Inspirasi: Bersyukur Saja


Masalah datang silih berganti, harapan yang tak kunjung terwujud, ya sudahlah, itulah kehidupan. Masih ada yang bisa disyukuri. Lihat yang kamu miliki, semuanya yang kamu miliki layak untuk disyukuri. BERSYUKUR SAJA
Kamu boleh mempunyai harapan yang sangat besar, tapi kamu harus bersabar,  bersabar, atas harapan yang kamu inginkan. Tuhan lebih tahu yang kamu butuhkan. Tuhan lebih tahu jika keinginanmu itu belum saatnya kamu miliki. Jadi,

BERSYUKUR atas apa yang dimiliki
BERHARAP atas apa yang diinginkan


Bersyukur bukan sekadar hal besar, hal kecil bahkan tak terlihat dan tidak dipandang orang, layak kamu syukuri.

BERSYUKUR bisa menyediakan makanan untuk orang-orang di rumah.
Mereka bisa sarapan Donat bulet


Bisa makan pagi dengan sayur asem, ikan asin, dan goreng oncom.



BERSYUKUR bisa pergi ke gereja 😍
Sekitar jam 9 pagi, saya menulis di status WA jika akan ke gereja sore hari, Misa Sore. Puji Tuhan terlaksana. Semesta mendukung, tidak hujan, dua lanang semangat pergi ke gereja. Kuda besi yang tangguh mengantar kami ke gereja dengan sempurna. BERSYUKUR SAJA atas apa yang dimiliki.

Memikirkan apa yang diinginkan dan diharapkan akan membuatmu jauh dari rasa bersyukur. Lihat sekelilingmu, milikmu, yang tak dimiliki oleh orang lain. Layak dan harus disyukuri.

Apa yang kamu syukuri hari ini?

Belajar Kesetiaan dari Hachiko

Jika kita bicara tentang KESETIAAN, kita perlu belajar dari dia, seekor anjing bernama Hachiko. Kisah Hachiko ini menjadi salah satu INSPIRASI pada ebook INSPIRASI PAGI BACAAN SINGKAT PENUH MAKNA.
Berikut ini kutipannya:

(4) Kesetiaan
Kisah seekor anjing setia bernama Hachiko tentu sudah sering Anda dengar. Bahkan telah banyak juga film yang diadaptasi dari kisah Hachiko.
Hachiko seekor anjing yang setia mengantar dan menjemput tuannya saat berangkat bekerja dan pulang bekerja. Ketika berangkat, dengan setia Hachiko mengantar tuannya sampai ke stasiun kereta tempat tuannya berangkat bekerja. Sore harinya ketika tuannya pulang bekerja, Hachiko sudah menunggu di depan stasiun. Begitu terus-menerus dilakukan oleh Hachiko setiap harinya.
Sampai suatu hari, Hachiko tidak melihat tuannya ketika pulang kerja. Tuannya terkena serangan jantung saat sedang bekerja dan meninggal. Hachiko terus saja menunggu di depan stasiun dengan setia. Tanpa memperdulikan apapun, Hachiko menunggu di depan stasiun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Kita bisa belajar dari kesetiaan yang dilakukan oleh Hachiko. Kesetiaan tanpa batas dan tanpa pamrih. Bisakah kita menjadi seorang yang setia pada apa yang telah kita pilih? Setia pada pekerjaan kita atau setia pada pasangan kita?

(Halaman 11)

BACA INSPIRASI PAGI DI SINI

Kenapa Menulis Buku (Ebook) ini?

 

Ketika tak ada lagi teman yang bisa menasihati dan tidak ada teman yang bisa membantu masalahmu, buku akan ada untukmu.

Mungkin itulah pernyataan yang mendukung saya menulis buku ini. Bagi saya buku adalah teman, sahabat, membantu saya keluar dari masalah. Kadang kala, sahabat, teman, dan keluarga tidak bisa setiap saat setiap waktu ada bersama dengan saya, buku menjadi pilihan saya untuk bisa menasihati dan membantu saya.

BACA EBOOK: INSPIRASI PAGI

Sekitar 23 tahun yang lalu, saya seorang mahasiswa baru di sebuah universitas swasta di Kota Yogyakarta. Tanpa ada sahabat dan keluarga yang siap membantu saya saat dalam kebingungan. Semuanya harus saya lakukan sendiri. Saya merasa, saya butuh pertolongan, saya butuh nasihat, saya butuh teman, apa yang harus saya lakukan di kota yang belum saya kenal. Saya bukan orang yang mudah bergaul, saya tidak bisa basa basi dengan orang yang baru saya kenal, saya cenderung penyendiri. Tetapi saya sadar, sendirian di kota yang asing, tidak akan menjadi baik bagi saya jika terus merasa terasing. Lalu saya harus bagaimana?

Baca Ebook: INSPIRASI PAGI

Suatu kesempatan membawa saya ke toko buku. Kemudian terpikir di benak saya, mungkin ada buku yang bisa membantu saya. Sebuah buku kecil, buku saku, berisi tentang solusi masalah-masalah kehidupan. Saya ingat betul di salah satu bab buku itu membahas tentang bagaimana cara supaya kita bisa mudah bergaul dan terbuka dengan lingkungan sekitar. Sebagai seorang mahasiswa, salah satu caranya adalah masuk dalam komunitas. Komunitas yang ada di kampus saat itu adalah UKM (unit kegiatan mahasiswa). Dengan sebuah keberanian, saya masuk salah satu UKM yaitu Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia.

