Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V, Tidak Ada Lagi PUEBI

#EydEdisiV #TidakAdaLagiPUEBI #badanbahasa #editing #solusieditingbuku

Waduh, Solusi Editing Buku ketinggalan berita terbaru dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikbud Ristek. Berita apakah itu?

Badan Bahasa pada hari Kamis lalu, tepatnya 18 Agustus 2022 telah meluncurkan EYD terbaru, yaitu Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V atau EYD Edisi V.

Secara umum, terdapat perubahan besar dalam EYD Edisi V ini. Perubahan itu meliputi penambahan kaidah baru, perubahan pada kaidah yang telah ada, perubahan redaksi, contoh, dan tata cara penyajian. Secara keseluruhan, perubahan yang ada lebih dari 50 persen.

Bagaimana dengan PUEBI?
Tentunya dengan diluncurkannya EYD Edisi V, secara otomatis Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sudah tidak digunakan lagi.

Nama EYD sudah sangat melekat dalam benak masyarakat Indonesia.
“Kalimat itu tidak sesuai EYD”, begitu biasanya orang berkata ketika menyebut perkataan atau tulisan yang tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kembalinya pemberian nama EYD tentunya disambut baik oleh semua kalangan, baik yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis, maupun tidak.

Jika ditilik dari sejarahnya, sejak pertama kali diresmikan pada 1972, ejaan ini telah menggunakan nama Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kemudian, pada edisi kedua (1987) dan edisi ketiga (2009), ejaan ini mendapatkan tambahan frasa pedoman umum sehingga diterbitkan dengan nama Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) merupakan EYD Edisi Keempat. Kemudian bertepatan dengan 50 tahun penetapan EYD, 16 Agustus 1972, diluncurkanlah dan ditetapkanlah oleh Badan Bahasa EYD Edisi Kelima.

EYD Edisi V terpasang di home screen ponsel.

UNDUH APLIKASI EYD EDISI V
EYD Edisi V ini mudah diakses. EYD Edisi V diterbitkan dalam bentuk aplikasi web yang dapat diakses melalui laman ejaan.kemdikbud.go.id.

UNDUH APLIKASI EYD EDISI V

Sumber info:
https://gln.kemdikbud.go.id/glnsite/badan-bahasa-luncurkan-eyd-edisi-v-serta-logo-dan-tema-kbi-xii/

10 Buku Terlaris Penerbit Baca

  1. The Psychology of Money, Penulis: Morgan Housel

Kesuksesan dalam mengelola uang tidak selalu tentang apa yang Anda ketahui. Ini tentang bagaimana Anda berperilaku. Dan perilaku sulit untuk diajarkan, bahkan kepada orang yang sangat pintar sekalipun. Seorang genius yang kehilangan kendali atas emosinya bisa mengalami bencana keuangan. Sebaliknya, orang biasa tanpa pendidikan finansial bisa kaya jika mereka punya sejumlah keahlian terkait perilaku yang tak berhubungan dengan ukuran kecerdasan formal.

Uang―investasi, keuangan pribadi, dan keputusan bisnis―biasanya diajarkan sebagai bidang berbasis matematika, dengan data dan rumus memberi tahu kita apa yang harus dilakukan. Namun di dunia nyata, orang tidak membuat keputusan finansial di spreadsheet. Mereka membuatnya di meja makan, atau di ruang rapat, di mana sejarah pribadi, pandangan unik Anda tentang dunia, ego, kebanggaan, pemasaran, dan berbagai insentif bercampur.

Dalam The Psychology of Money, penulis pemenang penghargaan, Morgan Housel membagikan 19 cerita pendek yang mengeksplorasi cara-cara aneh orang berpikir tentang uang dan mengajari Anda cara memahami salah satu topik terpenting dalam hidup dengan lebih baik.

“Salah satu buku keuangan terbaik dan paling orisinal.”—Jason Zweig, The Wall Street Journal

“The Psychology of Money penuh dengan ide-ide menarik dan kesimpulan praktis. Bacaan penting bagi siapa saja yang ingin mengelola uang dengan lebih baik. Semua orang wajib memiliki buku ini.”—James Clear, penulis buku laris Atomic Habits

  1. Mindset (Edisi Revisi), Penulis: Carol S. Dweck, Ph. D.

Terbukti telah mengubah cara orang melihat dunia dan kesuksesan hidup di berbagai belahan dunia, Mindset bertengger jadi topseller di amazon.com sejak 13 tahun lalu hingga sekarang.

Paparan tentang kesuksesan dalam buku ini sangat mendasar dan langka. Lazimnya, buku-buku tentang kesuksesan lebih menawarkan sisi-sisi praktis. Namun, buku ini justru mengajak Anda menggarap inti masalah kesuksesan: pikiran. Tak hanya itu, buku ini mengontraskan dengan apik tokoh-tokoh dunia—di bidang musik, sastra, sains, olahraga, dan bisnis—yang berpola pikir tetap (fixed mindset) dan berpola pikir tumbuh (growth mindset). Ternyata, tokoh yang berpola pikir tumbuh lebih mampu mempertahankan kesuksesan dan kegembiraan hidup. Hal ini dikarenakan mereka lebih menekankan proses belajar dan peran ikhtiar daripada mengandalkan bakat dan kecerdasan.

