Menjadi orangtua tidak ada sekolahnya. Saat anak-anak lahir, saat itulah orangtua “bersekolah” menjadi orangtua.
Dulu, saat saya masih kuliah di Kota Gudeg, saya selalu santai menghadapi waktu ujian atau tes semester. Saya lihat teman-teman begitu sibuk buka-buka buku atau tanya sana sini. Saya selalu santai menghadapi ujian, karena saya sudah persiapkan beberapa hari sebelumnya. Entah saya penganut cara belajar apa, pokoknya saat akan ujian saya ingin hadapi dengan tenang, tidak grusa-grusu. Hasilnya, saya lulus cepat kurang dari 4 tahun dan meninggalkan jauh sahabat-sahabat dekat saya di kampus.
Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya.
Beberapa bulan terakhir ini saya berjibaku dengan penulisan buku aktivitas anak. Kenapa tertarik menulis buku aktivitas anak? Karena berpeluang besar untuk DITERIMA penerbit, bisa menghasilkan uang, dan karena saya SUKA menulisnya.
Bagaimana proses awal menulis buku aktivitas anak? Sama seperti menulis buku pada umumnya, proses awal dimulai dengan menemukan ide, mencari ide, atau mendapatkan “mandat ide”. Saya sebut “mandat ide” karena buku dipesan oleh penerbit sehingga ide buku sudah ada, dan saya sebagai menulis langsung bisa memulai meramu ide menjadi tulisan.
Setiap penulis punya cara masing-masing dalam “menangkap ide” untuk menulis. Bagi saya, sesuai pengalaman, ide menulis buku aktivitas bisa muncul dari penerbit (Editor). Sebagai contoh buku 100 Soal Aku Siap Masuk SD yang diterbitkan oleh Penerbit Elex Media Komputindo tahun 2018.
Ide buku ditawarkan pada sebuah pertemuan santai penulis buku anak dengan tim redaksi buku anak dari Penerbit Elex Media Komputindo. Ide buku saya sambut dengan baik dan saya eksekusi menjadi sebuah naskah. Berapa lama proses ide sampai menjadi naskah dan diterbitkan? Lama sekali๐ค (akan ada bahasan khusus tentang berapa lama proses ide sampai naskah terbit).
Bagaimana proses penulisan buku aktivitas? Penulisan sebuah buku, mulai dari ide hingga akhirnya menjadi buku, sangatlah panjang. Tidak ada proses instan untuk sebuah buku sesungguhnya, apa pun bukunya. Karena yang saat ini saya tangani buku aktivitas TK, penjelasan saya cenderung lebih dekat pada proses buku penulisan buku aktivitas. Jika dijabarkan tahapannya, proses berikut ini yang saya lewati ketika menulis sebuah buku aktivitas.
(1) Ide Pencarian dan penemuan ide
๐ (2) Membeli buku referensiยฒ Sebelum mengeksekusi ide menjadi outline, ada baiknya membeli dan membaca buku yang berkaitan sebagai referensi.
๐ (3) Mempelajari kurikulum Jika yang ditulis adalah buku aktivitas untuk sekolah (paket TK/PAUD), harus mempelajari kurikulum.
๐ (3) Membuat outline per halaman Biasanya, outline saya tulis tangan di kertas. Mengapa? Karena outline saya tulis sambil “jumpalitan” sama dua bola. Menulis outline di kertas lebih fleksibel ketika dibarengi dengan sekolah daring si Kakak. Atau ketika dibarengi dengan menyuapi si Adek.
Saat si Kakak sekolah daring, saya menulis outline buku aktivitas
๐ (4) Mulai menulis Dengan panduan outline, saya mulai menulis naskah buku aktivitas. Ada hal berbeda antara menulis buku aktivitas dengan menulis buku cerita. Apa perbedaannya? Akan dibahas pada tulisan selanjutnya, sabar yaโบ๏ธ
Menulis sambil “jumpalitan” Menulis sambil “jumpalitan” di rumah bersama dua bola (bocah lanang) amat sangat saya rasakan sejak pertengahan tahun 2021. Kenapa saya sebut “jumpalitan”? Karena sambil menulis, saya harus berjibaku dengan pekerjaan domestik selaligus mengomandani dua bola bermain. Walaupun dengan tertatih sambil jumpalitan, akhirnya buku aktivitas TK yang saya kerjakan bersama Tim Solusi Editing Buku hampir mendekati rampung.
Saat sedang menulis outline, si Adek akan bersemangat mengambil alih alat tulis yang saya gunakan. Tidak mungkin saya menolaknya. Pensil, bolpoin atau spidol pasti akan langsung berpindah ke tangannya. Di sini asyiknya “jumpalitan” menulis bersama dua bola di rumah.
Saya tidak tahu, apakah ibu-ibu yang berprofesi sebagai ibu penulis, mengalami hal yang sama, seperti saya? Jawaban bisa YA atau TIDAK. Yang pasti, saat ini saya menikmati hari-hari “jumpalitan” bersama kedua bola di sela-sela kesibukan menulis.
Akhirnya bisa membagikan tulisan ini. Jika bermanfaat, silakan diSHARE dan dapatnya bingkisan menarik. Caranya: share satu tulisan dari website ini di FB, lalu tag n mention Paskalina Askalin.
Anak-anak saya, Kenan dan Krisan, bermain dengan ayah, di akhir pekan.
