Refleksi: Motivasi Diri dan Kebaikan

Refleksi: Motivasi Diri dan Kebaikan

Pagi ini ketika membuka mata, saya sudah harus berpikir sebuah strategi untuk menghadapi masalah yang akan terjadi hari ini. 

Setiap manusia, siapapun itu pasti punya masalah, entah itu masalah pribadi, masalah keluarga, pekerjaan, atau yang lainnya. Tapi hidup harus tetap berjalan kan, kita tidak bisa larut dalam masalah kita. 

Seperti biasa, saya selalu berusaha untuk mengubah keresahan dan kebimbangan dengan menasihati diri sendiri dalam sebuah quote ini quote-nya. 

Motivasi Diri 
Berstrategi
Berusaha
Berjuang
Selanjutnya, biarkan Tuhan yang tentukan hasilnya.

Saya nasihati diri saya sendiri. Lalu saya sebar quote itu. Semoga bisa memotivasi diri orang lain juga. 

 

Di saat hati dan pikiran sedang menata situasi dan memotivasi diri sendiri, terdengar panggilan dan ketukan di pintu rumah.

Tok, tok, tok… 
Ya
Mbak, punya daun salam?
Ya, ada
Saya pun ke dapur mengambilnya.
Ini daun salamnya.
Terima kasih

Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya bawang putih?
Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya daun bawang?
Lain waktu
Tok, tok, tok
Punya jahe?

Saya selalu punya yang dibutuhkan oleh tetangga saya. Saya tidak bisa menolak untuk memberikan. Ah, hanya sekadar secuil bumbu dapur, apa salahnya untuk diberikan?

Saya hanya bisa memberi hal-hal kecil yang saya miliki. Saya juga berkekurangan sebenarnya. Saya pikir, kebaikan kecil itu lebih baik saya lakukan, daripada tidak sama sekali melakukan kebaikan. 

Akhirnya, dalam kesesakan dan juga dalam keadaan butuh pertolongan Tuhan, saya menuliskan doa pagi.

Doa Pagiku
Terima kasih, Tuhan
Pagi ini dalam kekuranganku, aku masih bisa memberi untuk orang lain.
Aku bersyukur, dalam kesesakanku, aku masih bisa menyediakan keperluan orang lain.
Biarlah aku serahkan semua ketidakberdayaanku, PadaMu.
Biarlah aku serahkan semua kebutuhanku, PadaMu
Amin

 

Sungguh-sungguh, saya butuh pertolongan saat ini. Puji Tuhan, pertolongan itu datang untuk membereskan masalah saya hari ini.

Jadi, ketika masalah datang, cobalah untuk tetap positif, kuatkan diri dengan pernyataan yang menguatkan. 

Kemudian, meskipun kita dalam keadaan “ingin ditolong”, tetap lakukan kebaikan jika masih bisa melakukan kebaikan. Kesulitan kita pastilah akan tertolong. 

Sebuah tulisan yang ditulis untuk melegakan rasa.

Inspirasi: Bersyukur Saja


Masalah datang silih berganti, harapan yang tak kunjung terwujud, ya sudahlah, itulah kehidupan. Masih ada yang bisa disyukuri. Lihat yang kamu miliki, semuanya yang kamu miliki layak untuk disyukuri. BERSYUKUR SAJA
Kamu boleh mempunyai harapan yang sangat besar, tapi kamu harus bersabar,  bersabar, atas harapan yang kamu inginkan. Tuhan lebih tahu yang kamu butuhkan. Tuhan lebih tahu jika keinginanmu itu belum saatnya kamu miliki. Jadi,

BERSYUKUR atas apa yang dimiliki
BERHARAP atas apa yang diinginkan


Bersyukur bukan sekadar hal besar, hal kecil bahkan tak terlihat dan tidak dipandang orang, layak kamu syukuri.

BERSYUKUR bisa menyediakan makanan untuk orang-orang di rumah.
Mereka bisa sarapan Donat bulet


Bisa makan pagi dengan sayur asem, ikan asin, dan goreng oncom.



BERSYUKUR bisa pergi ke gereja 😍
Sekitar jam 9 pagi, saya menulis di status WA jika akan ke gereja sore hari, Misa Sore. Puji Tuhan terlaksana. Semesta mendukung, tidak hujan, dua lanang semangat pergi ke gereja. Kuda besi yang tangguh mengantar kami ke gereja dengan sempurna. BERSYUKUR SAJA atas apa yang dimiliki.

Memikirkan apa yang diinginkan dan diharapkan akan membuatmu jauh dari rasa bersyukur. Lihat sekelilingmu, milikmu, yang tak dimiliki oleh orang lain. Layak dan harus disyukuri.

Apa yang kamu syukuri hari ini?

Mimpimu Bisa Menjadi Nyata

Kemarin saya membaca unggahan berita SindoNews di akun Instagramnya @sindonews. Berikut ini kutipan beritanya.

Seorang pria di Amerika Serikat (AS) tercengang setelah bangun tidur karena melihat rekening bank-nya tiba-tiba mendapat transferan USD89.900.912 (lebih dari Rp1,3 triliun). Itu dialami oleh Daniel Levene, seorang kaptitalis Manhattan. Uang sebesar itu berasal dari E-Trade Financial Corporation, yang merupakan insiden salah transfer. Mengutip Unilad, Minggu (13/8/2023), Levene awalnya tidak bisa mempercayai matanya pada Selasa, 8 Agustus 2018, ketika dia melihat keberuntungan dalam sekejap itu.

