Manfaat melukis untuk kecerdasan

Melukis di atas tas kanvas

Paket kreatif 100ribu

Tas kanvas menjadi  media lukis anak

Kegiatan melukis/menggambar merupakan ilmu yang paling mudah diajarkan pada kita semenjak kecil bahkan tanpa perlu di ajarkan setiap anak pasti sudah langsung mengerti menggambar, cukup anda kasih secarik kertas dengan pensil anak akan menggambar apa yang terlintas dalam pikiran mereka. Bahkan mereka merengek-rengek minta dibelikan krayon atau pensil warna dan kertas gambar. Motivasi mereka terhadap menggambar atau melukis ini kuat sekali.

Seharusnya ini mempermudah kita (sebagai orangtua) untuk memanfaatkan potensi yang memang sudah ada pada diri mereka yaitu semangat untuk belajar. Menuangkan apa yang dilihat/dipelajari kedalam bentuk gambar/visual.

Namun sayang ketika mereka masuk ke sekolah dasar bekal yang sudah ada tersebut terpinggirkan, belajar lukis ini seolah tidak diperhitungkan bagi sebagian besar orang tua. Bahkan yang sangat ekstrim adalah ketika orang tua mengatakan “menggambar terus kapan belajarnya!” atau “memang kalau sudah besar mau jadi pelukis, Mau makan apa kamu?

Yang dibutuhkan bagi anak adalah sebenarnya pengarahan yang benar, dari orang tua atau guru (pendidik) untuk menyingkapinya. Menggambar atau melukis itu termasuk bidang ilmu yang salah satunya berperan meningkatkan pengembangan atau mengasah otak kanan. Menggambar/melukis bukan hanya dipelajari hanya TK (porsinya banyak), tapi melukis/menggambar itu harus terus di kembangkan hingga dewasa atau di lakukan terus, seperti halnya ilmu-ilmu lainnya.

Karena otak kanan berperan untuk mengembangkan imajinasi manusia, maka sangat berguna sekali ketika mereka bekerja atau berdampingan dengan ilmu-ilmu yang dia pakai pada saat nantinya.

Belajar seni lukis atau mengasah atau mengembangkannya bukan untuk seseorang menjadi pelukis atau seniman. Karena pada awalnya ilmu ini dipergunakan sebagai pengembangan/mengasah kecerdasan pada otak kanan. yaitu Mengasah motorik halus, melatih fokus pada pekerjaan, emosional, kreatifitas, menjaga keseimbangan antara otak kanan dan otak kiri sehingga otak tidak lelah/stress ketika menghadapi persoalan aritmatik atau sosial.

Melukis di atas tas kanvas

Paket kreatif 100ribu

Tas kanvas menjadi  media lukis anak

Sumber: handokoaji.wordpress.com/2012/03/15/manfaat-melukis-untuk-kecerdasan (dengan perubahan)

Resensi Paskalina di Koran Jakarta, Rabu, 23 Januari 2013

Resensi Paskalina di Koran Jakarta

Kisah Inspiratif untuk Buah Hati

chicken soup for the kidsKamar Amanda sangat berantakan, baju berceceran di sana-sini. Setiap hari Ibu Amanda selalu mengingatkan untuk membereskan kamarnya. Setiap diingatkan, dia selalu memunyai alasan untuk menghindar. Ibunya tidak pernah berhasil membuat Amanda membereskan kamar. Suatu hari, Amanda akan pergi ke mal bersama teman-temannya. Dia mencari dompet di kamarnya, tapi tak menemukan.
Amanda memanggil ibunya dan menanyakan benda yang dicari. Ibunya menyarankan untuk mulai merapikan baju-baju yang berantakan, mungkin dompet itu berada di antara tumpukannya. Demi uang 100 dollar di dompet itu, Amanda menurut. Satu per satu baju dirapikan. Namun, setelah 20 menit dia tidak menemukan dompetnya.

Ibu Amanda menyarankan untuk merapikan lebih banyak lagi baju, namun Amanda tidak juga menemukan dompetnya, hingga akhirnya semua baju tersimpan dengan rapi di kamar Amanda. Amanda tidak menyadari jika ibunya telah berhasil membuatnya merapikan kamar. Amanda melihat bahwa kamarnya rapi. Selama beberapa waktu dia tersenyum bersama ibunya. Dia lalu bertanya lagi dompetnya.

“Di pintu depan, menunggumu,” sahut ibunya. Amanda bergegas menuruni tangga dan pergi dengan teman-teman, sementara ibunya masih berdiri di lantai atas sambil tersenyum (hal 141). Kisah tersebut ditulis Amanda Kelly (11). Sebuah kisah masa kanak-kanak yang sederhana, namun memiliki nilai pembelajaran hidup yang luar biasa.

Pembaca atau orang tua tentu juga pernah mengalami kisah tersebut. Misalnya, menyuruh anak atau penghuni rumah lainnya untuk melakukan sesuatu, namun tidak dihiraukan. Pembaca atau orang tua tersebut tentu menjadi kesal. Pernahkah mereka berpikir mencari cara lain yang bijak sehingga tidak terjadi ketegangan? Kisah lain ditorehkan oleh Brandon Deitrick (12).

