Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 2)

Kemudian muncullah niat Penembahan Senopati untuk memperluas wilayah kerajaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Panembahan Senopati minta pendapat kepada Ki Gede Pemanahan. Nasihat yang diberikan Ki Gede Pemanahan yaitu memperkuat bala tentaranya sehingga dapat digerakkan untuk menaklukkan wilayah bagian lain.

Langkah pertama yang ditempuh yaitu membuka daerah membuka daerah hutan di Kedu. Konon Hutan Kedu tersebut masih merupakan semak belukar yang masih angker. Karena tempat tersebut tidak pernah dikunjungi manusia.

Menurut kepercayaan masyarakat setemppat, Hutan Kedu itu merupakan kerajaan Jin dengan rajanya bernama Jin Sepanjang. Continue reading “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 2)”

Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 1)

Dahulu kala Kerajaan Pajang dengan rajanya bernama Sultan Hadiwijaya. Sedang Kadipaten Jipang dipimpin olah Arya Penangsang. Kedua tokoh tersebut saling berselisih. Arya Penangsang dikenal sebagai orang yang sombong, karena keampuhannya.

Perselisihan kedua tokoh tersebut mengakibatkan perang sehingga banyak korban berjatuhan dari kedua daerah.

Saat pertempuran itu terjadi, Hadiwijaya memberi kepercayaan kepada Danang Sutawijaya sebagai panglima perang. Danang Sutawijaya adalah anak angkat Sultan Hadiwijaya. Danang sebagai senopati perang didampingi oleh Ki Gede Pemanahan.
Continue reading “Cerita Rakyat Jawa Tengah: Terjadinya Kota Magelang (Bagian 1)”

Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: La Dana dan Kerbaunya

La Dana adalah seorang anak petani dari Toraja. Ia sangat terkenal akan kecerdikannya. Kadangkala kecerdikan itu ia gunakan untuk memperdaya orang. Sehingga kecerdikan itu menjadi kelicikan.

Pada suatu hari ia bersama temannya diundang untuk menghadiri pesta kematian. Sudah menjadi kebiasaan di tanah toraja bahwa setiap tamu akan mendapat daging kerbau. La Dana diberi bagian kaki belakang dari kerbau. Sedangkan kawannya menerima hampir seluruh bagian kerbau itu kecuali bagian kaki belakang.

Continue reading “Cerita Rakyat Sulawesi Selatan: La Dana dan Kerbaunya”

Dongeng: Tongkol Jagung

“Lihat ini,” kata Semut nomor sebelas (semut kan banyak, kau tahu, dan masing-masing punya nomor). “Lihat apa yang kutemukan!”

“Cuma sebutir jagung,” tukas Semut nomor tiga belas.

“Apa gunanya?”

“Kau bisa memakannya kalau mau. Bagi dua, tambahkan gula atau garam, baru kau makan. Mau coba?”

“Ya, jelas!”

Kedua Semut mengambil pisau dan akan membagi jagung itu ketika terdengar suara berseru, “Tunggu sebentar! Apa yang akan kalian lakukan?”

Ternyata Landak, yang datang dengan tampang sangat serius.

“Kami akan makan jagung,” jawab Semut-semut.

Continue reading “Dongeng: Tongkol Jagung”

Cerita Rakyat Bali: MANIK ANGKERAN, ASAL MULA SELAT BALI

Pada zaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.

Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung Agung ada harta karun yang dijaga seekor naga yang bernarna Naga Besukih. Pergilah ke sana dan mintalah supaya dia mau mernberi sedikit hartanya.”

Continue reading “Cerita Rakyat Bali: MANIK ANGKERAN, ASAL MULA SELAT BALI”