu. Petani sudah menyembunyikan perangkap di antara tumpukan jerami. Akhirnya si tikus gemuk terperangkap jebakan yang dipasang petani.

Continue reading “Berani Jujur Hebat!”

30 hari menulis: Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Mengakui Kesalahan dengan Sukacita

Seorang anak kadang memilih berbohong kepada ibunya tentang nilai merah yang diperolehnya. Seorang sahabat kadang memilih berbohong pada sahabatnya. Suami atau istri kadang juga memilih harus berbohong pada istri atau suaminya. Seorang karyawan juga memilih berbohong pada atasannya.

Semuanya BERBOHONG dengan alasan TAKUT DISALAHKAN atau TAKUT DIMARAHI. Lalu pertanyaannya, apakah dengan berbohong permasalahannya selesai? TIDAK. Justru permasalahan semakin bertumpuk dan tak terselesaikan, tak ada jalan keluarnya.

Tapi kadang, kita perlu waktu untuk mengakui sebuah kesalahan dengan sukacita. Banyak faktor yang menjadi pertimbangan kita mengapa pengakuan kesalahan itu dinilai terlambat oleh orang lain.

Beberapa waktu lalu, saya melakukan kesalahan yang berakibat fatal. Saya terima kesalahan itu karena kelalaian saya. Saya AKUI kesalahan itu dengan SUKACITA. Mungkin oranglain berpikir kenapa saya tidak melapor, terserah saja, itu penilaian orang lain. Yang pasti saya sudah mencatat jika saya akan melaporkan hal tersebut pada atasan saya. Yang terjadi laporan kesalahan sudah sampai pada atasan saya, dan saya dipanggil untuk mengklarifikasi. Dengan SUKACITA saya akui kesalahan itu, nilai kerugian yang menjadi tanggung jawab saya, saya terima dengan SUKACITA.

Permenungan saya, JUJUR bagaimanapun keadaannya, apapun risikonya, tetap HARUS DIPILIH. Ketika kita melakukan sesuatu hal dengan benar, sesuai prosedur, sudah dicek berkali-kali, tapi masih terjadi kesalahan, itu adalah suatu hal yang WAJAR karena tidak ada MANUSIA YANG SEMPURNA. Yang penting, dari KESALAHAN itu kita belajar, dari kesalahan itu kita MENGAMBIL PELAJARAN. Ketika terjadi, orang lain mengadukan kesalahan kita, itu bukanlah urusan kita lagi. Pikiran negatif orang lain, tidak penting bagi kita, yang utama adalah niat kita, rencana kita, dan TUHAN tahu yang kita lakukan, bahwa dari KESALAHAN itu kita mampu MENGAKUI dengan SUKACITA.

 

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

 

30 Hari Menulis: Misteri Tuhan Tanggapi dengan Iman

Hari ini ada sebuah berita duka, Pastor Paroki Santo Leo Agung dipanggil Tuhan. Sebuah kabar yang tiba-tiba, mengejutkan, menimbulkan duka mendalam pada Keluarga Besar Paroki Santo Leo Agung.

Rencana Tuhan tak ada yang tahu, rencana Tuhan sungguh-sungguh misteri. Sebagai pemilik alam ini Tuhan bisa mengambil apapun yang kita miliki tanpa terkecuali. Manusia boleh berencana ini dan itu, tapi tetap Tuhan  sajalah yang mampu meng-ACC atau men-Delete-nya rencana kita.

Kehilangan, air mata, dan duka mengiringi kepergian orang yang kita cintai, pasti sakit, sedih, bercampur “kekesalan” pada Tuhan. Kenapa Tuhan mengambil orang yang kita kasihi? Mengapa Tuhan tiba-tiba mengambil milik kita?

Sangat manusiawi sekali. Saya pun, dalam hati kecil saya berkata kenapa Tuhan mengambil ayah saya, kenapa Tuhan mengambil anak saya, kenapa? Manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah yang tahu dan mengetahui yang terbaik untuk kita, bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi juga tentang kedukaan.

Kita harus selalu percaya, bahwa rencana Tuhan pasti baik, rencana Tuhan akan selalu indah pada waktunya. Kita tak perlu takut, keputusan Tuhan yang tiba-tiba, yang penuh misteri, tanggapi dengan kekuatan iman kita masing-masing.

“Rencana Tuhan selalu indah pada waktunya”

Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis

Untuk #writingchallenge #day3 #30dayswriting #30harimenulis

30 Hari Menulis: Tujuan dan Manfaat Membaca Buku

#day1writingchallenge #writingchallenge #askalin #Indonesia #creativewriting #kreatifmenulis #ayomenulisbersama #paskalina
Tujuan dan Manfaat Membaca Buku

Membaca buku adalah salah satu suplemen kehidupan. Membaca buku apa? Tentu itulah pertanyaan selanjutnya. Apaka semua buku yang dibaca bisa menjadi suplemen. Membaca buku bisa menambah wawasan kita tentang banyak hal. Membaca buku memasak, menambah pengetahuan kita tentang memasak. Membaca buku ensiklopedia bisa menambah pengetahuan.

Setiap orang punya tujuan berbeda-beda ketika “menikmati” sebuah buku. Tujuan orang membaca buku, beberapa di antaranya:

– Untuk hiburan

Tujuan seperti ini biasanya untuk buku-buku seperti novel dan komik. Seseorang membaca buku dengan tujuan sebagai hiburan atau bisa juga disebut untuk mengisi waktu luang. Membaca buku dengan santai tanpa tekanan apapun.

– Untuk memahami isinya

Tujuan seperti i ni biasanya untuk buku-buku tentang keilmuan. Ketika seseorang sedang menimba ilmu di bangku SMA, mengharuskan mereka untuk membaca buku pelajaran berbagai mata pelajaran. Ketika seseorang ingin belajar menjadi seorang public speacker, maka dia akan mencari buku tentang public speaker dan berusaha memahami isi bukunya. Manfaat yang bisa diperolehnya adalah orang yang membaca buku tersebut akan terbantu untuk bisa menjadi seorang public speaker yang baik.

– Untuk bahan mengajar

Bagi guru atau dosen, buku adalah salah satu senjata untuk memberikan beragam ilmu dan informasi untuk siswa siswi atau mahasiswanya. Melalui buku yang dibaca, guru atau dosen bisa mentransfer hasil yang dibaca pada siswa atau mahasiswa. Manfaat membaca buku menjadi sangat luar biasa, karena dari 1 orang guru/dosen bisa menyebarkan informasi nilai, informasi pengetahuan, ke banyak siswa/siswi, mahasiswa, dan lainnya.

– Untuk meresensi buku

Tujuan orang membaca buku bisa dengan maksud untuk memberikan penilaian atau penghargaan pada sebuah buku dalam bentuk resensi buku. Dari tujuan itu, peresensi mendapat  manfaat bisa mengambil nilai moral, nilai pengetahuan, atau keterampilan dari buku yang dibacanya.

Tujuan-tujuan di atas, hanya sebagian kecil saja. Setiap orang dari kita bisa saja memiliki alasan berbeda ketika membaca sebuah buku. Namun demikian, apapun tujuannya pastilah merupakan sesuatu yang positif.
Paskalina menulis untuk writing challenge December, 30 Hari Menulis