Brandon mempunyai kisah tentang kejujuran. Dia sakit perut yang luar biasa sehari setelah mengambil tanpa membayar kartu koleksi Star Wars di swalayan. Dia melakukan itu karena ayahnya tidak mau membelikan. Hati nurani Brandon berteriak telah melakukan hal yang salah. Muncul ketakutan, dia tidak bisa lagi pergi ke swalayan tersebut dan terbayang akan dipenjara.

Akhirnya anak itu mengaku “dosa” pada ibunya yang lalu memberi uang dan mengantarnya agar berkata sejujurnya pada pemilik swalayan. “Setelah melakukan kebenaran, aku merasa lebih baik. Namun, aku masih merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang tak pernah terpikir dalam hidup. Setiap kali berpikir tentang mencuri, aku lalu merinding dan muncul perasaan seperti yang kualami saat mencuri satu pak kartu itu. Aku juga mendapat pelajaran penting dalam minggu tersebut: dengarkan kepala dan hatimu, bukan kerasukanmu (hal 108).

Kisah Brandon tersebut tentu ada yang pernah mengalami. Kiranya tepat bila kisah ini dibacakan kepada anakanak. Melalui kisah Brandon, bocah anak bisa belajar bahwa tidak jujur itu sungguh membuat hidup tidak nyaman. Cerita Brandon dan Amanda hanyalah dua dari 58 kisah dalam buku Chicken Soup for the Kid’s Soul 2.

Buku kumpulan kisah nyata yang inspiratif ini ditulis anak-anak dan juga orang dewasa. Banyak pesan yang bisa dipetik pembaca, di antaranya tentang perilaku baik, kejujuran, berani membuat keputusan, persahabatan, dan keluarga. Chicken Soup ini bisa dibacakan guru untuk siswa-siswanya, orang tua untuk anak-anaknya, atau dibaca anakanak sendiri. Kisah-kisahnya memang banyak memberi pelajaran nilai bagi bocah, tetapi tidak ada kesan menceramahi atau menggurui. Jadikan buku ini hadiah bernilai untuk anak-anak.

Peresensi adalah Paskalina Oktavianawati, tinggal di Jakarta

Judul : Chicken Soup for the Kid’s Soul 2
Penulis : Jack Canfield dkk
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Jakarta, 2012
Tebal : xxii 206 halaman
ISBN : 978-979-22-7886-6

Ide Menulis (1)

IDE MENULIS

by Paskalina Oktavianawatii-love-writing-menulis

Ide menulis bisa datang kapan pun, di mana pun, dalam kondisi apa pun. Kita semua menulis setiap hari. Tak ada satu hari pun lewat tanpa menulis. Menulis apa? Menulis update status di BB, FB, TWIT, etc. Ya itu juga menulis kan. Dan kadang kala untuk menulis update status di FB saja kita harus berpikir untuk mencari ide.

Oke, sekarang kita bicara tentang ide menulis sesuatu yang panjang, 1 halaman, 5 halaman, atau satu buku.

Ide memang bisa muncul di mana dan kapan saja, tetapi ide juga bisa didapatkan alias bisa kita cari. Dari mana kita bisa mendapatkan ide menulis?

Ide menulis bisa kita dapatkan dari:

(1) MEMBACA

59963_buku_300_225Sudah sering disebutkan dalam pelatihan menulis, sharing menulis, dan kegiatan lain yang berhubungan dengan penulisan, bahwa jika kita ingin menulis maka harus membaca. Dari MEMBACA dengan MEMBACA maka kita pasti bisa menulis. Bohong besar jika seorang penulis bilang dia tidak pernah membaca walau suka menulis.

Membaca apa? Membaca apa saja yang membuat kita tertarik. Membaca komik, membaca koran, membaca iklan baris, membaca iklan lowongan, membaca novel, membaca majalah, dengan MEMBACA APAPUN pasti akan memunculkan ide menulis.

Dari membaca iklan baris, seseorang penulis bisa mempunyai ide membuat buku berjudul BUKU PINTAR IKLAN BARIS, isinya berupa penjelasan tentang  singkatan-singkatan yang digunakan dalam pembuatan iklan baris. Ingin tahu seperti apa buku tersebut, contact me 🙂 buku tersebut sudah terbit. Yang pasti bukan saya penulisnya haha

Dari membaca sebuah novel true story, dapat pula memunculkan ide menulis. Orang lain bisa menuliskan kisahnya dalam sebuah novel, kita pun bisa menuliskan kisah kita sendiri dalam novel. Tidak ada salahnya kan menjadikan hidup kita sebagai objek novel yang kita tulis sendiri. Sudah banyak sekali beredar novel yang menurut penulisnya adalah kisah nyata kehidupannya.

Apa pun yang kita baca, pasti akan meninggalkan suatu ide menulis, jika memang niat kita sedang mencari ide menulis. Kalau pun kita belum juga mendapatkan ide menulis dari membaca buku, masih banyak cara lain untuk memancing ide. 🙂

(2) MENULIS

Ide menulis dapat diperoleh dari MENULIS. Maksudnya?

pengetikan

_bersambung_