Continue reading “Kenapa Menulis Buku (Ebook) ini?”

Self Reminder: Mana yang Nilainya Lebih Tinggi?

 

Self Reminder: Mana Yang Nilainya Lebih Tinggi?

Ada sebuah keluarga yang ingin memberikan sebuah bingkisan untuk keluarga sahabatnya yang sedang berbahagia.

Hampir setiap hari keluarga ini sebenarnya berkekurangan, tapi dia ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya.

Lalu apa yang harus dia lakukan. Dia mulai memikirkan apa yang mungkin bisa ditunda untuk dibeli. Beras tidak mungkin ditunda. Lauk pauk dan sayur untuk anak-anak dan keluarganya tidak mungkin ditunda. Setelah banyak yang dia pikirkan, akhirnya dibelilah suatu barang senilai Rp 96.000.

Walaupun berat baginya untuk membelikan bingkisan itu, harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa keluarganya turut berbahagia. Ya sudah akhirnya bingkisan itu dibeli dan diberikan dengan bungkusan ala kadarnya bahkan tidak menggunakan bungkusan yang seharusnya. Saat dia memberikan bingkisan itu pada sahabatnya, sebenarnya ada satu dua tiga tetes air mata tersembunyi. Tapi berusaha ditahannya demi melihat kebahagiaan sahabatnya.

Di tempat lain, ada keluarga lain juga yang ingin memberikan bingkisan untuk sahabatnya (orang yang sama dengan sahabat yang sedang berbahagia) Bagi keluarga ini tidak masalah, hanya soal waktu saja untuk pergi memberikan bingkisan. Mereka belum sempat untuk memberikan bingkisan. Baginya membeli bingkisan itu, ya tinggal membeli saja tidak perlu berpikir apakah beras masih ada? Apakah hari ini bisa belanja sayur? Apakah hari ini bisa memberi makan anaknya? Keluarga ini tidak perlu berpikir itu ketika ingin memberi bingkisan untuk sahabatnya. Akhirnya dia membeli bingkisan dengan seharga Rp 1.000.000.

Nah sekarang pertanyaannya, nilai barang mana yang memiliki nilai “lebih tinggi”? Apakah bingkisan seharga Rp 96.000 atau bingkisan seharga Rp 1.000.000?

Jawabannya ada pada hati kita masing-masing. Nilai sebuah barang itu bernilai atau tidak, hanya hati penerima yang bisa menilainya. Semoga tulisan ini bisa menjadi nasihat dan peringatan untuk diri sendiri yang mau membuka hati.


#SELF REMINDER #Damai #nasihatdiri #motivasi #inspirasipagi #nilai

Menuju 365 Quote: Quote Hari Ini

Menuju 365 Quote: Quote Hari Ini

Saya sering menulis kalimat motivasi untuk saya sendiri. Kalimat motivasi itu saya tulis sebagai kekuatan untuk diri saya menghadapi berbagai gempuran masalah sehari-hari.

Lama-kelamaan kalimat-kalimat itu terkumpul me jadi banyak, hingga akhirnya saya ingin membukukan. Tapi saya ingin membuat kalimat motivasi itu lebih bermakna dan bercerita. Lembar demi lembar halaman buku tidak hanya berupa kalimat motivasi singkat yang memunculkan banyak tanya. Karena setiap kalimat motivasi itu pastilah punya cerita di baliknya.

Menuju 365 Quote
Saya menyebut kalimat motivasi itu sama dengan quote. Menuju 365 Quote tidak hanya berisi quote. Buku Menuju 365 Quote berisi qoute atau kalimat motivasi sekaligus cerita di balik quote yang tertulis itu. 

Quote hari ini, 23 Maret 2024

Senyum yang paling indah melebihi indahnya bunga di dunia adalah senyum anak-anakmu(ku). – Paskalina Askalin –

Buat Anda yang sudah menjadi orang tua atau guru, coba rasa dan lihat betapa indahnya melihat senyum bahagia anak-anakmu atau anak muridmu. Semua lelah dan duka mendampingi tumbuh kembang anak-anak, terbayar lunas oleh senyum mereka.

Quote hari ini terinspirasi dari sebuah percakapan terakhir, ending sebuah film Korea berjudul Memories Of The Sword. “Senyumnya melebihi indahnya bunga” kira-kira ada percakapan seperti itu saat diterjemahankan dalam bahasa Indonesia.

Tentang senyuman, saya teringat dan selalu terpana ketika melihat senyum anak-anak saya. Kadang tiba-tiba dia tersenyum memandang saya dan saya terpana (kadang melongo). Kadang senyuman itu hadir ketika dia mendapatkan hadiah lolipop. Senyuman sederhana tapi menggetarkan jiwa.
Senyuman itu, senyuman anak-anak saya, menjadi kekuatan buat saya menjalani kehidupan. Selain itu, senyuman mereka menjadi cambuk saat saya lengah, saat emosi saya memuncak, saat kendali saya terlepas.

Sebagai orangtua, apalagi yang diharapkan dan diinginkan, selain mengantar anak-anak meraih masa depan terbaik mereka. Tapi sebagai orang tua, saya masih terus harus belajar, belajar,dan belajar. Senyuman mereka senyuman kekuatan.

Senyum yang paling indah melebihi indahnya bunga di dunia adalah senyum anak-anakmu(ku). – Paskalina Askalin –