Untuk anak, bermain adalah aktivitas terpilih yang menyenangkan, sukarela, berguna, dan spontan. Sering juga bersifat kreatif, melibatkan diri dalam memecahkan masalah, mempelajari keterampilan sosial, bahasa dan fisik yang baru.ย Bermain sangat penting untuk anak-anak karena akan membantunya untuk belajar gagasan baru menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini bisa digunakan dalam beradaptasi secara sosial, mengatasi masalah emosional, terutama dalam permainan imajinatif seperti bermain dengan boneka-boneka yang berpura-pura menjadi ayah dan ibu. (hal 27-28, buku Montessori Play and Learn)
=========================
Sebagai orang tua dari dua anak usia dini saya setuju dan sepakat bahwa bermain itu sangat penting. Karena melalui bermain perkembangan kecerdasan dan motorik anak. Oleh karena itu, saya membebaskan anak-anak saya untuk bermain apapun, asalkan aktivitas permainan mereka tidak membahayakan dan tetap dalam pengawasan.
Kita punya waktu seumur hidup untuk bekerja, tetapi anak-anak hanya akan kecil satu kali saja. – Peribahasa Polandia –
Sebagai seorang ibu, kita tidak bisa melihat hasil kerja kita selama bertahun-tahun. Begitu banyak dari hasil kerja itu yang tak berwujud, tapi bukan berarti hal itu kurang penting dibandingkan dengan pekerjaan atau jabatan apa pun. – Jane Clayson –
Cinta ibu adalah bahan bakar yang membuat manusia normal mampu melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan. – Marion C. Garretty โ
Tak seorang pun di dunia yang dapat menggantikan tempat ibumu.ย – Harry Truman –
Pandemi belum berakhir. Ah, rasanya saya mulai bosan untuk memulai tulisan dengan kalimat “Pandemi belum berakhir.” Tapi faktanya memang demikian. Pandemi memang belum berakhir, anak saya masih sekolah daring, walau kemarin pihak sekolah melakukan uji coba PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) Anak saya tidak ikut dalam PTMT itu. Bagi saya, meskipun protokol kesehatan diatur dan diterapkan dengan ketat oleh sekolah, anak usia 6-7 tahun tetap saja anak-anak, masih suka semaunya sendiri, lepas masker, pegang benda sana-sini, dan rentan tidak menjaga jarak aman.
Serba serbi sekolah daring.
Melihat lingkungan sekitar saya, pandemi seakan dianggap hampir berakhir. Apalagi bagi mereka yang sudah vaksinasi, pergi keluar menjadi biasa saja, cukup pakai masker dan lakukan protokol kesehatan. Sudah tidak ada lagi “keparnoan” tertular Covid-19.
Saya pribadi, masih setia untuk tetap di rumah saja. Pergi ke luar rumah jika benar-benar diperlukan. Masih banyak aktivitas yang bisa dilakukan dari rumah, baik itu aktivitas untuk saya sendiri, maupun aktivitas yang dilakukan dengan anak.
Dalam kondisi yang masih serba terbatas ini, walau hanya dari rumah, saya tetap ingin menorehkan sesuatu yang bermanfaat untuk anak-anak Indonesia. Karena passion saya adalah menulis buku anak, itulah yang saya lakukan saat ini.
Buku anak yang saya tulis berbentuk buku aktivitas untuk anak usia 5-6 tahun setingkat TK B. Selain itu, beberapa buku yang saya tulis sedang dalam proses terbit di penerbit. Bagi saya, bisa berkontribusi dalam perkembangan anak usia dini adalah sebuah kebanggaan. Apa yang saya lakukan hanya sekecil debu, tetapi saya percaya bahwa buku adalah sarana penting dalam proses belajar anak usia dini. Tanpa buku proses pendidikan di sekolah tidak bisa berjalan dengan lancar. Buku juga bisa menemani anak dan orangtua belajar di rumah.
Tiga tahun berturut-turut, 2018, 2019, dan 2020, ada tiga buku aktivitas anak yang terbit di salah satu penerbit Kompas Gramedia. Buku-buku itu diperuntukkan bagi anak usia dini. Ketiga buku itu adalah 100 Soal Aku Siap Masuk SD (2018), Super Melejitkan Kecerdasan Anak PAUD (2019), dan Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas (2020). Untuk saat ini, hanya buku Aktivitas 10 in 1 Anak PAUD Cerdas yang masih bisa didapatkan di toko buku online maupun offline.
Sementara itu, buku aktivitas TK yang sedang saya tulis saat ini saya beri judul Seri Anak Hebat TK B. Seri ini berjumlah 8 buku. Saat ini naskah buku sedang saya tulis dan saya dibantu satu orang ilustrator, serta satu orang desainer kover plus isi. Buku-buku ini nantinya akan digunakan di luar Pulau Jawa dan mungkin Pulau Jawa juga. Besar harapan saya, buku yang saya tulis berdampak besar untuk merangsang kecerdasan anak usia dini.
Kecerdasan anak usia dini tidak bisa berkembang dan bertumbuh begitu saja, perlu adanya rangsangan positif dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, guru, orangtua, dan sarana termasuk buku di dalamnya, adalah bagian yang saling berkaitan dan saling mendukung untuk tumbuh kembang anak.
Sebagai ibu di rumah yang punya dua bola (bocah lanang), waktu saya untuk berbagi banyak hal lewat tulisan sangat terbatas. Tapi meski dalam sedikitnya waktu itu, saya berharap karya-karya saya yang diperuntukkan bagi anak usia dini bisa memberi manfaat besar untuk perkembangan anak usia dini. Semoga, amin.
Tulisan ini sedang saya ikut sertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh APLIKASI SUPER.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.