Bagi Anda penikmat buku motivasi, teramat sayang bila Anda tak melahap isi buku ini. Bagi Anda para pemimpin, eksekutif, guru, orangtua, atau pelatih olahraga, buku ini sangat membantu dalam mengubah para pembelajar “bermasalah” menjadi insan-insan sukses dan bahagia. Sebagai pribadi pun, Anda tak bakal kecewa dengan buku hasil penelitian 20 tahun lebih dari ahli kenamaan di bidang psikologi kepribadian ini. Banyak inspirasi yang niscaya membuat Anda senantiasa optimistis, gembira, dan terampil membangkitkan kemampuan-kemampuan dahsyat dalam diri Anda.

Continue reading “10 Buku Terlaris Penerbit Baca”

Peduli

#peduli

Aku bukan orang yang tidak mau peduli pada apa yang terjadi pada orang-orang di sekitarku. Hari ini saja aku tidak bisa membiarkan seorang anak hanya melihat anak-anakku makan pagi. Aku menyediakan juga makan untuk anak itu tanpa memikirkan apapun.

SAAT INGIN PEDULI, PEDULI SAJA.

Bisa saja aku menyuruhnya pulang dulu karena anak-anakku mau makan pagi terlebih dahulu sebelum bermain. Tentang peduli, ada banyak cara orang untuk memperlihatkan rasa pedulinya atau tetap peduli tanpa orang lain perlu tahu yang kita lakukan.

Namun, tidak semua orang bisa peduli seperti kebanyakan orang. Seperti halnya aku, memilih untuk MENAHAN RASA PEDULI. Mungkin orang bisa saja berujar, “Masa begitu saja tidak mau, tidak peduli pada orang lain.”

KENAPA, kenapa aku harus menahan rasa kepedulianku? Sejak “sesuatu” terjadi di bulan Januari, segalanya berubah, semuanya menjadi sangat sulit. Deretan tanggung jawab harus aku tanggung tanpa ada bantuan dari siapa pun. Semuanya harus aku dan aku. Kepedulianku tertuju pada keluargaku, bahkan aku tak sempat lagi memedulikan diriku sendiri.

Kemudian, yang terjadi adalah aku tak sempat lagi untuk membuka diri, peduli pada orang lain di luar wilayah keluargaku. Keluargaku saja masih kekurangan rasa peduli dariku, bagaimana aku harus membaginya lagi dengan orang lain.

Ada risiko yang akhirnya akan aku dapatkan karena sikap yang aku ambil. Tidak apa orang lain menganggapku negatif karena ketidakpedulianku. Lebih baik seperti itu. Orang lain tidak tahu yang terjadi. Dan, aku tidak punya kewajiban untuk menjelaskan segalanya tentang kehidupanku.

Lebih baik dikira orang tidak baik, padahal yang terjadi sebaliknya. Daripada orang lain mengira baik, padahal sesungguhnya tidak baik.”

Peduli, satu kata yang terdiri atas 6 huruf atau tiga suku kata. Menurut KBBI, peduli adalah memperhatikan, mengindahkan.

Aku ingin peduli, tetapi tidak bisa. Bukan aku tidak peduli dengan yang kalian lakukan. Saat ini aku memilih untuk TIDAK PEDULI. Apapun anggapan orang lain, aku terima dengan senang hati. ✌️PEACE

AYO BERDOA, MAMA

“Ayo Berdoa, Ma,” itu yang dikatakannya jika dia lancar bicara. Anakku, belum lancar bicara, tetapi dia cerdas dengan caranya yang unik.

Beberapa malam ini aku tersentuh olehnya. Karena aku memang selalu lupa untuk melakukan hal itu. Anakku yang berumur 2,5 tahun mengajakku berdoa sebelum tidur. 

Nangis hati ini rasanya, Nak. Anak seusiamu, bisa mengingatkanku untuk sejenak bertelut, menangkupkan tangan untuk berdoa.

Setelah selama seharian penuh begitu banyak aktivitas yang aku lakukan. Aku lupa mengajak anakku untuk berdoa sebelum tidur.
Akhirnya, aku pun berdoa bersamanya.

Terima kasih, Nak, kamu sudah mengingatkanku untuk berdoa. Jangan lelah untuk mengingatkanku terus.
KAMU ADALAH KEKUATAN MAMA.

Nak, sampai sekarang, aku tidak tahu alasannya, mengapa kamu tidak memanggil Bunda dan memilih memanggil Mama. Tidak masalah kamu memanggilku MAMA. Kamu dan kakakmu tetap cahaya untukku, Bundamu… Mamamu…

Kata Baku dan Tidak Baku: positip atau positif?

#katabaku #katatidakbaku #solusiediting #bahasaindonesia #editing #editor

Menurut Sahabat Pembaca mana yang kata baku yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia?

positip – positif
diatas – di atas
disamping – di samping
nafas – napas
fikir – pikir

Tidak tepat jika Sahabat menjawab sebelah kiri adalah kata baku. Benar jika Sahabat menjawab sebelah kanan adalah kata baku.

Continue reading “Kata Baku dan Tidak Baku: positip atau positif?”