Jujur, apakah kamu juga pernah memimpikan mendapat transferan nyasar? Kalau saya sering berharap mendapat transferan nyasar entah dari mana. Jika itu benar terjadi pada saya, pastilah itu rezeki dari Tuhan.

Membaca berita itu membuat saya  tersenyum sendiri. Kenapa? Ternyata apa yang saya impikan itu bisa jadi nyata, tentunya jika Tuhan berkehendak. 

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,  kita bisa bermimpi apapun, ingin mendapatkan apapun. Kamu, saya dan siapa pun, janganlah takut bermimpi. Karena mimpimu bisa menjadi nyata atas kehendak-Nya.

Jadilah tercipta kata-kata quote ini:

Kamu boleh bermimpi menjadi apapun
Kamu boleh bermimpi mendapatkan apapun
Mimpimu bisa menjadi nyata

Motivasi dan Inspirasi: Belajar (dengan Riang)

Selasa malam (29/3) saya menemani si sulung, Kenan (7 th) belajar bahasa Mandarin. Sudah kebayang bukan, bagaimana puyeng-nya menulis dan membaca tulisan Mandarin. Permaklumannya, kesulitan itu ada di alasan klasik, karena tidak ada kebiasaan menulis, membaca, ataupun berbicara Bahasa Mandarin dalam keseharian. Intinya karena gak make dan gak (akan) kepake juga. Bahkan Kenan sering bilang, “aku mau omong (dalam) bahasa Indonesia saja.”
Tentu lain bagi para pecinta bahasa, atau poliglot (bisa bertutur banyak bahasa). Bahasa asing, bahkan yang menurut anggapan umum itu sulit seperti bahasa Korea, termasuk bahasa Mandarin, bahasa Rusia, dan lainnya justru bagi mereka adalah tantangan yang menarik dan memacu adrenalin.

Continue reading “Motivasi dan Inspirasi: Belajar (dengan Riang)”

Review Buku: Seeds of Inspiration

Judul: Seeds of Inspiration Motivasi untuk Setiap Hari

Penulis: Esther Idayanti

Penerbit: Kesaint Blanc

Terbit: Desember 2016, Jakarta

seeds-of-inspiration-resensi-paskalina

Buku bisa membantu kita untuk mendapatkan inspirasi. Buku juga bisa membawa semangat untuk terus bergerak menjadi lebih baik dari hari ke hari. Saya senang membaca buku motivasi harian karena membaca buku seperti ini seperti mendapatkan suplemen yang menyemangati hidup.

Buku SEEDS OF INSPIRATION MOTIVASI UNTUK SETIAP HARI, merupakan sebuah buku motivasi yang ditulis oleh Esther Idayanti. Kover buku dibuat dalam beberapa warna. Pembaca dapat memilih kover buku sesuai warna yang diinginkan. Saya memilih kover warna hitam.

Buku motivasi ini isinya mengikuti jumlah kalender masehi 2017.  Motivasi dapat dibaca setiap hari sesuai dengan bulan dan tanggal. Kita hanya perlu waktu 1-2 menit untuk membaca 1 motivasi. Tetapi, kita bisa mendapat manfaat positif sepanjang hari dan sepanjang hidup kita.

Hari ini 22 Februari 2017, ini motivasi yang bisa kita baca dan nikmati suplemennya.

Bahagia atau berarti?

Mana yang Anda pilih, hidup bahagia atau berarti? Walaupun mirip dan ada kaitannya, tetapi bahagia berbeda dengan berarti. Dapatkah kita membedakan keduanya? Seharusnya bisa, bamun ada saat-saat tertentu keduanya saling bertentangan.

BAHAGIA adalah perasaan yang menyenangkan. Anda bahagia ketika bisa berlibur, menemukan barang yang hilang atau klub sepak bola favorit Anda menang. Anda bahagia ketika mendapatkan apa yang Anda butuhkan atau inginkan, merasa bahwa hidup ini mudah.

BERARTI adalah hidup Anda memiliki tujuan dan nilai Anda merasa berarti ketika Anda melakukan sesuatu yang mengekspresikan diri Anda, terutama hal-hal positif yang dilakukan orang lain.

seeds-of-inspiration-2-resensi-paskalina

Kadang, saat mewujudkan kehidupan yang berarti, contohnya melawan korupsi, Anda mengalami banyak tekanan dan stres sehingga mengurangi kadar kebahagiaan Anda. Tetapi, Anda rela menjalani hal-hal ini untuk mendapatkan kehidupan yang berarti.

Hal-hal sepele dan membosankan seperti mencuci piring dan membersihkan rumah bisa menjadi hal yang membahagiakan kalau kita memberi “arti”, yaitu merawat orang-orang yang kita cintai. Penderitaan pun bisa dilalui bila seseorang dapat menemukan arti di dalamnya. Jadi sebaiknya kita mengukur hidup dari segi “arti”, bukan “bahagia”.

 

Ditulis oleh Paskalina Askalin